Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Makna kontekstual dalam novel If Someday karya sifa mermeida Nur Khasanah; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v2i1.1742

Abstract

Understanding the meaning in communication becomes an important aspect of life. So that the intentions and objectives can be conveyed when communicating. The purpose of this study is to describe the contextual meaning in the novel if someday by Sifa Mermeida. The benefits of this study are (1) as material to add knowledge about the contextual meaning contained in the novel if someday (2) as a reference for further research. This research uses a qualitative method with a descriptive description. Research using reading and note taking techniques. The results of research from the novel if someday that the contextual meaning contained in the contents of the story makes the delivery of intent more interesting. Contextual meaning can be known from the markers in the sentence such as the context of the situation, place, object that refers to the conversation.
Campur kode pada percakapan anggota grup facebook pencinta drama korea Anisya Septianah; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v2i2.3048

Abstract

Sejak pemerintah menetapkan status pandemi covid-19, sebagian orang menikmati kegiatan di rumah dengan memenonton film. Banyak orang yang sudah menghabiskan beberapa film salah satunya film drama Korea. Campur kode dapat terjadi di mana saja salah satunya adalah percakapan pada anggota grup facebook pencinta drama Korea. Penelitian ini membahas tentang mengenai wujud dan jenis campur kode yang ada dalam percakapan anggota grup pencinta drama Korea. Dalam penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bentuk wujud campur kode dalam percakapan anggota grup facebook pencinta drama Korea, 2) mendeskripsikan jenis campur kode dalam percakapan grup facebook pencinta drama Korea. Sumber data penelitian adalah percakapan anggota grup facebook Pencinta Drama Korea selama PSBB berlangsung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul berjumlah 41 wujud campur kode yang ada, 27 wujud campur kode bentuk kata, 10 wujud campur kode bentuk frasa, dan 4 wujud campur kode bentuk klausa. Bentuk campur kode berupa kata, frasa, dan klausa. Jenis campur kode berupa ke luar dan ke dalam.
PRONOMINA DALAM WACANA SURAT KABAR KOMPAS Sugiyo Sugiyo; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.192 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakWacana merupakan satuan bahasa terlengkap yang dibentuk oleh paragraf. Dalam penyusunan wacana, pronomina sering digunakan khususnya oleh wartawan dalam penulisan di surat kabar. Penelitian ini secara khusus mengkaji pemakaian pronomina dalam wacana surat kabar Kompas. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan fungsi pronomina dalam wacana surat kabar Kompas, (2) mendeskripsikan peran pronomina dalam wacana surat kabar Kompas, dan (3) mendeskripsikan makna pronomina dalam wacana surat kabar Kompas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Data penelitian berupa wacana pada koran Kompas edisi April 2016 hingga Juli 2016 yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) fungsi pronomina yaitu untuk menerangkan subjek utama, mengingatkan pembaca pada latar belakang subjek, dan memberi tahu pembaca mengenai objek; (2) peran pronomina yaitu sebagai pengganti subjek, sebagai pengganti objek, dan sebagai pengganti pelengkap; (3) pada analisis makna, pronomina bersinonim dengan nomina yang diwakilinya, fungsi utama pronomina yaitu untuk menggantikan nomina sehingga pronomina selalu bersinonim dengan nomina yang diwakilinya.Kata Kunci : Pronomina, Wacana, dan Surat Kabar Kompas
TRANSFORMASI NOVEL KE FILM THE PERFECT HUSBAND KARYA INDAH RIYANA Mursih Mursih; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.641 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.87-101

