Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Oksigen Menggunakan Nasal Kanul Terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK di IGD RS TK II MOH RIDWAN MEURAKSA Sahrudi Sahrudi; Nur Aisyah Ameilia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10549

Abstract

ABSTRACT The lungs are the main site of most human diseases, including Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), and are the basic structure of the human respiratory system which is responsible for facilitating the exchange of gases from the environment into the bloodstream (Haddad Sharma, 2021 ). To determine the effect of oxygen administration using a nasal cannula on oxygen saturation in patients with chronic obstructive pulmonary disease in the emergency room at TK II Moh Ridwan Meuraksa Hospital in 2023. This type of research uses quantitative research design using experimental studies with a one group pretest-posttest approach. The sample in this study amounted to 30 respondents. The sampling technique uses Accidental Sampling. The instruments in this study consisted of demographic data sheets and observation sheets. From the results of data processing with the SPSS application in the table above, it is known that the Shapiro Wilk sign value of the Post test variable is 0.51, where the value is greater than 0.05, it can be concluded that the data is normally distributed. There is an effect of giving oxygen using a nasal cannula on oxygen saturation in patients with chronic obstructive pulmonary disease at TK II Moh Ridwan Meuraksa Hospital in 2023 with a P value = 0.000 less than 0.05. Keywords: Oxygen, COPD, ER, Oxygen Saturation, Nasal Cannula  ABSTRAK Paru-paru adalah lokasi utama sebagian besar penyakit manusia, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD), dan merupakan struktur dasar sistem pernafasan manusia yang bertanggung jawab untuk memfasilitasi pertukaran gas dari lingkungan ke dalam aliran darah ( Haddad Sharma, 2021). Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Oksigen Menggunakan Nasal Kanul Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di IGD RS TK II Moh Ridwan Meuraksa Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan studi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunanakan Accidental Sampling. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari lembar data demografi dan lembar observasi. Dari hasil pengolahan data dengan aplikasi SPSS pada tabel di atas, diketahui bahwa nilai sign Shapiro Wilk variabel Post test sebesar 0,51, dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Terdapat Pengaruh pemberian Oksigen menggunakan Nasal Kanul terhadap Saturasi Oksigen pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis di IGD RS TK II Moh Ridwan Meuraksa Tahun 2023 dengan nilai P value=0,000 lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci: Oksigen, PPOK, IGD, Saturasi Oksigen, Nasal Kanul
Pengaruh Pendampingan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Apriyanus Apriyanus; Sahrudi Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13805

Abstract

ABSTRACT Patients who enter the ER in emergency conditions will be sorted based on therapy needs and available resources. In the ER, patients are classified based on their emergency priority to classify patients' emergency conditions into 4 categories, namely critical and emergency conditions (Red), critical and non-emergency conditions (yellow), non-emergency and non-emergency conditions (green) and death (black). Emergency treatment often causes fear and anxiety for both the patient and the patient's family who are in the Emergency Room. Based on a preliminary study of 6 emergency department patients, it was found that 2 patients said they felt anxious when undergoing treatment, and 4 patients said they were not anxious when undergoing treatment because they were accompanied by their family. To determine the effect of family assistance on patient anxiety levels in the Emergency Unit. Analytical with a cross sectional approach. The sample in this study was all patients in the Emergency Room at Jakarta Harbor Hospital. in December 2023 as many as 65 people, total sampling technique. The majority of ER patients' anxiety levels were mild (49.2%) and were accompanied by their families (80.0%). There is an influence of family assistance on patient anxiety levels in the Emergency Unit of Jakarta Harbor Hospital (p. value 0.000). The influence of family assistance on patient anxiety levels in the Emergency Unit of Jakarta Harbor Hospital.  Keywords: Family Assistance, Anxiety, Emergency  ABSTRAK Pasien yang masuk ke IGD dalam kondisi gawat darurat akan dilakukan pemilahan penderita berdasarkan kebutuhan terapi dan sumber daya yang tersedia. Di IGD pasien digolongkan berdasarkan prioritas kegawatannya untuk mengklasifikasikan kondisi gawat darurat pasien dalam 4 kategori yaitu kondisi gawat dan darurat (Merah), kondisi gawat dan tidak darurat (kuning), kondisi tidak gawat dan tidak darurat (hijau) serta meninggal (hitam). Penanganan kegawatdaruratan sering kali menimbulkan rasa takut dan cemas baik kepada pasien ataupun keluarga pasien yang berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 6 orang pasien IGD, didapatkan 2 pasien mengatakan merasa cemas saat menjalani perawatan, dan 4 pasien mengatakan tidak cemas saat menjalani perawatan karena di dampingi oleh keluarga. Mengetahui pengaruh pendampingan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien di Unit Gawat Darurat. Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. pada bulan Desember 2023 sebanyak 65 orang, teknik pemgambilan sampel secara total Sampling. Mayoritas tingkat kecemasan pasien UGD dengan tingkat kecemasan ringan (49,2%) dan didampingi oleh keluarganya (80,0%). Ada pengaruh pendampingan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta (p. value 0,000). Adanya pengaruh pendampingan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Kata Kunci: Pendampingan Keluarga, Kecemasan, Gawat Darurat
Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan tentang Perencanaan Berkeluarga dengan Kesiapan Menikah Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambun Utara Shella Fitriani; Sahrudi Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11113

