Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI PENGARUH HARMONISA TERHADAP MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN SOFTWARE LABVIEW Nurkahfi Irwansyah; Aripin Triyanto; Ariyawan Sunardi
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 3, No 2 (2020): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v3i2.5635

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada motor induksi adalah gangguan yang diakibatkan oleh harmonisa. Harmonisa dapat menyebabkan getaran dan suara pada motor induksi 3 fasa. Jika didiamkan dalam kurun waktu yang lama akan mengurangi usia pakai dari motor induksi tiga fasa. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang  bertujuan untuk mengurangi harmonisa yang terjadi pada motor induksi tiga fasa . Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui nilai harmonisa adalah dengan cara memasang kapasitor yang mempunyai nilai kapasitansi berbeda-beda yaitu 2µf, 4µf, 6µf, 8µf, 10µf dan pemberian variasi beban yang dilakukan dengan memberikan pengereman dengan menggunakan regulator. Tegangan regulator yang digunakan adalah 80V, 140V dan 200V. Hasil pengukuran akan diambil dengan menggunakan modul NI DAQ USB 6009 dan aplikasi LabVIEW. Berdasarkan hasil pengukuran nilai  THD arus dan THD tegangan menggunakan alat ukur NI USB 6009 diketahui bahwa nilai THD arus rata-rata pada motor induksi tiga fasa dengan beban tegangan regulator 80V adalah 0.08%, pada beban tegangan regulator 140V adalah 0.07% dan pada beban tegangan regulator 200V adalah 0.055%. Setelah dipasang kapasitor THD arus nilai THD arus tertinggi terjadi pada pemasangan kapasitor 10µf yaitu 0.24%. Sedangkan nilai THD tegangan rata-rata pada semua beban sebelum dipasang kapasitor adalah 0.027% dan THD tegangan rata-rata ketika dipasang kapasitor adalah 0.025% s/d 0.026%. Hal ini menunjukkan bahwa akibat pemasangan kapasitor nilai THD arus cenderung meningkat danTHD tegangan cenderung menurun.Kata kunci : Harmonik; Motor 3 fasa; NI DAQ USB 6009
ANALISA VARIASI BEBAN DENGAN KECEPATAN TETAP TERHADAP RANCANG BANGUN TRAVELATOR MOTOR DC Aripin Triyanto; Nurkahfi Irwansyah; Ariyawan Sunardi
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 3, No 1 (2020): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v3i1.5634

Abstract

Teknologi saat ini berkembang pesat khususnya dalam bidang kontrol. Banyak sistem kontrol berpindah haluan dari rangkaian kontrol yang dirangkai secara AC ke rangkaian kontrol secara DC. Dalam penelitian ini dirancang dan disimulasikan travelator yang menggunakan sistem penggerak motor DC. Rancang bangun ini menggunakan sistem kontrol arduino dan metode PWM. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan sebuah ide baru yang lebih efisien dibandingkan travelator sistem penggerak motor AC yang sudah banyak dipakai untuk fasilitas umum. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan beban maksimal 3,300 kg dan panjang 20 cm, keadaan forward pada PWM 200 bernilai 40,7 rpm dengan torsi 7,5 sedangkan keadaan reversenya 40,6 rpm dengan torsi 7,52, keadaan forward pada PWM 227 bernilai 51 rpm dengan torsi 6 sedangkan keadaan reversenya 50,6 rpm dengan torsi 6,03, keadaan forward pada PWM 255 bernilai 61,8 rpm dengan torsi 4,94 sedangkan keadaan reversenya 62 rpm dengan torsi 4,92.Kata kunci : Arduino UNO R3; kendali kecepatan; motor DC; PWM
Photocell Sensor Implementation as an Automatic Lighting System for Public Street Lighting Ojak Abdul Rozak; Nurkahfi Irwansyah; Hedy Aditya Baskhara; Heri Kusnadi
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v4i2.116-123

