Alifiar, Ilham
Departemen Farmakologi Dan Farmasi Klinik Prodi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH METODE PERMAINAN BOARDGAME EDUCATION “PHARMAPOLEIN” TERHADAP PEMAHAMAN MATERI KEFARMASIAN MAHASISWA Ilham Alifiar; Vidya Febrasca Tenderly; Annisa Nurhayati
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 9 No. 2 (2020): JFL: Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v9i2.337

Abstract

ABSTRACT Mission of pharmacy education is to develop and nurture skills in lifelong learning. Broad insight, skills in communication, and teamwork is a must for the pharmaceutical profession. The learning method greatly affects the results of understanding each individual, especially in understanding pharmaceutical material which is considered difficult. Educational games are used as a teaching method because they help complement and strengthen the material being taught. Board games have continued to grow in popularity and the pedagogical value of the games has been supported many times. So, this board game is designed to have enough challenging elements to nurture student interest. The game tactic used collaboration and competition in the classroom. Competition has been found to increase motivation. Thus, that motivation can be used to understand the pharmaceutical material contained in the game. Aim this study is to determine the potential modification of the monopoly board game in increasing student comprehension of pharmaceutical material. The pharmapolein game was examined on both pharmacy and non-pharmacy student respondents (n = 12). From the test, it was obtained a correlation value of and 0.885 and a significance value of 0.000, so the conclusion was that the board game game could increase student knowledge in mastery of pharmaceutical science. Keywords: Board Games, Pharmapolein, Pharmacy
KAJIAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA PERIODE APRIL-MEI 2017 Mutiara Hartiwan; Ilham alifiar; Maritsa Nur Fatwa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2316

Abstract

Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug-related problem)yang diidentifikasikan sebagai kejadian atau keadaan terapi obat yang dapat mempengaruhi luaranklinis pasien.Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama terhadap penyakit jantung, gagaljantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan, dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmelihat profil penggunaan obat antihipertensi dan obat lainnya, dan untuk melihat interaksi obatpotensial antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. SoekardjoKota Tasikmalaya periode April-Mei 2017. Pengambilan data dilakukan secara prospektif, data pasiendidapatkan dari ruang rawat inap pasien dan wawancara.Data dianalisis menggunakan statistik danDrug Interaction Facts sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan dari 90 pasien hipertensi yangmengalami interaksi obat potensial sebanyak 68 pasien, jumlah kasus 234 interaksi obat potensialdengan tingkat signifikansi yang paling banyak yaitu non signifikansi sebanyak 170 kasus (72,6%)dan tingkat keparahan dari penelitian ini yang paling banyak yaitu moderate 135 kasus (57,2%)yang berarti memberikan efek yang sedang, dimana dapat menyebabkan kerusakan pada organsehingga membutuhkan pengobatan tambahan, tingkat keparahan yang paling sedikit terjadi yaitutingkat mayor sebanyak 29 (12,2%).
ANALISIS MEDICATION ERROR SEDIAAN PARENTERAL DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RAWAT INAP SALAH SATU RUMAH SAKIT DI PRIANGAN TIMUR Esti Deviana; Ilham Alifiar; Yedy Purwandi Sukmawan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i2.131

Abstract

Sediaan parenteral merupakan suatu sediaan yang penggunaannya dengan cara menyemprotkan larutan atau suspensi ke dalam tubuh untuk tujuan terapeutik dan diagnostik. Pada sediaan parenteral diperlihatkan bahwa proses absorbsi obat akan lebih cepat dibandingkan dengan pemberian rute lain. Jika terjadi kesalahan dalam pemberian obat ini, kemungkinkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan. Medication error merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan, yang dilakukan dengan ketidaktahuan atau tidak kesengajaan yang sebenarnya dapat dicegah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi medication error dan parameter terbesar terjadinya medication error. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional serta pengambilan data dilakukan secara prospektif pada periode bulan Maret-Mei 2018. Pada penelitian ini, data medication error dibandingkan dengan Amerian Hospital Formulary Service,  Handbook on Injectable Drug, serta jurnal hasil penelitan terbaru sebagai acuan yang  digunakan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kejadian Medication error tertinggi terdapat pada parameter inkompatibilitas dengan prosentase sebesar 23,43%, serta pada parameter waktu penginjeksian dengan prosentase sebesar 82,43%. Sedangkan untuk parameter kelarutan, penyimpanan dan waktu kadaluarsa tidak ditemukan potensi terjadinya medication error. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa potensi medication error terdapat pada parameter inkompatibilitas dan waktu penginjeksian dengan parameter terbesar terdapat pada parameter waktu penginjeksian sediaan parenteral.Kata Kunci : Sediaan Parenteral, Medication Error, Pasien Rawat Inap
PROFIL PENCAMPURAN INTRAVENA DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA M. Ikbal Fauzi; Ilham Alifiar; Firman Gustaman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas sediaan intravena (IV) dipengaruhi oleh ketercampuran obat (compatible) yang berperan dalam keberhasilan terapi pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini melihat pola incompatible dan persentase incompatible pada sediaan intravena (IV) di  Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama periode februari – April 2020. Pada penelitian ini pembanding yang digunakan Handbook on Injectable Drugs Edisi 15 (2009) dan Injectable Drugs Guide sebagai acuan untuk analisis kompatibilitas pada sediaan intravena (IV). Hasil penelitian di Ruang Melati didapatkan 103 pasien yang diamati, dan terdapat data yang incompatible pada pencampuran ceftriaxone + RL. Berdasarkan 2 pembanding didapatkan data yang tidak diketahui kelarutannya sehingga dikategorikan Not Information (laki – laki 4,3%, perempuan 3,5%). Kemudian peneliti melakukan pengujian langsung dikarenakan didapat hasil yang Not Information, uji yang dilakukan yaitu uji visual dan uji pH. Hasil dari uji visual pada jam ke – 24 dikatakan incompatible karena mengalami perubahan warna, sedangkan untuk uji pH didapatkan hasil incompatible berdasarkan data yang didapat dengan nilai selisih perubahan pH obat lebih dari 0,5 dihitung dari waktu ke waktu pengamatan. Dari hasil penelitian ditemukan pola inkompatibilitas obat intravena pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya antara obat dengan cairan infus. Dari hasil analisis, persentase potensi terjadinya inkompatibilitas pada penggunaan obat intravena pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya adalah 1,0%.