Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tradition and Resilience of Religious Moderation at Pesantren of Karangasem Muhammadiyah, Lamongan Muthohirin, Nafik; Kamaludin, Mohammad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.389

Abstract

Pesantren memiliki tradisi dan resiliensi moderasi Islam dari infiltrasi ideologi radikalisme agama. Tradisi moderasi itu bersumber dari pengajaran agama yang inklusif, serta kharisma dan keluasan ilmu agama dari figur kiai. Berbagai tradisi moderasi tersebut sekaligus menjadi strategi resiliensi, ditambah dengan komitmen pesantren terhadap kedaulatan negara. Secara lebih terperinci, artikel ini membahas bentuk ketahanan Pesantren Karangasem Muhammadiyah Lamongan dari ideologi ekstremisme kekerasan agama. Artikel ini mengajukan dua pertanyaan, yaitu bagaimana bentuk ketahanan Pesantren Karangasem dari ideologi ekstremisme agama dan bagaimana bentuk ketahanan tersebut dapat berimplikasi mencegah masuknya aktor-aktor Islam radikal dalam aktifitas sosial-keagamaan pesantren dan warga sekitar. Penelitian ini menyimpulkan, Pesantren Karangasem merupakan lembaga pendidikan Islam yang berkontribusi dalam mendesiminasikan moderasi beragama melalui bentuk-bentuk resiliensi yang bersumber dari karisma kiai dan tradisi intelektual Islam pesantren. Kajian ini juga menegaskan, meski infiltrasi gerakan terorisme dan radikalisme agama masif terjadi, namun praktik kosmopolitanisme Islam yang menjadi watak kehidupan beragama masyarakat pesisir Lamongan senantiasa tetap terjaga.
Malang City Urban Community’s Perception towards Religion and Islamic Education Mohammad Kamaludin
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2021): July-December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v10i2.18164

Abstract

Malang is known as a city of education, industry, and tourism. With these three names and with the various problems that exist in it, Malang is certain to experience changes in its social relations quickly. Starting from the emergence of the assumption that there has been a change in urban society, especially the view of religion, this study focuses on two aspects, namely the perception of the people of Malang towards religion and how Islamic education affects their daily religious attitudes. The results of observations made by researchers show that the level of education of the urban community is very heterogeneous. However, they were at a fairly high level of ability. This is reflected in several answers to interviews asked by the researcher. None of them did not understand certain terms related to religious education and its elements, such as improving the quality of life, religious phenomena, and others. Therefore, this finding is very different from the previous assumption which states that Malang residents will leave their religion due to various external influences caused by the increasing arrival of urban communities, industry, and tourism.