Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Elektronik Modul Online tentang Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Upaya Pencegahan Stunting Lydia Febri Kurniatin; Affi Zakiyya
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.686

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Salah satu pencegahan adalah memberikan edukasi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Diperlukan media yang efektif untuk pendidikan kesehatan.Tujuan: Menghasilkan modul edukasi cegah stunting berbasis online bagi ibu hamil.Metode: Penelitian ini merupakan jenis Research and Development (R&D) dengan tahapan penggalian masalah, pengumpulan data, desain dan validasi produk, revisi desain, uji coba dan revisi produk.Hasil: Pengembangan e-modul edukasi menggunakan aplikasi heyzine flip book dan canva. Tahap validasi dilakukan oleh ahli materi dan media dengan nilai rata-rata sangat layak. Uji coba produk kelompok kecil dilakukan pada 5 ibu hamil dan didapatkan nilai rata-rata sangat layak dan p value sebesar 0,038, sehingga disimpulkan e-modul edukasi pendampingan 1000 hari pertama kehidupan valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting.Kesimpulan: E-modul Pendampingan 1000 HPK valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting.
Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper B. Leaf) sebagai Pencegahan Ruam pada Bayi Baru Lahir Affi Zakiyya; Nisdiarti Nisdiarti; Riska Regia Catur Putri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.18304

Abstract

Kulit pada bayi sangat sensitif terhadap cedera yang timbul akibat kegiatan seperti mandi. Kenaikan insiden ruam pada bayi yang baru lahir diakibatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur yang memungkinkan penetrasi mikroorganisme ke dalam lapisan kulit. Daun sirih mudah didapatkan di daerah yang dapat mencegah ruam pada bayi. Cairan rebusan atau ekstrak daun sirih memiliki kelebihan alami sebagai antimikroba dan antibakteri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pada populasi bayi baru lahir (usia 0-7 hari) di Puskesmas Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sampel sejumlah 32 responden yang dipilih melalui teknik randomisasi. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi yang menggunakan skala skin grading untuk mengukur tingkat ruam. Intervensi dilakukan selama tujuh hari pada pagi hari. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan p-value=0,001, yang lebih kecil daripada signifikansi yang ditetapkan (p-value>0,05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa air rebusan daun sirih Piper B. Leaf efektif dalam mencegah ruam pada bayi baru lahir usia 0-7 hari.
Perbandingan Efektifitas Media Booklet dan Sosialisasi Komunitas terhadap Pengetahuan Kader Posyandu dalam Mendeteksi Stunting Affi Zakiyya; Elma Marsita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45570

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia naik 0,2% dari tahun 2016 ke tahun 2020, dan berkontribusi 4,7% tahun 2022 di Asia Tenggara. Percepatan penurunan stunting menjadi fokus penting dalam pencegahan masalah gizi kronis pada balita, dengan deteksi dini stunting oleh petugas kesehatan dan kader kesehatan di masyarakat menjadi krusial untuk intervensi dini yang efektif, terutama di daerah Kalimantan Barat yang memiliki keterbatasan akses internet yang dapat menghambat transfer pengetahuan kesehatan. Tujuan penelitian adalah membandingkan efektivitas media booklet dan sosialisasi komunitas (penyuluhan) dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam mendeteksi tumbuh kembang balita stunting. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode quasy eksperimental rancangan two group pre-test dan post test design. . Populasi sejumlah 62 kader posyandu, sampel sejumlah 50 dengan simple random sampling untuk pengambilan sampel. Lokasi di Puskesmas Sentebang, Kab. Sambas, Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2024. Uji hipotesis menggunakan uji independent T-test. Hasil: nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,024 menyebutkan terdapat perbedaan rata-rata pemberian media booklet dengan sosialisasi komunitas terhadap pengetahuan kader posyandu dalam mendeteksi balita stunting. Nilai rata-rata atau mean pada posttest kelompok pemberian media booklet sebesar 76,20 dan 69,00 pada kelas posttest kelompok sosialisasi komunitas. Simpulan: media booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dalam mendeteksi balita stunting dibandingkan dengan sosialisasi komunitas.
Analisis Kelayakan Media Aplikasi Berbasis Android Ceting (Cegah Stunting) pada Ibu Hamil di Puskesmas Saigon Kota Pontianak Elma Marsita; Affi Zakiyya
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18103

