Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TIPOLOGI ARSITEKTUR FASAD ART DECO PADA BANGUNAN-BANGUNAN DI YOGYAKARTA Labdo Pranowo; Sudaryono Sudaryono; Ikaputra Ikaputra
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 4 No 1 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i1.7639

Abstract

Art Deco adalah salah satu gaya arsitektur penting yang hadir pada era arsitektur kolonial di Indonesia. Masuk ke Indonesia melalui karya-karya arsitek Belanda yang berpraktek profesional di akhir masa penjajahan Belanda. Sebagai bagian dari gaya yang berkembang di era tahun 20-an, gaya ini berkembang populer di Indonesia dan menjadi salah satu puncak penting dari era arsitektur kolonal. Jejak-jejaknya pada banyak bangunan di kota-kota di Indonesia menunjukkan sangat luasnya gaya ini diterapkan. Kawasan lama dan area komersial di pusat kota menyimpan banyak bangunan dengan gaya ini, yang terekspresikan secara gamblang atau samar-samar melalui cuilan elemennya. Hal ini mengisyaratkan adanya kekayaan keragaman tampilan dalam gaya bangunan art deco di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan terhadap 44 bangunan yang tersebar di seputar kota Yogyakarta. Pengamatan dan analisis dibatasi pada fasad dan elemen visual pada fasad bangunan. Batasan ini dipilih dengan mempertimbangkan banyaknya obyek penelitian yang akan diamati dan beragamnya kadar/intensitas gaya pada bangunan. Diharapkan penelitian ini dapat menjawab pertanyaan; bagaimana tipologi dan karakteristik arsitektur fasad art deco pada bangunan-bangunan yang ada di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 tipe arsitektur fasad art deco, yaitu 1) tipe fasad utuh, 2) tipe fasad atas, dan 3) tipe fasad bawah. Ketiga tipe tersebut dibedakan berdasarkan perletakan bentuk dan elemen art deco pada fasad bangunan. Fasad art deco menunjukkan adanya karakter simetris dan asimetris, yang dipilih dan dikuatkan dengan permainan puncak, yang dapat berwujud bentuk menara, bentuk bidang tinggi pada susunan berundak dan perletakan elemen ikonik, yang berupa ornamen atau bentuk tertentu pada fasad datar.
Historical Dynamics of the Boschbouw Area and Its Utilization in the Development of Madiun City Rifo Ibnu Falah; Ikaputra Ikaputra
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i2.1023

Abstract

The Boschbouw area is one of the heritage landscapes of forestry education from the Dutch East Indies colonial era, shaped by various historical dynamics of functions in Madiun City. Despite its historical value, the region has suffered from visual degradation, functional fragmentation, and loss of identity readability. This research aims to examine the historical dynamics, spatial character, visual quality, and potential for sustainable use of the area. The research method employs a mixed approach, drawing on primary sources from direct observation of four main aspects—ecology, economy and efficiency, equity and safety, as well as aesthetics—and secondary sources including document data, literature, and community perception questionnaires. The results of the analysis show that the area still retains its core elements, but the quality of the space has decreased due to development pressures, dysfunctional irregularities, and a lack of management integration. The analysis emphasizes that the area has strategic value for utilization, supported by historical attractions, creative economic potential, and high public acceptance. This study concludes that utilization should be directed toward strengthening regional identity to develop the Boschbouw area as an adaptive and sustainable landscape.