Articles
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS SEMBILAN JENIS KAYU BERASAL DARI KALIMANTAN BARAT DAN JAWA BARAT
Suwandi Kliwon;
M I Iskandar;
Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1991.9.7.268-273
This paper presents study result on the log peeling properties and the glueing, physical and mechanical properties of the veneer and plywood made from nine wood species are described in this paper. The result shows that all of the, logs could be peeled in cold condition. The average veneer shrinkage from green to oven dry moisture content was 7.00 % and veneer swelling from oven dry to air dry condition the average value was 3.39 %. The average thickness reduction due to pressing in plywood manufacturing was 3. 78 mm. The bonging strength of plywood from 8 wood species (89 %) conforms with the Indonesian standard for type II, 9 wood species (100 %) with Japanese standard and 9 wood species (100 %) with German standard. The average specific gravity of multiplex was 0.61 while the average specific gravity of trplex was 0.60. Bending strength. tensile strength and compression strength parallel to grain of triplex are higher than multiplex.
PEMBUATAN BAMBU LAPIS DARI BAMBU TALI (Gigantochloa apus)
Suwandi Kliwon
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1997.15.3.190-199
Penelitian pembuatan bambu lapis dari batang bambu tali dengan ukuran besar telah dilaksanakan di pabrik kayu lapis. Ukuran nominal bambu lapis yang dibuat adalah 213,5 cm x 91,5 cm x 12 mm dengan perekat urea formaldehida cair. Untuk meningkatkan keawetan bambu lapis diberikan bahan pengawet ke dalam perekat urea formaldehida, yaitu CCB (chlor, chrom, boraks) dan boraks sebanyak 5% dari bagian berat urea formaldehida cair. Bambu lapis yang dibuat terdiri dari tiga lapis (tripleks) dengan macam lapisan pelupuh bambu semua dan yang lapisan luarnya pelupuh bambu sedangkan lapisan intinya venir meranti merah tebal 4 mm.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan pengawet dan pengaruh jenis lapisan bambu lapis terhadap sifat mekanisnya serta mengetahui rendemen pelupuh bambu dan bambu lapisnya. Hasilnya menunjukkan rendemen pelupuh bambu 67,62% (tebal4, 7 mm), dan rendemen bambu lapis 54, 45%. Kadar air, tebal dan kesikuan memenuhi StandarIndonesia, akan tetapi panjang dan lebar bambu lapis hanya 50% yang memenuhi syarat dan 33% tidak memenuhi persyaratan tersebut.Keteguhan lentur dan keteguhan rekat pada umumnya memenuhi Standar Jepang. Modulus patah bambu lapis dengan bahan pengawet CCB adalah yang paling rendah, sedangkan yang paling tinggi terdapat pada bambu lapis yang lapisan dalamnya venir. Dengan demikian bila yang diutamakan faktor kekuatan, maka dianjurkan membuat bambu lapis dengan lapisan dalam berupa venir tebal 4 mm.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS 8 JENIS KAYU DARI SULAWESI TENGAH
M I Jslrandar;
Suwandi Kliwon;
Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1990.8.4.150 - 156
A muly reault on• the suitability of 8 wood 1peciesfrom Central Sulawesia raw material-for veneeri and plywood iB re~rted in ~hiB paper. 1'ae •tudy cons!ited of log peeling characteristic, veneerpropgty 'and tome phy~cal/mechanical AU of ita. lo,. Tram wood speciu could be peeled in cold c0ndition, producing 0.9 mm and 1.6 mm veneer at propertitia of plywood (tripl• and multiplaa cuffln6 angle between 910 - 92080'. • - .7'le average111rinkage of veneer iB 6.27%, with a minimum of 4.98'fo (Nyatoh) and maximum of 8.14% (Palapi). Veneer •welling from oven_-dry to aiNlry condition varied between 2.lB'fo (Nyatoh) and 8.60% (Durian) with an avera.e- 2.81'-'. '7'1, bondi!JI atrerwth of _p_'f¥_~~ fro_~-~ woo4_•!!1!'*-• (76_'fo) ti>ntOrms with the Indonaian ttandard for type IIor ""*" rniatant, 6 wood specia (62,6'fo) with Japanue standard and 4 specia (60!1>) with German 1tandard•a:Peciflc •fnJvlty of multiplex ;. higher than triplex. Some. mechanical propertie• of multiple% are higher than
