Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Sekolah dalam Mencegah Perilaku Seks Bebas di MTS Nahdlatul Ulama Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Novitasari; Arie Ramadhani; Roudhotul Jannah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Ilmu Pendidikan dan Menegement Pendidikan.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pcz67j87

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pergaulan bebas dalam kategori ringan dikalangan peserta didik di MTs Nahdlatul Ulama Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sekolah dalam mencegah perilaku seks bebas di MTs Nahdlatul Ulama Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung sekolah dalam mencegah perilaku seks bebas di MTs Nahdlatul Ulama Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala MTs Nahdlatul Ulama, Guru, Peserta Didik, Petugas Keamanan, dan Penjaga kantin. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sekolah berperan aktif dalam mencegah adanya pergaulan bebas di kalangan peserta didik utamanya dalam perilaku seks bebas dengan melalui pendekatan keagamaan, bimbingan klasikal dan penyuluhan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan pengawasan di luar sekolah, kurangnya dukungan dari pihak keluarga serta rendahnya literasi digital di kalangan orang tua, dan sikap tertutup peserta didik. Sementara itu, faktor pendukung mencakup aturan sekolah yang tegas, dukungan dari kepala MTs Nahdlatul Ulama dan keterlibatan aktif orang tua, Adanya aturan internal sekolah yang tegas, kegiatan ekstrakulikuler, keberadaan Guru BK dan Pendidik lainya
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak di TPQ Al-Huda Pakis Jalio Sumberrejo Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Putri Leoni Utami; Roudhotul Jannah; Yuli Kartika Efendi
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Ilmu Pendidikan dan Menegement Pendidikan.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e9j1gp04

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena terdapat perilaku anak-anak yang menunjukkan kurangnya penerapan nilai-nilai karakter, seperti berkata kasar, tidak jujur, kurang disiplin  dan tidak mematuhi perintah guru di lingkungan TPQ AL-Huda Pakis Jalio, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di TPQ Al-Huda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan observasi terhadap peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 41 orang. Analisis data dilakukan meggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di TPQ Al-Huda Pakis Jalio Sumberrejo Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil analisis terdapat pengaruh signifikan antara pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak, yang meliputi aspek religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Hal ini dibuktikan dengan  hasil uji t pada variabel X menunjukkan nilai t hitung = 2,291 dengan signifikansi (Sig.) sebesar 0,027. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,027 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel pola asuh orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Dalam penelitian ini ada tiga pola asuh yang diteliti, dari ketiga pola asuh tersebut mendapatkan hasil persentase yaitu,  pola asuh demokratis sebesar 40,71%, pola asuh otoriter sebesar 36,02%, dan pola asuh permisif sebesar 23,27%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dari ketiga pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang paling dominan adalah pola asuh demokratis.