Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MENELAAH SIFAT-SIFAT PRODUK HASIL DESTILASI KERING LIMA JENIS KAYU ASAL KALIMANTAN TIMUR Gustan Pari; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2002.20.2.159-164

Abstract

Dry-distillation trials of five wood species from East Kalimantan were conducted at the forest products laboratories. Bogor. and the characteristics of the products (i.e. charcoal, tar and distillate fractions) were assessed to explore their possible uses as a fuel (the source of energy), activated charcoal. carbon-based fibers, metallurgy (smelter), disinfectant, and fertilizer. The distillation was performed in an electrically heated retort. The wood species were consecutively Kayu Arang (Diospyros macrophylla), Nyaling (Mastixia trichotama). Penjalin (Drypetes). Lansat Hutan (Lansium) dan Kayu Gading (Koilodepes sp.). Before conducting the experiment, these wood species were each examined for their specific gravity and calorific values. These species showed variation in their specific gravity (0.51 - 0.93) and calorific values (4465 - 4606 cal/g). Further, the products of distillation revealed some variation in their yielas, i.e. 27.55 - 33. 75 % (for charcoal), 6.53 - 12.89 % (tar). and 47.44 - 71.92 % (pyrolignous liquor). As the charcoal, its moisture content ranged from 0.89 - 1.73 %, ash content from 3.04 - 3.40 %. volatile matter from 19.15 - 20.65 %, fixed carbon from 76.05 - 77.81 %. and charcoal calorific value from 6802 - 7086 cal/g Based on the calorific value. volatile matter, and ash content of their resulting charcoal, the five species tested were all suitable as raw materials for the manufacture of metallurgy charcoal and activated charcoal.
HASIL DESTILASI KERING DAN NILAI KALOR 15 JENIS KAYU Tjutju Nurhayati; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.4.291-298

Abstract

Dalam tulisan dikemukakan hasil destilasi kering dari 15 jenis kayu berasal dari Jawa Barat dan Aceh dengan menggunakan retor listrik pada suhu sekitar 500"C selama 4-5 jam. Berat jenis kayu yang diteliti masing-masing berkisar antara 0,45 - 0,61 dan 0,26 - 0,88; nilai kalor antara 4337 - 4510 cal/g dan 4213 - 4479 cal/g.Hasil destilasi kering memperlihatkan bahwa rendemen arang asal Jawa Barat dan Aceh masing-masing berkisar antara 28,89 - 33,05% dan 28.23 - 33,66%; ter berkisar antara 5,65 - 12,52 % dan 0,86 - 12,25%; destilat antara 60,32 - 106,47% dan 10,58 - 83,86%; serta gas antara 27, 76 -53,18 dan 29,35 - 55,62%.Sifat fisis-kimia arang menunjukkan kisaran nilai kalor antara 6928 - 7357 cal/g. kadar abuantara 0,96 - 2,56%, zat terbang antara 18,06 - 21,98% dan kadar karbon terikat antara 76,25 -80, 72%. Sifat ini memberikan petunjuk bahwa semua arang hasil penelitian adalah baik untukdigunakan sebagai bahan baku untuk arang aktif serta bahan bakar dan pereduksi pada industripeleburan bijih besi.Jenis kayu yang menghasilkan rendemen arang, tar, destilat dan gas yang tinggi antara lain kisereh, meranti merah, merawan, anglau, bentol, bayut. Kayu tersebut disarankan sebagai bahan baku yang baik untuk destilasi kering.
BEBERAPA SIFAT DAN PEMANFAATAN ARANG DARI SERASAH DAN KULIT KAYU PINUS Sri Komarayati; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.295 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2004.22.1.17-22

