Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KONFIGURASI SENGKANG TERHADAP KEKAKUAN KOLOM YANG DIBEBANI GAYA GESER DAN AKSIAL TEKAN 0,2 P0 Munawir Munawir; Taufiq Saidi; Rudiansyah Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus utama penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pengaruh konfigurasi sengkang terhadap kekakuan kolom yang dibebani beban aksial konstan sebesar 229 kN atau setara 0,2 Po; dimana Po merupakan kapasitas nominal aksial kolom beton bertulang berdimensi 200 x 200 mm2 dengan mutu beton (f’c) = 24 MPa, menggunakan tulangan longitudinal 12 D 11,6 (fy= 356,5 MPa) dan tulangan sengkang berdiameter 5,6 mm dengan fy = 611,3 MPa. Penelitian ini diaplikasikan pada empat benda uji kolom yang divariasikan konfigurasi sengkangnya berupa: sengkang  normal, S0 (□); sengkang tiga lengan, S1 (   ); sengkang crossties, S2 (    ) dan sengkang diamond, S3 (    ). Panjang kolom yang diteliti adalah L = 580 mm. Saat dilakukan pengujian, bagian ujung bawah kolom tertumpu secara kaku dan ujung atasnya dipasangkan bearing pemberi beban yang terhubung secara langsung dengan load cell vertical sehingga beban aksial tekan yang diberikan tegak lurus terhadap bidang kontak pada permukaan atas kolom. Bearing pemberi beban berprilaku sebagai tumpuan rol yang tidak menghambat ujung atas kolom untuk berdefleksi saat dibebani beban lateral yang disalurkan melalui load cell horizontal. Proses pembebanan diawali dengan pembebanan aksial sampai tercapai beban aksial konstan rencana dan diteruskan dengan pembebanan geser dari gaya dorong load cell horizontal yang diberikan secara perlahan sampai dengan benda uji kolom mengalami kehancuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tulangan sengkang ekstra mampu meningkatkan kekakuan kolom. Berdasarkan hasil perhitungan kekakuan kolom berdasarkan data defleksi yang terjadi saat beban geser kolom yang diberikan sebesar V=90 kN siperoleh rasio nilai kekakuan relative kolom terhadap penampang utuh (EI0) sebesar 0,622; 0,685; 0,762 dan 0,793 berturut-turut untuk kolom dengan tulangan sengkang normal (S0), sengkang tiga lengan (S1). Nilai kondisi ujung yang memenuhi untuk kolom yang ujung-ujungnya tertumpu seperti pada penelitian ini dipenuhi oleh k= 1,54 yang diperoleh melalui trial and assessment.Kata kunci : kolom beton bertulang, beban tekan aksial, gaya geser, nilai kekakuan kolom, fakor kondisi ujung kolom.
Analisis Portal Struktur Menggunakan Metode Takabeya dan Sap 2000 (Studi Kasus: Gedung Cukai TMP C Banda Aceh) wahyuni wahyuni; Munawir Munawir; Riski Armianda
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.908 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v11i1.141

Abstract

Struktur bangunan merupakan komponen utama yang menunjang terdirinya suatu bangunan. Dalam menganalisa struktur bangunan baik statis tertentu maupun tak tentu terdapat berbagai metode distribusi momen. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode takabeya dan SAP 2000 sebagai pembanding. Tujuan penelitian ini ialah membandingkan nilai momen, gaya geser dan gaya aksial portal struktur Gedung dengan metode takabeya dan SAP 2000. Dari hasil perhitungan gaya dalam pada lantai I menunjukkan nilai yang hampir. Sedangkan untuk lantai 2, pada portal bagian pinggir bangunan terdapat selisih nilai yang kecil, namun tidak pada portal bagian tengah yang memiliki selisih hingga 20%. Dari keseluruhan perhitungan gaya dalam diperoleh perbandingan nilai momen sebesar ± 7%, gaya geser ± 3%, dan pada gaya aksial ± 5%.  Perbedaan hasil gaya dalam antara metode takabeya dan SAP 2000 tidak terlalu besar, hal ini menunjukkan distribusi momen untuk kedua momen hampir sama. Tetapi tidak, untuk hasil gaya geser dan gaya aksial yang mempunyai perbedaan hasil yang sangat jauh, perbedaan ini disebabkan kemungkinan terjadi pendistribusian beban pada titik-titik joint yang menggunakan Takabeya (manual) tidak merata.
Pengaruh Penggunaan Abu Cangkang Terhadap Kuat Tekan Beton Amir Mukhlis; Munawir Munawir; Manovri Yeni; Ruslaini Ruslaini
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya material cangkang tiram daging yang selama ini tidak dimanfaatkan, sementara itu cangkang memiliki sifat mekanik yang cukup baik seperti beton sebagai pengganti. Sampai dengan saat ini, cangkang masih belum dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dikaji penggunaannya sebagai bahan campuran pada pembuatan beton. Dengan adanya pemanfaatan limbah ini diharapkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh persamaan regresi dari kuat tekan beton yang menggunakan abu cangkang, cangkang yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkang tiram daging (Ostreidae), diuji pada umur 28 hari dengan 3 variasi persentase penggunaan bahan cangkang dan dengan 1 variasi beton normal. Variasi persentase yang digunakan adalah variasi 0%, variasi 5%, variasi 10%, dan variasi 15%.Selain itu juga, berdasarkan persamaan regresi akan diperoleh kuatnya hubungan antar variabel yang ditunjukkan dengan nilai r square. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan pelaksanaan uji tekan sampel silinder beton dengan 3 variasi faktor air semen (FAS), yaitu FAS 0,4, FAS 0,5, dan FAS 0,6. Kegiatan dilanjutkan dengan pencatatan dan analisis data dengan melakukan analisis regresi antara hubungan persentase penggunaan cangkang dengan kuat tekan beton. Persamaan regresi yang digunakan adalah persamaan regresi eksponensial, regresi linier, regresi polinomial orde 2. Dari data pengujian, didapatkan bahwa persamaan regresi yang terbaik untuk variasi FAS 0,4, diperoleh persamaan regresi polinomial orde 2, y  =  -0,0351x2  +  0,3279x  +  25,075 dengan r² = 0,9999, untuk variasi FAS 0,5, diperoleh persamaan regresi polinomial orde 2, y  =  -0,0702x2  +  0,8062x  +  23,406 dengan r² = 0,8983, dan untuk variasi FAS 0,6, diperoleh persamaan regresi polinomial orde 2, y = -0,0404x2 + 0,4008x + 19,074 dengan nilai r² = 0,9167.
Hydrological Assessment of A Water Hyacinth (Eichhornia Crassipes) Filtration System for Microplastic and Water Quality Improvement in The Krueng Aceh River Akmal Akmal; Munawir Munawir; Muhammad Al Faridzi Puteh; Teuku Muhammad Syauqi; Haris Saputra
Jurnal Linears Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vyp9c917

