Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Accelerometer dan Strain Gauge Sebagai Sensor Untuk Mendeteksi Kerusakan Pahat Potong Nanda Aulia; Muhammad Rizal; Amir Zaki Mubarak
Jurnal Teknik Mesin Unsyiah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jtm.v7i1.14908

Abstract

The damage of cutting effect the product a lot, thus reducing the quality and dimensional change of the product. This research aims to monitor damage of cutting tool throught the accelerometer and strain gauge sensors on the process of turning Rod hydraulic cylinder SAE 1045 using cutting carbide coated. The machining process is carried out by the variation of cutting parameters, depth of cut 0,5 and 1,0, feed rate o,5 and 0,7 mm/min, and constant cutting speed of 1300 rpm. This experiment is conducted on three cutting tool condition they are new, medium wearing (0,15 mm) and critical wearing (0,3 mm). The censors used are accelerometer and strain gauge which are placed in the holder. The result show that kurtosis, RMS and standard deviation parameters are influenced by the tooling condition. Have the relation toward the wearing change of tooling, this case is showed by the existence of progress from the new, medium and critical tooling test. As for amplitude strain gauge signal also showed a significant change when there is damage to the wearing tools. This showed that the bigger wearing happening the higher signal out going.
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kunjungan Wisata Silangit KOI di Mandailing Natal dan Upaya Pemulihan Minat Masyarakat Gabriel Sinaga; Raditya Balqis; Nanda Aulia; Della Betsya; Putri Damayanti; Fitriani Lubis
JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen Vol 3 No 2 (2023): JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menawarkan berbagai destinasi wisata yang menakjubkan dengan kekayaan alam dan budayanya yang luar biasa. Salah satu destinasi adalah "Silangit Koi Hutasiantar" di Kota Siantar, Sumatera Utara. Destinasi wisata ini banyak memperkenalkan pengunjung tentang lokal tersebut . Namun pada saat pandemi menyebabkan penurunan minat pengunjung dalam skala yang signifikan dan beberapa keluhan pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Metode analisis deskriptif adalah teknik statistik yang digunakan untuk menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa membuat kesimpulan umum atau generalisasi. Dengan melibatkan 1 responden, penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengaruh pandemi terhadap minat dan persepsi pengunjung terhadap Silangit Koi Hutasiantar.
Pengembangan Keterampilan Melalui Bimbingan Kerja pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika IIB Purwokerto Asda Octues; Nanda Aulia; Rafif Yumna Zaif; Yosi Hidayatul Fadillah; Kholil Lur Rochman
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 3 (2025): Juli: Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v6i3.2285

Abstract

The high number of inmates in narcotics cases in Indonesia demands comprehensive coaching to support social reintegration. This study aims to describe the implementation of the job guidance program at the Class IIB Narcotics Prison in Purwokerto and its impact on the skill development of the inmates. Using an observational descriptive method, data was obtained through field observation, in-depth interviews, and literature studies for ± 40 days. The results of the study show that job guidance activities such as catfish cultivation, handicrafts, agriculture, ecoprint, and gastronomy make a significant contribution to improving practical skills, confidence, and work readiness of the inmates. These programs not only equip the inmates with technical skills, but also foster an entrepreneurial spirit and minimize the risk of recidivism. With a structured training approach, job guidance activities at the Class IIB Narcotics Prison in Purwokerto have proven to be an effective strategy in the process of rehabilitation and empowerment of inmates.
KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMPE BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DARI BERBAGAI KONSENTRASI RAGI DAN LAMA FERMENTASI Nanda Aulia; Syahraeni Kadir; Amalia Novianty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yh2ec055

Abstract

Tempe merupakan makanan yang kaya akan nilai gizi, terutama protein. Tempe terbuat dari bahan dasar kacang kedelai yang difermentasikan dengan beberapa jenis kapang Rhizopus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ragi dan lama fermentasi biji nangka yang tepat berdasarkan sifat kimia dan sensoris tempe biji nangka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk analisis kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis pada pengujian organoleptik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan eksperimen dan studi pustaka yaitu dengan memberikan perlakuan terhadap sampel yang diteliti. Penelitian yang dilakukan menggunakan variabel lama fermentasi 36 jam dan 48 jam, dengan kadar ragi tempe 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 percobaan. Untuk mengetahui kandungan gizi dan kimia pada tempe biji nangka dilakukan analisis produk meliputi analisis kadar air, analisis kadar serat, dan analisis kadar protein, analisis antioksidan, dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan). Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis secara statistika dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika diperlukan berpengaruh nyata dan sangat nyata maka akan di uji lanjut dengan menggunakan beda nyata jujur (BNJ), pada taraf 5% jika berpengaruh nyata dan 1% jika berpengaruh sangat nyata. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu kualitas kimia dan organoleptik tempe biji nangka terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi ragi 1,5% dan lama fermentasi 36 jam karena nilai kadar air dalam batas optimal, nilai serat yang cukup tinggi, nilai protein yang cukup baik, dan nilai organoleptik tertinggi dengan skor organoleptik warna 5,60 (suka), tekstur 5,15 (agak suka), aroma 4,85 (agak suka), rasa 4,20 (netral), dan secara keseluruhan 4,90 (agak suka).