Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Prototipe Automasi Pintu Dan Jendela Rumah Melalui Perintah Suara Reynaldo Lino Haposan Pakpahan; Dodi Wisaksono Sudiharto; Aji Gautama Putrada Satwiko
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi yang begitu pes at s aat ini s eiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan membuat teknologi tidak as ing bagi manus ia. Teknologi berperan penting untuk membantu s erta memudahkan pros es kehidupan mas yarakat, terlebih lagi pada era modern s ekarang ini s udah banyak berkembang s is tem Home Automation (automas i rumah) . Paper ini menyajikan implementas i prototipe yang dapat memudahkan mas yarakat untuk mengendalikan pintu dan jendela rumah hanya dengan menggunakan perintah s uara. Aplikas i Speech Recognition pada smartphone digunakan s ebagai penerima dan pemros es perintah s uara menjadi perintah dalam bentuk digital text. Selanjutnya perintah ters ebut akan dikirimkan melalui s inyal bluetooth ke bluetooth modul, dalam paper ini menggunakan HC-05, yang telah terhubung dengan Arduino Uno. Arduino Uno akan mengolah perintah ters ebut dan mengirimkan s inyal ke aktuator untuk mengendalikan pintu dan jendela. Implementas i prototipe untuk mengendalikan jendela dan pintu rumah dengan perintah s uara berhas il dibuat dengan jarak jangkauan s is tem ± 10 meter. Kata kunci: Home Automation, Smartphone, Perintah Suara, Android, Arduino Uno, Aktuator.
Penggunaan Face Recognition & Voice Recognition sebagai Dua Langkah Verifikasi dan Peningkatan Keamaan pada Smart Door Habibullah Zuber Matondang; Dodi Wisaksono Sudiharto; Aji Gautama P Satwiko
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbanding lurus dengan cepatnya perkembangan zaman, teknologi juga ikut serta mengambil peran dalam perkembangan tersebut terutama pada bidang keamanan. Teknologi biometrik belakangan ini menjadi sangat populer karena mekanisme identifikasi mengandalkan karakteristik fisik dari setiap individu sehingga diharapkan identik dengan sang pemilik identitasnya. Pada beberapa penelitian sebelumnya telah diciptakan pengamanan pintu rumah hanya dengan menerapkan satu langkah verifikasi saja, yaitu menggunakan suara. Namun hasilnya masih terdapat beberapa kesalahan deteksi terhadap pengguna yang berbeda. Tingkat kesalahan deteksi bahkan mencapai 44%. Hal ini tentunya dapat menjadi celah bagi orang asing yang ingin melakukan tindak kejahatan. Berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini memanfaatkan dua langkah verifikasi, yaitu menggunakan voice recognition dan face recognition. Verifikasi dilakukan melalui perangkat yang sudah dipasang di depan pintu. Lalu hasil verifikasi tersebut dikirim melalui komunikasi sinyal bluetooth ke modul bluetooth HC-05 yang terhubung dengan Arduino Uno. Lalu Arduino Uno mengirimkan perintah ke aktuator untuk membuka pintu. Presisi sistem dengan hanya menggunakan pengenalan suara, didapat hasil keberhasilan sistem sebesar 75%. Namun dengan ditambahkannya tahap berikutnya, yaitu pengenalan wajah, presisi sistem naik menjadi 100%, sehingga pengguna dengan kondisi “false-negative” pada pengenalan suara berubah menjadi “falsepositive” pada tahap pengenalan wajah. Kata Kunci: Biometrik, two-steps verication, Face Recognition, Voice Recognition, Arduino Abstract Directly proportional to the rapid development of times, technology also participates in taking part in these developments, especially in the security sector. Biometric technology has recently become very popular because the identification mechanism relies on the physical characteristics of each individual so that it is expected to be identical with the owner of his identity. In some previous studies, the security of house doors has been created by only applying one- step verification, which is using voice. But the result is that there are still some detection errors for different users. The detection error rate even reached 44%. This certainly can be a gap for foreigners who want to commit a crime. Different from previous studies, this study utilizes two-steps verification, namely using voice recognition and face recognition. Verification is done through a device that has been installed in front of the door. Then the verification results are sent via bluetooth signal communication to the HC-05 bluetooth module that is connected to Arduino Uno. Then Arduino Uno sends an order to the actuator to open the door. System precision using only voice recognition, obtained system success results of 75%. But with the addition of the next stage, namely face recognition, the precision of the system increased to 100%, so users with the "false-negative" condition on voice recognition changed to "false-positive” on stage of face recognition Keywords: Biometrics, Two-Step Verication, Face Recognition, Voice Recognition, Arduino