Abstract

Nowadays, the demand for electrical energy has experienced exponential growth due to the need for energy sustainability and economic growth in society. However, this increase of electrical energy consumption leads to the high cost of electricity bills. To address the issue, this PKM (Community Service Program) aimed at reducing electricity costs through the re-structurization of the PJU (Public Street Lighting) systems. The method used in this activity included planning and implementing the installation of PJU lighting and automatic systems involving local youth to provide them with hands-on knowledge and practical experiences in installing automatic systems directly on 11 units of PJU lights utilizing eight (8) photocells as the main components. The result of this community service activity showed the feasibility and effectiveness of the electrical installation and automatic system for PJU lights using 8 pcs of LDR on 11 electric poles along the roads in the area.
PROTOTYPE MESIN PERONTOK PADI DENGAN MOTOR PENGGERAK TENAGA SURYA Irawati Irawati; Edy Sumarno; Nurkahfi Irwansyah
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 3, No 2 (2023): JEIS EDISI JULI 2023
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol3no2.353

Abstract

The technology of rice threshing machines has advanced to replace traditional machines used to thresh rice using raw materials. The design has created a rice threshing machine with the following specifications: a diameter of 0.07 meters, a high cut for threshing rice with a diameter of 20 cm, a questionnaire system, and energy from solar panels with a peak power of about 200 watts and a power rotation of 1 HP with a rotation of about 2000 rpm. given using Planning a machine A functional questionnaire is a tool used to gather data regarding the anticipated functions of a pad thresher machine. It refers to the entire design process of the machine, including technical specifications, components employed, and the machine's operating principle. Questions regarding rotational speed, necessary power, piece size, and other needed machine attributes may be included in this questionnaire. The focus of the basic questionnaire is on the elements or specific parts of the rice making machine. This form may ask about the design, the materials employed, the arrangement of the components, the system drivers, and other technical factors that must be taken into account when developing a machine. designing and creating pad threshing equipment that is practical and meets requirements. The rice threshing machine in this plan will be powered by a 750 watt engine. One 12 volt, 100 Ah battery will power the motor, and during the day, a solar panel with a 200 watt peak power will be used to recharge the battery. Additionally, there is additional charging available through an electrical charger with a 12 volt, 60 amp output. The rice threshing machine will be able to produce roughly 50 kg of ready-to-dried grain for 5 hours each day with this design. The machine will be powered by electricity produced by solar panels and fully charged batteries. The machine can run autonomously and without the need for a power source by making the best use of solar energy and batteries.Teknologi mesin perontok padi sudah mengalami kemajuan untuk menggantikan mesin konvensional sebagai alat merontok padi yang menggunakan bahan baku. Rancang bangun telah mengembangkan mesin perontok padi dengan spesifikasi yang mencakup energi dari solar panel dengan daya puncak sekitar 200 watt dan putaran daya 1 HP dengan putaran sekitar  2000 rpm, diameter 0,07 meter, potongan tinggi untuk merontokan padi dengan diameter 20 cm, sistem kuesioner diberikan menggunakan Mesin perencanaan merujuk pada proses merancang mesin secara keseluruhan, termasuk spesifikasi teknis, komponen yang digunakan, dan prinsip kerja mesin tersebut, Kuesioner fungsional adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang fungsi-fungsi yang diharapkan dari mesin perontok padi. Kuesioner ini dapat mencakup pertanyaan mengenai kecepatan putaran, daya yang dibutuhkan, ukuran potongan, dan fitur-fitur lain yang diinginkan dari mesin, Kuesioner elementer berfokus pada elemen-elemen atau komponen-komponen individual yang terkait dengan mesin perontok padi. Kuesioner ini dapat mencakup pertanyaan mengenai desain, bahan yang digunakan, tata letak komponen, sistem penggerak, dan aspek teknis lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan mesin, Dengan menggunakan mesin perencanaan, kuesioner fungsional, dan kuesioner elementer, tim pengembang dapat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk merancang dan mengembangkan mesin perontok pad yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan tersebut, motor penggerak dengan daya 750 watt akan digunakan untuk mesin perontok padi. Motor ini akan didukung oleh satu baterai 12 volt 100 Ah yang akan diisi dayanya oleh panel surya dengan daya puncak 200 watt pada siang hari. Selain itu, terdapat pengisian daya tambahan melalui charger listrik dengan output 12 volt 60 Ampere. Dengan konfigurasi ini, mesin perontok padi akan dapat menghasilkan gabah siap dikeringkan seberat kurang lebih 50 kg selama periode 5 jam pada siang hari. Sumber daya untuk mesin tersebut akan berasal dari energi yang dihasilkan oleh panel surya dan baterai yang terisi. Dengan mengoptimalkan penggunaan energi surya dan baterai, mesin dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada sumber daya listrik eksternal.
INSTALASI DAN PELATIHAN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN OBAT HERBAL OTOMATIS DI KELURAHAN LENGKONG GUDANG TIMUR Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Woro Agus Nurtiyanto
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.1033

