Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP MARGIN LABA BERSIH PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Widi Hastuti
Jurnal Abdi Ilmu Vol 11 No 2 (2018): JURNAL ILMIAH ABDI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.044 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap margin laba bersih. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi berjumlah sebanyak 15 perusahaan, sedangkan sampel yang memenuhi kriteria hanya 10 perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sumber data berasal dari Indonesia Stock Exchange (IDX). Teknik pengujian data dengan menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji secara parsial dan regresi linier berganda untuk menguji secara simultan, dengan tingkat signifikansi alpha 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun secara simultan perputaran piutang dan perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap margin laba bersih.
PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK DAUN GANDASIL D DENGAN PUPUK NANO-SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MANGROVE (Bruguiera gymnorrhiza) Widi Hastuti; Erma Prihastanti; Sri Haryanti; Agus Subagyo
Jurnal Akademika Biologi Vol. 5 No. 2 April 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.147 KB)

Abstract

Increased damage to mangrove forests are increasingly threatened mangrove making function is reduced. Sustainability of mangrove forest areas depend on seedlings. Mangrove Nutrition is important, especially during the breeding. The addition of fertilizer leaves by spraying the leaves can maximize fertilizer efficiency. Dry environmental conditions and high stress on the lives of mangroves to make silica used in improving the sustainability of mangrove. This research aim to analyze the effect of the combination of Gandasil D leaf fertilizer and nanosilica fertilizer and analyze the optimal concentration of combination Gandasil D leaf fertilizer and nanosilica fertilizer  in mangrove plant seeds (Bruguiera gymnorrhiza) growth. Research conducted with Complete Random Design with one factor. There are 6 treatments: control, leaf fertilizer 75% + 25% Nanosilica, leaf fertilizer 50% + 50%, leaf fertilizer 25% + 75% Nanosilica, Nanosilica 100%, leaf fertilizer 100%. The experiments  was conducted with 5 replicates. The parameters observed, amount of leaves, leaf area, high of plants, amount of chlorophyll and leaf color. Supporting parameters include temperature, pH, moisture and air. Analysis of the data used is ANOVA followed by further test of Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 95% significance level. The results indicate that the combination of leaf fertilizer and Nanosilica effect on growth (Bruguiera gymnorrhiza). The combination of optimum fertilization in increasing growth that is 50% leaf fertilizer and 50% Nanosilica. Keywords: mangrove, Bruguiera gymnorrhiza,  Gandasil D leaf fertilizer, nanosilika fertilizer
Path Analysis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan sebagai Prediktor Status Gizi pada Anak Usia 6-24 Bulan (Baduta) di Kabupaten Bandung Aryani Sudja; Widi Hastuti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6836.43 KB)

Abstract

Usia dibawah 2 tahun (baduta) merupakan masa emas kehidupan anak. Kekurangan gizi pada masa tersebut akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan perkembangan mental. Banyak faktor penyebab terjadinya kurang gizi pada baduta yaitu asupan zat gizi, penyakit infeksi, pola asuh, pelayanan kesehatan, imunisasi, penyakit infeksi dan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan (baduta) di Kabupaten Bandung.Desain penelitian cross sectional. Sampel adalah anak yang berusia 6 — 24 bulan yang tinggal di wilayah kecamatan Paseh di Kabupaten Bandung dengan kriteria inklusi yaitu pada waktu penelitian dilaksanakan anak baduta tidak sakit dan terdaftar sebagai peserta posyandu. Jumlah sampel 100. Dilakukan analisis path. Hasil analisis path diperoleh model jalur baru yaitu pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pola asuh secara bersama maupun individual berpengaruh terhadap konsumsi protein (p=0,002). Pemanfaatan pelayanan kesehatan dan konsumsi protein secara bersama maupun individual berpengaruh terhadap status gizi (p=0,000). Pengaruh pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap status gizi sebesar 29,5%, pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap konsumsi protein sebesar 19, 1%, pola asuh terhadap konsumsi protein sebesar 27,8% dan konsumsi protein terhadap status gizi sebesar 44, 1%. Prediktor status gizi anak baduta yaitu pemanfaatan pelayanan kesehatan, pola asuh dan konsumsi protein
INTERVENSI GIZI SPESIFIK DENGAN PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT widi hastuti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.932 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v9i1.58

