Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERBAIKAN KINERJA OPERASIONAL INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN DAN LEAN MANUFACTURING (Kasus Industri Kulit Sukaregang) Muhamad Dzikron; Rakhmat Ceha; Chaznin R Muhammad
Teknoin Vol. 22 No. 8 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss8.art4

Abstract

The industrial sector drive the economy. One of the sub-sectors that have economic potential is a leather and leather garment industry. But the leather industry conditions generally inefficient. In recent years the leather industry there are obstacles to lack of supply of raw materials, and industrial utilization rate is low. Supply of raw materials depend on import of raw leather, medium leather industry utilization during 2010-2015 an average of 50.13%. The low utilization rate reflects the performance of inefficient operation. Responding to the above problems, the approach to lean manufacturing and supply chain management can be applied to improve the performance of the industry. Lean manufacturing in an effort to minimize the efficiency of industrial activities that are not value-added. For the next lean manufacturing approach integrated into industrial relations by the method of Supply Chain so hopefully improve industrial performance and add value. The study begins with business process mapping methods Integrated Definition for Function Modeling (IDEFØ) to identify business processes factually. From the analysis of the process bisniskemudian mapping value chains and identification of critical processes in the leather industry. Furthermore, in design improvements with Lean manufacturing, refers to the concept of value-stream mapping to identify non-value added activities in industrial systems.
Efektifitas Load Balancing Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas Erwin Harahap; Andri Suryadi; R Ridwan; Deni Darmawan; Rakhmat Ceha
Matematika Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jmtm.v16i2.3665

Abstract

Abstrak. Kemacetan jalan raya merupakan permasalahan umum di setiap kota yang memerlukan penanganan serius. Pemecahan permasalahan kemacetan jalan raya tidak hanya dapat diselesaikan dengan hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, namun juga manajemen lalu lintas. Pada artikel diusulkan suatu metode untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, yaitu dengan menyeimbangkan beban ke berbagai ruas jalan yang disebut dengan load balancing. Melalui metode ini diharapkan beban lalu lintas terbagi secara merata ke berbagai jalur alternatif sedemikian sehingga antrian panjang kendaraan dapat dihindari. Evaluasi efektifitas dari metode load balancing ini dilakukan melalui simulasi dengan mengimplementasikan salah satu bidang ilmu Matematika, yaitu teori Antrian. Simulasi dibuat dengan menggunakan toolbox SimEvents yang dijalankan pada software MATLAB.Kata Kunci: load balancing, kemacetan, lalu lintas, sim-events, matlabAbstract. (the effectiveness of load balancing in reducing the road traffic congestion) Road congestion is a common problem in any city that needs serious handling. The solution of the road congestion problems can not only be solved by simply improving the quality and quantity of infrastructure, but also the traffic management. In this article, we proposed a method to reduce the traffic congestion by balancing the vehicle loads to a various road segments, called as load balancing. Through this method, it is expected that the traffic load is evenly distributed to various alternative routes, such that, long queues and traffic jam can be avoided. Evaluation of the load balancing’s effectiveness is performed through a simulation by implementing the Queueing Theory. Simulations are created using the SimEvents toolbox that runs on MATLAB software.Keywords: load balancing, road congestion, traffic, simevents, matlab.
Pengukuran Prioritas Pelayanan pada Sektor Pariwisata Muslim Friendly di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut Anjas Anugrah Fitra; Rakhmat Ceha
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.857 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.391