Abstract

This Community Service (PKM) activity from Pamulang University focused on installing and training an automatic watering system for a family medicinal plant garden in Lengkong Gudang Timur Village. The herbal garden has strategic potential as a source of traditional medicinal ingredients for residents. However, its management is often hampered by inconsistent watering due to limited time, energy, and weather variability. To address this issue, the team designed an affordable, easy-to-maintain solution by integrating a timer relay set to operate on a specific schedule, allowing the flow and frequency of watering to be controlled consistently without relying on watering staff. The implementation method included: (1) design and installation of the device, (2) community training on operation, routine maintenance, and simple troubleshooting, and (3) field evaluation of the system’s performance under real-world operational conditions. The evaluation results showed that the system maintained soil moisture within the recommended range for medicinal plant growth, promoted better vegetative growth, and reduced water consumption by approximately 25% compared to manual methods, without any indication of water stress in the plants. The observed non-technical impact was the community’s ability to adjust the watering schedule according to the season and the specific needs of the plants. Overall, the implementation of this system not only improves the maintenance efficiency and sustainability of herbal gardens but also has the potential to be replicated in yards, farmer groups, and other communal facilities with minimal adjustments. Strengthening the program through regular mentoring and the integration of automatic soil moisture or rainfall sensors is expected to optimise water use further and support the well-being of the community in Lengkong Gudang Timur through more modern, resource-efficient, and sustainable agricultural practices.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang ini berfokus pada pemasangan dan pelatihan sistem penyiraman otomatis untuk taman tanaman obat keluarga di Kelurahan Lengkong Gudang Timur. Taman herbal tersebut memiliki potensi strategis sebagai sumber bahan obat tradisional bagi warga sekitar, namun pengelolaannya kerap terkendala tidak konsistennya penyiraman akibat keterbatasan waktu, tenaga, dan variabilitas cuaca. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim merancang solusi berbiaya terjangkau dan mudah dirawat dengan mengintegrasikan relay timer yang diatur beroperasi pada jadwal tertentu sehingga debit dan frekuensi penyiraman dapat dikendalikan secara konsisten tanpa ketergantungan pada petugas penyiraman. Metode pelaksanaan mencakup: (1) perancangan dan instalasi perangkat, (2) pelatihan masyarakat mengenai pengoperasian, perawatan rutin, serta penelusuran gangguan sederhana, dan (3) evaluasi lapangan terhadap kinerja sistem pada kondisi operasional nyata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan kelembapan tanah dalam rentang yang dianjurkan untuk pertumbuhan tanaman obat, mendorong pertumbuhan vegetatif lebih baik, serta menurunkan konsumsi air hingga sekitar 25% dibanding metode manual, tanpa indikasi stres air pada tanaman. Dampak nonteknis yang teramati adalah kemampuan masyarakat menyesuaikan jadwal penyiraman sesuai musim dan kebutuhan spesifik tanaman. Secara keseluruhan, penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan keberlanjutan taman herbal, tetapi juga berpotensi direplikasi pada lahan pekarangan, kelompok tani, maupun fasilitas komunal lain dengan penyesuaian minimal. Penguatan program melalui pendampingan berkala dan peluang integrasi sensor kelembapan tanah atau hujan otomatis diharapkan semakin mengoptimalkan penggunaan air serta menunjang kesejahteraan masyarakat di Lengkong Gudang Timur melalui praktik pertanian yang lebih modern, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI SARANA IBADAH DI SURAU BABUL KHOIR MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PENGERAS SUARA Woro Agus Nurtiyanto; Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Agung Tridianto; Agus Darmawan Sidiq; Dwi Nurvidi Prilia; Jenal Aripin; Muhammad Miftahussalam
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1293

