Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal DISPROTEK

SEBARAN KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT PERAIRAN PANTAI SEBAGAI DAYA DUKUNG USAHA TAMBAK DI KABUPATEN JEPARA Arif Mustofa
Jurnal Disprotek Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.809 KB) | DOI: 10.34001/jdpt.v10i2.1076

Abstract

Kabupaten Jepara memiliki wilayah pesisir sangat berpotensi untuk pengembangan perikanan budidaya. Usaha budidaya perairan mengandalkan air laut sebagai media budidaya sehingga sangat memerlukan informasi parameter kualitas air laut. Salah satu parameter kualitas air laut yang penting adalah kadar oksigen terlarut (DO). Karena makhluk air sangat bergantung pada oksigen untuk hidup dan pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang parameter oksigen terlarut di sepanjang pantai Kabupaten Jepara guna mendukung budidaya tambak. Penelitian menggunakan metoda survei dengan melakukan pengukuran paramater kadar oksigen terlarut dan suhu air laut di sepanjang Kabupaten Jepara. Titik pengamatan sebanyak 10 buah dengan jarak antar titik sepanjang 700 m dan jarak dari pantai sekitar 500 m. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali di sekitar titik pengamatan. Analisa dilakukan secara kualitatif untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan DO berkisar antara 4,7 mg/l – 5,4 mg/l dan suhu berkisar antara 27,8 oC – 28,6oC. DO terendah berada di perairan pantai Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo dan tertinggi di perairan pantai Kecamatan Keling. Berdasarkan analisa kandungan DO di sepanjang perairan pantai Kabupaten Jepara, perairan pantai Kecamatan Kedung, Tahunan, Kembang, Keling dan Donorojo memiliki kadar DO antara 5,1 mg/l – 5,4 mg/l. Nilai ini menunjukkan kelas sesuai untuk mendukung kegiatan budidaya tambak.
LAJU PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA PADA SALINITAS YANG BERBEDA Arif Mustofa; Desti Setiyowati; Eko Suprihatin; Mahadi Utama Hendra; Mustaqim Mustaqim
Jurnal Disprotek Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v13i2.3536

Abstract

Salah satu organisme perairan bernilai ekonomis tinggi adalah kepiting bakau (Scylla serrata) karena rasa dagingnya lezat dan bernilai gizi tinggi. Kepiting bakau sangat potensial untuk dikembangkan dalam usaha budidaya. Faktor internal dalam pertumbuhan kepiting bakau yang dibudidayakan adalah jenis kelamin, sedangkan faktor eksternal utama adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data perbedaan laju pertumbuhan kepiting bakau jantan dan betina serta salinitas optimal untuk pertumbuhan kepiting jantan dan betina. Hewan uji berupa kepiting bakau (Scylla serrata) dengan bobot awal sekitar 45gr/ekor dipelihara selama 4 minggu dengan ransum ikan rucah 10% bobot biomass. Karena kepiting merupakan hewan nocturnal yang aktif pada malam hari, maka pakan diberikan dua kali perhari dengan perbandingan pagi 30% dan sore 70%. Pemeliharaan pada bak yang berisi air media dengan salinitas 5ppt, 10ppt, 15ppt dan 20ppt diisi 4 ekor per bak untuk masing-masing jantan dan betina. Pengukuran terhadap bobot dan lebar karapas dilakukan seminggu sekali dan pada akhir penelitian dianalisa pertumbuhan mutlak, lebar karapas mutlak dan laju pertumbuhan harian. Pengujian data menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 kelompok jenis kelamin, 4 perlakuan salinitas yang berbeda dan 3 ulangan masing-masing perlakuan. Hasil pengukuran bobot kepiting bakau diperoleh nilai H dan SGR tertinggi pada perlakuan 15ppt baik jantan maupun betina. Namun pertumbuhan mutlak maupun pertumbuhan harian kepiting jantan lebih besar daripada betina yaitu 10,52 gr dan 8,41 gr serta 0,50% dan 0,46%. Pertumbuhan lebar karapas mutlak terbaik pada perlakuan salinitas 15ppt baik jantan maupun betina, yaitu 10,50mm dan 8,45mm.