Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK SULTAN ISKANDAR MUDA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Ebenezer Gultom; Sri Dinanta Beru Ginting; Oktaviandi Bertua Pardede
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 2 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.207 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v2i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah pada siswa dalam kemampuan menulis teks anekdot yang masih sangat rendah, beberapa faktor penyebabnya adalah penggungaan model pembelajaran yang kurang tepat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMK Sultan Iskandar Muda Medan tahun pelajaran 2018/2019. Untuk dilasanakan penelitian ini sampel terlebih dahulu diambil dari kelas X-MM1 dan X-MM2 yang berjumlah 62 siswa. Sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan tes pilihan berganda sebagai alat pengumpul data. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar menulis teks anekdot dengan menggunakan model pembelajaran group investigation lebih baik dari pada hasil belajar dengan menggunakan model ceramah. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus uji ”t” karena demikian 2,00 < 7,2 > 2,00. Maka, hipotesis nol () ditolak dan hipotesis () diterima. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan atas penggunaan model group investigation terhadapt kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMK Sultan Iskandar Muda Medan Tahun Pelajaran 2018/2019
Eksperimentasi Kecerdasan Emosional Siswa Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Oleh Siswa Kelas VIII SMP Talitakum Tahun Pelajaran 2018/2019 Greis Hopina Siregar; Sariati Marpaung; Oktaviandi Bertua Pardede; Ayu Dini Kurnia; Yeni Charery Butar-butar
EDUTECH Vol 5, No 2 (2019): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.67 KB) | DOI: 10.30596/edutech.v5i2.3386

Abstract

Pendekatan yang di lakukan guru dalam proses belajar mengajar sangat penting karena pendekatan tersebut dapat berdampak positif atau negatif terhadap hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktifitas, perbedaan hasil belajar dan respon siswa sebelum dan sesudah di lakukan pendekatan kecerdasan emsional kepada siswa di SMP Swasta Talitakum Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan bentuk Pre Experimental Design dengan tipe the one goup pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan , tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test, soal kecerdasan emosional dan angket. Aktivitas siswa diperoleh dari hasil pengamatan peneliti yaitu di peroleh perbandingan yaitu kelas yang di berikan pendekatan kercerdasan emosioal maka dapat di kategorikan sangat baik dalam merespon dan aktif dalam pembelaajran. Hal ini dikarenakan pendekatan kecerdasan emosional ini meberikan dampak yang positif terhadap diri siswa dimana siswa menjadi termotivasi da lebih bersemangat dalam belajar. Sedangkan pada kelas yang tidak di berikan pendekatan kecerdasan emosional dapat di katakan kurang memuaskan hasil yang di dapatkan karena masih di sebagain siswa yang memiliki motivas dan semangat belajar di kelas sehingga membuat kurangnya hasil pembelajaran bahasa indonesia yang di dapatkanData tes hasil belajar siswa dianalisis dengan di lakukan dua bentuk uji hipotesis yaitu hipotesis asosiatif dan hipotesis komparatif. Dan hasil yang diperoleh dalam uji hipotesis asosiatif adalah sebagai berikut Berdasarkan pengolahan SPSS maka harga sig. lebih kecil daripada harga α yaitu 0,001 < 0,05. Dengan demikian diterima Ha bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Dan untuk mengetahui besarnya sumbangan efektif kecerdasan emosional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat digunakan hasil pengolahan SPSS melalui koefesien determinasi (R2). Melalui hasil pengolahan pada tabel 3.6. diperoleh R2 sebesar 0,408. Hal ini mengartikan bahwa kecerdasan emosional siswa memberikan sumbangan efektif sebesar 40,8% berpengaruh terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia siswa. Sedangkan sisanya 59,2% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dan juga hasil uji hipotesis yang di peroleh dengan uji hopitesis komparatif adalah sebagai berikut dengan uji t – paired sample test diperoleh sig lebih kecil dari pada α yaitu 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia oleh siswa mengalami perubahan yang signifikan (berarti).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa akibat pengaruh kecerdasan emosional yang distimulus kepada siswa melalui penelitian ini.
PERBEDAAN METODE PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN METODE PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN OLEH SISWA Oktaviandi Bertua Pardede; Iska Handayani Siregar; Renita Pasaribu; Simon Seiman Laowo
Asas: Jurnal Sastra Vol 11, No 1 (2022): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v11i1.31856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran tatap muka sebelum pandemik dan pembelajaran daring selama pandemik dengan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI di SMP Swasta Imelda Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan paradigma komparatif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen dengan melibatkan dua kelompok kelas. Berdasarkan hasil penjabaran data yang telah diperoleh yaitu hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran tatap muka memiliki rata-rata sebesar 71,64 dengan penyimpangan data sebesar 14,03. Adapun nilai tertinggi dan terendah siswa masing-masing 90 dan 39. Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran daring memiliki rata-rata sebesar 56,04 dengan penyimpangan data sebesar 10,63. Adapun nilai tertinggi dan terendah siswa masing-masing 80 dan 40. Maka, analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar menulis cerpen oleh siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. Nilai siswa yang diajar dengan metode pembelajaran tatap muka lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode daring. Oleh sebab itu, metode pembelajaran daring ternyata tidak sama efektifnya dengan metode tatap muka untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat siswa selama pembelajaran daring akibat adanya faktor eksternal yang memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan lain selama pembelajaran daring serta hasil angket juga menunjukkan bahwa terdapat 56,94% siswa memberikan respon negatif dan 43,06% menjawab respon positif. Dengan demikian, hasil analisis data deskriptif dan inferensial yang telah disimpulkan relevan dengan minat belajar siswa dalam menulis cerpen yaitu tergolong rendah dikalangan para siswa SMP Swasta Imelda Medan.
Penerapan Pembelajaran Literasi di SMP Negeri 2 Sitiotio dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi Oktaviandi Bertua Pardede
Jurnal Mitra Prima Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy learning needs to be experienced by school students. The goal is to optimize students' ability to understand lessons in depth. Junior High School 2 Sitiotio in Samosir regency seems to need this literacy learning experience. The application of literacy is optimized by utilizing information technology to attract students' interest in experiencing the PKM teaching and mentoring process. Based on observations, it appears that learning activities are conducive and dynamic. Teaching through Unpri's Spada and Zenius application shows that there is a new paradigm for students in literacy learning. The mentoring process also shows continuous interaction outside the classroom. The test results showed that there was an increase in student scores before and after literacy learning by 53.3% with a significance of p < 0.05 and Ha was accepted. Thus, the application of literacy can significantly improve student learning outcomes by utilizing information technology.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KENDALA DALAM PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI MENULIS PADA SISWA SMP DI KOTA MEDAN Oktaviandi Bertua Pardede; Budi Setia Munthe; Henny Novrianti br. Manullang; Ayu Silvia Manullang; Sahria Sibuea
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3190

