Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Etika Demokrasi

Development of Student Civic Competence Through Scouting Courses as Strengthening the Young Generation Character Wachid Pratomo; Dwi Wijayanti
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.692 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i1.2970

Abstract

The purpose of this study Is to determine the pattern of civic competence coaching for students through Scouting Education as a reinforcement of young characters in the USSD FKIP PGIP Study Program. This study used qualitative research with a case study method. This study consists of the formulation of the problems namely: civic competence in the context of Scouting Education, Scouting learning process in fostering student civic competence, obstacles and solutions in fostering civic competence through Scouting Education, the role of Scouting Education in fostering student civic competence. In collecting data researchers used three techniques namely observation, interviews, and documentation. Data analysis uses an interactive model. This research produces several findings, namely: (1) Civic competence in the context of Scouting Education: Citizenship knowledge includes understanding democracy, understanding defending the country, understanding obligations and rights. Citizenship skills include three skills namely managerial, organizational, and scout skills. Citizenship character is in the form of character contained in the tri satya and dasa dharma. (2) Knowledge is fostered by providing the task of finding information related to Scouting to be understood and poured back on the exam, skills are fostered by learning by doing with the team system, and character is fostered by instilling the values of tri satya characters and dasa dharma with habituation and the system among. (3) Obstacles in the development of civic competence that is students still feel shy, less responsible, arriving late. The solution is to be assertive and apply reward and punishment in learning process.Keywords: Development of Civic Competence, Scouting Education, Strengthening Character of Young GenerationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pembinaan civic competence mahasiswa melalui Pendidikan Kepramukaan sebagai penguatan karakter muda di Prodi PGSD FKIP UST. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini terdiri dari rumusan masalah yaitu: civic competence dalam konteks Pendidikan Kepramukaan, proses pembelajaran Pendidikan Kepramukaan dalam membina civic competence mahasiswa, kendala dan solusi dalam pembinaan civic competence melalui Pendidikan Kepramukaan, peran Pendidikan Kepramukaan dalam membina civic competence mahasiswa. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) Civic competence dalam konteks Pendidikan Kepramukaan: pengetahuan kewarganegaraan mencakup pemahaman demokrasi, pemahaman bela negara, pemahaman kewajiban dan hak. Keterampilan kewarganegaraan mencakup tiga keterampilan yaitu keterampilan manajerial, organisatorik, dan keterampilan pramuka. Karakter kewarganegaraan berwujud karakter yang terdapat dalam tri satya dan dasa dharma. (2) Pengetahuan dibina dengan memberikan tugas untuk mencari informasi terkait Kepramukaan untuk dipahami dan dituangkan kembali pada ujian, keterampilan dibina dengan learning by doing dengan sistem beregu, dan karakter dibina dengan menanamkan nilai-nilai karakter tri satya dan dasa dharma dengan pembiasaan dan sistem among. (3) Kendala dalam pembinaan civic competence yaitu mahasiswa masih merasa malu, kurang bertanggung jawab, datang terlambat. Solusi berupa bersikap tegas dan menerapkan reward and punishment dalam proses pembelajaranKata Kunci: Pembinaan Civic Competence, Pendidikan Kepramukaan, Penguatan Karakter Generasi Muda
Implementation of Teaching KetamansiswaanTri-N to Instil Noble Characteristics of Students at SDN I Plumbon, Karanganyar District Wachid Pratomo; Nadziroh Nadziroh; Chairiyah Chairiyah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.134 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i1.2967

Abstract

The purpose of this study was to determine the process of implementing Tri-N Student Teachings Ketamansiswaan Tri-N to Instil Noble Characteristics of SD N 1 Plumbon Students in Karanganyar Subdistrict, the obstacles encountered in implementing Tri-N Student Teachings to instil noble character of SD NI Plumbon students and to find solutions used to overcome obstacles in the implementation of Tri-N Student Teachings to instil the noble character of students of Plumbon Elementary School NI Karanganyar. This type of research is a type of qualitative research. The data used in this study are primary data, the data obtained directly from research subjects. The instrument of this study was the researcher himself, assisted by interview guidelines, questionnaires, observations and documentation. Methods of data analysis by data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification as well as checking the validity of the data with triangulation techniques. The targeted output of this study is an accredited national journal. The results of the data analysis can be concluded that by using the right learning model, it can provide maximum learning outcomes. Learning model with the concept of 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi) can be applied in Civics learning. By applying this 3N concept, students are expected to be able to carry out learning to the maximum that is observing learning objects, then imitating what students have observed, and the final stage of students can improve by adding to the learning object so that in teaching and learning process, students will produce knowledge and skills.Keywords:Implementasion,learning Ketamansiswaan Tri-N,Noble Character Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengimplementasian Ajaran Ketamansiswaan Tri-N untuk Menanamkan Budi Pekerti Luhur Siswa SD N  1 Plumbon Kecamatan Karanganyar, kendala yg dihadapi dalam pengimplementasian Ajaran Ketamansiswaan Tri-N unuk menanamkan budi pekerti luhur siswa SD N I Plumbon dan untuk mengetahui solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala dalam  pengimplementasian Ajaran Ketamansiswaan Tri-N untuk menanamkan budi pekerti luhur siswa SD N I Plumbon Kecamatan Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu pedoman wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan dan verifikasi serta pengecekan keabsahan data dengan teknik triangulasi. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah jurnal nasional terakreditasi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran yang tepat dapat memberikan hasil pembelajaran yang maksimal. Model pembelajaran dengan konsep 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi) dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn. Dengan menerapkan konsep 3N ini, diharapkan peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran dengan maksimal yakni dengan mengamati obyek pembelajaran, kemudian menirukan apa yang telah peserta didik amati, dan tahap terakhir peserta didik dapat menyempurnakan dengan menambahi obyek pembelajaran tersebut, sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik akan menghasilkan pengetahuan dan keterampilan.Kata kunci:  Implementasi, Ajaran Ketamansiswaan Tri-N, budi pekerti luhur.