Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Muatan Pembelajaran Membaca Pemahaman Maulida Mandasari Lubis; Sadieli Telaumbanua; Dian Syahfitri
Jurnal Simki Pedagogia Vol 9 No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v9i1.1388

Abstract

This study is based on the fact that the development of 21st-century skills is very important, especially critical thinking skills, which until now are considered lacking in conventional learning methods. The purpose of this study is to determine how much influence the problem posing method has on students' ability to think critically during the reading comprehension learning process. This type of research is quantitative experiment. In grade XI of SMA Negeri 5 Tanjungbalai, students were divided into two groups. One group is the experimental class using the problem posing method, and the other is the control class using the conventional method. A test was used to assess critical thinking skills through reading comprehension. The results of the study illustrate that the problem posing technique improves students' ability to think critically with a mean of 88.77 compared to students using the conventional method with a mean of 82.17. According to the t-test, there is a significant difference (sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05), and the effect size produces a value of 1.14, which indicates that it is in the high category. These results indicate that problem posing is an effective technique for teaching students to think critically. This research shows that problem posing can be used as a learning method that encourages active student learning and improves critical and in-depth text comprehension.
Tahap Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak Usia Dini Berdasarkan Perspektif Psikolinguistik Maria Goretti Magdalena Siregar; Sadieli Telaumbanua; Sartika Sari
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ng69fc42

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahapan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini berdasarkan perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dalam pengumpulan data. Penelitian dilakukan di PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini dimulai dari tahap pra-linguistik, tahap satu kata, tahap dua kata, dan tahap banyak kata. Setiap tahapan tersebut berlangsung melalui interaksi dengan ibu dan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia dini mampu mengucapkan bunyi vokal yang tidak bermakna pada usia 0-7 bulan (tahap pra-linguistik), menggunakan satu kata pada usia 12-18 bulan (tahap satu kata), dua kata pada usia 18-24 bulan (tahap dua kata), dan tiga atau lebih kata pada usia 3-5 tahun (tahap banyak kata). Penelitian ini menambah justifikasi empiris tentang proses dan tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini serta memberikan wawasan bagi mahasiswa dan pembaca di Program Studi Sastra Indonesia mengenai proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini.
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Model Discovery Learning Di Kelas IV SD Negeri 101781 Pematang Lalang Rotua Rosalina Aritonang; Sadieli Telaumbanua; Esra Perangin-angin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wf3ytp11

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan Bahan Ajar sangat penting dalam proses pembelajaran karna dapat mendorong siswa untuk menerima dan memahami materi melalui penerapan bahan ajar tematik yang didasarkan pada pembelajaran discovery learning. Ketika guru memberikan menjelaskan tentang pembelajaran tematik, mereka tidak hanya membahas ide-ide yang dihafal atau ditulis, tetapi juga bagaimana mereka berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan mereka. Namun, kenyataannya masih ada ketidaksesuaian yang menyebabkan siswa kurang memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru. Ini terlihat dalam berbagai cara seperti tidak mengajukan pertanyaan, tidak memberikan saran, dan menolak untuk menyuarakan pendapat mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peran bahan ajar yang dimainkan oleh guru dan siswa ketika mengembangkan bahan ajar tematik berbasis discovery learning.