Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

PENGARUH PEMBERIAN JUS KACANG HIJAU (PHASEOLUS RADIATUS L) TERHADAP PENINGAKATAN KADAR HEMOGLOBIN SERUM PADA PENDERITA ANEMIA REMAJA PUTRI Kartika Mariyona
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.825

Abstract

Anemia di Indonesia masih tinggi prevalensi anemia pada remaja yaitu 57,1.%. Kacang hijau memiliki kandungan gizi yang lengkap salah satu yaitu zat besi sebesar 6,7 / 100 gr kacang hijau diyakini mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada penderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada penderita anemia remajaPenelitian ini menggunakan design  quasi eksperimen pada 34 orang remaja anemia. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan intervensi secara random. Kelompok intervensi diberikan 200gr jus kacang hijau yang di olah menjadi jus selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji statistik t-dependent dengan derajat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menujukan rata – rata kadar hemoglobin sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 10,24 gr% dan sesudah  intervensi adalah14,05 gr%. Rata - rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol sebelum intervensi adalah 10,26 gr% dan sesudah intervensi 10,98 gr%. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian jus kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada penderita anemia dengan  nilai p< 0,05. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapatnya pengaruh pemberian jus kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada penderita anemia remaja putri. Disarankan kepada remaja putri untuk selalu mengkonsumsi kacang hijau untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA PUTRI USIA 13-15 TAHUN DI SMPS PSM Kartika Mariyona
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1727

Abstract

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang universal. Kejahatan ini dapat ditemukan di seluruh dunia, pada tiap tingkatan masyarakat, tidak memandang usia maupun jenis kelamin Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual ini diantaranya adalah, dapat mengganggu kondisi fisik, mental, emosi, dan kesehatan bagi para korban. Arrikel ini mebahas menganai  Upaya Pencegahan Dampak Kekerasan Seksual Terhadap remaja putri usia 13 - 15 tahun, serta meningkatkan program komunikasi informasi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja, meningkatkan peran serta keluarga untuk pendidikan agama lebih mendalam. penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan metode ekspository, penelitian kualitatif dilakukan untuk menggali informasi dengan cara wawancara.hasil penelitian didaptkan Kegiatan bimbingan konseling merupakan salah satu bentuk upaya penyampaian informasi mengenai kekerasan seksual pada remaja dan dampaknya, sehingga remaja memahami upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM 1000 HPK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANG PANJANGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM 1000 HPK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANG PANJANG Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Kartika Mariyona; Mega Ade Nugrahmi; Shinta Angellina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2529

Abstract

Stunting merupakan bentuk gagal tumbuh adalah salah satu permasalahan status gizi balita yang diakibatkan oleh gizi buruk dan kesehatan selama prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Salah satu program pemerintah untuk mengatasi terjadinya stunting. Sebagai ujung tombak dari pelaksanaan program ini adalah sumber daya manusia (SDM). SDM diminta untuk tidak hanya kuantitas, namun kualias menjadi salah satu ujung tombak terlaksananya program. Salah satu program yang dijalankan adalah program 1000 HPK. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang Panjang dengan desain [enelitian menggunakan rancangan kualitatif. Dengan menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview) serta observasi. Informan dpilih secara purposive sampling sejumlah 10 orang informan. Data dianalisis berdasarkan keterangan dan jawaban yang disampaikan oleh informan. Hasil analisis didapatkan bahwa kuantitas dankualitas SDM dalam menjalankan program 100 HPK sudah tercukupi dan sudah sesuai dengan tupoksi masing-masing sesuai dengan SOP yang telah dientukan.