Abstract

ABSTRACT The high divorce rate in Indonesia is ranked first in Asia Pacific, and West Java is the province with the highest divorce after East Java, one of the factors causing divorce is the lack of readiness to marry. And the high interest of someone to get married raises the question of how the readiness for marriage of the prospective bride and groom at the KUA of North Tambun District, Bekasi. To determine the relationship between the characteristics and knowledge of family planning with the readiness to marry the bride and groom. This research uses descriptive analytic method with cross sectional design. The population of this study were all prospective brides who registered at the KUA of Tambun Utara District, the sample was determined by simple random sampling and the results obtained were 148 respondents. The data was tested with the chi square statistical test. In this study there is a relationship between age and readiness to marry with a p value (0.001). There is a relationship between work and marriage readiness with a p value (0.004). There is a relationship between education and marriage readiness with a p value (0.001). There is a relationship between family planning knowledge and marriage readiness with a p value (0.002). There are many factors that support readiness for marriage. The bride and groom are expected to better prepare for age, education, work and prepare knowledge about family readiness, so that a harmonious family is created and the nation's successors are proud. Keywords: Bride and Groom, Characteristics, Readiness for Marriage, Knowledge  ABSTRAK Tingginya angka perceraian di Indonesia yang menduduki peringkat pertama di Asia Pasifik, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan perceraian tertinggi setelah Jawa Timur, salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian ialah kurangnya kesiapan menikah. Dan tingginya minat seseorang untuk menikah menimbulkan pertanyaan bagaimana kesiapan menikah calon pengantin di KUA Kecamatan Tambun Utara, Bekasi. Untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik dan pengetahuan perencanaan berkeluarga dengan kesiapan menikah calon pengantin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin perempuan yang mendaftarkan diri di KUA Kecamatan Tambun Utara, penentuan sampel dengan simple random sampling dan didapatkan hasil 148 responden. Data diuji dengan uji statistik chi square. Dalam penelitian ini ada hubungan antara usia dengan kesiapan menikah dengan p value (0,001). Ada hubungan pekerjaan dengan kesiapan menikah dengan p value (0,004). Ada hubungan antara pendidikan dengan kesiapan menikah dengan p value (0,001). Ada hubungan antara pengetahuan prencanaan berkeluarga dengan kesiapan menikah dengan p value (0,002). Terdapat banyak faktor yang mendukung kesiapan menikah. Pada calon pengantin diharapkan lebih mempersiapkan usia, pendidikan, pekerjaan dan menyiapkan tentang pengetahuan kesiapan berkeluarga, agar terciptanya keluarga yang harmonis dan penerus bangsa yang membanggakan. Kata Kunci: Calon pengantin, Karakteristik, Kesiapan menikah, Pengetahuan 
Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Post Operasi Orif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Deltamas Yus Warni Samosir; Sahrudi Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10789