Abstract

Abstract. Muslim Friendly tourism has general criteria that contain Islamic values such as having an orientation for the general benefit, enlightenment, refreshment, peace, guaranteed security and comfort, can prevent khufarat, polytheism and immorality. Mount Papandayan Garut Nature Tourism Park has not implemented Muslim Friendly tourism, so there are several criteria that are not fulfilled such as security and comfort services provided to tourists are not fully guaranteed. The purpose of this study is to evaluate and improve the quality of performance by providing service priorities so that the criteria for Muslim Friendly tourism can be achieved and fulfilled using the Importance Performance Analysis (IPA) and using simulation.. The results of the performance assessment and expectations based on the results of the IPA method can be seen that the Mount Papandayan Garut Nature Tourism Park has fulfill several indicators of Muslim Friendly tourism in the services provided. The results of ANOVA and two average hypothesis testing indicate that determining the priority of services that can be carried out by the Mount Papandayan Garut Natural Tourism Park is to pay attention to the freedom of tourist attractions from wild animals and classified as unclean (AT3), providing special facilities for persons with disabilities and individuals with special needs. (AT12) and build friendly access for persons with disabilities (AK9) with the capabilities possessed by tourist parks to support the design of Muslim Friendly Tourism. Abstrak. Pariwisata Muslim Friendly memiliki aspek kriteria umum yang mengandung nilai-nilai Islam seperti memiliki orientasi untuk kemaslahatan umum, terjaminnya keamanan dan kenyamanan, dapat mencegah perbuatan khufarat, musyrik serta maksiat. Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut belum menerapkan pariwisata Muslim Friendly sehingga terdapat beberapa kriteria yang tidak terpenuhi, seperti pelayanan keamanan dan kenyamanan yang diberikan kepada wisatawan belum terjamin sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas kinerja dengan memberikan usulan prioritas pelayanan sehingga kriteria pariwisata Muslim Friendly dapat tercapai dan terpenuhi dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) serta menggunakan simulasi. Hasil penilaian kinerja dan harapan berdasarkan metode IPA dapat diketahui bahwa Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut sudah memenuhi beberapa indikator pariwisata Muslim Friendly dalam pelayanan yang telah diberikan. Hasil ANOVA dan uji hipotesis dua rata-rata menunjukkan bahwa penentuan prioritas pelayanan yang dapat dilakukan oleh Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut adalah memberi perhatian terhadap terbebasnya tempat wisata dari hewan buas dan tergolong najis (AT3), menyediakan sarana khusus untuk penyandang disabilitas dan individu berkebutuhan khusus (AT12) serta membangun akses yang ramah untuk penyandang disabilitas (AK9) dengan kemampuan yang dimiliki oleh taman wisata untuk mendukung perancangan pariwisata Muslim Friendly.
Implementasi Metode Mamdani untuk Menentukan Faktor yang Berpengaruh pada Pariwisata Muslim Friendly Objek Wisata Gunung Puntang Siti Sarah Fadillah; Rakhmat Ceha; Luthfi Nurwandi
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.987 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1580

Abstract

Abstract. Muslim Friendly Tourism is currently the target of domestic and foreign tourists. The State of Indonesia has begun to develop the concept of Muslim Friendly Tourism in order to increase the attractiveness of tourists when visiting. The Puntang Mountain tourist attraction area is one of the leading tourism areas in Bandung Regency, West Java. The purpose of this study is an effort to evaluate the performance of Muslim Friendly Tourism at Mount Puntang tourism objects based on attractions, amenities, and accessibility factors and simulations to see which factors affect Muslim Friendly Tourism in the development of Mount Puntang attractions. The results of respondents' answers that are complex can use the Fuzzy Logic Mamdani method to produce clarity. The test can use MATLAB software to perform simulations. This study conducted three simulations, namely simulation one (current conditions), simulation two (using two sigma) and simulation three (using three sigma). The first analysis using the Kruskal Wallis one way Anova test, then the results obtained with the largest average value are simulation two. The last result uses the Mann Whitney test or the average similarity where the average result is 27.23 from the results of the two simulations. These results indicate the factors that can increase the development of Mount Puntang tourist attraction, namely the accessibility factor. Abstrak. Pariwisata Muslim Friendly saat ini sedang menjadi incaran wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Negara Indonesia mulai mengembangkan konsep Pariwisata Muslim Friendly agar meningkatkan daya tarik wisatawan saat berkunjung. Kawasan objek wisata Gunung Puntang merupakan salah satu pariwisata yang diunggulkan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu upaya evaluasi terhadap kinerja Pariwisata Muslim Friendly objek wisata Gunung Puntang dengan berdasarkan faktor atraksi, amenitas, serta aksesibilitas dan simulasi untuk melihat faktor mana yang mempengaruhi Pariwisata Muslim Friendly pada pembangunan objek wisata Gunung Puntang. Hasil jawaban responden yang bersifat kompleks dapat menggunakan Fuzzy Logic metode Mamdani agar menghasilkan kejelasan. Pengujian tersebut dapat menggunakan software MATLAB untuk melakukan simulasi. Penelitian ini melakukan tiga simulasi yaitu simulasi satu (kondisi saat ini), simulasi dua (menggunakan dua sigma) dan simulasi tiga (menggunakan tiga sigma). Analisis pertama dengan menggunakan uji kruskal wallis one way Anova, maka hasil yang didapatkan dengan nilai rata – rata terbesar yaitu simulasi dua. Hasil terakhir menggunakan uji mann whitney atau kesamaan rata – rata dimana hasil rata – rata ini yaitu 27,23 dari hasil simulasi dua. Hasil tersebut menunjukan faktor yang dapat meningkatkan pembangunan, objek wisata Gunung Puntang yaitu faktor aksesibilitas.
Perancangan Business Intelligence sebagai Sistem Pendukung Peningkatan Kinerja Perusahaan di CV. 2nd Machine Warsa Setiawan Surmadi; Rakhmat Ceha; Djamaludin
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.968 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.2309

