Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERANCANGAN PARKIR PINTAR BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE SMS GATEWAY Sumarkantini Sumarkantini; Lili Solihin; Woro Agus Nurtiyanto
JURNAL SAINTIKA UNPAM Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Matematika FMIPA Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.565 KB) | DOI: 10.32493/jsmu.v2i2.3319

Abstract

Parkir pintar bertingkat bermetode sms gateway merupakan sistem yang dirancang agar mempermudah dan mempercepat para pengendara untuk memparkirkan kendaraannya di area parkir, tanpa mencari lahan parkir yang tersedia, karena sistem ini sudah dilengkapi dengan program yang mendukung untuk mencari, menempatkan atau mengambil kendaraan dari atau ke tempat lahan parkir yang tersedia secara otomatis untuk disimpan atau diambil. Sistem ini bekerja melalui komunikasi SMS antara Handphone atau Smartphone dengan mikrokontroler Arduino menggunakan modul GSM SIM800L yang berfungsi sebagai menerima SMS dari pengguna parkir. Tujuan dari penelitian ini adalah merancangan dan membangunan miniatur parkir pintar bertingkat berbasis SMS gateway melalui beberapa tahap yaitu : Identifikasi kebutuhan, Analisis kebutuhan, Perancangan perangkat keras, Perancangan perangkat lunak, Pengujian dan Pengoperasian alat. Pada perancangan perangkat keras terdiri dari rancangan elektronika dan rancangan mekanik. Sedangkan perancangan perangkat lunak terdiri dari rancangan pemrograman mikrokontroler Arduino Due dan interface HMI. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa sistem parkir pintar bertingkat membutuhkan waktu yang berbeda-beda, dimana waktu rata-rata selama 38,57 detik untuk proses penyimpanan kendaraan (akses masuk) dan 38,83 detik untuk proses pengambilan kendaraan (akses keluar). Sedangkan untuk respon SMS membutuhkan waktu rata-rata selama 3,35 detik untuk di dalam ruangan dan 3,20 detik untuk diluar ruangan.
Analisa Kompor Biomasa Sebagai Pembangkit Listrik Dengan Model 3 Thermoelektrik Woro Agus Nurtiyanto; Perani Rosyani; Ariyawan Sunardi; Fatakhu naim; Aripin Triyanto
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 1 No 02 (2022): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the alternative energy sources with great opportunities to develop its utilization in Indonesia is biomass energy. Biomass energy can be obtained from nature, Indonesia has abundant sources of biomass so that the potential can be used as a very large energy source. Writing this caria aims to describe the use of biomass materials so that they can be useful for the community which is produced for power generation from biomass stoves by utilizing the heat generated. It conducts research using the library method, selecting reference books according to the title, as well as design methods (design procedures) and testing methods (tool testing). From the results of these studies, the results obtained were using 3 different electric thermoelectric modules produced. From the experiments that have been carried out, we can conclude that by using 3 types of thermoelectric the largest time voltage generated from these experiments ranges from 1.5 minutes to 3.5 minutes at a temperature of 970C using a thermoelectric type 27145 and using a heatsink 10, namely the voltage generated by the produce 2 volts in 3 minutes to 3.5 minutes. By generating electricity generated during cooking by utilizing heat that is delivered to the thermoelectric.
Efisiensi Daya dan Konsumsi Energi Listrik pada Penerangan Jalan Tol Pondok Aren Didit Maulana; Ojak Abdul Rozak; Woro Agus Nurtiyanto; Toto Raharjo
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n3.2522