Abstract

The Babul Khoir mosque in Depok, West Java, is a community worship facility that plays a vital role in supporting daily prayers, religious lectures, Quranic learning activities, and the delivery of announcements to residents. Prior to this community service program, the existing loudspeaker system was not functioning optimally. Some audio devices had been in use for a considerable period; the cabling was still poorly organized, and the sound produced by the speakers was not evenly distributed throughout the area. As a result, the call to prayer, religious lectures, and other information could not always be heard clearly by the congregation and the surrounding community. This community service activity was designed to improve the quality of the worship facility by optimizing the loudspeaker system and enhancing the mosque administrators' ability to operate, maintain, and monitor the equipment independently. The implementation method included needs analysis, field observation, technical planning, selection and procurement of supporting equipment, installation of amplifiers, speakers, wireless microphones, cable routing, sound level testing, user training, and handover of the completed system. The activity was carried out using a participatory and collaborative approach involving lecturers, students, the mosque administrators, and the local community. The results of the activity showed that the loudspeaker system was successfully updated, tidied up, and adapted to the needs of routine worship activities. Sound level measurements at several observation points showed improved sound clarity and more even sound distribution, particularly within the prayer hall and the front area of the prayer room. In addition to technical improvements, the training activities also helped administrators understand basic operating procedures, safe use, and routine maintenance practices. This program contributed to improving the comfort and effectiveness of worship activities. It can serve as a practical reference for similar improvements to prayer facilities in prayer rooms or other small mosques with limited resources and simple technical needs.Surau Babul Khoir yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, merupakan fasilitas ibadah masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan salat harian, ceramah keagamaan, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, serta penyampaian pengumuman kepada warga sekitar. Sebelum program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, sistem pengeras suara yang digunakan belum berfungsi secara optimal. Beberapa perangkat audio telah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, penataan kabel masih kurang rapi, dan suara yang dihasilkan oleh speaker belum tersebar secara merata ke seluruh area. Akibatnya, azan, ceramah, maupun informasi lainnya tidak selalu dapat terdengar dengan jelas oleh jamaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana ibadah melalui optimalisasi sistem pengeras suara, sekaligus meningkatkan kemampuan pengurus surau dalam mengoperasikan, merawat, dan memantau perangkat secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, observasi lapangan, perencanaan teknis, pemilihan dan pengadaan perangkat pendukung, pemasangan amplifier, speaker, mikrofon nirkabel, perapian jalur kabel, pengujian tingkat suara, pelatihan pengguna, serta serah terima sistem yang telah selesai dipasang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, pengurus surau, serta masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pengeras suara berhasil diperbarui, dirapikan, dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan ibadah rutin. Pengukuran tingkat suara pada beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan kejernihan suara dan distribusi suara yang lebih merata, khususnya di dalam ruang ibadah dan area depan surau. Selain peningkatan teknis, kegiatan pelatihan juga membantu pengurus memahami prosedur dasar pengoperasian, penggunaan yang aman, serta praktik perawatan rutin. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan dan efektivitas kegiatan ibadah, serta dapat menjadi rujukan praktis bagi kegiatan perbaikan fasilitas ibadah serupa di surau atau masjid kecil lainnya dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan teknis sederhana
SISTEM MONITORING ENERGI LISTRIK LAMPU PENERANGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Woro Agus Nurtiyanto; Irfan Syarifudin; Mahfud Putra Aditya; Arif Rahmadi; Muchamad Adrian Faturrahman; Mardiansyah Mardiansyah
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1284