Analisis Peformansi QoS pada EasyRTC menggunakan Algoritma Distribution Hash Table Fadma Sari Y.E.G.; Dodi Wisaksono Sudiharto; Setyorini Setyorini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi audio/video melalui internet memiliki kemungkinan latency yang tinggi dan rendahnya downlink goodput yang disebabkan karena pembatasan QoS oleh provider. Permasalahan tersebut dapat diatasi, salah satunya dengan menggunakan jaringan peer-to-peer, sebab jaringan ini dapat melakukan mekanisme perutean yang efisien seperti penyambungan, pemisahan maupun client routing. Namun jaringan peer-to-peer rentan terhadap attacker. Sehingga pada jaringan peer-to-peer secara umum, dilengkapi dengan fitur pertahanan seperti dengan menggunakan Algoritma DHT (Distribution Hash Table). Pada jaringan peer-to-peer yang lebih maju, algoritma yang digunakan umumnya adalah Kademlia yang masih termasuk turunan DHT. Kademlia menjadi fitur pertahanan jaringan peer to peer yang populer karena dianggap memiliki overhead yang relatif kecil dibandingkan algoritma lama, yaitu Chord. Di samping itu, dengan kemajuan teknologi web, melahirkan suatu framework yang dapat digunakan untuk melakukan hubungan komunikasi audio/video. Hal ini dimungkinkan lantaran adanya teknologi web socket yang dikembangkan pada framework EasyRTC. API (Application Programming Interface) pada EasyRTC dapat digunakan sebagai fitur untuk membentuk jaringan peer-to-peer berbasis web menggunakan Node.js. Namun kesulitan implementasi peer-to-peer berbasis web adalah pada proses signalling bilamana proses tersebut perlu menerapkan algoritma Kademlia. Pada studi ini diimplentasikan suatu komunikasi audio/video berbasis EasyRTC pada jaringan peer-to-peer dengan fitur Kademlia dan membandingkannya dengan komunikasi audio/video berbasis EasyRTC pada jaringan peer-to-peer tanpa fitur Kademlia. Kata kunci : QoS, EasyRTC, kademlia, peer-to-peer Abstract Audio or video communication via internet has possibility of high latency and low downlink goodput due to restrictions of QoS by the provider. These problems can be overcome by using a peer-to- peer network, because this network can perform efficient routing mechanisms such as join, leave and client routing. Peer-to-peer networks also has some vulnerablelity for attackers, so that in peer-to-peer networks in general, equipped with defense features such as using the DHT Algorithm (Distribution Hash Table). On more advanced peer-to-peer networks, the algorithm used is generally the Academy which is still a DHT derivative. Academia has become a popular peer to peer network defense feature because it is considered to have relatively small overhead compared to the old algorithm, Chord. In addition, with the advancement of web technology, gave birth to a framework that can be used to connect audio / video communications. This is possible because of the web socket technology developed in the EasyRTC framework. The API (Application Programming Interface) on EasyRTC can be used as a feature to form a web-based peer-to-peer network using Node.js. But the difficulty of web-based peer-to-peer implementation is in the signaling process if the process needs to apply the Kademlia algorithm. In this study an audio / video communication was implemented based on EasyRTC on a peer-to-peer network with Kademlia features and compared it with audio / video communication based on EasyRTC on a peerto-peer network without the Kademlia feature. Keywords: QoS, EasyRTC, kademlia, peer-to-peer
Pengimplementasian Context Awareness Untuk Mengubah Mode Bunyi Android Smartphone Tanpa User Input Arya Bagaskara; Dodi Wisaksono Sudiharto; Siti Amatulah Karimah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mode bunyi pada smartphone berfungsi untuk mengubah suara smartphone ketika ada notifikasi seperti adanya panggilan telepon, SMS, dan sebagainya. Biasanya user harus mengubah mode bunyi secara manual ketika akan melakukan aktifitas di tempat tertentu seperti pada tempat peribadatan. Kelalaian untuk mengubah mode bunyi, dapat menyebabkan smartphone berbunyi di saat yang tidak diinginkan, seperti saat beribadah Pada dasarnya sudah ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang menyediakana layanan tersebut, akan tetapi semuanya harus memasukkan lokasi secara manual. Sehingga ketika mengunjungi lokasi baru, user masih harus mengubah mode bunyi secara manual saat mengunjungi lokasi tersebut. Hal ini tidak nyaman untuk user yang sering berpindah-pindah ke lokasi baru, terutama manakala user berkunjung hanya sekali saja. Solusinya adalah dengan menggunakan sebuah aplikasi pengubah mode bunyi yang memiliki location-awareness. Aplikasi tersebut dapat mengubah mode bunyi secara otomatis tanpa campur tangan user sama sekali. Android smartphone telah memiliki API (Application