Abstract

Abstrak.Pembelajaran bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.Dari berbagai jenis keterampilan menulis salah satu yang harus dipahami dan dipelajari oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).Akan tetapi, kenyataannya masih banyak siswa yang memiliki kendala dalam penulisan karya ilmiah.Kenyataan tersebut diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa guru SMP di kota Medan. Dirasiokan dari 100 siswa, hanya 35% saja yang mampu menulis karya tulis ilmiah dengan baik dan benar.Kendala lainnya dalam penulisan karya ilmiah adalah rendahnya motivasi menulis siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kendala penulisan Karya Tulis Ilmiah, dampaknya, dan hasil, serta kaitannya terhadap motivasi menulis pada siswa SMP di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey kemudian hasil survey tersebut akan digunakan dalam analisis SWOT. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.Penelitian ini mendeskripsikan, memaparkan kemampuan dan kendala yang dialami siswa dengan jumlah sampel 100-120 siswa.Hasil yang diperoleh yaitu Kemampuan KTI oleh siswa menunjukkan kuantitas pada kategori 2 yaitu rendah.Beberapa siswa yang kurang tertarik pada saat diminta  menjawab soal pilihan berganda dan mengisi angket. Siswa dan non siswa cenderung setuju dengan butir-butir angket, dari situ dapat dinyatakan bahwa perilaku siswa dalam aktivitas KTI sangat dipengaruhi oleh motivasi siswa dalam belajar.Kata Kunci: Faktor Kendala penulisan KTI, Dampaknya, motivasi                      Menulis, Analisis SWOT Abstract.Indonesian language learning consists of four aspects of language skills. They are listening, speaking, reading and writing skills. Of the various types of writing skills, one that must be understood and learnt by Junior High School students is to Write Scientific Writing (WS). However, in reality there are still many students who struggle in writing scientific papers. This fact was obtained from observations and interviews with several junior high school teachers in Medan. Directed from 100 students, there are only 35% of them who are able to write scientific papers properly and correctly. Another obstacle in writing scientific papers is the low motivation of writing of students. This study aims to determine the factors that constrain the writing of Scientific Writings, their impact, results and their relation to the motivation of writing for Junior High School students in Medan. This type of research is descriptive research with a survey method then the survey results will be used in the SWOT analysis. This analysis is based on logic that can maximize strength, and opportunities, but can simultaneously minimize weakness and treats. Descriptive aims to make descriptions, illustrations, or paintings systematically, factually, accurately about the characteristics and relationships between the phenomena investigated. This study describes and explains the abilities and constraints experienced by students with a sample size of 100-120 students. The results obtained are WS Ability by students showing the quantity in category 2 which is in low area. Some students are less interested when asked to answer multiple choice questions and fill out questionnaires. Students and non-students tend to agree with the questionnaires items, from which it can be stated that student’s behaviour in Eastern Indonesia activities is strongly influenced by student’s motivation in learning.Keywords: WS writing constraints, Impacts, Writing motivation, SWOT Analysis.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KENDALA DALAM PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI MENULIS PADA SISWA SMP DI KOTA MEDAN Oktaviandi Bertua Pardede; Budi Setia Munthe; Henny Novianti br. Manullang; Ayu Silvia Manullang; Sahria Sibuea
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.815 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1719