Abstract

This paper deals with a study on the properties, quality and uses of charcoal made from pine litter and bark. The study was intended to see the possibility of using pine litter and bark for compost, mixture of compost charcoal manufacturing, and growing media. The abundance of pine litter and bark left on the forest floor initiated this study. Only some of the pine bark was used for fuel.The results revealed that the charcoal made from pine litter and bark showed the following properties: moisture content at 5.23 - 7.81 percent ; ash content 1.88 - 13. 76 percent ; volatile matter 26.19- 32.60 percent; fixed carbon 53.63 - 71.93 percent, and colorivic value 7192 cal/gr. The macro-nutrient content of pine bark was categorized as moderate for N-total, P205, K20 and water-based pH, as high for C organic and C/N ratio, and as low for CaO and MgO. The quality of compost and compost charcoal made from pine litter and bark met the related standard, among others. Pat 1.12- 1.24 percent; K 1.47- 1,62 percent ; Mg 0.67- 1.05 percent; moisture content 55.81 - 56.21 percent; pH 6.8- 7.2 and C/N ratio 18.89- 20.10.
HASIL DESTILASI KERING 10 JENIS KAYU DARI NUSA TENGGARA BARAT Gustan Pari; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2766.76 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.9.382-387

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan hasil destilasi kering 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan retor listrik.Hasilnya memperlihatkan bahwa rendemen arang berkisar antara 28,84 - 34,82 %, ter 6,15 -  11,57 %, cairan destilat 57, 79 - 87,85 %, berat jenis kayu 0,35 - 0,90 g/cm3, nilai kalor kayu dan arang 4115,49 - 4682,34 kal/g dan 5874,39 - 7418,04 kal/g, kadar air 2,15 - 4,20 %, kadar abu 1,24 - 3,41 %, kadar zat terbang 19,65 - 22,29 % dan kadar karbon terikat 71,04 - 75,76 %.Berdasarkan kadar zat terbang dan kadar abu, maka 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat cukup baik untuk bahan peleburan logam dan arang aktif.
ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI BAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Gustan Pari; Dudi Tohir; Mahpudin Mahpudin; Januar Ferry
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.822 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.4.309-322

Abstract

Tulisan ini mengemukakan hasil penelitian pembuatan arang aktif  dari serbuk gergaji kayu dengan proses aktivasi kombinasi antara cara kimia dan fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Pengaruh konsentrasi asam fosfat sebagai bahan pengaktif kimia, 2) Pengaruh suhu dan lama waktu aktivasi terhadap mutu arang aktif dan 3) Pengaruh penambahan arang aktif terhadap mutu minyak goreng bekas. Sebelum dibuat arang aktif, terlebih dahulu serbuk gergaji kayu dibuat arang dengan menggunakan tungku semi kontinyu pada suhu 300OC. Arang yang dihasilkan selanjutnya direndam dalam larutan asam fosfat dengan konsentrasi 5,0 dan 10% selama 24 jam. Proses aktivasi dilakukan di dalam retort yang terbuat dari besi tahan karat pada suhu 800, 850, 900OC dengan lama waktu aktivasi masing-masing 30, 60 dan 90 menit. Dalam penelitian ini digunakan larutan (NH4)2CO30,20% sebagai gas pengoksid.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif serbuk gergaji kayu yang terbaik adalah arang aktif yang direndam asam fosfat 5% pada suhu 900oC selama 30 menit. Pada proses aktivasi tersebut diperoleh rendemen arang aktif sebesar 72,71%, dan arang aktif yang dihasilkan mengandung kadar air 4,23%, kadar zat terbang 5,84%, kadar abu 42,53%, kadar karbon terikat 52,25%, daya serap terhadap kloroform 24,86%, benzena 16,97% dan daya serap terhadap yodium sebesar 668,63 mg/g. Nilai daya serap ini memenuhi syarat Standar Amerika dan arang aktif yang dihasilkan permukaannya lebih bersifat polar sehingga dapat digunakan untuk menyerap polutan yang juga bersifat polar seperti aldehida. Kualitas minyak goreng bekas menjadi lebih baik setelah ditambahkan  dengan arang aktif sebanyak 2,5% yang ditunjukkan dengan menurunnya kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida masing-masing dari 0,27% menjadi 0,17% dan dari 18,87 menjadi 10,96 meq O2/kg. Sedangkan untuk kecerahan warna mengalami peningkatan dari 13,98 menjadi 16,02%. Mutu minyak goreng ini terutama asam lemak bebas dan bilangan perokisda memenuhi syarat minyak goreng yang ditetapkan SNI.
MENELAAH SIFAT-SIFAT PRODUK HASIL DESTILASI KERING LIMA JENIS KAYU ASAL KALIMANTAN TIMUR Gustan Pari; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2271.171 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2002.20.2.159-164