Programming Interface) untuk menjalankan fungsi context awareness sebagai masukan yang dapat digunakan untuk mengubah mode bunyi secara otomatis. Sehingga pada studi ini akan dikembangkan aplikasi berbasis Android smartphone untuk mengubah mode bunyi secara otomatis dengan memanfaatkan inputan dari context awareness. Kata kunci: context-awareness, location-awareness, Android smartphone, mode bunyi Abstract Smartphone ringer mode is used to change the phone mode when there are notifications such as phone call, SMS, etc. Habitually, the user needs to change manually the ringer mode when they are going to do an activity in certain place such as in a mosque. The user areless for changing the ringer mode can cause the smartphone rings inappropriately like when they are still in praying. There are already third party applications which provide this kind service, but they still need for inputs. Furthermore, when the users come to a new location, they still need to set it up manually. This condition is uncomfortable for a mobile users who like to visit new place, especially when the users only visit a place for only one time. The solution is by using the application of ringer mode changer which is functioned by using a location-awareness input. It can change the ringer mode automatically without any user action. Android smartphone already have API (Application Programming Interface) of context awareness which can be used to utilize context awareness function as inputs to change ringer mode automatically. This study is going to develop Android smartphone application to change ringer mode automatically by utilizing the context awareness input. Keywords: context-awareness, location-awareness, Android smartphone, ringer mode
Penerapan Algoritma Fall Detection pada Inflatable Smart Helmet Menggunakan Accelerometer Daniel Arga Amallo; Dodi Wisaksono Sudiharto; Aji Gautama Putrada
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tingkat angka kematian dari kecelakaan kendaraan bermotor adalah dari pengendara roda dua sebanyak 2%. Sebagian besar kematian pada pengendara sepeda motor, luka terparah adalah pada kepala. Dari data tersebut, maka pengendara sepeda motor perlu menggunakan alat pelindung seperti salah satunya adalah helm. Meski demikian, hal itu tetap tidak bisa menghindari pergerakan otak di dalam tengkorak jika benturan pada kepala cukup keras. Otak tetap dapat membentur tulang tengkorak yang akhirnya dapat mengakibatkan trauma. Penggunaan airbag pada kendaraan telah terbukti dapat mengurangi angka kematian. NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) mencatat sebanyak 44.869 nyawa pada tahun 2015 terselamatkan karena penggguanaan airbag sebagai alat pelindung berkendara. Oleh sebab itu, pada studi ini akan mengembangkan smart helmet dengan menerapkan algoritma fall detection pada sensor dan mikrokontroler. Cara kerjanya pada saat terjadi tabrakan, umumnya pengendara akan terlempar atau jatuh. Pada saat terlempar atau jatuh tersebut terjadi perubahan akselerasi posisi kepala yang mengenakan smart helmet. Perubahan akselerasi tersebut menjadi pemicu mengembangnya airbag pelindung smart helmet. Sebagai akibatnya bila smart helmet yang terlingkup airbag membentur benda keras, maka setidaknya akan merendam besarnya benturan yang pada akhirnya melindungi pergerakan otak yang membentur tulang tengkorak. Selanjutnya hal ini dapat mengurangi atau bahkan menghindari trauma otak. Penelitian ini bermaksud menunjukkan mengembangnya airbag sebelum smart helmet membentur benda keras saat terpicu adanya perubahan akselerasi. Besarnya nilai akselerasi di atas threshold dapat dengan mudah ditentukan sebagai pemicu mengembangnya airbag. Sedangkan klasifikasi nilai akselerasi di bawah threshold sebagai pemicu hal yang sama, nilainya dicari menggunakan algoritma kNN (k-Nearest Neighbour). Kata kunci: Airbag, fall detection, smart helmet Abstract The high mortality rate from vehicle accidents is from 2-wheel riders by 2%. Most motorcycle deaths, the most severe injuries are the head and spinal cord, it can be drawn the conclusion of the importance of wearing a safety device. One way to reduce the impact of the accident is with the use of a helmet, but it still cannot avoid the movement of the brain inside the skull if hit hard enough, the brain can hit the skull that can lead to trauma. The use of Airbags on vehicles has been shown to reduce mortality, NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) recorded as many as 44,869 lives in 2015 was saved due to Airbags. With the solution of the Airbag, this final project will apply smart helmet by applying fall detection algorithm to sensor and microcontroller. The way the Airbag works is when a hard collision is detected, the sensor immediately sends a signal when it falls and then the Airbag immediately expands. The purpose of making this smart helmet is to reduce the hard impact so that the victim does not experience brain trauma when the accident is detected. Keywords: Airbag, fall detection, smart helmet
