Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science

Penerapan Konsep Lean Manufacturing untuk Mereduksi Waste pada Proses Produksi Simbal Drum Fikri Ramadhan; Endang Prasetyaningsih; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.42 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1716

Abstract

Abstract. CV Nebulae Cymbals is a company that produces drum cymbals. In the production process, several problems are included in the waste. To achieve good productivity, efforts are needed to reduce waste. In this study, the method used is Lean Manufacturing and several tools is used, including Value Stream Mapping to map the flow of the production process and Process Activity Mapping (PAM) to describe the activities that occur. In identifying waste, the method used is the Waste Assessment Model (WAM). The identified waste is then grouped according to the seven waste categories. The final result of the WAM method produces a ranking of each waste. Based on the waste ranks, then the waste with the 3 highest ranks was chosen, namely the waste in the Motion category with a percentage of 20.20%, the Waiting category waste with a percentage of 17.18%, and waste in the Transportation category with a percentage of 16.46%. Analysis of the root causes of waste is carried out using the Ishikawa diagram based on the 3 highest wastes. Then arrange improvement proposals using 5W+1H. The proposed improvements include arranging goods, rescheduling production, providing and updating facilities, improving layouts, and making Standard Operating Procedures (SOP). After being given recommendations for improvement, it can be described as a Future State Value Stream Mapping which contains an estimate of increasing the Process Cycle Efficiency (PCE) value from 54% to 77% in the hope of increasing company productivity. Abstrak. CV Nebulae Cymbals merupakan perusahaan yang memproduksi simbal drum. Dalam proses produksinya, terdapat beberapa permasalahan yang termasuk ke dalam waste atau pemborosan. Demi tercapainya produktivitas yang baik, diperlukan adanya upaya untuk mereduksi waste. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Lean Manufactuing, dan berbagai tools yang digunakan, antara lain Value Stream Mapping, yang dapat memetakan alur proses produksi dan Process Activity Mapping (PAM) untuk menjabarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi. Dalam mengidentifikasi waste, metode yang digunakan yaitu Waste Assessment Model (WAM). Waste yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokan menurut kategori seven waste. Hasil akhir dari metode WAM menghasilkan ranking dari setiap waste. Berdasarkan rangking waste tersebut, kemudian dipilihlah waste dengan 3 rank tertinggi yaitu waste kategori Motion dengan persentase sebesar 20,20%, waste kategori Waiting dengan persentase sebesar 17,18%, dan waste kategori Transportation dengan persentase sebesar 16,46%. Analisa akar penyebab waste dilakukan dengan menggunakan diagram Ishikawa berdasarkan 3 waste tertinggi. Kemudian menyusun usulan perbaikan menggunakan 5W+1H. Perbaikan yang diusulkan diantaranya adalah melakukan penataan barang, penjadwalan produksi kembali, penyediaan dan pembaharuan fasilitas, memperbaiki layout, dan membuat Prosedur Operasi Standar atau SOP. Setelah diberikan rekomendasi perbaikan, maka dapat digambarkan Future State Value Stream Mapping yang berisi perkiraan peningkatan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) dari 54% menjadi 77% dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Penjadwalan Mesin Menggunakan Algoritma Non Delay untuk Mereduksi Mean Tardiness pada Lingkungan Batch Production Ranny Nur'aeni; Chaznin R. Muhammad; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.108 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1892