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perhitungan konsumsi energi listrik untuk lampu PJU jenis SON-T dan jenis LED (Light Emiting Diode), Berapa daya yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis lampu tersebut dan berapa nilai rupiah yang didapat dari peralihan jenis lampu PJU dari yang sebelumnya menggunakan lampu jenis SON-T beralih menggunakan lampu Jenis LED. Penelitian ini dilakukan di jalan tol ruas Pondok aren – Serpong dengan menggunakan metode menghitung jumlah lampu LED yang terpasang saat ini kemudian dibandingkan dengan daya kWh terpasang, Sehingga bisa diketahui berapa penurunan daya yang bisa dilakukan untuk kebutuhan lampu PJU jenis LED di ruas tol tersebut sehingga bisa menambah nilai efisiensi dari sisi pemasangan daya kWh. Hasil yang didapat penurunan daya pada kWh Row 40 1 dapat diturunkan dari 33,000 VA menjadi 23,000 VA, Untuk area Row 40 2 diturunkan dari 16,500 VA menjadi 10,600 VA, Untuk Row 30 bisa diturunkan dari 23,000 VA menjadi 16,500 VA, Untuk kWh Median 1 dan Median 2 dapat diturunkan masing-masing dari 41,500 VA menjadi 23,000 VA dan kWh Pondok aren dari 33,000 VA menjadi 6,600 VA. Dari segi biaya lampu LED dapat meningkatkan efisiensi biaya sebesar 61.66%, 62.05%, 14.14%, 29.7%, 53.77%,dan 55.23% untuk masing-masing area.
Optimalisasi Efisiensi Energi Melalui Perapihan, Gambar Dan Perbaikan Instalasi Listrik Di Ruang Kelas Lantai 1 Sunardi; Woro Agus Nurtiyanto; Rifa`i Harahap
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Industry 4.0 which is currently developing, it is very easy for us to create concept designs through calculations using software and also simulations using application software for computer programs, and we as Electrical Engineering Students at Pamulang University want to implement the Tri Dharma of Higher Education, one of which is carrying out community service by theme: "Optimizing energy efficiency through tidying, drawing and repairing electrical installations in classrooms on the 1st floor of the Markaz Hadits Legok Islamic Boarding School." Which requires a comprehensive approach. This process involves precise electrical design drawings, accurate electrical power calculations, as well as providing knowledge on how consultants work to design and calculate electricity by applying electrical formulas obtained during lectures and also providing knowledge on how skilled electrical contractors work appropriately. with knowledge and application of electrical installation standards. Work safety is a crucial aspect in carrying out these repairs, with calculations, simulations and compliance with relevant electrical installation standards. These steps aim to achieve an optimal electrical system, focusing on energy efficiency and comfort in the learning environment of the Markaz Hadits Legok Islamic Boarding School.
Pelatihan Dan Perwantan AC Di Pesantren Tahfidz Markaz Hadits Bilal Bin Rabah Sunardi; Woro Agus Nurtiyanto; Angga Septian MN; Rijal Aditya R; Andriyansah; Aditya Alkahfi; Rizal Ardiansyah; Imam Assidiq
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Today's Air Conditioner (AC) cooling systems are included in the basic needs category, especially for tropical climate areas such as Jakarta and its surroundings and many other areas in Indonesia. The use of air conditioning provides many benefits for human life, namely providing comfort during work or study activities and resting, thereby increasing productivity and maintaining the health of the human body, especially for students and educators at the Tahfidz Markaz Hadits Bilal Bin Rabah Islamic Boarding School. One type of AC cooler that is often used by people is the split wall (non-inverter) AC type because it has several advantages, including cheaper prices and fairly easy installation. Like most other electronic products, ACs must also undergo regular maintenance, according to product guidelines and usage time, so that the AC can work optimally without problems and extend the lifespan of the AC. To carry out maintenance independently and equip the students with knowledge and expertise, Pamulang University lecturers and students in the electrical engineering study program carry out one of the tri dharmas of higher education, namely community service with the title "AC Training and Maintenance at the Tahfidz Markaz Hadits Bilal Bin Rabah Islamic Boarding School."
INSTALASI DAN PELATIHAN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN OBAT HERBAL OTOMATIS DI KELURAHAN LENGKONG GUDANG TIMUR Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Woro Agus Nurtiyanto
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.1033