Abstract

Abstract. CV. 2nd Machine is a company that focuses on selling all kinds of overseas factory machines such as Panasonic, Sanyo, Denki, Toshiba, and Samsung. Machines that have been ordered from abroad are not allowed in intact condition. Therefore, the machine must first be disassembled into small parts. This is done because the rules for selling machines abroad may not be intact or functioning. Then the goods that have arrived in Indonesia in separate components are transferred to the company's warehouse in Cimahi. CV 2nd Machine has two warehouses for the storage of its goods. The goods that have been allocated to the warehouse are then sorted again to see if there are components that can be put together for reconditioning or spare parts taken for sale at the main store in Kopo. Sales of the company's products are carried out online and offline. Business intelligence (BI) is a collection and series of activities or stages to obtain data and analyze data so that it can be used in a decision-making process that is useful and on target for a problem. In implementing the BI system, a data warehouse (DW) is needed which is a collection of various raw data sources that are integrated with each other so that they meet the needs, usually in the form of query analysis processing. The basic function of a data warehouse is to provide a variety of data from the perspective of business analysis and decision makers. In a data warehouse, a database is needed to describe the data, the definition of each table, the data storage structure, and the ETL process. The results obtained from the application of business intelligence systems in sales include systems that can be accessed by the finance and marketing department. Broadly speaking, the relationship formed from the three parts is that the marketing department creates transaction documents which are then submitted to the finance department. The transaction data will then be managed by the finance department to report the company's financial condition. The results of the reporting are in the form of a dashboard that displays company sales data carried out during the 2020 pandemic. Abstrak. CV. 2nd Machine adalah perusahaan yang fokus menjual segala macam mesin pabrik di luar negeri seperti Panasonic, Sanyo, Denki, Toshiba, dan Samsung. Mesin yang dipesan dari luar negeri tidak diperbolehkan dalam keadaan utuh. Oleh karena itu, mesin harus dibongkar terlebih dahulu menjadi bagian-bagian kecil. Hal ini dilakukan karena aturan penjualan mesin ke luar negeri mungkin tidak utuh atau tidak berfungsi. Kemudian barang yang sudah sampai di Indonesia dalam komponen terpisah dipindahkan ke gudang perusahaan di Cimahi. CV 2nd Machine memiliki dua gudang untuk penyimpanan barangnya. Barang-barang yang telah dialokasikan ke gudang kemudian disortir kembali untuk melihat apakah ada komponen yang dapat disatukan untuk rekondisi atau suku cadang diambil untuk dijual di toko utama di Kopo. Penjualan produk perusahaan dilakukan secara online dan offline. Business Intelligence (BI) adalah kumpulan dan rangkaian kegiatan atau tahapan untuk memperoleh data dan menganalisis data sehingga dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan yang bermanfaat dan tepat sasaran untuk suatu masalah. Dalam mengimplementasikan sistem BI diperlukan data warehouse (DW) yang merupakan kumpulan dari berbagai sumber data mentah yang saling terintegrasi sehingga memenuhi kebutuhan, biasanya berupa pengolahan analisis query. Fungsi dasar dari data warehouse adalah untuk menyediakan berbagai data dari perspektif analisis bisnis dan pengambil keputusan. Dalam data warehouse, database diperlukan untuk mendeskripsikan data, definisi setiap tabel, struktur penyimpanan data, dan proses ETL. Hasil yang diperoleh dari penerapan sistem business intelligence dalam penjualan meliputi sistem yang dapat diakses oleh bagian keuangan dan pemasaran. Secara garis besar hubungan yang terbentuk dari ketiga bagian tersebut adalah bagian pemasaran membuat dokumen transaksi yang kemudian diserahkan ke bagian keuangan. Data transaksi tersebut selanjutnya akan dikelola oleh bagian keuangan untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan. Hasil pelaporan berupa dashboard yang menampilkan data penjualan perusahaan yang dilakukan selama masa pandemi 2020.
Analisis Rantai Pasok di Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Sumedang Siti Nuraenah; Rakhmat Ceha; Hirawati Oemar
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.939 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.3882

