Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Fear of Missing Out (FoMO) dalam Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa Kesehatan Tesalonika Sinurat; Ance M Siallagan; Jagentar Parlindungan Pane
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2675

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh dan bertukar informasi. Namun, penggunaan media sosial yang intensif dapat memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kekhawatiran individu akan tertinggal dari aktivitas atau pengalaman yang dilakukan oleh orang lain. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya saat menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kontrol diri dan kuesioner Fear of Missing Out (FoMO) yang Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 28 item skala kontrol diri, sebanyak 27 item dinyatakan valid (r ≥ 0,3) dan 1 item digugurkan. Sementara itu, dari 18 item skala Fear of Missing Out (FoMO), sebanyak 17 item dinyatakan valid dan 1 item digugurkan. Dengan demikian, terdapat 27 item kontrol diri dan 17 item FoMO yang digunakan dalam penelitian dan Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala kontrol diri memiliki Cronbach’s Alpha sebesar 0,953 dan meningkat menjadi 0,978 setelah 1 aitem gugur dibuang. Sementara itu, skala FoMO memiliki nilai Alpha 0,943 dan meningkat menjadi 0,960 setelah aitem tidak valid dibuang. Karena seluruh nilai α ≥ 0,900, kedua skala dinyatakan sangat reliabel.Analisis data dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 57 responden (69,5%), sedangkan 24 responden (29,3%) memiliki kontrol diri kategori tinggi dan 1 responden (1,2%) kategori rendah. Tingkat FoMO sebagian besar berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 66 responden (80,5%), sedangkan 16 responden (19,5%) berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan responden dengan tingkat FoMO kategori tinggi. Hasil analisis menggunakan Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,374 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dan tingkat FoMO dalam kategori sedang.
Gambaran Pelayanan Keperawatan Pasien BPJS dan Non BPJS Rencan Eka Siregar; Jagentar Parlindungan Pane; Helinida Saragih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2678

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan elemen penting yang menentukan tingkat kepuasan pasien dalam menerima layanan kesehatan. Perbedaan fasilitas, prosedur administrasi, serta persepsi masyarakat sering menimbulkan anggapan bahwa terdapat kesenjangan pemberian layanan kesehatan antara pasien BPJS dan Non-BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan keperawatan pada pasien BPJS dan Non-BPJS rawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 responden yang terdiri dari 49 orang pasien BPJS dan 39 orang pasien Non-BPJS, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Penelitian ini bukan menggunakan uji validitas dan reliabilitas sebab kuesioner di adopsi dari sebuah buku Nursalam (2022). Hasil penelitian menunjukkan pasien BPJS, sebanyak 41 responden (83,7%) menyatakan puas dan 8 responden (16,3%) tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Sementara itu, seluruh pasien Non-BPJS 39 responden (100,0%) menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima.