Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN BATAKO DENGAN CAMPURAN FLY ASH DAN STYROFOAM Brick Making with a Mixture of Fly Ash and Styrofoam Agustina Dyah Setyowati; Zakki .; Achmad .; Erika .
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.922 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v1i1.519

Abstract

Environmental pollution caused by industial waste need to be concerned. Fly ash and styrofoam are one of those thing. To reduce amount of industrial waste, fly ash and styrofoam can be transformed into something more useful, such as raw material for brick. Physical and cemical properties of fly ash almost the same as cement, and styrofoam can substitude cement and sand. Research shows that dried a brick in 150oC for an hour can accelerate the process of making a brick, but it can decrease the compressive strength, and the percentage of water adsorption is higher than the control sample (A). in addition of 10% fly sh, the compressive strength obtained is 2.5 MPa, and the highest water adsorption is reached, 20.74%. in addition of 0.1% styrofoam, the value of compressive strength and water adsorption are 2.5 MPa and 15,32%. And in combination of 10% fly ash and 0.1% styrofoam, the value of compressive strength and water adsorption are 1 MPa and 19.18%. result of XRD test shows that in both of the sample (sample A and E1), have the same dominant phase of calcium carbonate (CaCO3) with 103% of intensity at 29.404 angle position.Kata Kunci : Environmental pollution, Brick, Fly Ash, Styrofoam, XRD
Strategi Inovatif Dalam Meningkatkan Kinerja Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Bakar Melalui Metode Pirolisis Dhiya Suci Auliyah; Dina Aulia Rahmani; Mochammad Iqbal Ramadhan; Agustina Dyah Setyowati; Ade Irawan; Sulanjari, Sulanjari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2812

Abstract

Peningkatan konsumsi plastik global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan menimbulkan tantangan dalam manajemen limbah. Salah satu solusi inovatif yang diusulkan adalah pemanfaatan limbah plastik melalui metode pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar cair. Studi ini mencakup penelitian mengenai pirolisis limbah plastik memberikan pandangan holistik terhadap implementasi teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi inovatif dalam meningkatkan kinerja pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar melalui pirolisis. Tujuan penelitian melibatkan optimasi proses pirolisis, analisis produk hasil pirolisis, penentuan efisiensi konversi, pengembangan strategi inovatif, dan pembangunan model konseptual. Penelitian juga mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia dari bahan bakar hasil pirolisis, seperti kestabilan, viskositas, dan nilai kalor. Metode penelitian melibatkan penggunaan reaktor pirolisis berbentuk silinder dengan kontrol suhu otomatis, kondensor untuk mengembalikan hasil pirolisis menjadi bahan bakar cair, dan peralatan analisis karakteristik produk. Bahan utama yang digunakan adalah limbah plastik polietilen dan polipropilen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pirolisis limbah plastik, terutama dari jenis polietilen dan polipropilen, dapat menghasilkan bahan bakar cair dengan potensi nilai kalor tinggi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan katalis, seperti zeolit, dapat mengurangi kuantitas zat cair yang dihasilkan dari proses pirolisis. Berbagai faktor seperti suhu reaktor, waktu pirolisis, dan jenis katalis memengaruhi hasil konversi. Dalam konteks konversi limbah plastik menjadi bahan bakar melalui metode pirolisis, menunjukkan bahwa suhu reaktor, waktu pirolisis, dan jenis plastik menjadi faktor kunci yang memengaruhi hasil konversi. Suhu optimal antara 230-300°C dan penambahan katalis dapat meningkatkan yield gas. Tantangan seperti manajemen gas sisa dan dampak lingkungan perlu diatasi. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi proses dan menangani sifat-sifat khusus bahan bakar hasil pirolisis. Keseluruhan, metode pirolisis menawarkan potensi solusi yang berharga untuk mengelola limbah plastik dan mendukung pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif.
Analisa Zat Aktif Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Studi Awal Obat Kanker Agustina Dyah Setyowati; Dina Adelina; Sulanjari, Sulanjari; Ade Irawan; Herlina Aprilia; Moch. Adrian Rizki
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6841

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera), merupakan salah satu tanaman berkhasiat, salah satu manfaatnya sebagai anti inflamasi dan anti kanker karena menganduk senyawa aktif terutama flavonoid dan polifenol yang memiliki aktivitas sebagai anti oksidan. Kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang mengalami mutasi genetik. Perubahan ini dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu faktor genetik, faktor gaya hidup dan faktor karsinogenik. Faktor karsinogenik disebabkan oleh stres oksidatif yang timbul akibat radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) yang dihasilkan oleh aktivitas metabolisme tubuh maupun paparan polutan dari luar tubuh. Untuk mencegah stres oksidatif, tubuh membutuhkan antioksidan yang adekuat. Daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif yang tinggi sehingga berpotensi untuk mencegah terjadinya stress oksidatif dan kanker. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas zat antikanker (antioksidan) dalam ekstrak daun kelor dengan variasi pengeringan dan variasi waktu maserasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun kelor 100 gram hasil pengeringan menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96% dengan variasi waktu maserasi 24,48 dan 72 jam. Hasil penelitian yang diperoleh dari satu sample dengan 3 variable waktu yang berbeda yaitu 24 jam diperoleh antioksidan 5,36%, 48 jam sebanyak 7,33% dan 72 jam sebesar 10,39%. Analisa atau uji aktivitas zat antikanker (antioksidan) dilakukan dengan metode HPLC. Hasil analisa menunjukan bahwa pada waktu maserasi 72 jam memiliki aktivitas antioksidan yang relatif lebih besar, karena menurut beberapa penelitian semakin lama waktu yang digunakan dalam pengujian maka semakin efektif zat yang dihasilkan tersebut.