Sumartono Sumartono
Universitas Dr. Soetomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN DI INDONESIA SEBAGAI IMPLEMENTASI TRIPLE HELIX UNTUK MEMPERSIAPKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sumartono Sumartono; Nuril Huda
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Indonesia saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 yang mengharuskan semua sumber daya diintegrasikan dan memiliki konektivitas ke teknologi, komunikasi, dan data besar untuk menciptakan produk dan layanan cerdas. Sistem pendidikan di Indonesia termasuk dalam sistem ini. Dunia pendidikan, dunia bisnis, dan pemerintah harus bekerja secara diam-diam dalam sistem triple helix untuk menciptakan peluang baru untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Menurut Etzkowitz & Leydesdorff triple helix adalah tempat akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan dan fokus teknologi tentang menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang berlaku. Kapitalisasi bisnis yang memberikan manfaat ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah menjamin dan menjaga stabilitas hubungan mereka dengan regulasi yang kondusif. Faktanya adalah, meskipun Indonesia dianggap baik dalam menghasilkan lulusan dari berbagai universitas, tenaga kerja para sarjana belum terserap dengan baik dalam pekerjaan revolusi industri 4.0, yang sekarang hampir semuanya bersinggungan dengan teknologi digital. Untuk alasan ini, universitas sebagai penyedia pendidikan harus mulai merevolusi manajemen pendidikan mereka dengan bermitra dengan universitas atau perusahaan secara lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan industri yang berdaya saing global, menyediakan kurikulum berbasis kompetensi yang kritis, praktis, sensitif dan adaptif untuk perubahan yang cepat dalam lingkungan industri dan ekonomi, dan menekankan pentingnya penguasaan data dan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data dan observasi, dengan studi literasi sebagai tambahan. Penelitian ini mengharapkan kemampuan universitas dalam mengelola pendidikan untuk mempersiapkan lulusan mereka di era revolusi industri 4.0.
Development Of Urban Legend-Based Story Jumper Media To Enhance Elementary School Students’ Numeracy Skills Sumartono Sumartono; Timbul Yuwono; Rahaju Rahaju; Nensy Megawati Simanjuntak
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2559

Abstract

The development of literacy and numeracy competencies is a primary concern in elementary education, particularly in fostering students’ ability to understand, interpret, and apply mathematical concepts in everyday contexts. However, numeracy learning in elementary schools is often presented through conventional approaches that lack contextual and culturally relevant learning resources. Integrating local cultural narratives, such as urban legends, into digital learning media offers an innovative strategy to enhance students’ engagement and numeracy skills. Therefore, this study aimed to develop a Story Jumper-based learning media utilizing urban legend content to improve elementary school students’ numeracy abilities. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The participants involved elementary school students, teachers, and expert validators. Data were collected through validation sheets, observation, questionnaires, and numeracy tests. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined through content analysis. The findings revealed that the developed Story Jumper media met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Expert validation indicated that the media was highly feasible for classroom implementation. The practicality assessment demonstrated positive responses from both teachers and students regarding usability, attractiveness, and accessibility. Furthermore, the effectiveness test showed a significant improvement in students’ numeracy performance after using the media. The integration of urban legend narratives provided meaningful contexts that facilitated students’ understanding of numerical concepts and problem-solving processes. In conclusion, the Story Jumper-based urban legend media is a valid, practical, and effective learning resource for enhancing numeracy skills among elementary school students. The media also contributes to preserving local cultural heritage while supporting innovative digital learning practices in primary education.