Abstract

This Community Service (PKM) activity from Pamulang University focused on installing and training an automatic watering system for a family medicinal plant garden in Lengkong Gudang Timur Village. The herbal garden has strategic potential as a source of traditional medicinal ingredients for residents. However, its management is often hampered by inconsistent watering due to limited time, energy, and weather variability. To address this issue, the team designed an affordable, easy-to-maintain solution by integrating a timer relay set to operate on a specific schedule, allowing the flow and frequency of watering to be controlled consistently without relying on watering staff. The implementation method included: (1) design and installation of the device, (2) community training on operation, routine maintenance, and simple troubleshooting, and (3) field evaluation of the system’s performance under real-world operational conditions. The evaluation results showed that the system maintained soil moisture within the recommended range for medicinal plant growth, promoted better vegetative growth, and reduced water consumption by approximately 25% compared to manual methods, without any indication of water stress in the plants. The observed non-technical impact was the community’s ability to adjust the watering schedule according to the season and the specific needs of the plants. Overall, the implementation of this system not only improves the maintenance efficiency and sustainability of herbal gardens but also has the potential to be replicated in yards, farmer groups, and other communal facilities with minimal adjustments. Strengthening the program through regular mentoring and the integration of automatic soil moisture or rainfall sensors is expected to optimise water use further and support the well-being of the community in Lengkong Gudang Timur through more modern, resource-efficient, and sustainable agricultural practices.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang ini berfokus pada pemasangan dan pelatihan sistem penyiraman otomatis untuk taman tanaman obat keluarga di Kelurahan Lengkong Gudang Timur. Taman herbal tersebut memiliki potensi strategis sebagai sumber bahan obat tradisional bagi warga sekitar, namun pengelolaannya kerap terkendala tidak konsistennya penyiraman akibat keterbatasan waktu, tenaga, dan variabilitas cuaca. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim merancang solusi berbiaya terjangkau dan mudah dirawat dengan mengintegrasikan relay timer yang diatur beroperasi pada jadwal tertentu sehingga debit dan frekuensi penyiraman dapat dikendalikan secara konsisten tanpa ketergantungan pada petugas penyiraman. Metode pelaksanaan mencakup: (1) perancangan dan instalasi perangkat, (2) pelatihan masyarakat mengenai pengoperasian, perawatan rutin, serta penelusuran gangguan sederhana, dan (3) evaluasi lapangan terhadap kinerja sistem pada kondisi operasional nyata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan kelembapan tanah dalam rentang yang dianjurkan untuk pertumbuhan tanaman obat, mendorong pertumbuhan vegetatif lebih baik, serta menurunkan konsumsi air hingga sekitar 25% dibanding metode manual, tanpa indikasi stres air pada tanaman. Dampak nonteknis yang teramati adalah kemampuan masyarakat menyesuaikan jadwal penyiraman sesuai musim dan kebutuhan spesifik tanaman. Secara keseluruhan, penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan keberlanjutan taman herbal, tetapi juga berpotensi direplikasi pada lahan pekarangan, kelompok tani, maupun fasilitas komunal lain dengan penyesuaian minimal. Penguatan program melalui pendampingan berkala dan peluang integrasi sensor kelembapan tanah atau hujan otomatis diharapkan semakin mengoptimalkan penggunaan air serta menunjang kesejahteraan masyarakat di Lengkong Gudang Timur melalui praktik pertanian yang lebih modern, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI SARANA IBADAH DI SURAU BABUL KHOIR MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PENGERAS SUARA Woro Agus Nurtiyanto; Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Agung Tridianto; Agus Darmawan Sidiq; Dwi Nurvidi Prilia; Jenal Aripin; Muhammad Miftahussalam
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1293