Abstract

The public square in the Pengasinan neighborhood of Rawalumbu, Bekasi, is used by residents for sports activities, community meetings, religious activities, and various events, especially in the afternoon and evening. However, the lighting system is still manually operated and lacks real-time monitoring of electricity consumption, which can lead to energy waste and delays in detecting disturbances. This community service activity aims to implement an Internet of Things (IoT)-based electricity monitoring system for lighting and increase public understanding of efficient electricity use. The activity methods include site observation, system design, device assembly, installation, testing, outreach, and handover to the field manager. The system uses an ESP32 microcontroller, a ZMPT101B voltage sensor, an ACS712 current sensor, an LCD module, and an outdoor panel to measure voltage, current, power, and electrical energy. The results of the activity showed that the monitoring device and lighting were successfully installed at two points, namely the light point and the control panel. The system can display electricity parameters in real time, helping managers monitor electricity usage more practically. The outreach also increased managers' and residents' understanding of energy monitoring, installation safety, and routine maintenance. This system supports more efficient, transparent, and data-based management of public facilities.Lapangan umum di lingkungan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi, digunakan warga untuk kegiatan olahraga, pertemuan masyarakat, kegiatan keagamaan, dan berbagai acara terutama pada sore hingga malam hari. Namun, sistem penerangan masih dioperasikan secara manual dan belum memiliki pemantauan konsumsi energi listrik secara real time, sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan energi dan keterlambatan deteksi gangguan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem monitoring energi listrik lampu penerangan berbasis Internet of Things (IoT) serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi listrik yang efisien. Metode kegiatan meliputi observasi lokasi, perancangan sistem, perakitan perangkat, pemasangan instalasi, pengujian, sosialisasi, dan serah terima kepada pengelola lapangan. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor tegangan ZMPT101B, sensor arus ACS712, modul LCD, dan panel luar ruang untuk membaca tegangan, arus, daya, serta energi listrik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perangkat monitoring dan lampu penerangan berhasil dipasang pada dua titik, yaitu titik lampu dan panel kontrol. Sistem dapat menampilkan parameter listrik secara real time sehingga membantu pengelola memantau penggunaan listrik secara lebih praktis. Sosialisasi yang dilakukan juga meningkatkan pemahaman pengelola dan warga terkait monitoring energi, keselamatan instalasi, serta perawatan rutin. Sistem ini mendukung pengelolaan fasilitas publik yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data
PEMBINAAN UNTUK MEMAHAMI RISIKO BAHAYA LISTRIK DAN LANGKAH PENCEGAHAN DI SMP NEGERI 2 TAJUR HALANG Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Anas Hari Pramudya; Alfin Rizal Saputra; Fadhal Ahmad; Farros Ibnu Azam; Ro'uf Cahyadi
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.786

Abstract

The Community Service Program, implemented at SMPN 2 Tajur Halang, aims to increase public awareness and understanding of Occupational Safety and Health (K3) to prevent electrical hazards. This initiative aims to create a safer environment by applying K3 principles in accordance with established standards. This program includes a series of educational and training activities that focus on identifying potential electrical hazards, implementing safe work procedures, using personal protective equipment (PPE), and effectively handling emergencies in the event of an electrical accident. By increasing awareness and knowledge of electrical risks, both individuals and organizations can take proactive steps to protect themselves and others. Continuous education and consistent implementation of safety practices significantly contribute to minimizing electrical incidents and building a strong safety culture in the community.Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMPN 2 Tajur Halang, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam upaya pencegahan bahaya listrik. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman melalui penerapan prinsip-prinsip K3 yang sesuai dengan standar. Program ini mencakup serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada identifikasi potensi bahaya listrik, penerapan prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penanganan darurat secara efektif apabila terjadi kecelakaan listrik. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang risiko kelistrikan, baik individu maupun organisasi dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain. Edukasi berkelanjutan dan penerapan praktik keselamatan secara konsisten sangat berkontribusi dalam meminimalkan kejadian yang berkaitan dengan listrik serta membangun budaya keselamatan yang kuat di lingkungan masyarakat.