Abstract

Wasting and Stunting are the main problem spreaded in towns and villages. To address nutritional issues, it is required two intervention groups which are nutrition-specific interventions and nutrition-sensitive interventions. Nutrition-sensitive interventions are the effort to prevent and reduce directly nutritional problems , particularly in the first 1,000 days of life. Specific nutritional intervention activities are generally carried out by the health sector such as nutritional counseling, growth monitoring, feeding and curing . Meanwhile, nutrition-sensitive interventions are the effort to disrupt and decrease the nutritional problems indirectly in the form of various development activities of not health. The aim of this study is to compare the differences of nutritional status of <59-month children before and after given specific nutritional interventions along with nutritional assistance inBandung Regency of West Java. The research design used the quasy exsperiment with pretest – posttest questionnaire to compare the nutritional status of infants before and after the intervention. The thirty Samples were underweight toddlers (Weight / Height) and wasting risk. and lived in Margaasih research in the District of Bandung regency, West Java province. The study was conducted from March to September 2016. The data was collected the characteristics of subjects, nutritional status (weight/height), the nutritional knowledge of mothers, feeding knowledge, knowledge of the care of sick children and the nutritional hygiene knowledge. the skewness test was used to analyse that the data was normally distributed. Sample characteristics data were presented in the form of a frequency distribution table and analyzed descriptively. Data nutritional status (weight/height), the nutritional knowledge of mothers, knowledge of feeding, knowledge of the care of sick children and knowledge of self hygiene were analyzed using bivariate dependent t-test statistic for comparing the difference before and after an intervention with a confidence level of 95% with ap-value < 0.05. The results of the study showed that there is a significant difference in nutritional status (weight / height) (P = 0.001), nutritional knowledge of mothers (P = 0.001), knowledge of feeding (P = 0.015), and knowledge of personal hygiene (P = 0.000), while knowledge of the care of sick children there is no difference in (P = 0.594). Result of multivariate test indicates the variables of the sick child care knowledge was a confounding factor affectingnutritional status value (weight / height). Nutritional assistance activities should be carried out regularly and sustainablyto initiate efforts for nutritional improvement as the main goal.
Media Kalender dan Leaflet dalam Pendidikan Gizi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Makan Remaja Overweight Mita Andriani Usmaran; Gurid Pramintarto Eko Mulyo; Widi Hastuti; Agustina Indri Hapsari; Zidnie Silmi Kaffah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.068 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.650

Abstract

Media dalam pendidikan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat sasaran. Selama ini penggunaan media visual hanya meningkatkan pengetahuan dan perilaku < 15%. Media kalender sebagai alternatif media pendidikan kesehatan diharapakan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku > 15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan media kalender dan leaflet dalam pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan perilaku makan remaja gizi lebih. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2019 menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan pre-post test two group design. Sampel berjumlah 54 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pendidikan gizi dengan media kalender dan pendidikan gizi dengan media leaflet. Data dianalisis menggunakan uji dependent t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada efek penggunaan media kalender dalam pendidikan gizi terhadap pengetahuan (p=0.000) dan perilaku makan (p=0.000) remaja gizi lebih. Ada efek penggunaan media leaflet dalam pendidikan gizi terhadap pengetahuan (p=0.000); tidak ada efek terhadap perilaku makan (p=0.903) remaja gizi lebih. Tidak ada perbedaan media kalender dan leaflet terhadap pengetahuan remaja gizi lebih (p=0.315). Ada perbedaan media kalender dan leaflet terhadap perilaku makan remaja gizi lebih (p=0.001). Disarankan agar sekolah menggunakan media kalender dalam pendidikan gizi sebagai upaya penanggulangan masalah gizi lebih pada remaja.