Abstract

Abstract. CV Taufik Jaya Teknik is a metal manufacturer which produces various components of automotive engine, textile machinery, mechatronic machinery, canned food manufacturing machines, punch and dies, as well as machine design. Currently the company is scheduling based on the EDD priority rules. Jobs that have the same processing batch size as the transfer batch. This condition causes waiting times so that in the end there will be production delays. Based on this, the proposed scheduling will be carried out using a non-delay algorithm by considering the batch transfer size. The non-delay algorithm was chosen because this algorithm can increase machine utility so that more work is processed. Thus, the delay in the end can be reduced. The measure of delay used in this study is mean tardiness. Based on the proposed scheduling, the result is that there is a decrease in the mean tardiness of 53.52%. This means that the overall delays can be reduced by scheduling proposals. Abstrak. CV Taufik Jaya Teknik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur logam yaitu memproduksi berbagai komponen mesin otomotif, mesin tekstil, mesin mekatronik, mesin pabrik makanan kaleng, punch dan dies, serta rancang bangun mesin. Saat ini perusahaan melakukan penjadwalan berdasarkan aturan prioritas EDD. Pekerjaan yang dijadwalkan memiliki ukuran batch proses sama dengan batch transfer. Kondisi ini menimbulkan waktu tunggu sehingga pada akhirnya mengakibatkan terjadinya keterlambatan penyelesaian produksi. Berdasarkan hal tersebut, maka akan dilakukan penjadwalan usulan menggunakan algoritma non delay dengan mempertimbangkan ukuran batch transfer. Algoritma non delay dipilih karena algoritma ini dapat meningkatkan utilitas mesin sehingga pekerjaan yang diproses menjadi lebih banyak. Dengan demikian, keterlambatan pada akhirnya dapat direduksi. Ukuran keterlambatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mean tardiness. Berdasarkan penjadwalan usulan diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan mean tardiness 53,52%. Hal tersebut berarti bahwa persentase keterlambatan secara keseluruhan dapat direduksi dengan dilakukannya penjadwalan usulan.
Pengurangan Work In Process Inventory di Stasiun Kerja Bottleneck Menggunakan Pendekatan Theory Of Constraint (TOC) Suwandi; Chaznin R. Muhammad; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.599 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1956

Abstract

Abstract. CV. Pustaka Setia is a company engaged in publishing and printing books. The obstacle experienced by CV Pustaka Setia is the occurrence of accumulation (Work In Process inventory) at the folding work station. The buildup that occurs has resulted in the company not achieving the production target that has been set within a predetermined time limit. The problems faced by this company are solved by using theapproach Theory of Constraint (TOC). Thestage TOC carried out by identifying the constraint in the company by calculating the capacity, this is because the constraint contained in the company is a capacity constraint. The stages are continued with constraint exploitation using a linear program to find out the maximum number of companies producing books with the company's capacity.scheduling is Campbell dudeck and smith (CDS)done by changing the transfer system to abatch processequal to the transfer batch, in order to reduce stacking. The stage is continued on subordination of non-sources constraint by making print work stations able to maximize work stations that experience buildup and is carried out using themethod Drum Buffer Rope (DBR). Based on data processing until it reaches the stage of subordination, the stacking constraint still occurs, then the constraint elevation is carried out. The constraint elevation was carried out by adding the capacity of the folding work station to 3 work shifts and subcontracting 1815 copies of the book at the folding work station so that the company was able to reduce the buildup and meet existing needs. Abstrak. CV. Pustaka Setia perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan dan percetakan buku. Kendala yang dialami oleh CV Pustaka Setia ialah terjadinya penumpukan (Work In Process inventory) pada stasiun kerja pelipatan. Penumpukan yang terjadi mengakibatkan perusahaan tidak mencapai target produksi yang telah ditetapkan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan ini diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Theory of Constraint (TOC). Tahapan TOC dilakukan dengan cara mengidentifikasi constraint pada perusahaan dengan melakukan perhitungan kapasitas, hal ini dikarenakan constraint yang terdapat pada perusahaan ialah capacity constraint. Tahapan dilanjutkan dengan eksploitasi constraint menggunakan progama linier untuk mengetahui maksimal perusahaan memproduksi buku dengan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Penjadwalan Campbell dudeck and smith (CDS) dilakukan dengan mengubah sistem transfer menjadi batch proses sama dengan batch transfer, guna mengurangi penumpukan. Tahapan dilanjutkan pada subordinasi sumber non constraint dengan membuat stasiun kerja cetak bisa memaksimalkan stasiun kerja yang mengalami penumpukan dan dilakukan dengan menggunakan metode Drum Buffer Rope (DBR). Berdasarkan pengolahan data hingga mencapai tahapan subordinasi constraint penumpukan masih terjadi maka dilakukan elevasi constraint. Elevasi constraint dilakukan dengan menambahkan kapasitas stasiun kerja pelipatan menjadi 3 shift kerja dan melakukan subkontrak 1815 eksemplar buku pada stasiun kerja pelipatan sehingga perusahaan mampu mengurangi penumpukan dan memenuhi kebutuhan yang ada.
Perbaikan Proses Produksi Menggunakan Konsep Lean Manufacturing pada Produksi Tas di CV. Idola Indonesia Indra Dewantara; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.604 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.2059

