Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERBEDAAN LATIHAN WEIGHTED SQUAT DAN STRADDLE JUMP TERHADAP LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MAHASISWA PJKR UPGRIS ANGKATAN 2017 PANDU KRESNAPATI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 4 No. 3 (2018): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada latihan olahraga prestasi seperti halnya pada olahraga individu pada cabang Olahraga Atletik dibutuhkan pola dan model latihan yang tepat pada setiap nomornya, seperti halnya pada nomor lompat jauh. Pada pencapaian hasil prestasi yang maksimal dalam lompat jauh, perlu adanya dukungan latihan yang baik akan menghasilkan hasil yang maksimal. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini yaitu 1) Apakah latihan weighted squat dan straddle jump berpengaruh terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok mahasiswa pjkr angkatan 2017.   Tujuan penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh latihan weighted squat dengan straddle jump terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok mahasiswa pjkr angkatan 2017. 2) Untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara model latihan weighted squat dengan straddle jump terhadap lompat jauh gaya jongkok mahasiswa pjkr upgris angkatan 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan populasi yang digunakan adalah mahasiswa pjkr 4 terbaik dalam setiap kelasnya yang memiliki nilai lompat jauh terbaik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 mahasiswa dan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan metode test. Tehnik pengambilan sampel dengan  random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara latihan dengan menggunakan weighted squat dan straddle jump terhadap hasil lompat jauh untuk mengetahui mana yang lebih baik untuk digunakan uji mean pada akhir untuk kelompok A dan uji mean untuk kelompok B. Pada uji perbedaan diperoleh kelompok A sebesar 4.137 dan kelompok B sebesar 4.015, sehingga hasilnya kelompok A lebih baik daripada kelompok B pada saat latihan.
KORELASI ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK, SUPERVISI GURU PENDAMPING, DAN SARANA PRASARANA DENGAN KINERJA GURU PENJASORKES SMA DI KABUPATEN PEKALONGAN Pandu Kresnapati
JURNAL PENJAKORA Vol. 5 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v5i1.14494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara kompetensi pengetahuan pedagogik, supervisi guru pendamping, dan sarana prasarana dengan kinerja guru penjasorkes SMA di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan korelasional. Hasil penelitian 1) korelasi antara kompetensi pengetahuan pedagogik dengan kinerja nilai R=0,324, 2) korelasi antara supervisi guru pendamping  dengan kinerja nilai R=0,451, 3) korelasi antara sarana prasarana dengan kinerja nilai R=0,406, 4) korelasi antara kompetensi pengetahuan pedagogik dan supervisi guru pendamping dengan kinerja nilai R=0,451, 5) korelasi antara kompetensi pengetahuan pedagogik dan sarana prasarana dengan kinerja R=0,406, 6) korelasi antara supervisi guru pendamping dan sarana prasarana  dengan kinerja R =0,510, dan 7) korelasi antara kompetensi pengetahuan pedagogik, supervisi guru pendamping dan sarana prasarana dengan kinerja nilai R =0,574. Simpulan dari penelitian ini adalah ada korelasi positif antara kompetensi pengetahuan pedagogik, supervisi guru pendamping, dan sarana prasarana dengan kinerja guru penjasorkes SMA di Kabupaten Pekalongan. Diharapkan kepada guru penjas lebih meningkatkan kemampuan kompetensi pengetahuan pedagogik, pihak sekolah meningkatkan pengadaan sarana prasarana penunjang pembelajaran, dan dinas pendidikan untuk sering mengadakan program supervisi guru pendamping.Kata-Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Sarana dan Prasarana Penjas
Persepsi Guru Penjas Terhadap Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid-19 Pada SMA Negeri Se-Kabupaten Jepara Muhammad Izzama Indra Indra; Pandu Kresnapati; Fajar Ari Widiyatmoko
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 1 No. 1 (2020): December 2020
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v1i1.1

