Uswatun Hasanah
STMIK Bumigora Mataram

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Simulasi Goodness Of Fit (GOF) pada Uji Model Penerimaan E-Learning Uswatun Hasanah; Ismarmiaty Ismarmiaty; Adam Bachtiar
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan  menganalisis kecocokan model secara keseluruhan (goodness of fit) pada penerimaan e-learning. Hasil pengujian dan analisis model ini akan digunakan untuk mengevaluasi penerimaan e-learning yang telah diterapkan oleh para dosen di STMIK Bumigora Mataram. Penggunaan e-learning di perguruan tinggi dimaksudkan untuk mendukung kelancaram kegiatan proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya di lapangan, penggunaan e-learning di perguruan tinggi tersebut belum maksimal jika dilihat dari frekuensi pengguna yang sangat kecil. Hal ini bisa ditinjau dari besarnya perbandingan pengguna dengan jumlah dosen dan mahasiswa secara keseluruhan. Model penerimaan e-learning dibentuk berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) yang dibantu dengan perangkat lunak AMOS diperoleh Goodness Of Fit (GOF) artinya model dapat diterima melalui pengujian model secara struktural, analisis faktor konfirmatori (CFA) dari indikator variabel eksogen dan endogen serta analisis model secara keseluruhan. Selanjutnya, model ini dapat digunakan untuk menemukan evaluasi penerimaan e-learning sebagai sistem perkuliahan di STMIK Bumigora Mataram.
STRATEGI DAN TINGKAT KEPEKAAN BILANGAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPERASI BILANGAN BULAT Susilahudin Putrawangsa; Uswatun Hasanah
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jpm.12.1.5066.15-28

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap strategi dan tingkat ekspresi kepekaan bilangan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah terkait dengan operasi bilangan bulat, yang meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini terdiri atas 5 orang siswa yang diambil secara acak dari sebuah Sekolah Dasar di Pulau Lombok. Data dikumpulkan melalui tes. Analisis data menggunakan tiga indikator kepekaan bilangan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah terkait operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan bulat adalah seragam dan terpaku pada penggunaan algoritma atau prosedur berhitung yang bersifat baku dan rutin, yaitu prosedur penjumlahan bersusun, pengurangan bersusun, dan perkalian bersusun. Kedua, berdasarkan empat tingkatan ekspresi kepekaan bilangan, yaitu belum nampak, nampak, terungkap, dan terampil, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepekaan bilangan siswa termasuk dalam katagori belum nampak, yaitu level terendah dari 4 tingkatan tersebut.
Penggunaan Aljabar MAXPLUS dalam Pembentukan Model Matematis pada Sistem Penjadwalan Praktikum Laboratorium Uswatun Hasanah; Susilahudin Putrawangsa
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 8 No. 1 (2015): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan praktikum dilaksanakan di laboratorium bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran setiap semester. Ada sekitar 500 praktikan memanfaatkan kegiatan ini pada setiap jenjang pendidikan D3 dan S1. Oleh karena itu, diperlukan sistem pembuatan jadwal yang tepat sehingga proses praktikum di laboratorium berjalan lancar. Namun, melihat fenomena yang terjadi di lapangan, jadwal yang telah disusun belum sinkron dengan waktu dosen pengampu dan mahasiswa sehingga peneliti mencoba untuk memodelkan sistem penjadwalan praktikum di laboratorium STMIK Bumigora Mataram menggunakan aljabar Maxplus. Berdasarkan model dan hasil simulasi Scilab diperoleh nilai eigen untuk penjadwalan praktikum di Lab 2 sebesar 800 dengan nilai awal x(0), artinya periode perpindahan dari praktikan kepraktikan yang lain adalah 800 menit. Oleh karena itu, hanya satu praktikum yang terjadwal setiap hari di Lab 2 karena praktikum ditargetkan usai pada pukul 12.00.
Students’ Prior Understanding of Area Susilahudin Putrawangsa; Uswatun Hasanah
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 8 No. 2 (2015): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran dan pemahaman awal siswa mengenai konsep luas dan pengukuran luas sebelum mereka diajarkan mengenai luas secara formal dalam kelas matematika. Dalam bahasa lain, penelitian ini bertujuan unuk menyelidiki hakikat pemahaman dan pandangan siswa mengenai konsep luas dimana pemahaman dan pandangan tersebut bukan merupakan pengaruh dari pembelajaran matematika di dalam kelas pada topik tersebut. Temuan dari penelitian ini diharapakan dapat berguna untuk guru atau pihak lainnya yang terkait sebagai pertimbangan dalam mengajar dan merancang perangkat pembelajaran, tugas belajar, atau kegiatan pembelajaran pada konsep pengukuran luas. Penelitian ini menemukan tiga hal penting terkait dengan pemahaman awal siswa mengenai luas dan pengukuran luas, yaitu (1) siswa memandang luas sebagai wilayah dari suatu permukaan (tidak melihat luas sebagai garis); akan tetapi (2) sebagian besar dari mereka belum memiliki pemahaman mengenai satuan pengukuran luas dalam menentukan luas suatu permukaan; oleh karena itu (3) mereka tidak dapat melakukan kegiatan pengukuran luas dengan benar. Dalam hal ini, mereka hanya memperhatikan dimensi tertentu dari bidang yang diukur, seperti panjang atau lebar, ketika berhadapan dengan masalah membandingkan luas. Memperhatikan ketiga temuan tersebut dan mengacu pada literature yang terkait dengan proses pengajaran yang efektif pada konsep luas, maka untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa mengenai luas, dianggap penting untuk memperkenalkan siswa mengenai konsep satuan pengukuran luas. Pemahaman mengenai satuan tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperkenalkan konsep mengenai pengukuran luas sebagai perhitungan banyaknya satuan pengukuran luas. Pada akhirnya, pemahaman mengenai cara pengukuran luas seperti itu dapat dijadikan sebagai landasan bagi siswa untuk memahami dan memaknai konsep mengenai pengukuran luas dengan menggunakan rumus pengukuran luas.
EVALUASI KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA TENAGA PENDIDIK Uswatun Hasanah; Susilahudin Putrawangsa; Raden Fanny Printi Ardi
Jurnal Tatsqif Vol. 15 No. 1 (2017): MODEL DAN INSTRUMEN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.629 KB) | DOI: 10.20414/j-tatsqif.v15i1.1310