Abstract

ABSTRACT Introduction is a loss of bone continuity, both in whole and in part which is determined by type and extent so that it can cause disability and even very, very dangerous trauma. The main causes of trauma are traffic accidents, Work/industrial, sports and household accidents. One of the diseases that can occur due to trauma is fracture. There are 2 types of efforts to prevent the impact and further complications of fractures, namely operatively and non-operatively. Treatment of fractures operatively is by installing ORIF (Open Reduction Internal Fixation). In this case the physiotherapist plays a role in maintaining, repairing and restoring the patient's functional abilities to their original state by means of surgery. Surgery is a potential or actual threat to a person’s integrity and can subsequently cause physiological and psychological stress reactions which can cause anxiety, high motivation is very influential important to the quality of healing and being able to carry out activities independently. Purpose of this study was to find out whether there is a relationship between Self Care and Quality of Life in Post-Orif Operation Patients. Method uses a survey method, where researchers do it to obtain appropriate data to solve problems, data collection conducted by researchers by distributing questionnaires and interviews. Conclusion the author’s review can conclude that there is a relationship between self care and the quality of life of post-natal patients at Mitra Keluarga Deltamas Hospital in 2023 with a p-value = 0.00 (0.05). Therefore, health workers are able to provide education and motivation as well as high enthusiasm to improve a better quality of life and family support so they can carry out self-care or self-care independently. Keywords:  Self Care,Quality of Life,Orif,Fracture  ABSTRAK  Fraktur adalah  diskontinuitas tulang  yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik, baik bersifat keseluruhaan maupun sebagian yang ditentukan berdasarkan jenis dan luasnya sehingga dapat menimbulkan kecacatan, bahkan trauma yang sangat membayakan. Trauma adalah keadaan seseorang mengalami cidera oleh salah satu sebab. Penyebab utama trauma adalah kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja/industri, olah raga dan rumah tangga. Salah satu penyakit yang dapat terjadi karena trauma yaitu fraktur. Penanganan fraktur ada 2 macam yaitu secara operatif dan non operatif. Penanganan fraktur secara operatif yaitu dengan pemasangan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Dalam hal ini fisioterapis berperan dalam memelihara, memperbaiki dan mengembalikan kemampuan fungsional penderita seperti semula dengan cara melakukan pembedahan. Tindakan pembedahan merupakan suatu ancaman potensial maupun aktual pada integritas seseorang dan selanjutnya bisa menyebabkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan cemas, motivasi dan semangat yang tinggi sangat berpengaruh terhadap kualitas penyembuhan dan bisa melakukan aktifitas kembali secara mandiri. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah ada Hubungan Self Care Terhadap Kualitas Hidup pasien  Post Operasi orif.  Metode Penelitian menggunakan metode survei, dimana peneliti melakukannya untuk mendapatkan data yang sesuai untuk memecahkan masalah, pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan menyebarkan kuesioner. Telaah penulis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara self care dengan kualitas hidup pasien post orif di Rumah Salkit Mitra Keluarga Deltamas tahun 2023 dengan p-value = 0,00 (0,05) . Oleh karena itu para tenaga kesehatan mampu melakukan edukasi dan motivasi, serta semanagat yang tinggi untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik, serta dukungan dari keluarga sehingga mampu melakukan perawatan diri sendiri atau self care secara mandiri. Kata Kunci: Self care,Orif,Kualitas Hidup,Fraktur
Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Informent Consent di RS Anna Medika Sahrudi Sahrudi; Muhammad Safrudin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.10726

Abstract

ABSTRACT Humans are social creatures, namely creatures that need interaction with other humans. The interaction between humans is not only communication, but also involves all aspects of life, including the legal aspect. Individual legal relations between humans are classified as civil law. Civil law relations cover many fields, one of which is in the contractual relationship which is basically created by humans to reinforce the relationship between (their) parties. Objective of the study to determine the level of knowledge about Informed Consent by nurses who carry out nursing care actions for patients at Anna Medika Hospital. The design of this research is a quantitative descriptive research, which is a method that aims to create an objective description or description of a situation using numbers, starting from data collection, interpretation of the data as well as the appearance and results. From a p-value of 0.173, it is known that the p-value is 0.05, which means that Ho is rejected, which means that there is no relationship between the level of knowledge of nurses and the knowledge of informed consent. There is no relationship between knowledge and the relationship between the level of knowledge of nurses and informed consent.  Keywords: Informed Consent, Knowledge  ABSTRAK Manusia merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Interaksi antara manusia tersebut tidak hanya komunikasi saja, tetapi juga menyangkut seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek hukum. Hubungan hukum secara perorangan antar manusia tergolong dalam hukum perdata. Hubungan hukum perdata mencangkup banyak bidang, salah satunya dalam hubungan perjanjian yang pada dasarnya diciptakan manusia untuk mempertegas hubungan antara pihak(mereka). Tujuan iiPenelitian iimengetahui tingkat pengetahuan tentang Informed Consent oleh tenaga perawat yang melakukan tindakan asuhan keperawatan bagi pasien di Rumah Sakit Anna Medika. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu modtode yang bertujuan untuk membuat gambaran atatu deskriptif tenang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya. Dari nilai p-Value 0,173 diketaui p-Value 0,05 yang berarti Ho di tolak yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan pengetahuan Informed Consent. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap Informed Consent. Kata Kunci: Informent Consent, Pengetahuan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Perawat tentang Early Warning Score di Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur Adi Tiya Triutama; Sahrudi Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14452