Abstract

Abstrak.Pembelajaran bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.Dari berbagai jenis keterampilan menulis salah satu yang harus dipahami dan dipelajari oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).Akan tetapi, kenyataannya masih banyak siswa yang memiliki kendala dalam penulisan karya ilmiah.Kenyataan tersebut diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa guru SMP di kota Medan. Dirasiokan dari 100 siswa, hanya 35% saja yang mampu menulis karya tulis ilmiah dengan baik dan benar.Kendala lainnya dalam penulisan karya ilmiah adalah rendahnya motivasi menulis siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kendala penulisan Karya Tulis Ilmiah, dampaknya, dan hasil, serta kaitannya terhadap motivasi menulis pada siswa SMP di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey kemudian hasil survey tersebut akan digunakan dalam analisis SWOT. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.Penelitian ini mendeskripsikan, memaparkan kemampuan dan kendala yang dialami siswa dengan jumlah sampel 100-120 siswa.Hasil yang diperoleh yaitu Kemampuan KTI oleh siswa menunjukkan kuantitas pada kategori 2 yaitu rendah.Beberapa siswa yang kurang tertarik pada saat diminta  menjawab soal pilihan berganda dan mengisi angket. Siswa dan non siswa cenderung setuju dengan butir-butir angket, dari situ dapat dinyatakan bahwa perilaku siswa dalam aktivitas KTI sangat dipengaruhi oleh motivasi siswa dalam belajar.Kata Kunci: Faktor Kendala penulisan KTI, Dampaknya, motivasi                      Menulis, Analisis SWOTAbstract.Indonesian language learning consists of four aspects of language skills. They are listening, speaking, reading and writing skills. Of the various types of writing skills, one that must be understood and learnt by Junior High School students is to Write Scientific Writing (WS). However, in reality there are still many students who struggle in writing scientific papers. This fact was obtained from observations and interviews with several junior high school teachers in Medan. Directed from 100 students, there are only 35% of them who are able to write scientific papers properly and correctly. Another obstacle in writing scientific papers is the low motivation of writing of students. This study aims to determine the factors that constrain the writing of Scientific Writings, their impact, results and their relation to the motivation of writing for Junior High School students in Medan. This type of research is descriptive research with a survey method then the survey results will be used in the SWOT analysis. This analysis is based on logic that can maximize strength, and opportunities, but can simultaneously minimize weakness and treats. Descriptive aims to make descriptions, illustrations, or paintings systematically, factually, accurately about the characteristics and relationships between the phenomena investigated. This study describes and explains the abilities and constraints experienced by students with a sample size of 100-120 students. The results obtained are WS Ability by students showing the quantity in category 2 which is in low area. Some students are less interested when asked to answer multiple choice questions and fill out questionnaires. Students and non-students tend to agree with the questionnaires items, from which it can be stated that student’s behaviour in Eastern Indonesia activities is strongly influenced by student’s motivation in learning.Keywords: WS writing constraints, Impacts, Writing motivation, SWOT Analysis.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMANDU ACARA INFOTAINMENT PADA SISWA SMP Annisa Annisa; Annisa Nasution; Nanda Dwi Asti; Oktaviandi Bertua Pardede
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.102 KB) | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2752