Abstract

Abstract. CV. Idola Indonesia is a manufacturing company engaged in the garment industry that produces several types of bags. This study focuses on one type of product, namely the tote bag product because this product has the highest demand and the highest percentage of product completion delays compared to other bag products. In the tote bag production process, there are several wastes that exist on the production line, such as waiting and accumulation of inventory in the form of work in process (WIP) found at all work stations. One approach that can reduce waste is Lean Manufacturing. The first step in this research is the identification of waste using Value Stream Mapping (VSM), Questionnaire 7 Waste, Weighting Waste. Based on the results of the weighting of waste from the results of the 7 waste questionnaire, 2 dominant wastes are obtained, namely waiting and inventory. Then identified each process flow using Process Activity Mapping (PAM) and found delay which became the highest non value added. The current scheduling simulation for making totebags can take up to 12 working days. The causes of problems that exist in the dominant waste that has the highest score value will be made recommendations for improvement. There are 2 recommendations for improvement, namely dividing batches and dividing job operators at each work station. The improvement recommendations that have been made can reduce the lead time by 8127.84 minutes. Abstrak. CV. Idola Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang industri garmen yang memproduksi beberapa jenis tas. Dalam penelitian ini berfokus pada salah satu jenis produk, yaitu produk totebag karena produk ini memiliki demand tertinggi dan persentase keterlambatan penyelesaian produk paling besar dibandingkan dengan produk tas lainnya. Pada proses produksi totebag terdapat beberapa waste yang ada pada lini produksi, seperti adanya waiting dan adanya penumpukan inventory berupa work in process (WIP) yang ditemui pada seluruh stasiun kerja. Salah satu pendekatan yang dapat mengurangi waste adalah Lean Manufacturing. Langkah awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah identifikasi waste menggunakan Value Stream Mapping (VSM), Kuesioner 7 Waste, Pembobotan Waste. Berdasarkan hasil pembobotan waste dari hasil kuesioner 7 waste, didapat 2 waste dominan yaitu waiting dan inventory. Kemudian dilakukan identifikasi setiap aliran proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan ditemukan delay yang menjadi non value added tertinggi. Simulasi penjadwalan untuk saat ini dalam membuat totebag dapat mencapai 12 hari pengerjaan. Penyebab masalah yang ada pada waste dominan yang memiliki nilai score tertinggi akan dibuat rekomendasi perbaikan. Terdapat 2 rekomendasi perbaikan yaitu melakukan pembagian batch dan melakukan pembagian job operator pada setiap stasiun kerja. Rekomendasi perbaikan yang telah dibuat dapat mereduksi lead time sebesar 8127,84 menit.
Penjadwalan Produksi Menggunakan Pendekatan Theory of Constraint (TOC) untuk Mengatasi Keterlambatan pada CV. Duta Media Reka Yudistira; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.3511

