Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bangunan

PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL Gilang Idfi
BANGUNAN Vol 22, No 2 (2017): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.481 KB) | DOI: 10.17977/um071v22i22017p%p

Abstract

Abstrak: Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.Kata-kata kunci: Steady flow, Unsteady flow, BanjirAbstract: One-dimensional flow is often used as a flood simulation. Flood is a type of unsteady flow that can be simulated using HEC-RAS. The result of this model sometimes refers to error due to the unstable analysis program. The stability of the program is affected by the river geometric, the slope of the river bed, and the cross-section characteristic of the river. In the step of flood forecasting, it requires the maximum discharge data and maximum of the water level. The steady flow model is an alternative way to simulate the flood flow. This study aimed to compare the advantages and the disadvantages of steady flow and unsteady flow modeling. Ngotok River, Mojokerto was selected as the case study location. The hydrology modeling was conducted by using the HEC-HMS, and HEC-RAS was equipped for the hydraulic modeling. The result of this study shows that the water level from the steady model is higher than the unsteady model. The time consumption to analyze the unsteady model is longer than the steady model. The average flood water level from the unsteady model is +27.17 m and the steady model is +29.62 m.Keywords: Steady flow, Unsteady flow, Flood
PERBANDINGAN MODEL UNSTEADY DAN STEADY FLOW ALIRAN BANJIR SUNGAI WAY LAALA SEBAGAI DASAR SOLUSI PENANGANAN PASCA BENCANA Gilang Idfi; Eko Suwarno; Eko Setiawan; M. Musthofa Al Ansyorie
BANGUNAN Vol 28, No 1 (2023): In-Press Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p1

Abstract

Pada tahun 2018 Desa Loki mengalami banjir yang merendam pemukiman warga setinggi 0.5 – 1 m. Banjir terjadi akibat kapasitas alir dari Sungai Way Laala yang tidak mampu menahan debit banjir limpasan akibat endapan sedimen yang terjadi karena degradasi lahan pada daerah aliran sungai Laala. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan acuan dasar pemilihan solusi pengendalian banjir dengan melakukan perbandingan permodelan aliran banjir unsteady flow dan steady flow. Metode analisis data hidrologi menggunakan software HEC-HMS serta hidraulika dengan software HEC-RAS 5.0.7. Perhitungan curah hujan rata-rata wilayah diambil dari data hujan BMKG, Kairatu dan diperoleh hasil 144,69 mm. Sedangkan untuk perhitungan hujan rencana digunakan metode distribusi Log Person Tipe III dan didapatkan curah hujan rencana 25 tahun sebesar 290,46 mm. Data hujan kemudian dilakukan uji keabsahan data dengan uji Smirnov-Kolmogorov dan Uji Chi Kuadrat. Analisis hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS dan Microsoft excel 2019 dengan membandingkan 3 metode hidrograf satuan sintetik. Hidrograf dibandingkan antara metode SCS, Snyder, dan Nakayasu dengan data kondisi dilapangan saat permodelan banjir untuk kalibrasi data. Hasil permodelan HEC-HMS didapat nilai debit puncak metode SCS sebesar 42,9 m3/s, dan metode Snyder sebesar 60,8 m3/s, sedangkan hasil perhitungan dengan ms. Excel 2019 metode Nakayasu didapat nilai debit puncak sebesar 158 m3/s. Analisa hidraulika menggunakan program bantu HEC-RAS 5.0.7 membutuhkan data berupa cross section, long section, data terrain, serta data hidrograf kala ulang 25 tahun hasil permodelan HEC-HMS metode Nakayasu. Analisis HEC-RAS dibandingkan antara model aliran steady flow dan model unsteady flow. Dari HEC-RAS didapatkan hasil bahwa kondisi Sungai Way Laala terjadi overtopping setinggi 0.5 – 1 m pada aliran steady flow dan menggenang permukiman warga di Desa Loki pada simulasi unsteady flow. Hasil permodelan HEC-RAS menunjukan bahwa profil elevasi muka air rata-rata dari permodelan steady flow lebih tinggi dari elevasi yang dihasilkan permodelan unsteady flow. Elevasi muka air rata-rata permodelan steady flow sebesar + 30.519 m, sedangkan untuk permodelan unsteady flow sebesar + 29.849 m. selain itu kecepatan aliran permodelan steady flow juga cenderung lebih tinggi daripada model unsteady flow. Kecepatan rata-rata model Steay flow diperoleh nilai sebesar 2,791 m/s, sedangkan pada model unsteady diperoleh nilai 2,025 m/s.
RETRACTED: PERBANDINGAN MODEL UNSTEADY DAN STEADY FLOW ALIRAN BANJIR SUNGAI WAY LAALA SEBAGAI DASAR SOLUSI PENANGANAN PASCA BENCANA Idfi, Gilang; Setyawan, Eko; Suwarno, Eko; Al Ansyorie, M. Musthofa
BANGUNAN Vol 28, No 1 (2023): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p%p

Abstract

Kami, tim editorial Jurnal Bangunan, mengumumkan penarikan artikel berjudul "PERBANDINGAN MODEL UNSTEADY DAN STEADY FLOW ALIRAN BANJIR SUNGAI WAY LAALA SEBAGAI DASAR SOLUSI PENANGANAN PASCA BENCANA" yang diterbitkan pada Vol. 28, No. 1, 2023, berdasarkan permintaan penulis, Gilang Idfi. Penarikan ini dilakukan karena penulis menemukan kesalahan signifikan dalam pengumpulan data yang mempengaruhi keakuratan hasil penelitian. Demi menjaga integritas akademik dan kualitas penelitian, penulis memutuskan untuk menarik artikel ini, melakukan revisi yang diperlukan, dan mengajukan kembali artikel yang sudah diperbaiki. Kami mendukung keputusan ini dan berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengajukan kembali artikel mereka setelah perbaikan dilakukan.Dokumen dan isinya di hapus dari Jurnal Bangunan dan menghapus semua referensi yang terkait dengan artikel ini.