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran audiovisual terhadap kemampuan memandu acara infotainment siswa kelas VIII SMP Daya Cipta Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian post-test only control group design. Instrumen yang digunakan untuk menyaraing data adalah tes unjuk kerja.Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji “t”.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memandu acara infotainment dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual dan pembelajaran konvensional termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 78,5 sedangkan kemampuan siswa dalam memandu acara infotainment dengan menggunakan pembelajaran konvensional termasuk dalam kategori cukupdengan nilai rata-rata 67,76. Dari hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa thit> ttab(4,73>2,002) sehingga dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha. Kemampuan memandu acara infotainment yang diajarkan di kelas VIII Terpadu dengan menggunakan mediapembelajaran audiovisual dan pembelajaran konvensional lebih berpengaruh baik dibandingkan kemampuan memandu acara infotainment di kelas VIII-1 dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR NOVEL Oktaviandi Bertua Pardede
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 12, No 1 (2022): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v12i1.33726

Abstract

Speaking skills and role-playing learning methods are variables used to determine their impact on student achievement. Students' learning achievement is expected to be known through discussion of novel subject matter where students can interpret their knowledge by speaking and interacting with the novel's contents through role-playing. The population of this study was students of VIII-C SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan with a total of 24 research samples. One group pretest-posttest design was used to test the research hypothesis about the effect of the role-playing learning method on student achievement. On the other hand, this study also interprets the results of observations, questionnaires, and interviews as primary data to strengthen the analysis of the hypothesis testing obtained. In the end, this research shows that there are 27.8% of students do not master speaking skills with a total of 73.6% of students whose speaking skills need to be improved and only 26.4% of students who have speaking skills. The results of the study also illustrate that appearing in public places, asking questions when studying in class, and discussing lesson topics while studying in class are the 3 main factors that need to be optimized by students. The hypothesis test shows the value of sig > which means accepting H0 that there is no difference in the students' pretest and posttest scores so that the role-playing learning method has not had a different effect on student achievement.
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM PARAGRAF Annisa Annisa; Mawar Sari Simbolon; Oktaviandi Bertua Pardede; Sartika Sari; Dani Sukma Agus Setiawan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.129 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.150

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa SMP dalam menemukan gagasan utama masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran menemukan gagasan utama paragraf dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Sampel yang diteliti 29 siswa SMP kelas VII A. Untuk memperoleh data dalam penulisan ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan tes, siklus I, siklus II, dan observasi. Dari hasil penelitian yang menggunakan tes, siklus I, dan siklus II pada pelajaran menemukan gagasan utama pada paragraf memperoleh peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa yang signifikan. Ketuntasan hasil belajar pada tes awal (pre test) adalah 24,14%, pada siklus I menjadi 65,51%. Selanjutnya diketahui bahwa siklus II tuntas dengan hasil 86,21%. Berdasarkan data tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran menemukan gagasan utama pada paragraf kelas VII SMP Satu Atap Negeri 4 Pangururan
Pelatihan Penulisan Cerpen Remaja pada Siswa SMP Al-Hidayah Medan Oktaviandi Bertua Pardede
Jurnal Mitra Prima Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v4i2.2884

Abstract

Budaya literasi terhadap karya sastra pada saat sekarang ini perlu digalakan kembali. Mengingat beberapa program pemerintah yang menyisipkan beberapa pengajaran terkait literasi dikembangkan dan dilakukan di sekolah. Seperti beberapa gerakan literasi yang dicanangkan kemendikbud di sekolah untuk meningkatkan daya baca anak-anak khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tetapi perlu diketahui juga bahwa budaya literasi itu tidak hanya berkutat pada membaca saja tetapi juga hadir pada bentuk kegiatan bahasa lain yakni menulis. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa seni menulis sangat penting. Tidak hanya untuk menuliskan gagasan kedalam sebuah tulisan tetapi juga dengan menulis, informasi yang ingin kita sampaikan dapat tersebar dengan baik apalagi di era serba digital ini sebuah tulisan sekarang akan sangat mudah diterbitkan bahkan di posting melalui akun-akun media sosial atau media digital lainnya. Agar anak-anak atau khususnya siswa-siswa dapat menulis dengan baik dan mengembangkan gagasannya, tim PKM dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNPRI mengadakan sebuah pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi di bidang menulis. Pelatihan yang diadakan oleh tim PKM ini adalah pelatihan menulis cerpen yang bertemakan remaja yang sangat dekat dengan anak-anak khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Al-Hidayah Medan ini diharapkan dapat membantu para siswa menjadi lebih inovatif dan dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan menulisnya.