Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI BIODELIGNIFIKASI CAMPURAN LIMBAH KAYU PEMBALAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PULP Ridwan A Pasaribu; Sri Komarayati; Sihati Suprapti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.15.7.433-447

Abstract

Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan dan efisiensi pengolahan limbah kayu untuk pulp, telah dilakukan studi biodelignifikasi limbah kayu oleh jamur pelapuk putih. Penelitian meliputi perbanyakan isolat, inokulasi  dan inkubasi jamur pelapuk putih pada campuran limbah kayu pembalakan, sedangkan di lapangan dilakukan koleksi, isolasi dan seleksi jamur pelapuk lignin dari Kalimantan Timur.Pada penelitian  ini digunakan empat jenis jamur pelapuk putih yaitu isolat Acasia. Isolat Mahang, isolat Super-fungi dan isolat Phanaerochaete chrysosporium. Ke empat jenis jamur ini diinokulasikan kepada dua belas  jenis limbah kayu pembalakan, antara lain  :  nyatoh (Palaquium sp), bengkal (Albizia procera Benth), macaranga (Macaranga sp), simpur (Dillenia sp), Bangkirai (Shorea laevifolia Endert), medang (Litsea firma Hook), meranti merah (Shore selanica BL), kayu arang (Diospyros pilosanthera Blanco). kayu bawang (Scorodocarpus bomeensis Becc), pare-pare (Glochidion sp), meranti putih (Shorea sp) dan maringkau (Xylopia sp).Tujuan penelitian adalah  untuk menentukan isolat jamur yang efektif mendelignifikasi    kayu, serta mengetahui pengaruh waktu inkubasi dan jumlah inokulum terhadap kandungan komponen kimia  kayu.Hasil  penelitian menunjukkan bahwa aplikasi  jamur pelapuk putih terutama isolat  Acasia sangat efektif menurunkan kadar lignin. lsolat  Acasia merupakan jamur terbaik dari empat jenis  jamur yang diseleksi, karena mampu mendegradasi lignin dan komponen kimia lainnya seperti  holoselulosa dan kadar sari.Perlakuan pendahuluan delignifikasi campuran limbah kayu  pembalakan dengan  waktu inkubasi 30 hari dan jumlah isolat  5%, efektif menurunkan lignin. lsolat jamur  hasil isolasi dari Kalimantan Timur sebagian besar merupakan jamur pelapuk lignin.
PEMBUDIDAYAAN JAMUR KUPING PADA KAYU TURI (Sesbania grandiflora (L.) Poir.) Sihati Suprapti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.5.262-264

Abstract

 Ear  mushroom (Auricularia polytrica)  was  cultivated on turi  logs.   The  logs  were  kept  slanted  on an  angle  of ± 60°  with  bamboo  supports   before  being inoculated  with spawn of ear mushroom  at Bogor.  The mature  mushroom were harvested  daily  after  the  growth   of  the  fruiting   body.The  logs start  producing   mushroom   two  months  after  inoculation.  After  seven  month   of  observation, the  average total yield  per  log was 0.589 kg  (at the  base of  trunk),  0.885 kg (middle  of trunk), 0.648  kg (top  of trunk)  and 0.141  kg (branch).The  total  yield  during seven  month   observation   was obtained  from  the  base of  trunk  (61.864 kg), middle  of  trunk (179.120  kg),  top of trunk  (203.656 kg) and branch (74.778 kg) per m3 of log.