Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEMAMPUAN OTAK (BRAIN BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI CERITA PENDEK Tita Adiz Pradani Cahyaniastuti; Kusmiyati Kusmiyati; Nuril Huda
Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v2i2.1101

Abstract

One reason for the low ability to appreciate short stories students is the lack of media that is able to connect students to be able to like short story appreciation lessons. This can cause students to feel bored to participate in learning and have an impact on the low value of Indonesian. One effort to overcome this is to use innovative learning models to develop skills in students, namely the brain based learning model. The purpose of this study is to find out whether or not there is an effect of the brain based learning model on the ability to appreciate short stories in class XI students of Islamic Parlaungan Waru Sidoarjo. The population in this study were students of class XI Islamic High School Parlaungan Waru 2018/2019 school year as many as 62 students. By using a total sampling technique or the overall sample which is divided into 2 sample groups, namely class XI IPA totaling 30 students as an experimental class using a brain based learning model and class XI IPS totaling 32 students as a control class using conventional learning models. Analysis of the data of this study used the t-test. Based on the results of data analysis and hypothesis testing, it is concluded that there is a change in the brain based learning model towards the ability to appreciate short stories in class XI students of Islamic Parlaungan Waru High School. This is shown from the results of testing the hypothesis by t-test using SPSS 16 software, obtained tcount = 3.123> ttable 2,000. From the test results also known the average value of the experimental class post-test of 88.00 while the average value of the post-test of the control class was 82.25 which means that the experimental class taught using the brain-based learning model has a higher value than the class controls that are taught using conventional learning models
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI INDONESIA SEBAGAI IMPLEMENTASI TRIPLE HELIX UNTUK MEMPERSIAPKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sumartono Sumartono; Nuril Huda
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Indonesia saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 yang mengharuskan semua sumber daya diintegrasikan dan memiliki konektivitas ke teknologi, komunikasi, dan data besar untuk menciptakan produk dan layanan cerdas. Sistem pendidikan di Indonesia termasuk dalam sistem ini. Dunia pendidikan, dunia bisnis, dan pemerintah harus bekerja secara diam-diam dalam sistem triple helix untuk menciptakan peluang baru untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Menurut Etzkowitz & Leydesdorff triple helix adalah tempat akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan dan fokus teknologi tentang menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang berlaku. Kapitalisasi bisnis yang memberikan manfaat ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah menjamin dan menjaga stabilitas hubungan mereka dengan regulasi yang kondusif. Faktanya adalah, meskipun Indonesia dianggap baik dalam menghasilkan lulusan dari berbagai universitas, tenaga kerja para sarjana belum terserap dengan baik dalam pekerjaan revolusi industri 4.0, yang sekarang hampir semuanya bersinggungan dengan teknologi digital. Untuk alasan ini, universitas sebagai penyedia pendidikan harus mulai merevolusi manajemen pendidikan mereka dengan bermitra dengan universitas atau perusahaan secara lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan industri yang berdaya saing global, menyediakan kurikulum berbasis kompetensi yang kritis, praktis, sensitif dan adaptif untuk perubahan yang cepat dalam lingkungan industri dan ekonomi, dan menekankan pentingnya penguasaan data dan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data dan observasi, dengan studi literasi sebagai tambahan. Penelitian ini mengharapkan kemampuan universitas dalam mengelola pendidikan untuk mempersiapkan lulusan mereka di era revolusi industri 4.0.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA FILM THE RAID REDEMPTION DALAM KAJIAN PRAGMATIK Muhammad Azizirrohman; Sri Utami; Nuril Huda
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu kajian ilmu yang dibahas dalam pragmatik yang melibatkan pembicara, pendengar atau pun penulis, pembaca serta yang dibicarakan. Dalam penelitian menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa jenis tindak tutur pada tokoh dalam Film The Raid Redemption  yang berupa tuturan yang disampaikan. Sumber data dalam penelitian ini berupa peristiwa tindak tutur pada tokoh-tokoh pada film The Raid Redemption, yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan dari bulan Januari 2020 hingga Februari 2020, dan pengambilan data dilakukan selama 1 bulan. Instrumen yang digunakan berupa (1) Peneliti sebagai instrument utama, (2) Laptop, sebagai dokumentasi dan alat transkripsi data, (3) Tabel Indikator Penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode simak, yakni metode simak bebas libat cakap, teknik observasi, teknik catat, dan teknik rekaman. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini bersumber dari jenis tindak tutur yang dituturkan oleh tokoh-tokoh pada film The raid Redemption.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 03-05 TAHUN DI RT 02 DESA TAMBAK OSO KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO Ni’matul Firdaus; Sri Utami; Nuril Huda