Abstract

Abstract. CV. Duta Media is a printing company that produces brochures, food boxes, banners, banners, and others. The high consumer demand for the products in the printing sector made the company having a large number of requests. There are often delays in fulfill consumer demand, this is because the machine capacity of the company is smaller than the required capacity. Thus, the Theory of Constraint (TOC) is applied to overcome the problem of delays that occur in the company. The steps in TOC are constraint identification, constraint exploitation, non-constraint subordination, and constraint elevation. Based on the results of the calculation at the initial stage, namely the identification of constraints, there are work stations that experience a constraint of 108.87% at the print work station. Furthermore, in the constraint exploitation stage using linear programming, it is the stage where the work stations that become constraints can be managed and utilized properly in order to maintain optimal performance in order to produce 100% utility. The non-constraint subordination stage is performed on work stations that are not constraints in order to balance work stations that are experiencing constraints. The last stage, namely constraint elevation, which is an effort to increase the capacity of bottleneck workstations in order to meet product demands on time. After completing the calculations on the stages of TOC, it was found that that to fulfill consumer demand, the company needed to increase the working hour (overtime) of 1,022.06 minutes. Abstrak. CV. Duta Media merupakan perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang memproduksi brosur, box makanan, banner, spanduk, dan lain-lain. Kebutuhan konsumen yang tinggi akan permintaan pada produk-produk yang dihasilkan, mengakibatkan perusahaan memiliki jumlah permintaan yang besar. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi permintaan konsumen, hal ini dikarenakan kapasitas mesin yang dimiliki perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas yang dibutuhkan. Theory of Constraint (TOC) merupakan salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan keterlambatan yang terjadi pada perusahaan. Adapun tahapan pada TOC yaitu identifikasi constrainti, eksploitasi constraint, subordinasi non-constraint, dan elevasi constraint. Berdasarkan hasil perhitungan pada tahap awal yaitu identifikasi constraint, terdapat stasiun kerja yang mengalami constraint sebesar 108,87% pada stasiun kerja cetak. Selanjutnya pada tahap eksploitasi constraint menggunakan linier programming, merupakan tahap dimana stasiun kerja yang menjadi constraints dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar dapat mempertahankan performansi yang optimal agar menghasilkan utilitas 100%. Tahap subordinasi non-constraint yang dilakukan pada stasiun kerja yang bukan constraints guna menyeimbangi stasiun kerja yang mengalami constraints. Tahap terakhir yaitu elevasi constraint merupakan upaya dalam membuat kapasitas pada stasiun kerja bottleneck meningkat agar dapat memenuhi permintaan produk tepat waktu. Setelah selesai dilakukan perhitungan pada tahapan TOC, didapatkan hasil bahwa untuk memenuhi permintaan konsumen perusahaan perlu menambahakan waktu jam kerja (overtime) sebesar 1.022,06 menit.
Usulan Perbaikan Sistem Perencanaan Produksi dan Pengendalian Inventory untuk Memenuhi Permintaan Produk Mukena (Studi Kasus: CV. Asri Collection) Agusti Setia Ningsih; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6280

Abstract

Abstract. CV. Asri Collection is a company that produces mukenas. The resulting mukena products are grouped into 1 family and 3 items consisting of dop mukena, catalia mukena, and armany mukena. This company has a strategy to respond to the make to stock (MTS) market, namely a strategy to respond to the market carried out by the company by absorbing production first, then the product is made into stock by the company. The business relationship carried out by the company is business to business (B2B), namely business relations that sell products to distributors. The problem faced by the company is ordering raw materials that do not meet requirements which causes the quantity of products produced to often experience overproduction or backorders. This research focuses on production planning and inventory control with the aim of proposing an appropriate production planning and inventory control system in order to meet the demand for mukena products. The stages carried out in this research are forecasting, aggregate planning, disaggregation which results in a master production schedule to find out when production is carried out, conducting feasibility tests with Rough Cut Capacity Planning, controlling raw material inventory with Material Requirement Planning. The results of this study are that the company's production planning proposal must produce 4,300 units of mukena every month based on the main production schedule. And it is difficult to control inventory by ordering 7 times in 10 periods. Thus the company can save expenses on the purchase of raw materials of IDR 20,771,590 based on the difference in the total cost of drawing inventories of IDR 2,772,420,000 with the total cost of current inventories of IDR 2,793,191,590. Abstrak. CV. Asri Collection merupakan perusahaan yang memproduksi mukena. Produk mukena yang dihasilkan dikelompokan menjadi 1 familly dan 3 item yang terdiri dari mukena dop, mukena catalia, dan mukena armany. Perusahaan ini memiliki strategi merespon pasar make to stock (MTS), yaitu strategi merespon pasar yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengedepankan produksi terlebih dahulu kemudian produk tersebut dijadikan stok produk oleh perusahaan. Hubungan bisnis yang dilakukan perusahaan yaitu business to business (B2B) yaitu hubungan bisnis yang menjual produk kepada distributor permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah pemesanan bahan baku yang tidak sesuai kebutuhan yang menyebabkan kuantitas produk yang dihasilkan sering mengalami overproduction atau backorder. Penelitian ini berfokus terhadap perencanaan produksi dan pengendalian inventoryyang memiliki tujuan mengusulkan sistem perencanaan produksi dan pengendalian inventory yang tepat agar dapat memenuhi permintaan produk mukena. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan peramalan, perencanaan agregat, disagregasi yang menghasilkan jadwal induk produksi untuk mengetahui kapan waktu produksi dilakukan, melakukan uji kelayakan dengan Rough Cut Capacity Planning, melakukan pengendalian persediaan bahan baku dengan Material Requirement Planning . Hasil dari penelitian ini yaitu usulan perencanaan produksi perusahaan harus menghasilkan 4.300 unit mukena setiap bulannya berdasarkan jadwal induk produksi. Dan usulan pengendalian inventory dengan melakukan pemesanan sebanyak 7 kali dalam 10 periode. Dengan demikian perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan baku sebesar Rp20.771.590 berdasarkan selisih total inventory cost usulan sebesar Rp2.772.420.000 dengan total inventory cost saat ini sebesar Rp2.793.191.590.
Perencanaan Jadwal Produksi Induk dengan Pendekatan Time Fences di CV Qanita Fashion Dwinur Rahmah Meidy Putri; Nita Puspita Anugrah Hidayat; Chaznin R Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6372