Abstract

ABSTRAK Early Warning Score merupakan sebuah sistem peringatan dini yang sangat penting untuk antisipasi pasien yang ada di Rumah Sakit sebelum mengalami perburukan dan mengancam jiwa sehingga situasi tersebut dapat diantisipasi dengan penilaian sitem ini. Metode di dalam penelitian ini mengunakan analisis korelasi antara tingkat pengetahuan dan persepsi responden tentang Early Warning Score. Responden dalam penelitian ini semua perawat yang bersinggungan langsung dengan pasien. Hasil dari penelitian ini ditunjukan dengan p value 0,001 yang artinya p value 0,05 dengan kesimpulan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan persepsi responden tentang early warning score. Kata Kunci: Pengetahuan, Persepsi, Early Warning Score  ABSTRACT  The Early Warning Score is an early warning system that is very important for anticipating patients in the hospital before they experience a worsening or life-threatening situation so that this situation can be anticipated with this system assessment. The method in this research uses correlation analysis between the level of knowledge and respondents' perceptions about the Early Warning Score. The respondents in this study were all nurses who had direct contact with patients. The results of this research are shown with a p value of 0.001, which means a p value 0.05 with the conclusion that there is a relationship between the level of knowledge and respondents' perceptions about the early warning score. Keywords: Knowledge, Perception, Early Warning Score
Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Skala Nyeri Pada Saat Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TK. II Moh Ridwan Meuraksa Achmad Bintang Dwi; Sahrudi Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10593

Abstract

ABSTRAK Nyeri adalah masalah kesehatan dunia diperkirakan setiap tahun 20% populasi dunia mengalami nyeri dan setengahnya adalah nyeri kronis. Di Amerika, nyeri merupakan alasan utama yang membuat orang datang mencari pusat pelayanan kesehatan. Berdasarkan penelitian di Amerika tahun 2012, terdapat sebanyak 86,6 juta orang dewasa mengalami nyeri akut setiap hari dan 25,5 juta memiliki nyeri kronis. Di Indonesia belum ada penelitian skala besar yang membahas prevalensi dan kualitas semua jenis nyeri. Indonesia juga belum memiliki parameter praktis untuk menilai nyeri, tingkat kenyamanan pasien dan efek nyeri terhadap kualitas hidup rakyat Indonesia (Kemenkes, 2022). Untuk dapat mengetahui teknik relaksasi nafas dalam pada skala nyeri terhadap pemasangan infus di instalasi gawat darurat di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa pada tanggal 29 Mei – 2 Juni 2023.  Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diselidiki dengan cara mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan menginterpretasi data dalam pengujian hipotesis statistik. Dari hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa nilai sig Kolmogrov-Smirnov nilai Pre Test 0,04 dan nilai Post Test 0,000 dimana nilai tersebut lebih besar 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdistribusi normal. Berdasarkan dari kesimpulkan pada penelitian ini bahwa ada pengaruh yang signifikan antara teknik relaksasi nafas dalam pada skala nyeri terhadap pemasangan infus di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa pada tanggal 29 Mei – 2 Juni tahun 2023. Kata Kunci: Skala Nyeri, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, IGD  ABSTRACT Pain is a world health proble, it is estimated that every year 20% of the worlds population experiences pain and half of it is chronic pain. In America, pain is the main reason that makes people come to seek health care centers. Based on research in Amerika in 2012, there were 86,6 million adults who experiences acute pain every day and 25,5 milion have chronic pain. In Indonesia, there are no large-scale studies that discuss the prevalence and quality of all types of pain. Indonesia also does not yet have practical parameters for assessing pain, the level of patient comfort and the effect of pain on the quality of life of the Indonesian people (Ministry of Health, 2022). To be able to find out deep breathing relaxation techniques on the pain scale for infusion in the emergency room at TK II Moh Ridwan Meuraksa Hospital on 29 may – 2 june 2023. This type of reseacrh uses descriptive analytic research which aims to describe systematically and factually about the fact and relationships between variables investigated by collecting data, processing data, analyzing data, and interpreting data in statistical hypothesis testing. From the results of the data processing above, it is known that the Kolmogrov – Smirnov sig value is 0,04 in pre test and 0,000 in post test where the value is 0,05, so it can be concluded that the data is normally distributed. Based on the conclusions in this study that there is a significant effect of deep breathing relaxation techniques on the pain scale on infusion at TK II Moh Ridwan Meuraksa on 29 May – 2 June 2023.  Keywords: Pain Scale, Deep Breathing Relaxation Technique, ER.
Comparison of the Effectiveness of Two Levels of Suction Pressure on Oxygen Saturation in ARDS Patients Dadang Heryandi; Sahrudi Sahrudi; Artetha Mutiara Pujiantana; Norma Norma; Farida Murtiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4655