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana pemerolehan bahasa anak usia 03-05 tahun di RT 02 ditinjau dari segi sintaksis pada jenis kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada jenis kalimat pada anak usia 03-05 tahun di RT 02 Desa Tambak Oso. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripif kualitatif. Sumber data yang diambil oleh peneliti yaitu anak usia 03-05 tahun di RT 02 Desa Tambak Oso, dengan data berupa kalimat. Total data keseluruhan berjumlah 88 data. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dalam penelitian ini memiliki teknik dasar yaitu berupa teknik sadap, metode simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekaman. Metode analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, pemerolehan bahasa anak usia 03-05 tahun lebih banyak diperoleh pada kalimat deklaratif yaitu sebanyak 52 data. Kedua, pemerolehan bahasa anak usia 03-05 tahun lebih banyak diperoleh pada kalimat interogatif ini didapatkan data sebanyak 15 data. Ketiga, pemerolehan bahasa anak usia 03-05 tahun lebih banyak diperoleh pada kalimat imperative mendapatkan data sebanyak 21 data.
ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA DI TK YUNIOR MANYAR REJO, KELURAHAN MENUR PUMPUNGAN KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA Okky Indra Pratama; Sri Utami; Nuril Huda
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu kajian ilmu yang dibahas dalam pragmatik yang melibatkan pembicara, pendengar ataupun penulis, pembaca serta yang dibicarakan. Sedangkan pragmatik sendiri merupakan kajian dalam ilmu linguistik yang membahas terkait makna dan maksud serta penafsiran tuturan seorang mitra tutur. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis suatu “Fungsi Tindak Tutur Guru dan Siswa di TK Yunior Manyar Rejo, Kelurahan Menur Pumpungan Kecamatan Sukolilo Surabaya”. Penelitian ini membahas terkait fungsi tindak tutur yang meliputi fungsi asertif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif. Pengumpulan data dalam penelitian ini yakni menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan cara melakukan perekamanperistiwa pertuturan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan alat berupa handphone, dan metode simak libat cakap yakni dalam melakukan bentuk wawancara kepada guru kelas TK B dan kepala sekolah untuk mendapatkan data pendukung. Berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan data fungsi tindak tutur asertif yakni berupa tuturan melaporkan, pernyataan, menyarankan, dan menawarkan, fungsi tindak tutur komisif yakni berupa tuturan mengusulkan sesuatu, fungsi tindak tutur direktif yakni berupa tuturan memerintah, menasihati, melarang, mengajak, dan menyarankan, fungsi tindak tutur ekspresif yakni berupa tuturan ucapan terima kasih, ucapan selamat, pujian, kritikan, dan permohonan maaf dan fungsi tindak tutur deklaratif yakni berupa tuturan menghukum dan menetapkan.
Pengembangan Metode Improve Musik Mendukung Peningkatan Kemampuan Kreatif dan Kecerdasan Musik Prita Khairunnisa; Nuril Huda; Haerussaleh
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.735

Abstract

The art of music is part of student sub-subjects at primary and secondary education levels, and is an extra school curriculum activity with the hope of increasing interest that supports multiple intelligences (music) and student creativity. The music practice process has several learning method approaches, one of which is the improve method which is seen as able to support increasing students' intelligence and creativity. So the aim of this research is to test the effect of music improvement training methods on students' creativity and intelligence. Real experimental research was carried out using a pretest-post test design model involving a control group. Data was collected through checklists (assessment sheets) from three music instructors to measure musical creativity and intelligence. The results of the hypothesis testing analysis through the paired sample t test showed that there was a positive and significant influence of the improvement method on musical intelligence, both in the experimental group and the control group; there was a positive and significant influence of the music improvement method on students' creativity in the experimental group, whereas in the control group there was no evidence of an increase in creativity; and there is a significant difference in musical intelligence and increased creativity between the experimental group, namely students who practice music using improved methods, and the control group, namely students who practice using non-improved methods.