Abstract

Abstract. CV Qanita Fashion is a company engaged in the clothing industry by producing t-shirts, sweaters, shirts and jackets since 2014. The company's strategy in responding to the market is Make to Order (MTO). Based on the results of observations, it was found that problems occurred regarding delays in the form of delays in fulfilling orders beyond the due date agreed in the previous agreement. Therefore, this research was conducted in order to create a good production schedule using the Time Fences approach. The purpose of this calculation is to avoid delays in delivery to consumers continuously. The data needed to conduct research are order data, production cost data, working time data, standard time data. After collecting the data, the research phase was carried out using the Master Production Schedule (JPI), including aggregate planning, disaggregation, master production schedule, and Rough Cut Capacity Planning (RCCP), as well as applying the Time Fences approach. Production scheduling is preceded by identifying additional arrival orders with three Time Fence zones. From the results of the research that has been done, it can be concluded that companies often experience delays because they experience difficulties at work stations 2, the fifth process. Abstrak. CV Qanita Fashion adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pakaian dengan memproduksi t-shirt, sweater, kemeja, dan jaket sejak tahun 2014. Strategi perusahaan dalam merespon pasar adala Make to Order (MTO). Penelitian ini dilakukan pada lantai produksi dari proses pembuatan keempat jenis produk, kegiatan produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan aktual dan tambahan. Berdasarkan dari hasil observasi ditemukan permasalahan yang terjadi mengenai keterlambatan berupa keterlambatan pemenuhan pesanan diluar batas due date yang telah disepakati pada perjanjian sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar terciptanya jadwal produksi yang baik dengan menggunakan pendekatan Time Fences. Tujuan perhitungan tersebut yaitu agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman ke konsumen secara terus menerus. Data yang diperlukan untuk melakukan penelitian yaitu data pesanan, data ongkos produksi, data waktu kerja, data waktu baku. Setelah dilakukan pengumpulan data tersebut, melakukan tahapan penelitian menggunakan Jadwal Produksi Induk (JPI), meliputi perencanaan agregrat, disagregrasi, jadwal produksi induk, dan Rough Cut Capacity Planning (RCCP), serta menerapkan pendekatan Time Fences. Penjadwalan produksi diawali dengan mengidentifikasi kedatangan pesanan tambahan dengan tiga zona Time Fences. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahan sering mengalami keterlambatan karena terjadinya penumpukan pada stasiun kerja 2 proses kelima.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku Pada Strategi Hybrid (Make to Stock dan Make to Order) di PT T Sarah Citrawati; Chaznin R Muhammad; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7056

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.