Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

GAMBARAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA N 6 KABUPATEN TANGGERANG PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIK -TOK Delima Anjela Damanik; Evi Deliviana; Erni Murniarti; Ronny Gunawan
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i3.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan bagaimana gambaran kepercayaan diri siswa SMA terhadap pengguna media sosial tiktok. Salah satu platform media sosial yang populer di kalangan siswa saat ini adalah Tik-Tok. Tik-Tok adalah platform media sosial yang berbasis pada konten audio visual, yang memungkinkan penggunaanuntuk melihat dan mendengarkan konten yang dibagikan. Kepercayaan diri (self-confidence) adalah keyakinan dalam kemampuan dan penilaian diri sendiri untuk melakukan suatu tugas serta menemukan pendekatan yang efektif. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam studi ini menerapkan metode purposive sampling. kepercayaan diri siswa perempuan lebih tinggi sebesar 30,6% dibandingkan dengan tingkat kepercayaan diri laki-laki yang hanya 0%. Peneliti juga menemukan bahwa siswa yang berusia 17 tahun justru yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi 37,50% dibandingkan dengan siswa yang berusia 16 dan 18 tahun yang hanya 1,70% dan 13,30%. Peneliti juga menemukan bahwa siswa menemukan bahwa durasi pengguna media sosial tik-tok memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi ialah durasi pengguna lebih dari 30 menit hingga 1 jam sebesar 36,40% disbanding dengan siswa yang durasi penggunanya kurang dari 30 dan sampai lebih 1 jam per hari 0,00% dan 30.00%. Peneliti telah melakukan analisis dan uji data menyeluruh, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa di SMA N 6 Kabupaten Tanggerang .memiliki tingkat kepercayaan diri sedang, yang dimana rasa percaya diri mereka bisa saja mengalami penaikan dan bahkan mengalami penurunan. Peneliti juga menemukan sesuatu hal yang baru yang dimana tingkat kepercayaan diri perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, hal tersebut bisa saja dikarenakan adanya faktor durasi penggunaan media sosial tik-tok dan juga faktor usia.
ANALISIS KORELASI ANTARA TAYANGAN DRAMA KOREA PADA KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA KELAS IX SMPN 29 BEKASI Laras Aldalia; Melda R. R. Simorangkir; Evi Deliviana
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digitalisasi saat ini, jutaan orang di seluruh dunia mulai mengenal drama Korea, tayangan drama Korea sangat mudah diakses oleh semua orang, tidak dapat dipungkiri banyak remaja yang kini menyukai tayangan drama Korea dan mulai mengikuti perkembangannya. Peneliti kemudian melakukan penelitian terhadap 182 remaja kelas IX di SMPN 29 Bekasi dengan usia rata-rata 13-15 tahun dengan tujuan untuk menganalisis atau melihat ada atau tidaknya hubungan antara tayangan drama Korea terhadap konsep diri dan kepercayaan diri remaja kelas IX di SMPN 29 Bekasi. Studi ini menerapkan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi, berdasarkan data yang diolah menggunakan JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) v 0.17.3.0. menghasilkan korelasi antara tayangan drama Korea dengan konsep diri sebesar -0,364 sedangkan terhadap kepercayaan diri memiliki nilai korelasi sebesar 0,043. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi dengan konsep diri, namun terdapat korelasi yang cukup kecil dengan kepercayaan diri, dengan nilai sebesar 4,3%.
Pembinaan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Guru-guru di Yayasan Kristen Aletheia Indonesia (YKAI) Evi Deliviana; Eustalia Wigunawati; Renatha Ernawati; Melda Rumia Rosmery Simorangkir; Ronny Gunawan; Andreas Rian Nugroho
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i1.4642

Abstract

Pendidikan dibutuhkan oleh seluruh individu, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Namun, seringkali ABK tidak mendapatkan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya dikarenakan banyak guru belum memiliki pengetahuan serta kompetensi untuk mengenali dan memahami kondisi tiap siswa berkebutuhan khusus. Salah satu cara yang dapat guru lakukan adalah dengan menyusun serangkaian aktivitas yang bertujuan mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai kondisi siswa berkebutuhan khusus. Rangkaian aktivitas tersebut dikenal dengan istilah deteksi dini atau identifikasi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk webinar dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan mitra yaitu sekolah-sekolah di bawah pengelolaan Yayasan Kristen Aletheia Indonesia akan peningkatan pemahaman guru mengenai deteksi dini anak berkebutuhan khusus serta dalam rangka mempersiapkan sekolah inklusi. Webinar dihadiri 108 peserta yang terdiri dari pengurus YKAI, kepala sekolah, dan guru-guru dari jenjang PAUD sampai dengan SMP. Webinar disampaikan menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab di mana guru dapat berkonsultasi untuk mendapatkan alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan siswa berkebutuhan khusus. Selain sesi tanya jawab, guru mendapatkan penugasan agar melatih kemampuan menyusun instrumen checklist yang dapat digunakan dalam melakukan deteksi dini siswa berkebutuhan khusus. Di akhir kegiatan guru mengisi form evaluasi untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan yang diberikan.
Implementasi Cerdas Dan Berliterasi Digital: Edukasi Literasi Dasar Bagi Anak Dan Remaja Di Kampus Diakonia Modern Melda Rumia; Andreas Rian; Evi Deliviana
Gotong Royong Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i1.254