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure in toddlers (infants under five years old) due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Based on data from the 2021 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI), the prevalence of stunting is currently still at 24.4% or 5.33 million toddlers, not reaching the RPJMN target set at 14% in 2024. Health promotion is needed as an effort to prevent the risk of stunting, one of the media is the android application. To determine the feasibility analysis of the CETING (Prevent Stunting) application media design for pregnant women. Using the Research and Development (RD) method. The sampling technique uses a purposive sampling technique with sample determination based on a small group trial, which is carried out on 10 people. In this study, the data taken used primary data by providing a questionnaire for validation and small-scale trials. The total assessment score can be found using the Likert Scale formula. From the results of the research in the expert validation stage, the researcher took 6 material experts, namely 3 midwives and 3 nutritionists obtained results (85%) and 4 media experts, namely obtained results (86.87%) and the average results of the small trial were (85%). This CETING Android-based application is valid and suitable for use as a health education media for pregnant women as an effort to prevent stunting Keywords: Application; Android; Stunting; Anemia; Pregnant Women Keywords: Android, Stunting, Anemia, Pregnant Women  ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum mencapai target RPJMN yang ditetapkan yaitu menjadi 14 % di tahun 2024. Diperlukan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan terhadap resiko stunting, salah satu medianya yaitu aplikasi android. Mengetahui analisis kelayakan rancangan media aplikasi CETING (Cegah Stunting) pada ibu hamil. Menggunakan metode Research and Development (RD). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan penentuan sampel didasarkan pada uji coba kelompok kecil yaitu dilakukan pada 10 orang. Dalam penelitian ini data yang di ambil mengunakan data primer dengan diberikannya kuesioner untuk validasi dan uji coba skala kecil. Skor penilaian total dapat dicari dengan menggunakan rumus Skala Likert. Dari hasil penelitian dalam tahap validasi ahli, peneliti mengambil 6 orang ahli materi yaitu 3 orang bidan serta 3 orang ahli gizi didapatkan hasil (85%) dan 4 orang ahli media yaitu didapatkan hasil (86,87%) dan hasil rata-rata uji coba kecil yaitu (85 %). Aplikasi berbasis Android CETING ini valid dan layak digunakan sebagai media pendidikan kesehatan bagi Ibu Hamil sebagai upaya pencegahan stunting Kata Kunci: Android, Stunting, Anemia, Ibu Hamil
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL MELALUI APLIKASI CETING (CEGAH STUNTING) Elma Marsita; Affi Zakiyya; Sri Utami
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 3 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i3.2587

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, including in Sungai Beliung Village, Pontianak Barat District. The increasing number of stunting cases indicates that preventive efforts during pregnancy have not been optimal, particularly related to maternal knowledge regarding nutrition during the first 1,000 days of life (1000 HPK). The limited use of digital educational media at the community level also contributes to the low accessibility of health information among pregnant women. This community service activity aimed to improve pregnant women’s knowledge regarding stunting prevention through health education and the use of the CETING (Cegah Stunting) application. The activity was conducted at Posyandu in the working area of Puskesmas Perumnas II involving 15 pregnant women, 4 health cadres, and 2 midwives. The implementation stages included situation analysis, coordination with health centers and cadres, preparation of educational media and application, implementation of counseling and application training, and evaluation through pre-test and post-test. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in participants’ knowledge, with median pre-test scores of 8 (5–11) increasing to 10 (7–14) after the intervention. Statistical analysis indicated a significant difference before and after the education (p=0.002). Participants also demonstrated high enthusiasm during discussions and application simulations. The CETING application can serve as an alternative digital educational medium for supporting stunting prevention programs among pregnant women. Continuous education and collaboration between health workers and cadres are needed to optimize the sustainability of this program
Mixed-method development and feasibility analysis of CETING mobile application for digital stunting monitoring Affi Zakiyya; Elma Marsita; Ratna Indah Kartikasari
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.4705

Abstract

Independent monitoring of toddler growth is a crucial step in stunting prevention; however, conventional methods like the KIA handbook are often perceived as impractical by modern parents. This study aims to develop and evaluate the feasibility of growth monitoring features within the CETING application as a digital solution for early stunting detection. An R&D approach was employed, involving validation by material and media experts, followed by a small-group trial with 15 mothers of toddlers. Data were gathered through Likert-scale questionnaires and in-depth interviews to gain qualitative perspectives. Expert validation indicated high feasibility, with scores of 90.00% from material experts and 85.00% from media experts. The user trial yielded an overall feasibility score of 89.38% (Very Feasible), with "Ease of Use" achieving the highest score (91.25%). Qualitative findings confirmed that users perceived the app as more efficient and accurate than manual methods, supported by an intuitive interface and data synchronization with WHO medical standards. The CETING application is a feasible and effective digital instrument for empowering parents in child health monitoring. Future developments should focus on integrating automated reminder features and expanding trials to groups with diverse digital literacy levels.