Abstract

Patients in the Intensive Care Unit (ICU) often require mechanical ventilators, necessitating close monitoring and care, including regular evaluations of oxygen saturation levels. Suction procedures are conducted in the ICU to maintain airway patency, reduce sputum retention, and prevent pulmonary infections. The effectiveness of suction procedures can vary based on the suction pressure applied, which may impact patient outcomes differently. The purpose of this study was to determine the effectiveness of suction action with pressures of 130 mmHg and 140 mmHg on increasing oxygen saturation in ARDS patients with mechanical ventilation in the ICU. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental pre-post design with a control group. A sample of 30 ICU patients was divided into two groups: one group of 15 patients received suctioning at a pressure of 130 mmHg, while the other group of 15 received suctioning at 140 mmHg. Oxygen saturation levels were measured using pulse oximetry before and after the suction intervention. The procedures were conducted in accordance with the hospital's Standard Operating Procedure (SOP). Data were analyzed univariate and bivariate using the T-test. There was a significant increase in oxygen saturation after suctioning with both pressures. For the 130 mmHg group, the average increase in oxygen saturation was 5.933 with a P-value of 0.000. For the 140 mmHg group, the average increase was 6.400 with a P-value of 0.000. However, there was no statistically significant difference between the two suction pressures in terms of the overall increase in oxygen saturation, with a P-value of 0.567. Both 130 mmHg and 140 mmHg suction pressures were effective in improving oxygen saturation in ARDS patients on mechanical ventilation in the ICU. Hospitals should ensure structured and consistent monitoring of suction procedures in accordance with hospital SOPs to optimize patient outcomes.
Efektivitas Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan pada Pasien Pra Operasi Open Reduction & Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau M Irhas Said; Alfunanto Dlifa Puji Darma; Sahrudi Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.19975

Abstract

ABSTRACT The 2022 WHO report noted that there are 440 million people with fractures globally. Fractures, often caused by excessive pressure, interfere with daily mobility. SKI 2023 data shows that in Indonesia, 50.6% of the population ≥1 year use walking aids, 25.5% due to accidents causing walking disabilities of 0.4%, which lasts at least six months according to Law No. 8 of 2016. Objective: To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. This study used a quasi-experimental method with a pre-test post-test design in one group at Mary Cileungsi Hijau Hospital, Bogor, from November 2024 to January 2025. The population of this study was 40 patients selected through total sampling. There is an effect between deep breathing relaxation on anxiety in preoperative Open Reduction Internal Fixation patients with lower extremity fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital with a P-Value of 0.000. The majority of patients undergoing Open Reduction Internal Fixation surgery for lower extremity fractures are young to middle-aged adult males, covering 75% of the total patients. Deep breathing relaxation techniques have been shown to significantly reduce anxiety, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in anxiety scores before and after the intervention. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Anxiety, Preoperative Open Reduction, Internal Fixation, Extremity Fractures.  ABSTRAK Laporan WHO 2022 mencatat ada 440 juta orang dengan fraktur global. Fraktur, sering disebabkan oleh tekanan berlebih, mengganggu mobilitas sehari-hari. Data SKI 2023 menunjukkan di Indonesia, 50,6% penduduk ≥1 tahun menggunakan alat bantu berjalan, 25,5% akibat kecelakaan yang menyebabkan disabilitas berjalan sebesar 0,4%, yang berlangsung minimal enam bulan sesuai UU No. 8 Tahun 2016. Mengetahui dan menganalisis Efektivitas Relaksasi Napas Dalam Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Open Reduction Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre-test post-test pada satu kelompok di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau, Bogor, dari November 2024 hingga Januari 2025. Populasi penelitian ini adalah 40 pasien yang dipilih melalui total sampling. Terdapat pengaruh antara relaksasi napas dalam terhadap kecemasan pada pasien pra operasi Open Reduction Internal Fixation dengan fraktur ekstermitas bawah di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau dengan P-Value 0.000. Mayoritas pasien operasi Open Reduction Internal Fixation untuk fraktur ekstremitas bawah adalah laki-laki dewasa muda hingga paruh baya, mencakup 75% dari total pasien. Teknik relaksasi napas dalam terbukti secara signifikan menurunkan kecemasan, dengan p-value 0.000, yang menunjukkan perbedaan besar dalam skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kata Kunci: Relaksasi Napas Dalam, Kecemasan, Pra Operasi Open Reduction, Internal Fixation, Fraktur Ekstermitas.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecemasan, Nyeri, dan Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Open Reduksi Internal Fiksasi (ORIF) M Irhas Said; Penda Metalia; Muhamad Gilang Ramadhan; Nandana Arya Satya Aliman; Sahrudi Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19969