Abstract

The Babul Khoir mosque in Depok, West Java, is a community worship facility that plays a vital role in supporting daily prayers, religious lectures, Quranic learning activities, and the delivery of announcements to residents. Prior to this community service program, the existing loudspeaker system was not functioning optimally. Some audio devices had been in use for a considerable period; the cabling was still poorly organized, and the sound produced by the speakers was not evenly distributed throughout the area. As a result, the call to prayer, religious lectures, and other information could not always be heard clearly by the congregation and the surrounding community. This community service activity was designed to improve the quality of the worship facility by optimizing the loudspeaker system and enhancing the mosque administrators' ability to operate, maintain, and monitor the equipment independently. The implementation method included needs analysis, field observation, technical planning, selection and procurement of supporting equipment, installation of amplifiers, speakers, wireless microphones, cable routing, sound level testing, user training, and handover of the completed system. The activity was carried out using a participatory and collaborative approach involving lecturers, students, the mosque administrators, and the local community. The results of the activity showed that the loudspeaker system was successfully updated, tidied up, and adapted to the needs of routine worship activities. Sound level measurements at several observation points showed improved sound clarity and more even sound distribution, particularly within the prayer hall and the front area of the prayer room. In addition to technical improvements, the training activities also helped administrators understand basic operating procedures, safe use, and routine maintenance practices. This program contributed to improving the comfort and effectiveness of worship activities. It can serve as a practical reference for similar improvements to prayer facilities in prayer rooms or other small mosques with limited resources and simple technical needs.Surau Babul Khoir yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, merupakan fasilitas ibadah masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan salat harian, ceramah keagamaan, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, serta penyampaian pengumuman kepada warga sekitar. Sebelum program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, sistem pengeras suara yang digunakan belum berfungsi secara optimal. Beberapa perangkat audio telah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, penataan kabel masih kurang rapi, dan suara yang dihasilkan oleh speaker belum tersebar secara merata ke seluruh area. Akibatnya, azan, ceramah, maupun informasi lainnya tidak selalu dapat terdengar dengan jelas oleh jamaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana ibadah melalui optimalisasi sistem pengeras suara, sekaligus meningkatkan kemampuan pengurus surau dalam mengoperasikan, merawat, dan memantau perangkat secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, observasi lapangan, perencanaan teknis, pemilihan dan pengadaan perangkat pendukung, pemasangan amplifier, speaker, mikrofon nirkabel, perapian jalur kabel, pengujian tingkat suara, pelatihan pengguna, serta serah terima sistem yang telah selesai dipasang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, pengurus surau, serta masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pengeras suara berhasil diperbarui, dirapikan, dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan ibadah rutin. Pengukuran tingkat suara pada beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan kejernihan suara dan distribusi suara yang lebih merata, khususnya di dalam ruang ibadah dan area depan surau. Selain peningkatan teknis, kegiatan pelatihan juga membantu pengurus memahami prosedur dasar pengoperasian, penggunaan yang aman, serta praktik perawatan rutin. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan dan efektivitas kegiatan ibadah, serta dapat menjadi rujukan praktis bagi kegiatan perbaikan fasilitas ibadah serupa di surau atau masjid kecil lainnya dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan teknis sederhana
SISTEM MONITORING ENERGI LISTRIK LAMPU PENERANGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Woro Agus Nurtiyanto; Irfan Syarifudin; Mahfud Putra Aditya; Arif Rahmadi; Muchamad Adrian Faturrahman; Mardiansyah Mardiansyah
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1284