Abstract

The purpose of this research is to see the perceptions of physical education teachers towards courageous learning in the midst of the Covid-19 pandemic at Public High Schools in Jepara Regency. There are also benefits, namely as an evaluation material for the knowledge of Physical Education teachers in SMA Negeri Jepara Regency. This research is a quantitative study using descriptive methods (Descriptive Research). The data of this study were sourced from the results of a survey on filling out a questionnaire by 28 Physical Education teachers in SMA Negeri Jepara Regency, in this case the teacher became a research. The data collected individually is descriptive based so that it does not seek explanations, hypotheses, make predictions, or learn implications. The results of this study indicate that the perceptions of Physical Education teachers towards courageous learning in the midst of the Covid-19 pandemic at Public High Schools throughout Jepara Regency are in the "very unsupporting" category by 18% (5 teachers), the "unsupporting" category is 43% (12 teachers), the "supporting" category was 25% (7 teachers), the "very supportive" category was 14% (4 teachers). So it can be concluded that the perception of sports Physical Education teachers towards online learning in the midst of the Covid-19 pandemic at SMA Negeri Jepara Regency is in the "unsupported" category. Suggestions for other researchers would be better if you use open questionnaires or interviews, respondents are more directly and carefully monitored at the time of data collection, so that the resulting data is more valid and for further researchers to use further instruments in this study     Keywords: Physical education teacher responses, online learning, Covid-19 Abstrak Tujuan peneletian ini untuk mengetahui persepsi guru pendidikan jasmani terhadap pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 pada SMA Negeri Se-Kabupaten Jepara. Ada juga manfaatnya yaitu Sebagai bahan evaluasi terutama bagi pengetahuan para guru penjasorkes di SMA Negeri Se Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif (Descriptive Research). Data penelitian ini bersumber dari hasil survey pengisian angket oleh 28 guru penjas di SMA Negeri Se-Kabupaten Jepara, dalam hal ini guru tersebut menjadi responden penelitian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru Pendidikan Jasmani olahraga terhadap pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 pada SMA Negeri Se-Kabupaten Jepara berada pada kategori “sangat tidak menunjang” sebesar 18% (5 guru), kategori “tidak menunjang” sebesar 43% (12 guru), kategori “menunjang” sebesar 25% (7 guru), kategori “sangat menunjang” sebesar 14% (4 guru). Sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi guru Pendidikan Jasmani olahraga terhadap pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 pada SMA Negeri Se-Kabupaten Jepara masuk dalam kategori “tidak menunjang”. Saran bagi peneliti lain akan lebih baik jika menggunakan angket terbuka atau wawancara, responden lebih dipantau secara langsung dan cermat pada saat pengambilan data, sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan bagi peneliti selanjutnya agar lebih menyempurnakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.   Kata kunci: Tanggapan guru penjas, pembelajaran daring, Covid-19
Tingkat Aktifitas Fisik Siswa Boarding School dan Siswa Non Boarding School Di SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo Muhammad Rizki Hidayat; Fajar Ari Widiyatmoko; Pandu Kresnapati
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v2i1.32

Abstract

This research method uses qualitative descriptive research and the method used is a survey method with data collection techniques using a questionnaire. The population is all students of SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo, totaling 12 classes. The sample of this research was taken by means of purposive sampling, which consisted of 27 Boarding School students and 79 non-Boarding School students. Based on the results of this study, the activity level of students of SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo was in the medium category, the activity level of the boarding school students at SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo was in the medium category, the activity level of the non-boarding school students at SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo was in the medium category, there were differences in the level of activity. boarding school students and non-boarding school students at SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo, with a mann-whitney test score <0.05.   Keywords: Physical activity, boarding school, non boarding school, junior high school   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat aktifitas fisik siswa boarding school dan siswa non boarding school di SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo. Metode Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasinya adalah semua pelajar SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo yang berjumlah 12 kelas. Sampel penelitian ini diambil dengan cara pengambilan sampel purposive sampling, yang terdiri atas 27 siswa Boarding School dan 79 siswa non Boarding School. Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat aktifitas siswa SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo pada kategori sedang, tingkat aktifitas siswa boarding school di SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo pada kategori sedang, tingkat aktifitas siswa non-boarding school di SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo pada kategori sedang, terdapat perbedaan tingkat aktifitas siswa boarding school dan siswa non-boarding school di SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo, dengan nilai uji mann-whitney< 0,05.   Kata kunci :Aktifitas fisik, Boarding school, non Boarding school, SMP
Tingkat Kebugaran Jasmani Pada Santri Putra Usia 12 - 16 Tahun di Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang Dayu Herdiyan Wijaya; Maftukin Hudah; Pandu Kresnapati
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v2i1.73