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja hidrologis sistem filtrasi berbasis eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam mengurangi mikroplastik di Sungai Krueng Aceh. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan mengintegrasikan pengukuran lapangan, eksperimen laboratorium, dan simulasi hidrodinamika untuk meneliti bagaimana E. crassipes memodifikasi kecepatan aliran, waktu tinggal, dan retensi mikroplastik pada kondisi aliran terkontrol maupun alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan eceng gondok secara signifikan menurunkan kecepatan aliran—dari 3,19 m/s menjadi 1,51 m/s pada pipa berdiameter 1 cm dan dari 0,75 m/s menjadi 0,27 m/s pada pipa berdiameter 2,5 cm—akibat peningkatan resistansi hidraulik oleh struktur akar dan batang. Penurunan kecepatan aliran ini meningkatkan waktu tinggal hidraulik, mendukung sedimentasi mikroplastik, dan proses biofiltrasi. Waktu tinggal yang lebih lama juga meningkatkan kapasitas sistem dalam retensi polutan dan perbaikan kualitas air. Kesimpulannya, sistem biofiltrasi berbasis eceng gondok efektif berfungsi sebagai regulator hidraulik alami, mendukung mitigasi mikroplastik secara berkelanjutan. Implementasinya di sepanjang tepi sungai dengan kepadatan tanaman terkontrol (25–50% dari luas aliran efektif) menawarkan solusi berbasis alam untuk rehabilitasi sungai dan pengelolaan sumber daya air terpadu di lingkungan perkotaan tropis. Temuan ini memberikan implikasi praktis dalam perancangan dan pengelolaan sistem filtrasi berbasis eceng gondok di sungai perkotaan tropis, khususnya melalui pengaturan kepadatan tanaman dan kondisi aliran untuk mengoptimalkan waktu tinggal hidraulik serta meningkatkan efisiensi penurunan mikroplastik.   Kata kunci: Mikroplastik, Filtrasi, Eceng Gondok, Hidrolika, Biofiltrasi   ABSTRACT: This study aims to assess the hydrological performance of a water hyacinth (Eichhornia crassipes)-based filtration system for microplastic removal in the Krueng Aceh River. A quantitative descriptive approach was employed, integrating field measurements, laboratory-scale experiments, and hydrodynamic simulations to investigate how E. crassipes modifies flow velocity, residence time, and microplastic retention under controlled and natural flow conditions. The results show that the presence of water hyacinth significantly reduces flow velocity—from 3.19 m/s to 1.51 m/s in 1 cm diameter pipes, and from 0.75 m/s to 0.27 m/s in 2.5 cm pipes—due to increased hydraulic resistance from root and stem structures. This reduction in flow velocity enhances hydraulic retention time, facilitating microplastic sedimentation and biofiltration processes. The extended residence time further improves the system’s capacity for pollutant retention and overall water quality enhancement. In conclusion, the water hyacinth-based biofiltration system effectively functions as a natural hydraulic regulator, supporting sustainable microplastic mitigation. Its implementation along river margins with controlled plant density (25–50% of the effective flow area) offers a practical nature-based solution for river rehabilitation and integrated water resource management in tropical urban environments. These findings provide practical design and management insights for implementing water hyacinth-based filtration systems in tropical urban rivers, particularly by optimizing plant density and flow conditions to enhance hydraulic retention time and microplastic removal efficiency.                                                                                Keywords: Microplastic, Filtration, Water Hyacinth, Hydraulics, Biofiltration