Abstract

ABSTRACT Fracture is a bone condition where there is a break in bone continuity due to trauma, which can cause swelling and damage to blood vessels (Wijonarko Jaya Putra, 2023). According to data obtained from the Indonesian Health Survey (SKI), the incidence of fractures in West Java province in 2023 was 0.8%, this is more common than the average number of fractures in all provinces in Indonesia with a value of 0.7%. The incidence of lower extremity fractures can cause patients to have to be hospitalized to get proper treatment. In addition, lower extremity fractures also cause patients to have difficulty in mobilizing and being less independent due to their condition, and more fatally if fracture treatment is not handled properly it can cause death. (Hadi Stefanus Lukas, 2024). To determine the factors that influence anxiety, pain, and early mobilization in patients after open reduction internal fixation (ORIF) surgery. This study uses a quantitative method because this type of research does not require a long time to collect and reveal data, the research design used is Retrospective, namely research conducted in the past that has been experienced. This study is Data analysis was carried out using the Retrospective test. Univariate results show that there is a relationship between the Level of Knowledge and the Level of Anxiety with a p value = 0.000, the Level of Anxiety and the Level of Pain with a p value = 0.001, and Family Support for Early Mobilization in Post-Operative Patients Open Reduction Internal Fixation (ORIF) with a p value = 0.001. There is a relationship between the Level of Knowledge to the Level of Anxiety, the Level of Anxiety to the Level of Pain, and Family Support to Early Mobilization. Keywords: Fracture, Anxiety, Pain, Early Mobilization.  ABSTRAK Fraktur ialah keadaan tulang dimana terdapat pemutusan kontinuitas tulang akibat trauma, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada pembuluh darah (Wijonarko Jaya Putra, 2023). Menurut data yang di dapat dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kejadian fraktur di provinsi jawa barat pada tahun 2023 adalah sebanyak 0,8%, ini lebih banyak terjadi dibandingkan dengan jumlah rata-rata kejadian fraktur di seluruh provinsi di Indonesia dengan nilai 0,7%. Kejadian fraktur ekstremitas bawah bisa menyebabkan pasien harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu fraktur ekstremitas bawah juga menyebabkan pasien mengalami kesulitan dalam mobilisasi dan ketidakmandirian karena kondisinya, dan lebih fatalnya jika penanganan fraktur tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian.(Hadi Stefanus Lukas, 2024). Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan, nyeri, dan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi open reduksi internal fiksasi (orif). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dikarenakan jenis penelitian ini tidak membutuhkan waktu yang lama guna menarik serta mengungkapkan data, Desain penelitian yang digunakan adalah Retrosprectif yaitu penelitian yang dilakukan pada masa lampau yang pernah dialami. Penelitian ini adalah Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dan  uji gamma. Hasil univariat menunjukan ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Kecemasan dengan nilai p value= 0.000, Tingkat Kecemasan Terhadap Tingkat Nyeri dengan nilai p value= 0.001, dan Dukungan Keluarga Terhadap Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Open Reduksi Internal Fiksasi (ORIF)  dengan nilai p value= 0.001. Ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Kecemasan, Tingkat Kecemasan Terhadap Tingkat Nyeri, dan Dukungan Keluarga Terhadap Mobilisasi Dini. Kata Kunci:  Fraktur, Kecemasan, Nyeri, Mobilisasi Dini.