Abstract

Dry-distillation trials of five wood species from East Kalimantan were conducted at the forest products laboratories. Bogor. and the characteristics of the products (i.e. charcoal, tar and distillate fractions) were assessed to explore their possible uses as a fuel (the source of energy), activated charcoal. carbon-based fibers, metallurgy (smelter), disinfectant, and fertilizer. The distillation was performed in an electrically heated retort. The wood species were consecutively Kayu Arang (Diospyros macrophylla), Nyaling (Mastixia trichotama). Penjalin (Drypetes). Lansat Hutan (Lansium) dan Kayu Gading (Koilodepes sp.). Before conducting the experiment, these wood species were each examined for their specific gravity and calorific values. These species showed variation in their specific gravity (0.51 - 0.93) and calorific values (4465 - 4606 cal/g). Further, the products of distillation revealed some variation in their yielas, i.e. 27.55 - 33. 75 % (for charcoal), 6.53 - 12.89 % (tar). and 47.44 - 71.92 % (pyrolignous liquor). As the charcoal, its moisture content ranged from 0.89 - 1.73 %, ash content from 3.04 - 3.40 %. volatile matter from 19.15 - 20.65 %, fixed carbon from 76.05 - 77.81 %. and charcoal calorific value from 6802 - 7086 cal/g Based on the calorific value. volatile matter, and ash content of their resulting charcoal, the five species tested were all suitable as raw materials for the manufacture of metallurgy charcoal and activated charcoal.
HASIL DESTILASI KERING DAN NILAI KALOR 15 JENIS KAYU Tjutju Nurhayati; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.4.291-298

Abstract

Dalam tulisan dikemukakan hasil destilasi kering dari 15 jenis kayu berasal dari Jawa Barat dan Aceh dengan menggunakan retor listrik pada suhu sekitar 500"C selama 4-5 jam. Berat jenis kayu yang diteliti masing-masing berkisar antara 0,45 - 0,61 dan 0,26 - 0,88; nilai kalor antara 4337 - 4510 cal/g dan 4213 - 4479 cal/g.Hasil destilasi kering memperlihatkan bahwa rendemen arang asal Jawa Barat dan Aceh masing-masing berkisar antara 28,89 - 33,05% dan 28.23 - 33,66%; ter berkisar antara 5,65 - 12,52 % dan 0,86 - 12,25%; destilat antara 60,32 - 106,47% dan 10,58 - 83,86%; serta gas antara 27, 76 -53,18 dan 29,35 - 55,62%.Sifat fisis-kimia arang menunjukkan kisaran nilai kalor antara 6928 - 7357 cal/g. kadar abuantara 0,96 - 2,56%, zat terbang antara 18,06 - 21,98% dan kadar karbon terikat antara 76,25 -80, 72%. Sifat ini memberikan petunjuk bahwa semua arang hasil penelitian adalah baik untukdigunakan sebagai bahan baku untuk arang aktif serta bahan bakar dan pereduksi pada industripeleburan bijih besi.Jenis kayu yang menghasilkan rendemen arang, tar, destilat dan gas yang tinggi antara lain kisereh, meranti merah, merawan, anglau, bentol, bayut. Kayu tersebut disarankan sebagai bahan baku yang baik untuk destilasi kering.
BEBERAPA SIFAT DAN PEMANFAATAN ARANG DARI SERASAH DAN KULIT KAYU PINUS Sri Komarayati; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2004.22.1.17-22