Abstract

Abstract. As an agricultural product consumed globally, soybeans have long been one of the most important commodities in today's international market. The high population growth in Indonesia makes the supply of soybeans produced by farmers unable to meet public demand. The high demand for soybeans for industrial and household needs does not guarantee that farmers are easy to market. The problem that occurs to tofu tempeh craftsmen in Sumedang Regency is that it is difficult to get soybeans and sufficient information about the quality of soybeans needed. To make it easier to get soybeans and the quality of soybeans, the people of Sumedang Regency formed a forum or organization to help tofu tempe craftsmen to get soybeans. The Indonesian Tofu Tempe Producers Cooperative (KOPTI) is a cooperative that provides raw materials for soybeans around the Sumedang area of West Java. The process of distributing soybeans at KOPTI Sumedang must run well, for that KOPTI implements a supply chain (Supply Chain) in order to know and monitor the performance of the company's supply chain from the upstream process to the company's downstream process. The purpose of this study is to identify the soybean supply chain at KOPTI Sumedang and to determine the flow of goods, financial flows and information flows that occur at KOPTI Sumedang. The results of this study show that the supply chain at KOPTI Sumedang starts from suppliers, producers, retailers and final consumers. Abstrak. Sebagai produk pertanian yang dikonsumsi secara global, kedelai telah lama menjadi salah satu komoditas terpenting di pasar internasional saat ini. Tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia membuat pasokan kedelai yang dihasilkan oleh petani tidak dapat mencukupi permintaan masyarakat. Permintaan kedelai yang tinggi untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga tidak menjamin petani mudah dalam pemasaran. Permasalahan yang terjadi para pengrajin tempe tahu yang berada di Kabupaten Sumedang sulit mendapatkan kacang kedelai dan informasi yang cukup mengenai kualitas kedelai yang dibutuhkan. Untuk mempermudah mendapatkan kedelai dan kualitas kedelai masyarakat Kabupaten Sumedang membentuk suatu wadah atau organisasi guna membantu para pengrajin tempe tahu untuk mendapatkan kedelai. Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) merupakan koperasi yang menyediakan bahan baku kacang kedelai di sekitar daerah Sumedang Jawa Barat. Proses kegiatan penyaluran kacang kedelai di KOPTI Sumedang harus berjalan dengan baik, untuk itu KOPTI menerapkan rantai pasok (Supply Chain) agar dapat mengetahui dan memantau kinerja rantai pasok perusahaan dari proses hulu hingga proses hilir perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi rantai pasok kacang kedelai di KOPTI Sumedang dan mengetahui aliran barang, aliran keuangan dan aliran informasi yang terjadi di KOPTI Sumedang. Hasil dari penelitian ini menunjukan rantai pasok di KOPTI Sumedang dimulai dari supplier, produsen, distributor, pengecer dan konsumen akhir.
Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Menggunakan Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS) Fahra Andiani Sukma; Rakhmat Ceha; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.889 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.4169

Abstract

Abstract. CV. Mawa Heejra is a garment company that manufactures muslim apparel and worship items for both men and women. CV. Mawa Heejra is now facing product delivery delays to customers. This is due to a delay in the supply of raw materials from suppliers, which causes a temporary stop in manufacturing activity. The consequence of halted production activities is that the product completion schedule is incompatible with what was promised and agreed upon with customers. Efforts are being undertaken to solve these issues, namely by selecting suppliers based on CV Mawa Heejra's demands and interests. This technique is known as the Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS). The results obtained are the supplier selection factors used by CV. Mawa Heejra in supplier assessment includes price, material quality, timeliness, delivery quantity accuracy, warranty policy, communication system, professional supplier, attitude, and geographical location. Furthermore, this research generates a recommended standard operating procedure for supplier selection so that the raw material procurement process may be carried out in a more structured manner, reducing the risk of production stoppage due to supplier delivery delays. This research also creates a supplier selection tool in Microsoft Excel to support in the execution of the procedures developed. Abstrak. CV. Mawa Heejra adalah perusahaan garmen yang memproduksi pakaian muslim dan perlengkapan ibadah untuk pria dan wanita. Saat ini CV. Mawa Heejra mengalami permasalahan keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan kedatangan bahan baku dari pemasok yang menyebabkan kegiatan produksi terhenti untuk sementara. Akibat dari kegiatan produksi yang terhenti yaitu jadwal penyelesaian produk yang tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan dan disepakati dengan konsumen. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pemilihan pemasok sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan CV. Mawa Heejra. Metode yang digunakan adalah Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS). Hasil yang diperoleh yaitu terdapat Sembilan kriteria yang dibutuhkan CV. Mawa Heejra dalam melakukan pemilihan supplier diantaranya harga, kualitas bahan, ketepatan waktu, ketepatan jumlah pengiriman, kebijakan garansi, sistem komunikasi, pemasok yang professional, attitude, dan letak geografis. Selain itu, penelitian ini menghasilkan usulan berupa standar operasional prosedur untuk pemilihan pemasok sehingga proses pengadaan bahan baku dapat dilakukan lebih terstruktur. Pada penelitian ini dibuat rancangan pemilihan pemasok menggunakan Microsoft Excel untuk mempermudah dalam melakukan pemilihan pemasok.
Perancangan Penerapan e-Commerce pada UMKM Keripik Singkong HIKMAH Sania Gusti Rahayu; Rakhmat Ceha; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.116 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.4274