Abstract

Abstrak Ekranisasi berasal dari bahasa perancis, ecran yang berarti layar. Jadi istilah itu mengacu pada alih wahana dari suatu karya sastra ke film. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses ekranisasi pada novel The Perfect Husband karya Indah Riyana dan film The Perfect Husband sutradara Rudi Aryanto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang berpedoman pada pendapat Moleong. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Sapardi Djoko Damono. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa proses ekranisasi yang terjadi dari novel ke film The Perfect Husband yaitu: 1) Penciutan atau pengurangan alur cerita dari novel ke film The Perfect Husband sehingga munculnya perbedaan alur cerita baik dari segi latar dan tokoh dalam cerita. 2) Penambahan dari novel ke film The Perfect Husband.  3) Perubahan Variasi pada Alur, latar, dan tokoh dari novel ke film The Perfect Husband. Kata Kunci : Ekranisasi, Novel, Film.
GAMBARAN MASYARAKAT RUSIA ABAD XIX DALAM CERPEN MUNAFIK KARYA ANTON CHEKOV VERSI KOESALAH SUBAGYO TOER MELALUI JALUR LOGIKA PIERCE Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.059 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakDiskursus semiotika selalu menjadi pembahasan menarik untuk diteliti selama perkembangan hidup umat manusia. Terutama dalam menggali jati diri sebuah karya yang menggambarkan realitas masyarakat sosial. Dalam hal ini, penulis meneliti cerpen-cerpen karya Anton Chekhov yang menjadi refleksi masyarakat Rusia pada masa runtuhnya Dinasti Romanov. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan bentuk kombinasi sembilan tipe penanda dalam cerpen Munafik karya Anton Chekhov; (2)menjelaskan makna dari kesembilan tipe penanda terkait penggambaran masyarakat Rusia Abad XIX dalam cerpen Munafik karya Anton Chekhov. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan 6 data yang diperoleh dari enam cerpen dalam cerpenMunafik karya Anton Chekhov. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak-catat. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa (1) terdapat kombinasi penuh sembilan model penanda dalam struktur teks keenam cerpen karya Anton Chekhov; (2) pemaknaan terkait model kombinasi penanda mengarah pada cerminan masyarakat Rusia Abad XIX yang mengalami kebobrokan moral. Hal ini relevan dengan tema yang diangkat oleh Anton Chekhov sendiri.Kata kunci : Budaya, Logika, Tanda
Penggunaan Gaya Bahasa Simile dan Personifikasi serta Citraan pada Kumpulan Puisi dalam Novel Cinta, Kehidupan, dan Kematian: Kahlil Gibran Karya Mulasih Tary dan Yazid Attafsir Misbah Priagung Nursalim; Lasni Roha Pratiwi
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v5i2.14282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan majas simile dan personifikasi serta citraan dalam kumpulan puisi pada novel Cinta, Kehidupan, dan Kematian : Kahlil Gibran. Data penelitian berupa kalimat dalam kumpulan puisi yang di dalamnya mengandung dua gaya bahasa perbandingan yaitu simile dan personifikasi serta mengandung citraan dari kumpulan puisi yang ada dalam novel Cinta, Kehidupan, dan Kematian: Kahlil Gibran. Penelitian ini menggunakan teori Gorys Keraf dalam pembahasan majas dan teori Burhan Nurgiyantoro dalam pembahasan citraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dengan metode deskriptif kualitatif guna menggambarkan penggunaan kata maupun kalimat yang disematkan pencipta dalam karyanya. Hasil penelitian menemukan: (1) Bentuk penggunaan majas simile dalam kumpulan puisi berjudul Kuil Bagi Jiwa, Nurani, Sia-Sia, Kehidupan, Air Mata Itu, Bebal, Mimpi, Angin, Racun Cinta, dan Keindahan, (2) Bentuk penggunaan majas personifikasi dalam kumpulan puisi Nurani, Kehidupan, Air Mata Itu, Angin, Kesunyian, Jiwaku Bersuara, dan Tentang Masa Muda, (3) Bentuk citraan visual, pendengaran (auditif), gerak (kinestetik), rabaan (taktil termal), dan penciuman (olfaktori).
RAGAM BAHASA INDONESIA BAKU DAN BAHASA NON-BAKU PADA GRUP WHATSAPP CV SEJAHTERA OFFICIAL Misbah Priagung Nursalim; Irfan Rivai Zani
PIKTORIAL : Journal of Humanities Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Number 1 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/piktorial.v5i1.31580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ragam variasi bahasa dari bahasa baku dan non baku pada whatsapp, objek variasi bahasa ini adalah grup whatsapp pada CV Sejahtera Official. Data pada penelitian ini berupa tulisan atau pesan teks whatsapp. Sumber data  penelitian adalah karyawan CV Sejahtera Official. Hasil penelitian menemukan bahwa pada jejaring whatsapp CV Sejahtera Official terdapat beberapa bahasa baku dan non baku dari 49 percakapan. Penulis menemukan 46 buah percakapan yang bervariasi antara bahasa baku dan bahasa gaul, kemudian terdapat 4 buah percakapan yang sesuai dengan bahasa baku dan non baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ragam bahasa yang sering diguanakan melalui media social (whatsapp)   Dalam penelitian tersebut juga terdapat variasi bahasa antar penuturnya disebabkan karna keinginan untuk menggunakan unsur bahasanya sendiri. Kesalahan berbahasa dalam percakapan pada whatsapp meliputi bahasa gaul, integrasi dan bahasa asing
MANTRA TUKANG PIJIT: SEBUAH ANALISIS SEMIOLOGI BARTHES Misbah Priagung Nursalim; Rima Tiana
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.6120

Abstract

Abstract: A charm is a subgenre of old poetry that is still considered to have strength. Because the power possessed by a charm makes people consider it sacred. However, apart from that, the mantra is only a part of literary work which contains meaning and of course there is no magical element. This study discusses the meaning in massage charm in Pondok Petir area. The author uses Roland Barthes's semiology theory to analyze the meaning of the charm. This study also uses descriptive qualitative methods to analyze the meaning and form of charms. The results prove that the massage charm does not have magical power. The charm is only an old literary work in which it contains the meaning of certain commands depending on the material function. Because charms are old poems, so charms also pay attention to the beauty of the shape and the sound.Abstrak: Mantra merupakan subgenre puisi lama yang sampai saat ini masih dianggap memiliki kekuatan sehingga membuat masyarakat menganggapnya suci. Namun, terlepas dari itu, mantra hanyalah sebuah bagian dari karya sastra yang di dalamnya menyimpan makna dan tentu tidak ada unsur magis. Penelitian ini secara umum membahas mengenai studi makna pada mantra tukang pijit di daerah Pondok Petir. Penulis menggunakan teori semiologi Roland Barthes untuk mengkaji makna yang terkandung di dalam mantra tersebut. Metode kualitiatif deskriptif digunakan untuk menganalisis makna dan bentuk mantra. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mantra tukang pijit tidak mempunyai kekuatan magis. Mantra hanya karya sastra lama yang di dalamnya menyimpan makna berupa perintah tertentu tergantung fungsi matera tersebut. Karena mantra merupakan puisi lama, jadi mantera juga memperhatikan keindahan bentuk dan bunyi bahasanya.