Herlina Aprilia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LEMON INHALASI AROMATHERAPY TERHADAP MUAL PADA KEHAMILAN DI BPS VARIA MEGA LESTARI S.ST.,M.Kes BATUPURU KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 Astriana Astriana; Ratna Dewi Putri; Herlina Aprilia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.560

Abstract

Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% terjadi pada multigravida. Satu diantara seribu kehamilan gejala-gejala lain menjadi berat (1). Hasil presurvey yang dilakukan pada tanggal 13 juni 2015 di BPS Varia S.ST.,M.Kes Batu Puru Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan didapat data pada bulan Mei 2015 terdapat 50 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya, dari 17 orang ibu hamil yang disurvei 15 diantaranya mengalami mual muntah. Tujuan penelitian pengaruh lemon inhalasi aromatherapy terhadap mual pada kehamilan di BPS Varia S.ST.,M.Kes desa Tanjung Sari Kecamatan Natar Kab. Lampung Selatan Tahun 2015.Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 ibu hamil yang mengalami mual, pengambilan sampling dengan total sampling sebanyak 15 ibu hamil. Data dalam penelitian ini data primer penelitian langsung terhadap ibu hamil. Analisis data yang digunakan paired t test dan independent t  test.Dari hasil penelitian yang dilakukan pada ibu hamil di BPS Varia SST,M.Kes Batu Puru Kec. Natar Kab. Lampung Selatan Tahun 2015 menunjukan bahwa ada pengarum lemon inhalasi aromatherapy terhadap mual, pada kelompok ibu hamil dengan nilai P-Value 0.000<0.05. Oleh karena itu Bagi masyarakat (ibu hamil) yang mengalami mual dapat menerapkan pengobatan herbal dengan aromatherapy yang tepat untuk menurunkan gejala mual salah satunya menggunakan lemon inhalasi aromatherapy agar dapat mengurangi mual sehingga bisa mengurangi penggunaan obat farmokologi yang ada efek sampingnya. Kata kunci : Lemon inhalasi aromatherapy, Penurunan mual pada kehamilan
Analisa Zat Aktif Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Studi Awal Obat Kanker Agustina Dyah Setyowati; Dina Adelina; Sulanjari, Sulanjari; Ade Irawan; Herlina Aprilia; Moch. Adrian Rizki
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6841

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera), merupakan salah satu tanaman berkhasiat, salah satu manfaatnya sebagai anti inflamasi dan anti kanker karena menganduk senyawa aktif terutama flavonoid dan polifenol yang memiliki aktivitas sebagai anti oksidan. Kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang mengalami mutasi genetik. Perubahan ini dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu faktor genetik, faktor gaya hidup dan faktor karsinogenik. Faktor karsinogenik disebabkan oleh stres oksidatif yang timbul akibat radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) yang dihasilkan oleh aktivitas metabolisme tubuh maupun paparan polutan dari luar tubuh. Untuk mencegah stres oksidatif, tubuh membutuhkan antioksidan yang adekuat. Daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif yang tinggi sehingga berpotensi untuk mencegah terjadinya stress oksidatif dan kanker. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas zat antikanker (antioksidan) dalam ekstrak daun kelor dengan variasi pengeringan dan variasi waktu maserasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun kelor 100 gram hasil pengeringan menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96% dengan variasi waktu maserasi 24,48 dan 72 jam. Hasil penelitian yang diperoleh dari satu sample dengan 3 variable waktu yang berbeda yaitu 24 jam diperoleh antioksidan 5,36%, 48 jam sebanyak 7,33% dan 72 jam sebesar 10,39%. Analisa atau uji aktivitas zat antikanker (antioksidan) dilakukan dengan metode HPLC. Hasil analisa menunjukan bahwa pada waktu maserasi 72 jam memiliki aktivitas antioksidan yang relatif lebih besar, karena menurut beberapa penelitian semakin lama waktu yang digunakan dalam pengujian maka semakin efektif zat yang dihasilkan tersebut.