Abstract

Abstract. The MSME sector is growing over time, as more people get interested in becoming MSME actors. The number of business actors establishing MSMEs creates competition. Currently, MSME actors are using the internet in their businesses in order to increase revenues. HIKMAH is an MSME that was created in 2011 that manufactures a variety of snacks, including cassava chips in spicy, salty, 'balado', orange, and original flavors. Observations were carried out to understand the ongoing business processes and challenges faced in HIKMAH, namely that the relationship between suppliers and HIKMAH did not operate smoothly in terms of the flow of information and goods, decreased product sales, and decreased marketing activities. There have been no marketing or sales initiatives through digital media. The e-commerce prototype is based on the requirements of 'HIKMAH'. Interviews with the owner were conducted to gain an understanding of the proposed business process. The proposed business process entails increasing system engagement by developing technologies to facilitate 'HIKMAH' interactions with other supply chain actors, including cassava suppliers (raw material procurement operations) and retailers/distributors/consumers (product sales activities). This study generates an e-commerce concept design based on the supply chain process flow, beginning with the process of sourcing raw materials from suppliers to 'HIKMAH' and ending with the sales process to retailers and customers. The design of e-commerce implementation can add value to the movement of products, information and money in the supply chain. Abstrak. Sektor UMKM berkembang dari waktu ke waktu, karena semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi pelaku UMKM. Banyaknya pelaku usaha yang mendirikan UMKM menimbulkan persaingan. Saat ini para pelaku UMKM memanfaatkan internet dalam usahanya untuk meningkatkan pendapatan. HIKMAH merupakan UMKM yang berdiri sejak tahun 2011 yang memproduksi aneka jajanan, antara lain keripik singkong dengan rasa pedas, asin, balado, jeruk dan original. Observasi dilakukan untuk memahami proses bisnis yang sedang berjalan dan tantangan yang dihadapi di HIKMAH, yaitu bahwa hubungan antara pemasok dan HIKMAH tidak berjalan lancar dari segi arus informasi dan barang, penurunan penjualan produk, dan penurunan aktivitas pemasaran. Belum ada inisiatif pemasaran atau penjualan melalui media digital. Prototype e-commerce didasarkan pada persyaratan HIKMAH. Wawancara dengan pemilik dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang proses bisnis yang diusulkan. Proses bisnis yang diusulkan memerlukan peningkatan keterlibatan sistem dengan mengembangkan teknologi untuk memfasilitasi interaksi 'HIKMAH' dengan pelaku rantai pasokan lainnya, termasuk pemasok singkong (operasi pengadaan bahan baku) dan pengecer/distributor/konsumen (kegiatan penjualan produk). Penelitian ini menghasilkan rancangan konsep e-commerce berdasarkan alur proses rantai pasok, dimulai dengan proses pengadaan bahan baku dari pemasok ke HIKMAH dan diakhiri dengan proses penjualan ke pengecer dan pelanggan. Rancangan implementasi e-commerce dapat menambah nilai pergerakan produk, informasi dan uang dalam rantai pasok.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Kesehatan dengan Menggunakan Metode Servqual – Fuzzy (Studi Kasus: Instalasi Rawat Jalan RSUD Arjawinangun) Muhammad Annaufal; Rakhmat Ceha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6787