Abstract

The public square in the Pengasinan neighborhood of Rawalumbu, Bekasi, is used by residents for sports activities, community meetings, religious activities, and various events, especially in the afternoon and evening. However, the lighting system is still manually operated and lacks real-time monitoring of electricity consumption, which can lead to energy waste and delays in detecting disturbances. This community service activity aims to implement an Internet of Things (IoT)-based electricity monitoring system for lighting and increase public understanding of efficient electricity use. The activity methods include site observation, system design, device assembly, installation, testing, outreach, and handover to the field manager. The system uses an ESP32 microcontroller, a ZMPT101B voltage sensor, an ACS712 current sensor, an LCD module, and an outdoor panel to measure voltage, current, power, and electrical energy. The results of the activity showed that the monitoring device and lighting were successfully installed at two points, namely the light point and the control panel. The system can display electricity parameters in real time, helping managers monitor electricity usage more practically. The outreach also increased managers' and residents' understanding of energy monitoring, installation safety, and routine maintenance. This system supports more efficient, transparent, and data-based management of public facilities.Lapangan umum di lingkungan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi, digunakan warga untuk kegiatan olahraga, pertemuan masyarakat, kegiatan keagamaan, dan berbagai acara terutama pada sore hingga malam hari. Namun, sistem penerangan masih dioperasikan secara manual dan belum memiliki pemantauan konsumsi energi listrik secara real time, sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan energi dan keterlambatan deteksi gangguan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem monitoring energi listrik lampu penerangan berbasis Internet of Things (IoT) serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi listrik yang efisien. Metode kegiatan meliputi observasi lokasi, perancangan sistem, perakitan perangkat, pemasangan instalasi, pengujian, sosialisasi, dan serah terima kepada pengelola lapangan. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor tegangan ZMPT101B, sensor arus ACS712, modul LCD, dan panel luar ruang untuk membaca tegangan, arus, daya, serta energi listrik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perangkat monitoring dan lampu penerangan berhasil dipasang pada dua titik, yaitu titik lampu dan panel kontrol. Sistem dapat menampilkan parameter listrik secara real time sehingga membantu pengelola memantau penggunaan listrik secara lebih praktis. Sosialisasi yang dilakukan juga meningkatkan pemahaman pengelola dan warga terkait monitoring energi, keselamatan instalasi, serta perawatan rutin. Sistem ini mendukung pengelolaan fasilitas publik yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data
PERANCANGAN INSTALASI KELISTRIKAN UNTUK MENGHINDARI BAHAYA LISTRIK DAN SESUAI KETENTUAN STANDARISASI DI SMP NEGERI 1 TAJUR HALANG Woro Agus Nurtiyanto; Aripin Triyanto; Abib Dzaki Mu`Afa Jasir; Danur Kusuma Palawa; Luthfi Rangga Putra Karyanto; Muhammad Fikri Insani; Zidane Taqi Athilla
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.794

Abstract

This activity aims to provide education related to the design and installation of electrical systems that not only prioritize safety aspects but also refer to applicable safety standards, such as the General Requirements for Electrical Installations (PUIL) 2011 and the Indonesian National Standard (SNI). The primary emphasis is placed on the importance of designing electrical systems that comply with technical standards to minimize the risk of electrical hazards. The evaluation of the implementation refers to the analysis of power requirements and technical regulations to ensure that the design meets standards, thereby improving user safety and ensuring long-term system reliability. Compliance with established safety procedures is a preventive measure against potential electrical system failures that are generally caused by design errors, use of inappropriate materials, or inadequate implementation of safety principles.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait perancangan dan pemasangan sistem kelistrikan yang tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga mengacu pada standar keselamatan yang berlaku, seperti Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penekanan utama diberikan pada pentingnya merancang sistem kelistrikan yang sesuai dengan standar teknis guna meminimalkan risiko bahaya listrik. Evaluasi pelaksanaan mengacu pada analisis kebutuhan daya dan regulasi teknis, dengan harapan bahwa penerapan desain yang sesuai standar akan meningkatkan keselamatan pengguna serta menjamin keandalan sistem dalam jangka panjang. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan menjadi langkah preventif terhadap potensi kegagalan sistem listrik yang umumnya disebabkan oleh kesalahan desain, penggunaan material yang tidak sesuai, maupun penerapan prinsip keselamatan yang tidak memadai.