Abstract

Abstract Physical fitness is generally defined as the ability and ability of the body to make adjustments (adaptations) to the physical liberation given to it (from daily work) without causing excessive fatigue. Judging from the activities of the students every day it has been determined when they have to wake up early, then do the activities and go back to sleep again. The purpose of this study was to determine how much the level of physical fitness of students aged 12-16 years at Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang. This research is a research using a quantitative descriptive design with a survey method using a 2.4 km running instrument which is only done once. The population in this study were 200 students of the Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang. The sample taken was 30 students, using purposive sampling technique. For data analysis techniques using percentage descriptive analysis. The results of the study show that the percentage of the results of the physical fitness level of male students at the age of 12-16 years at Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang which is included in the very good category 0 children with a percentage of 0%, good category 5 children with a percentage of 16.67% moderate category 10 children with a percentage of 33.33%, 15 children in deficient category with a percentage of 50.00%, very poor category 0 children with a percentage of 0%. The conclusion of this study shows that the average physical fitness level of students aged 12-16 years is 13.93, including in the moderate category (S). Keywords: physical fitness, santri, Islamic boarding school Abstrak Kebugaran jasmani umumnya diartikan sebagai kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Ditinjau dari kegiatan santri setiap harinya sudah ditentukan kapan merekan harus bangun pagi, lalu melakukan aktifitas dan kembali tidur lagi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani pada santri usia 12-16 tahun di Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan intrumen lari 2,4 Km yang hanya dilakukan sebanyak satu kali. Populasi dalam penelitian ini adalah santri pondok pesantren addainuriyah 2 pedurungan semarang yang berjumlah 200 orang santri. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 santri, dengan menggunkan teknik purposive sampling. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian diketahui bahwa presentase hasil tingkat kebugaran jasmani santri putra pada usia 12-16 tahun di pondok pesantren addainuriyah 2 pedurungan semarang yang termasuk dalam kategori baik sekali 0 anak dengan presentase 0%, kategori baik 5 anak dengan presentase 16,67% kategori sedang 10 anak dengan presentase 33,33%, kategori kurang 15 anak dengan presentase 50,00%, kategori sangat kurang 0 anak dengan presentase 0%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan hasil rata –rata tingkat kebugaran jasmani santri usia 12-16 tahun sebesar 13,93 termasuk dalam kategori sedang (S). Kata kunci: kebugaran jasmani, santri, pondok pesantren
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Dribble Bola Basket Kelas XI SMA Negeri 15 Semarang Tahun Ajaran 2020 Novan Pinar Arwanda; Pandu Kresnapati; Fajar Ariwidyatmoko
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v2i1.82

Abstract

The background of the problem in this study was the lack of students' ability to perform basic basketball dribbling techniques because the students did not master the basic techniques of playing basketball. The purpose of this study was to determine how influential the audio-visual media on Dribble learning is to improve basketball Dribble learning outcomes. This study uses a Quasi Experiment Design. The sampling technique was carried out by purposive sampling. A total of 67 samples with 2 experimental classes, namely class XI MIPA 1 with a total of 30 students and class X1 MIPA 7 with a total of 35 students. Data analysis techniques used the normality test and t-test which were processed with the help of SPSS 16 software. The results of this study were obtained by analyzing the Dribble learning outcomes with the Audio visual learning model These results can be concluded that the significance value of both is more than 0.05. This means that there is no significant difference between the effect of audio visual media and Dribble learning on basic basketball technical skills
Perbandingan Interval Training dan Circuit Training terhadap Peningkatan Daya Tahan Anaerobik SSB Putra Mororejo U-16 Rocky Alexander Ramadhan; Muh Isna Nurdin Wibisana; Pandu Kresnapati
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 2 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v2i3.110