Abstract

This paper deals with a study on the properties, quality and uses of charcoal made from pine litter and bark. The study was intended to see the possibility of using pine litter and bark for compost, mixture of compost charcoal manufacturing, and growing media. The abundance of pine litter and bark left on the forest floor initiated this study. Only some of the pine bark was used for fuel.The results revealed that the charcoal made from pine litter and bark showed the following properties: moisture content at 5.23 - 7.81 percent ; ash content 1.88 - 13. 76 percent ; volatile matter 26.19- 32.60 percent; fixed carbon 53.63 - 71.93 percent, and colorivic value 7192 cal/gr. The macro-nutrient content of pine bark was categorized as moderate for N-total, P205, K20 and water-based pH, as high for C organic and C/N ratio, and as low for CaO and MgO. The quality of compost and compost charcoal made from pine litter and bark met the related standard, among others. Pat 1.12- 1.24 percent; K 1.47- 1,62 percent ; Mg 0.67- 1.05 percent; moisture content 55.81 - 56.21 percent; pH 6.8- 7.2 and C/N ratio 18.89- 20.10.
HASIL DESTILASI KERING 10 JENIS KAYU DARI NUSA TENGGARA BARAT Gustan Pari; Dadang Setiawan; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.9.382-387

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan hasil destilasi kering 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan retor listrik.Hasilnya memperlihatkan bahwa rendemen arang berkisar antara 28,84 - 34,82 %, ter 6,15 -  11,57 %, cairan destilat 57, 79 - 87,85 %, berat jenis kayu 0,35 - 0,90 g/cm3, nilai kalor kayu dan arang 4115,49 - 4682,34 kal/g dan 5874,39 - 7418,04 kal/g, kadar air 2,15 - 4,20 %, kadar abu 1,24 - 3,41 %, kadar zat terbang 19,65 - 22,29 % dan kadar karbon terikat 71,04 - 75,76 %.Berdasarkan kadar zat terbang dan kadar abu, maka 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat cukup baik untuk bahan peleburan logam dan arang aktif.
ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI BAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Gustan Pari; Dudi Tohir; Mahpudin Mahpudin; Januar Ferry
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.4.309-322

Abstract

Tulisan ini mengemukakan hasil penelitian pembuatan arang aktif  dari serbuk gergaji kayu dengan proses aktivasi kombinasi antara cara kimia dan fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Pengaruh konsentrasi asam fosfat sebagai bahan pengaktif kimia, 2) Pengaruh suhu dan lama waktu aktivasi terhadap mutu arang aktif dan 3) Pengaruh penambahan arang aktif terhadap mutu minyak goreng bekas. Sebelum dibuat arang aktif, terlebih dahulu serbuk gergaji kayu dibuat arang dengan menggunakan tungku semi kontinyu pada suhu 300OC. Arang yang dihasilkan selanjutnya direndam dalam larutan asam fosfat dengan konsentrasi 5,0 dan 10% selama 24 jam. Proses aktivasi dilakukan di dalam retort yang terbuat dari besi tahan karat pada suhu 800, 850, 900OC dengan lama waktu aktivasi masing-masing 30, 60 dan 90 menit. Dalam penelitian ini digunakan larutan (NH4)2CO30,20% sebagai gas pengoksid.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif serbuk gergaji kayu yang terbaik adalah arang aktif yang direndam asam fosfat 5% pada suhu 900oC selama 30 menit. Pada proses aktivasi tersebut diperoleh rendemen arang aktif sebesar 72,71%, dan arang aktif yang dihasilkan mengandung kadar air 4,23%, kadar zat terbang 5,84%, kadar abu 42,53%, kadar karbon terikat 52,25%, daya serap terhadap kloroform 24,86%, benzena 16,97% dan daya serap terhadap yodium sebesar 668,63 mg/g. Nilai daya serap ini memenuhi syarat Standar Amerika dan arang aktif yang dihasilkan permukaannya lebih bersifat polar sehingga dapat digunakan untuk menyerap polutan yang juga bersifat polar seperti aldehida. Kualitas minyak goreng bekas menjadi lebih baik setelah ditambahkan  dengan arang aktif sebanyak 2,5% yang ditunjukkan dengan menurunnya kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida masing-masing dari 0,27% menjadi 0,17% dan dari 18,87 menjadi 10,96 meq O2/kg. Sedangkan untuk kecerahan warna mengalami peningkatan dari 13,98 menjadi 16,02%. Mutu minyak goreng ini terutama asam lemak bebas dan bilangan perokisda memenuhi syarat minyak goreng yang ditetapkan SNI.