CAMPURAN TERAK DENGAN SEMEN SEBAGAI PEREKAT PAPAN WOL KAYU
Suwandi Kliwon
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1998.16.1.27-35
Terak (slag) merupakan limbah peleburan baja pada pabrik baja. Selama ini pemanfaatan terak masih belum maksimal, sampai sekarang digunakan sebagai bahan pengerasan jalan di lingkungan pabrik. Guna meningkatkan pemanfaatan bahan terak tersebut salah satu caranya adalah sebagai bahan campuran perekat semen dalam pembuatan papan wol kayu.Papan wol kayu dibuat dari kayu tusam Pinus merkusii berukuran 30 x 30 x 2,5 cm Kadar terak yang dipergunakan ada 2 macam yaitu 33% dan 100% dari berat semen. Perlakuan perendaman wol kayu tusam di dalam air dingin ada 2 macam yaitu selarna 24 jam dan 48 jam.Kerapatan papan wol kayu tusam tidak memenuhi syarat Standar Jerman. Sifat mekanis berupa pengurangan tebal dan keteguhan lentur papan wol kayu tusam hanya pada perlakuan kadar terak 33% dan wol kayu direndam selarna 48 jam yang memenuhi syarat Standar Jerman.Secara ekonomi penambahan terak sebanyak 33% dari semen dan perendaman wol kayu selarna 48 jam belum tentu dapat menurunkan biaya pembuatan papan wol kayu.
SIFAT PAPAN SEMEN DARI BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guinensis)
Suwandi Kliwon
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1996.14.10.454-461
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guinensis) ditanam orang guna diambil minyaknya dari buahnya sebagai produk utama. Setelah berumur 25 tahun tanaman kelapa sawit ditebang habis, disebabkan minyak yang dihasilkan dari buahnya sudah tidak ekonomis lagi. Untuk meningkatkan pemanfaatan batang kelapa sawit, salah satu alternatif adalah dibuat sebagai bahan baku papan semen.Papan semen dibuat dari batang kelapa sawit dengan perekat semen dan berukuran 30 x 30 x 2,5 cm. kadar perekat yang dipergunakan 2 macam yaitu 150% dan 200% terhadap berat ekselsior kering udara. Perlakuan perendaman ekselsior di dalam air dingin selama 24 jam dan 72 jam.Papan semen tersebut diuji sifat fisis dan mekanisnya menurut Standar Jerman (DIN 1101). sifat fisis dan mekanis tersebut adalah kadar air, kerapatan, penurunan tebal akibat tekanan 3 kg/cm2 dan keteguhan lentur.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan kadar semen dan lamanya perendaman wol kayu kelapa sawit terhadap sifat fisis mekanis papan semen. ,Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: nilai rata-rata kadar air 10,65%, kerapatan 0,47 g/cm3, penurunan tebal akibat tekanan 3 kg/cm2 10,55% dan keteguhan lentur 9,37 kg/cm2. Dibandingkan dengan standar DIN 1101 kadar air dan penurunan tebal akibat tekanan sebesar 3 kg/cm2 memenuhi standar Jerman. Akan tetapi hanya keteguhan lentur papan semen yang berasal dari perlakuan kadar semen 200% dan lamanya perendaman ekselsior di dalam air dingin selama 72 jam (16,29 kg/cm2) dapat tnemenuhi standar Jerman. Hasil sidik ragam menunjukkan pengaruh tunggal semen dan lamanya perendaman ekselsior di dalam air dingin berpengaruh sangat nyata pada sifat keteguhan lentur dan penurunan tebal akibat tekanan 3 kg/cm2.