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of interval training and circuit training on the anaerobic endurance of soccer players on the SSB Putra Mororejo U-16 team. The method in this research is an experimental research design with a Quasi Experiment Design with a pretest-posttest control group design. The instrument used to measure anaerobic endurance is the Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST). The sample of this study was 20 players of SSB Putra Mororejo who were divided into two groups, namely the interval training group and the circuit training group. The results of the paired sample t-test concluded that there was an effect of treatment interval training and circuit training on anaerobic endurance. In the independent sample t test, interval training was more effective in increasing anaerobic endurance than circuit training. This is evidenced by the data obtained that the increase in interval training has a percentage increase of 40.96% and circuit training has an increased percentage of 24.96%. Based on the results of the study, it can be concluded that interval training is more effective than circuit training in an effort to increase anaerobic endurance. Keywords: interval training, circuit training, anaerobic endurance. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interval training dan circuit training terhadap daya tahan anaerobik pemain sepak bola pada tim SSB Putra Mororejo U-16. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian Quasi Eksperimen Design dengan pretest-posttest control group design. Instrument yang digunakan untuk mengukur daya tahan anaerobik adalah Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST). Sampel dari penelitian ini adalah 20 pemain SSB Putra Mororejo yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok interval training dan circuit training. Hasil uji paired sample t-test disimpulkan bahwa ada pengaruh treatment interval training dan circuit training terhadap daya tahan anaerobik. Pada uji independent sample t test, interval training lebih efektif dalam upaya peningkatan daya tahan anaerobik daripada circuit training. Hal itu dibuktikan dengan diperolehnya data peningkatan interval training memiliki presentase peningkatan sebesar 40,96% dan circuit training memiliki peningkatan presentase sebesar 24,96%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interval training lebih efektif dibandingkan circuit training dalam upaya peningkatan daya tahan anaerobik.
MINAT SISWA SMA SEDERAJAT TERHADAP PEMBELAJARAN OLAHRAGA BOLA BASKET DI KABUPATEN GROBOGAN Litta Mahesti; Pandu Kresnapati; Maftukin Hudah
STAND Vol 3 No 1 (2022): STAND : Journal Sports Teaching and Development
Publisher : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/j-stand.v3i1.5128

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh olahraga bola basket yang merupakan salah satu kegiatan dalam pembelajaran olahraga. Pada setiap kegiatan pembelajaran bola basket siswa hadir semua, namun dalam pelaksanaannya siswa kurang antusias dalam merespons pembelajaran tersebut. Terlaksananya penelitian guna mencari tahu minat siswa SMA sederajat di Kabupaten Grobogan dalam mengikuti pembelajaran olahraga bola basket. Didalam penelitian dipilihlah metode penelitian kuantitatif. Pengambilan data dilaksanakan menggunakan metode wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Populasinya yaitu seluruh siswa SMA sederajat di Kabupaten Grobogan. Sementara sampelnya diambil 72 siswa SMA sekolah khusus olahraga kabupaten Grobogan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Dalam penelitian diperoleh jika dari 72 siswa yang menjadi responden paling banyak memiliki minat sedang terhadap pembelajaran bola basket, yaitu terdapat 40,28 persen siswa. Siswa yang memiliki minat rendah dan sangat rendah terdapat sebanyak 29,16 persen. Sedangkan siswa yang memiliki minat terhadap pembelajaran bola basket tinggi dan sanggat tinggi ada sebanyak 30,55 persen.
Pengembangan Komponen Tes Kondisi Fisik Berbasis Android Pandu Kresnapati; Danang Aji Setyawan; Setiyawan Setiyawan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.992 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.3166

