Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Analisis Dampak Lingkungan dan Persepsi Masyarakat Terhadap Industri Peternakan Ayam (Studi Kasus pada Peternakan di Jawa Tengah) Fakihuddin Fakihuddin; Tatbita Titin Suhariyanto; Muhammad Faishal
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 No 2 Juli 2020
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.954 KB) | DOI: 10.25105/jti.v10i2.8403

Abstract

Intisari—Industri peternakan ayam di Indonesia memiliki perkembangan yang cukup pesat, khususnya di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan populasi ayam ras petelur yang cukup tinggi adalah Kabupaten Temanggung. Salah satu penyebab peningkatan peternakan ayam ras petelur adalah peningkatan konsumsi telur pada masyarakat. Di sisi lain, peningkatan ini juga menimbulkan dampak bagi lingkungan di sekitar peternakan ayam, antara lain adalah pencemaran terhadap udara, air, dan tanah. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam juga beragam. Oleh karena itu, penelitian ini betujuan untuk menganalisis dampak pencemaran lingkungan dan persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam. Pengambilan data dilakukan di peternakan ayam yang terletak di Desa Nglorog, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Survei dilakukan untuk mengobservasi dan meneliti peternakan secara langsung. Kemudian, wawancara dilakukan kepada pemilik peternakan dan warga di sekitar peternakan menggunakan kuesioner. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data, didapatkan kesimpulan bahwa prioritas dampak lingkungan yang terjadi adalah tanah yang tidak subur, penumpukan kotoran ayam, dan timbul bau yang tidak sedap. Dampak tersebut mengakibatkan warga tidak dapat menjalankan aktivitas secara optimal dan adanya kerugian ekonomi yang dialami oleh peternak karena produktivitas menurun. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa masyarakat terganggu dengan pencemaran udara, yaitu bau yang tidak sedap. Namun, masyarakat tidak terganggu dengan pencemaran air dan tanah di sekitar peternakan. Penelitian ini merekomendasikan beberapa penyelesaian dampak lingkungan dengan mengurangi penumpukan kotoran ayam, kerugian ekonomi bagi peternak, dan bau yang tidak sedap. Strategi untuk mengatasi dampak lingkungan dilakukan dengan penyaringan untuk memisahkan kotoran ayam dan air obat sisa minum, serta pembersihan kandang secara rutin dan sesuai standar. Selain itu, pemilihan pakan ternak juga harus diperhatikan. Pemberian bubuk gamping pada feses ayam juga dapat dilakukan untuk mengurangi bau tidak sedap. Penanganan dampak lingkungan yang sinergis dengan melibatkan pemerintah, peternak, dan masyarakat akan menciptakan industri peternakan yang sehat dan ramah lingkungan.Abstract—The chicken farming industry in Indonesia has developed quite rapidly, especially in Central Java. One of the districts in Central Java with a relatively high number of laying hens is Temanggung Regency. One of the causes of the increase in laying hens is an increase in egg consumption in the community. On the other hand, this increase will also have an impact on the environment around chicken farms, including pollution of the air, water, and soil. Public perceptions of the existence of chicken farms are also diverse. Therefore, this study aims to analyze the impact of environmental pollution and public perception of the existence of chicken farms. Data was collected at a chicken farm located in the village of Nglorog, Central Java. Data obtained through surveys, interviews, and questionnaires. The survey was conducted to directly observe and examine the farm. Then, interviews were conducted with farm owners and residents around the farm using a questionnaire. From the results of data collection and processing, it was concluded that the main environmental impacts that occur are infertile soils, accumulation of chicken manure, and unpleasant odors. The impact results in residents which are not being able to carry out activities optimally and the economic losses experienced by farmers due to decreased productivity. The results of the questionnaire indicate that the public is disturbed by air pollution, which is the odor. However, the community is not disturbed by water and soil pollution around the farm. This study recommends several strategies to overcome the environmental impacts by reducing the buildup of chicken manure, economic losses for farmers, and unpleasant odors. The strategies to minimize the environmental impact are carried out by screening to separate chicken manure and drinking water from residual medicine, as well as cleaning the cage regularly and according to standards. In addition, the selection of animal feed must also be considered. Giving limestone powder to chicken feces can also be done to reduce unpleasant odors. Synergistic environmental management by involving the government, breeders, and the community will create a healthy and environmentally friendly livestock industry.
Analisis Pengolahan Limbah Industri Rumah Tangga Konveksi dengan Prinsip Lean Manufacturing (Studi Kasus UKM Konveksi Kelurahan Kalitengah) Mufida Nur Khasanah; Muhammad Faishal; Tatbita Titin Suharyanto
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.433 KB) | DOI: 10.25105/jti.v11i1.9668

Abstract

Intisari— Limbah merupakan masalah yang signifikan dari sebuah aktivitas industri, salah satunya adalah limbah hasil produksi konveksi. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis pengolahan limbah terhadap hasil produksi konveksi untuk mengetahui sejauh mana penanganan limbah telah dilakukan. Analisis pengolahan limbah dilakukan dengan prinsip lean manufacturing pada sebuah sentra industri konveksi di Klaten, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya limbah industri rumah tangga konveksi dan pengolahan limbah menggunakan prinsip lean manufacturing. Penelitian ini berfokus pada limbah yang dihasilkan karena produksi berlebih dan cacat potong. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel sejumlah 6 orang pengusaha konveksi secara convenience. Beberapa pertanyaan disusun untuk mengetahui lebih detail pengolahan limbah di desa tersebut. Penyebab terjadinya limbah akibat produksi berlebih dan cacat potong digambarkan dengan diagram fishbone. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, pengolahan limbah industri dilakukan dengan menghilangkan sisa limbah hasil produksi melalui reduce, reuse, and recycle (3R). Saat ini, hanya limbah kain yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Limbah benang, plastik, dan kardus belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk pembuatan produk lainnya. Banyak kendala yang dihadapi oleh para pemilik usaha konveksi, salah satunya pengetahuan dan keahlian mengenai pengolahan limbah menjadi produk lain. Rekomendasi perbaikan untuk permasalahan ini adalah membuat perencanaan yang baik untuk menentukan permintaan konsumen dengan tepat dan menjaga sisa material limbah hasil produksi konveksi. Keterlibatan pemerintah setempat dalam memberi arahan dan pengetahuan kepada pemilik usaha konveksi juga sangat penting untuk menerapkan manajemen limbah yang baik dan benar. Abstract— Waste is a significant problem of industrial activity, one of which is convection waste. Therefore, this study analyzes the treatment of waste to the results of convection production to determine the extent of waste handling that has been carried out. Waste processing analysis was conducted using lean manufacturing principles at a convection industry center in Klaten, Central Java. The purpose of this study was to determine the causes of the occurrence of convection home industry waste and waste treatment using lean manufacturing principles. This research focused on waste generated due to overproduction and cut defects. The method used was descriptive qualitative with a sample of 6 convection entrepreneurs. Several questions were arranged to find out more in detail about the waste treatment in the village. A fishbone illustrated the causes of waste due to overproduction and cut defects. Based on observations and interviews, the processing of industrial waste should be done by eliminating residual waste with reducing, reuse, and recycle methods (3R). At present, only fabric waste can be used for other purposes. Other waste, such as yarn, plastic, and cardboard, cannot be utilized optimally for other products. Many obstacles faced by the owners of convection businesses, one of them is knowledge and expertise regarding processing waste into other products. The recommended improvement for this problem is to make a good plan to determine consumer demand appropriately and maintain the remaining waste material. The involvement of the local government in giving direction and knowledge to the convection business owner is also very important to implement good and appropriate waste management.