Abstract

Abstrack. Arjawinangun Regional General Hospital is an institution that provides health service facilities in all fields and types of diseases and is an institution managed by the Regional Government. The hospital revealed that some of the causes that patients often complained about over the past year included delays in the doctor's arrival, toilet cleanliness, and the slow speed of examination time. The service quality method is used as a tool to measure service quality from the attributes of each dimension so that a gap value can be obtained, which is the difference between consumer perceptions of services that have been received and expectations of those that will be received. While fuzzy is a mathematical framework used to represent uncertainty, ambiguity, and inaccuracy of information, in this case what is meant is the patient's perception of the assessment of service quality. The purpose of this research is to provide suggestions for improvement by identifying and measuring the level of patient satisfaction using outpatient installation services at the Arjawinangun Regional General Hospital. The results of this study indicate that the gap value in the five dimensions has a negative value. Furthermore, the determination of proposed improvements is carried out using 5W+1H. Proposed improvements include improving the quality of facilities in outpatient units, setting doctor practice hours, holding regular training, and adding health workers according to needs and competencies. Abstrak. Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun merupakan salah satu instansi dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit serta merupakan instansi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pihak rumah sakit mengungkapkan, beberapa penyebab yang sering dikeluhkan pasien selama satu tahun terakhir antara lain seperti keterlambatan kedatangan dokter, kebersihan toilet, dan lambatnya kecepatan waktu pemeriksaan. Service quality digunakan sebagai alat untuk mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterima dengan harapan terhadap yang akan diterima. Fuzzy adalah sebuah kerangka matematis yang digunakan untuk mempresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan, dan ketidaktepatan informasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah persepsi pasien terhadap penilaian kualitas layanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan perbaikan dengan mengindentifikasi dan mengukur tingkat kepuasan pasien yang menggunakan layanan instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari kelima dimensi memiliki nilai negatif. Selanjutnya penentuan usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan 5W+1H. Usulan perbaikan yang diberikan yaitu meningkatkan kualitas fasilitas pada unit rawat jalan, pengaturan jam praktek dokter, pengadakan pelatihan rutin, dan penambahan petugas kesehatan sesuai kebutuhan dan kompetensi.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Kesehatan dengan Menggunakan Metode Servqual-Fuzzy Muhammad Zaki An Naufal; Rakhmat Ceha
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1975

Abstract

Abstract. Arjawinangun Regional General Hospital is an institution that provides health service facilities in all fields and types of diseases and is an institution managed by the Regional Government. The hospital revealed that some of the causes that patients often complained about over the past year included delays in the doctor's arrival, toilet cleanliness, and the slow speed of examination time. The service quality method is used as a tool to measure service quality from the attributes of each dimension so that a gap value can be obtained, which is the difference between consumer perceptions of services that have been received and expectations of those that will be received. While fuzzy is a mathematical framework used to represent uncertainty, ambiguity, and inaccuracy of information, in this case what is meant is the patient's perception of the assessment of service quality. The purpose of this research is to provide suggestions for improvement by identifying and measuring the level of patient satisfaction using outpatient installation services at the Arjawinangun Regional General Hospital. The results of this study indicate that the gap value in the five dimensions has a negative value. Furthermore, the determination of proposed improvements is carried out using 5W+1H. Proposed improvements include improving the quality of facilities in outpatient units, setting doctor practice hours, holding regular training, and adding health workers according to needs and competencies. Abstrak. Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun merupakan salah satu instansi dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit serta merupakan instansi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pihak rumah sakit mengungkapkan, beberapa penyebab yang sering dikeluhkan pasien selama satu tahun terakhir antara lain seperti keterlambatan kedatangan dokter, kebersihan toilet, dan lambatnya kecepatan waktu pemeriksaan. Service quality digunakan sebagai alat untuk mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterima dengan harapan terhadap yang akan diterima. Fuzzy adalah sebuah kerangka matematis yang digunakan untuk mempresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan, dan ketidaktepatan informasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah persepsi pasien terhadap penilaian kualitas layanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan perbaikan dengan mengindentifikasi dan mengukur tingkat kepuasan pasien yang menggunakan layanan instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari kelima dimensi memiliki nilai negatif. Selanjutnya penentuan usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan 5W+1H. Usulan perbaikan yang diberikan yaitu meningkatkan kualitas fasilitas pada unit rawat jalan, pengaturan jam praktek dokter, pengadakan pelatihan rutin, dan penambahan petugas kesehatan sesuai kebutuhan dan kompetensi.