Abstract

The current research is an analysis on the quality of an instrument that is used to measure educator performance at a college in West Nusa Tenggara. The research aims to improve the quality of the instrument. Factor Analysis is used in the study. There are 3 measurement factors in the instrument, those are pedagogic factors (5 indicators), professionalism (11 indicators) and personality (3 indicators). The result shows that: 1) those indicators can be classified into two factors, formal factors and informal factors. Formal factors is institutional and structured, such as the indicators of subject matter delivery, the use of teaching method, the use of relevance example, and the use of learning media and tools. Meanwhile, informal factors is non-institutional, which tends to be emotional relationship or informal relationship, such as educators capability in creating pleasant and friendly classroom; 2) It is found that some indicators need to be removed because they have indicator values less than 0.5, for instance the indicator that ‘lecturers explain the relationship between the subjects being taught and other subjects outside that subjects’ is need to be removed because it has a similar meaning with another indicator that is ‘lectures explain the application of the subject in real life’.
PENGGUNAAN LABORATORIUM MATEMATIKA SEBAGAI SUMBER BELAJAR MAHASISWA: STUDI KASUS DI LABORATORIUM MATEMATIKA IAIN MATARAM Uswatun Hasanah; Susilahudin Putrawangsa; Siti Hikmatussani
Jurnal Tatsqif Vol. 14 No. 1 (2016): PERANAN LINGKUNGAN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.114 KB) | DOI: 10.20414/jtq.v14i1.24

Abstract

The recent study intends to describe the usefulness of mathematics laboratory as learning resource for students at Mathematics Department IAIN Mataram. It is a qualitative descriptive research. The finding shows that the laboratory has been used relatively well as learning resource for students even though there are some obstacles faced by students. It is also found some alternate solutions to address the obstacles in order to maximize the usefulness of laboratory as learning resource.
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DI ERA INDUSTRI 4.0: Kajian dari Perspektif Pembelajaran Matematika Susilahudin Putrawangsa; Uswatun Hasanah
Jurnal Tatsqif Vol. 16 No. 1 (2018): PENDIDIKAN DI ERA INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.624 KB) | DOI: 10.20414/jtq.v16i1.203

Abstract

The recent study intends to describe the roles and the principles of integrating digital technology in education at the 4th Industrial Era. The integrartion is studied from mathematics education perspective. It is concluded that the basic principle of integrating digital technology in mathematics education is that the technology does not diminish students’ conceptual understanding or replace students’ intuitions in doing mathematics. Conversely, the technology is utilized to boost students’ conceptual understanding and maximize the development of students’ intuition in doing mathematics. It is identified that there are three didactical functions of digital technology in mathematics education, such as: (1) Technology for doing mathematics, that is the technology is incorporated as alternative learning media in doing mathematical activities; (2) Technology for practicing skills, that is the technology is utilized as a learning environment to master particular mathematical skills; (3) Technology for developing conceptual understanding, that is the technology is integrated as a learning environment to develop students’ conceptual understanding of specific mathematical concepts. This last didactical function is the most expected of integrating digital technology in mathematics education.
PERENCANAAN STRATEGIS SI/TI PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS: STMIK BUMIGORA MATARAM) Adam Bachtiar; Uswatun Hasanah
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v16i2.2

Abstract

In process of implementation information technology and communication, every organization are demanded to produce information technology and communication product that aligned with the perpose of organization. Therefor every organization not only arrange plan of business strategic, but then every organization must arrange plan of IS/IT strategic that appropriate with plan of business strategic organization. This research aims to arrange plan of IS/IT strategic for STMIK Bumigora Mataram. Methods are used in this study is the method of Ward & Peppard. The resulted of this research are strategic plan of IT/IS of STMIK Bumigora Mataram that aligned with its strategic plan. In addition, this research also provides the policy of strategic management IT/SI and the schedule of implementation the IS/IT strategic plan for STMIK Bumigora Mataram.
PEMODELAN SISTEM PENJADWALAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MENGGUNAKAN ALJABAR MAXPLUS (STUDI KASUS DI STMIK BUMIGORA MATARAM) Uswatun Hasanah; Neny Sulistianingsih
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v15i1.24

Abstract

Practical activities carried in the laboratory which aims to support the learning process of each semester. There were 500 participants of practicum utilize this activity at every level of education D3 and S1. Therefore, it was necessary that proper schedule of system so that the process runs smoothly in the laboratory practicum. But seeing the phenomena that occur in the feld, the schedule has been collated not corresponding with time of lecturers and students so that researchers trying to model the laboratory practicum of STMIK using Maxplus algebra. Based on the model and the simulation by results of Scilabwas scheduling in the Lab II that eigenvalues for 800 with an initial value x (0), its mean the period of transition participants of practicum and the other participants of practicum is 800 minutes. Therefore, there was only one lab are scheduled every day in Lab II because the process of practicum fnished at 12.00.