Analisis Traffic Pada Implementasi Wireless Sensor Network Polusi Udara Ikrimah Muiz; Dodi Wisaksono Sudiharto; Aji Gautama Putrada
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Polusi udara merupakan salah satu faktor signifikan yang banyak mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Polusi itu datang dari gas pembuangan kendaraan, asap industri, ataupun asap rokok. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, akan dilakukan pemantauan polusi udara dengan memanfaatkan teknologi Wireless Sensor Network serta menerapkan jaringan broadcast. Pada penerapan WSN polusi udara ini menggunakan sensor MQ-5, datanya akan dikirim dan berpusat pada satu receiver yang akan dihubungkan ke jaringan internet lalu ditampilkan ke Thingspeak Server. Oleh karena itu pada penelitian ini akan menganalisis traffic berdasarkan implementasi WSN polusi udara menggunakan teknologi ESP8266 untuk transmisi datanya. Dalam penelitian akan diterapkan jaringan broadcast sebanyak 4 node dan topologi star, hasil penelitian didapatkan performa jaringan broadcast lebih kecil menghasilkan packet loss sebesar 0% dibandingkan dengan performa topologi star tanpa jaringan broadcast menghasilkan packet loss sebesar 6%. Kata Kunci: Traffic, Wireless Sensor Network, Jaringan broadcast. Abstract Air pollution is one of the significant factors that affect many human health conditions. The pollution comes from gas disposal vehicles, industrial smoke, or cigarette smoke. To improve the situation, air pollution monitoring will be carried out by utilizing Wireless Sensor Network technology and apply broadcast network. In the application of WSN this air pollution uses MQ-5 sensors, the data will be sent and centered on one receiver that will be connected to the internet network and then shown to Thingspeak Server. Therefore, in this research will analyze the traffic based on the implementation of WSN air pollution using ESP8266 technology for data transmission. In the research will be applied broadcast network as much as 4 node and star topology, result of research got performance of broadcast network resulted less packet loss 0% compared with star topology performance without broadcast mechanism resulting in 6% packet loss. `Keywords: Traffic, Wireless Sensor Network, broadcast netwotk.
Pemanas Dan Penuang Kopi Arabica Otomatis Berbasis Embedded Computer Taufan Fajrin Prastiaji; Dodi Wisaksono Sudiharto; Endro Ariyanto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKopi merupakan minuman yang sangat populer di Indonesia maupun dunia. Kopi yang ada di dunia saat ini sebagianbesar dibagi menjadi 2, yaitu Arabica dan Robusta. Arabica memiliki cita rasa yang khas dan dengan harga yang lebihmahal dibandingkan dengan jenis Robusta. Kopi jenis Arabica juga memiliki kandungan kafein lebih rendah dariRobusta, inilah yang menjadikan kopi jenis Arabica lebih digemari daripada Robusta. Menikmati kopi umunyalangsung setelah diseduh. Alasannya, cita rasa kopi pada saat itu berada pada puncaknya, lantaran suhu air yangdigunakan untuk menyeduh umumnya sesuai dengan suhu ideal yang dianjurkan. Namun secara umum di Indonesia,penjualan kopi panas instan, apalagi jenis Arabica memiliki harga cukup mahal. Menggunakan pemanas biasa akanberakibat kualitas kopi Arabica yang disajikan berubah karena suhu yang tidak terjaga. Pada studi ini diusulkan alatpemanas dan penuang kopi Arabica otomatis berbasis Arduino Uno. Purwarupa ini diharapkan mampu menjaga kopipada suhu ideal yang diharapkan sehingga kualitas kopi seperti baru diseduh.Kata Kunci: pemanas, penuang, Arabica, arduino unoAbstractCoffee is a very popular drink in Indonesia and the world. Coffee in the world today is largely divided into 2, namelyArabica and Robusta. Arabic has a distinctive taste and prices are more expensive than Robusta types. Arabica coffeealso contains more coffee than Robusta, this is what makes Arabica coffee more popular than Robusta. Enjoy coffeegenerally after brewing. The reason, the taste of coffee at that time was at its peak, because the temperature of the airused to brew according to the ideal temperature offered. However, in Indonesia, instant hot coffee sales, plus Arabicatypes, have quite expensive prices. Using an ordinary heater will result in the quality of the Arabica coffee beingserved changing due to an unapproved temperature. In this study, Arduino Uno-based automatic Arabica coffeepourers and heaters are designed. The prototype is expected to be able to buy coffee at the ideal temperature expectedto be as freshly brewed.Keyword : heather, pourers, arabica, arduino uno