Abstract

Kemajuan teknologi, khususnya bidang smartphone android sedang berkembang pesat khususnya di Indonesia. Mengembangkan dan membuat penilaian tes kondisi fisik, serta membuat media yang layak digunakan untuk tes kondisi fisik berbasis android dapat menjadi sebuah solusi. Kelebihan aplikasi ini adalah terdapat petunjuk prosedur pelaksanaan 10 tes kondisi fisik, serta dapat mengetahui norma tes masing–masing yang dapat dengan mudah diakses oleh pelatih, guru, atlet, siswa ataupun orang tua siswa, melalui aplikasi dengan nama Tes Kondisi Fisik Olahraga. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Research & Development dengan melibatkan 1 ahli media dan 1 ahli bidang materi. Hasil penelitian pengembangan instrumen norma tes kondisi fisik berbasis android dengan model aplikasi android. Berdasarkan hasil uji coba skala kecil untuk 16 atlet Futsal Kota Semarang yang kemudian diberikan jenis tes kondisi fisik. Dari 16 responden, terdapat 14 orang menyatakan sangat layak/sangat baik dengan persentase 93%, sedangkan 2 menyatakan layak/baik dengan persentase 7%. Berdasarkan hasil uji coba skala besar untuk 21 atlet Futsal Jawa Tengah. Dari 21 orang responden, terdapat 18 orang menyatakan sangat layak/sangat baik dengan persentase 92,16%, 3 responden menyatakan layak/baik dengan persentase 7,84%. Hasil dari pengembangan menggunakan model aplikasi berbasis android dinyatakan layak untuk diuji coba secara umum. Penggunaan aplikasi berbasis android dapat membantu pelatih atau guru untuk dapat lebih efisien dalam mengetahui norma dan nilai tes kondisi fisik secara digital.
PKM Peningkatan Sarana Dan Prasarana Olahraga Tenis Meja Untuk Aktivitas Jasmani Warga Husnul Hadi; Setiyawan Setiyawan; Pandu Kresnapati; Ibnu Fatkhu Royana
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v2i2.10227

Abstract

Physical activity can be done by the community either individually or in groups. The community can take advantage of the sports facilities and infrastructure that are around it. The availability of adequate sports facilities and infrastructure is very important to increase the enthusiasm and motivation of the community in carrying out sports activities to be healthy for their bodies. The availability of facilities and infrastructure can also provide options for the community to do the sports they want. The availability of sports facilities and infrastructure for residents in RT 03 RW O6 Perum Polri Durenan Indah is still very lacking, thus affecting the interest of residents to carry out sports activities. Improving sports facilities and infrastructure by providing table tennis sports facilities and infrastructure is very helpful for residents in RT O3 RW 06, to increase physical activity. Residents take advantage of the facility every afternoon and fill weekend activities. Service activities are also directed at developing the talents and interests of children and young people in RT 03 RW 06, to develop themselves in the sport of table tennis. The youth and children are given knowledge about the basic techniques in playing table tennis. Some of the techniques given are serve, forehand and backhand..Aktivitas jasmani dapat dilakukan oleh masyarakat baik secara individu maupun berkelompok. Masyarakat dapat memanfaatkan sarana dan prasarana olahraga yang ada disekitarnya. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai sangat penting dilakukan untuk meningkatkan semangat dan motivasi masyarakat dalam melakukan kegiatan olahraga untuk menjadi kesehatan tubuhnya. Ketersediaan sarana dan prasarana juga dapat memberikan pilihan kepada masyarakat untuk melakukan olahraga yang mereka inginkan. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga  bagi warga di RT 03 RW O6 Perum Polri Durenan Indah masih sangat kurang, sehingga mempengaruhi minat warga untuk melakukan aktivitas olahraga. Peningkatan sarana dan prasarana olahraga dengan menyediakan sarana dan prasarana olahraga tenis meja sangat membantu warga di RT O3 RW 06, untuk meningkatkan aktivitas jasmani. Warga memanfaatkan fasilitas itu setiap sore dan mengisi kegiatan akhir pekan. Kegiatan pengabdian juga diarahkan untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak dan para remaja di RT 03 RW 06, untuk mengembangkan diri pada olahraga tenis meja. Para remaja dan anak-anak diberikan pengetahuan tentang teknik dasar dalam bermain tenis meja. Beberapa teknik yang diberikan yaitu servis, forehand dan backhand.