Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN LUNTUR ZAT REAKTIF DAN AZO PADA BAHAN BAKU PRODUK BATIK UNTUK UKM DI JAWA TIMUR Anik Dwiastuti; Endang Prahastuti; Esin Sintawati
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 40, No 2: September 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v40i22017p115

Abstract

Tujuan penelitian ini menguji ketahanan luntur zat warna tekstilbatik yaitu reaktif dan azo pada uji pencucian menggunakan SNI ISO 105-C06: 2010 dan uji ke-ringat pH asam dan pH basa menggunakan SNI ISO 105-E04: 2015 dengan penye-suaian DSTI. Sampel uji untuk zat warna reaktif adalah material katun dan sampel uji azo menggunakan sutera sebagai bahan baku utama untuk produk batik di Jawa Ti-mur. Nilai perubahan warna dan penodaan warna dievaluasi pada konsentrasi larutan yang berbeda sesuai standar uji masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi larutan zat reaktif tidak menyebabkan perbedaan yang nyata pada skor perubahan warna dan perbedaan warna katun untuk semua pengujian. Se-mentara konsentrasi larutan zat azo yang berbeda menyebabkan perbedaan yang nyata pada skor perbedaan warna untuk pengujian sutera.
Pembuatan Tempat Pemilah Sampah sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Lingkungan pada Desa Mangliawan Rudi Nurdiansyah; Zaky Salman Alfarisi; Risma Salaza Yuniashafa; Abdul Muid; Anik Dwiastuti; Nikmatus Sholikha; Chintia Dwi Wangsa Kuswardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 1: March 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i1.6878

Abstract

Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar dalam pengembangan masyarakat dan lingkungan. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah akibat rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah serta keterbatasan fasilitas tempat sampah. Observasi menunjukkan bahwa banyak sampah yang dibuang sembarangan, menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tempat pemilah sampah perlu dibuat untuk membantu masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dengan lebih efektif. Selain penyediaan fasilitas fisik, juga dilakukan pelatihan dan demonstrasi pemilahan sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa adanya tempat pemilahan sampah mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, serta meningkatkan potensi daur ulang dan pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.