Abstract

Dalam rangka mencapai tujuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membantu peserta didik menghadapi tantangan personal, sosial, maupun akademik. Salah satu kompetensi fundamental yang harus diperkuat pada anak dan remaja adalah literasi, yang mencakup kemampuan membaca, menulis, berhitung, berpikir kritis, serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kampus Diakoneia Modern (KDM), sebuah lembaga yang telah lama berfokus pada pemenuhan hak-hak anak dan pemberdayaan masyarakat. Program PKM dirancang untuk memperkuat literasi digital anak dan remaja melalui seminar, edukasi, dan pelatihan yang disampaikan oleh dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UKI. Materi kegiatan mencakup pemahaman literasi digital, penggunaan gawai yang aman dan bertanggung jawab, risiko dunia maya, etika digital, serta penguatan kontrol diri. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan kemampuan mereka mengidentifikasi konten digital yang bermanfaat untuk pengembangan diri. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan literasi digital sekaligus mendukung upaya perlindungan anak sesuai misi kemanusiaan KDM.
The Impact of Artificial Intelligence Integration on Enhancing Lecturers' Pedagogical Competencie Melda Rumia Rosmery Simorangkir; Evi Deliviana; Dameria Sinaga
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1241

Abstract

Higher education faces challenges in adapting to technological advancements, particularly the integration of Artificial Intelligence (AI) in teaching. This study aims to examine the impact of AI utilization and its integration into the curriculum on lecturers' teaching skills. The research employed a quantitative approach using a structured questionnaire and analyzed data with multiple linear regression. The findings reveal that AI integration into the curriculum has a significantly stronger impact on enhancing lecturers' teaching skills compared to the mere frequency of AI usage. Specifically, the integration of AI into curriculum design and instruction leads to more personalized, adaptive, and effective teaching practices. The study provides empirical evidence of the importance of embedding AI in curricula to foster pedagogical innovation. The research contributes to the ongoing discourse on AI in education by highlighting the need for structured AI-based pedagogical frameworks. It also calls for further research to explore the long-term effects of AI integration in diverse educational settings and to address the ethical implications of AI in educationt.
The Effectiveness of Art Therapy Approach Group Counseling in Reducing Academic Burnout in Tenth-grade High School Students Johanna Ajeng; Ronny Gunawan; Evi Deliviana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.7155

Abstract

Tenth-grade students often face a variety of new tasks and demands that are denser and more rigorous. This triggers academic burnout. Therefore, this study aims to examine the effectiveness of an art therapy approach in group counseling for reducing academic burnout among tenth-grade students. Using a pretest-posttest quasi-experimental design with 10 samples of students with high levels of academic burnout. Data were collected using the School Burnout Inventory (SBI) administered before and after 5 sessions of intervention meetings. The results of the analysis showed a significant decrease (p = 0.002) in the level of academic burnout in the experimental group (mean 25.80) compared to the control group (mean 28.20). The intervention appears effective in reducing academic burnout. Based on this, schools are advised to consider the use of group counseling with an art therapy approach as an intervention to address academic burnout, with the expectation that it will improve emotional well-being and academic achievement. Keywords: group counseling, art therapy approach, academic burnout, tenth-grade students
The Effectiveness Of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Group Counseling In Enhancing Students' Learning Discipline At SMP 106 Jakarta Agnes Lestari Simatupang; Andreas Rian Nugroho; Evi Deliviana
Jurnal Pendidikan Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Generasi Insan Rafflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpr.v4i2.175

Abstract

Learning discipline is one of the key factors contributing to students' academic success. However, some students continue to demonstrate low levels of learning discipline, as reflected in their noncompliance with school regulations, tendency to procrastinate on assignments, and lack of concentration during the learning process. This study aimed to examine the effectiveness of group counseling based on the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach in improving the learning discipline of eighth-grade students at SMP Negeri 106 Jakarta. A quantitative approach with a one-group pretest–posttest quasi-experimental design was employed. The participants consisted of seven students selected through purposive sampling. Data were collected using a learning discipline questionnaire and analyzed using a paired-samples t-test. The results showed that the mean learning discipline score increased from 65.57 on the pre-test to 106.14 on the post-test. Statistical analysis revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between students' learning discipline before and after the intervention. These findings suggest that group counseling based on the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach is effective in improving the learning discipline of eighth-grade students at SMP Negeri 106 Jakarta.