SIFAT PAPAN BLOK DENGAN INTI LIMBAH EKSPLOITASI HUTAN LAMPUNG
Suwandi Kliwon;
M I Iskandar;
Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3182.628 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1987.4.2.16-20
Blockboards of six wood species of logging waste from Lampung as core strip material were manufactured in the laboratory, and their physical and mechanical properties were tested.The average value of moisture content, board density and strip density were 10.09%, 0.63 g/cm3 and 0.49 g/cm3, respectively. Bending strength parallel to the grain varied between 690.47 kg/cm2 (red meranti) and 1041.99 kg/cm2 (keruing). The bending strength perpendicular to the grain varied between 112.40 kglcm2 (Bima) and 319.90 kg/cm2 (Pulai), and bending strength parallel to the grain were significantly affected by wood species, but bending strength perpendicular to the grain were not.
PEMANFAATAN LIMBAH SAGU SEBAGAI BAHAN PAPAN PARTIKEL
Suwandi Kliwon;
Rozak Memed
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.1989.6.6.364-367
The experiment result of using sago waste for particleboard is reported in this paper. The experiment covers the process of making particleboard with several raw material compositions and testing their physical and mechanical properties. The particleboard is bonded with urea formaldehyde resin with the dimension of 30 cm x 30 cm x 1,5 cm,The results indicate that most of the physical properties of particleboard meet Indonesian or FAO standards, while many of mechanical properties do not meet those standards. Veneer lamination improves the bending strength and the addition of sago bark do not improve physical and mechanical properties of particleboard.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS 9 JENIS KAYU DARI JAWA BARAT
M I lskandar;
Suwandi Kliwon;
Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (14429.225 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1991.9.2.89 94
A study result on the suitability of 9 wood species from West Java as raw material for veneer and plywood is reported in this paper study conaisted of log peeling characteristic, veneer property and some physical/ mechanical properties of plywood (triplex and multiplex):All of the logs from 9 wood species could be peeled in cold condition, producing 1.5 mm veneer at a cuting angle between 90°30-91°30. The average shrinkage of veneer is 7.21%, with a minimum of 4.08% (Enteroloblum) and maximum 10. 75% (keruing). Veneer swelling from oven-dry to air-dry condition varied between 2.04% (Enterolobium) and 4.28% (Damar) with an average of 2.93%.The bonding strength of plywood from 6 wood species (66%.) conform with the Indonesian standard fo type 11 or water resistant, all wood species conform with Japanese and German standard.The specific gravity of multiplex (0,60) is higher than triplex (0,58). Some mechanical properties of multiplex are higher than triplex.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS 7 JENIS KAYU DARI MALUKU
M I Iskandar;
Suwandi Kliwon;
Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3736.451 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1987.4.2.36-41
The characteristics studied are peeling properties, physical properties of the veneer, gluing properties and some physical and mechanical properties of the plywood (both triplex and multiplex).All logs from the 7 wood species could be peeled satisfactorily in cold condition. Veneer of 0.9 mm and 1.5 mm thickness could be produced at a cutting angle between 91°-93°.Average shrinkage of the veneer is 7%. Average swelling from oven dry condition is 3%.Water resistant, bonding strength for all wood species studied meet Indonesian, Japanese and German standards. Average thickness reduction due to pressing in the plywood manufacturing process is 0.15 mm.Specific gravity of the plywood is about 6 percent higher than that of the wood from which it is made of
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS ENAM JENIS KAYU DARI IRIAN JAYA
M I Iskandar;
Suwandi Kliwon;
Paribntro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4704.941 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1989.6.2.83 - 89
A study result on the suitability of wood species from Irian Jaya as raw material for veneer and plywood is reported in this paper. This study consisted log peeling characteristic, veneer property, some physical and mechanical properties of plywood (triplex and multiplex).All of the logs from 6 wood species could be peeled in cold condition, producing 1.5 mm veneer at a cutting angle between 920-92°30-The average shrinkage of veneer is 7.99%, with a minimum of 6. 74% (sehiega) and maximum of 9. 71 % (petuon). Veneer swelling from oven-dry to air-dry condition varied between 2. 68% (katulampa) and 4.01 % (petuon) with an average of 3.19%.The bonding strength of plywood for type 11 from 6 wood species (100%) conform's with the Indonesian Standard6 wood species (100%) with Japanese Standard and 6 species (100%) with German Standard.The specific gravity of multiplex is higher than triplex. Some mechanical properties of multiplex are higher than triplex