Murwatiningsih Murwatiningsih
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

COMPETITIVENESS OF LEADING COMMODITIES TO SUPPORT DEVELOPING REGION OF AGROTOURISM Murwatiningsih Murwatiningsih; Dyah Maya Nihayah; Shanty Oktavilia
Economic Journal of Emerging Markets Volume 5 Issue 2, 2013
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ejem.vol5.iss2.art6

Abstract

AbstractThe aim of the research is to seek the competitiveness of the leading commodity in Semarang city which supports the development of centre commodity in agrotourism area. The method of analysis is leading sector, scoring analysis and capacity asessment through FGD. The result of the research reveals that leading commodities are Durian, Longan, Water Apple, and Rambutan. It is found that subdistrict Gunungpati and Mangunsari are ready to be the centre of horticulture commodity because its strategic location. It is located nearby Jatibarang reservoir (potential to be a tourism village), its cultivation is relatively successful, accessable transportation, and good management. Hence, it can be the pilot project area.Key words: competitiveness, centre, commodity, horticultureJEL Classification: O20, Q10AbstrakKesejahteraan petani tidak meningkat karena daya saingnya rendah dan pengelolannya tidak optimal. Tujuan penelitian, untuk melihat daya saing komoditas unggulan Kota Semarang untuk mendukung pengembangan sentra komoditas di kawasan agrowisata. Metode analisis yaitu sektor basis, analisis scoring serta capacity assessment melalui FGD. Hasil penelitian menunjukkan komoditas yang diunggulkan di Gunungpati adalah durian, klengkeng, jambu air dan rambutan. Kelurahan Gunungpati dan Mangunsari siap dijadikan sentra komoditas hortikultura di Kecamatan Gunungpati karena letaknya strategis- dekat dengan waduk Jatibarang (dapat menjadi desa wisata), budidaya relatif lebih berhasil, transportasi dan akseptibilitas lebih mudah, pengelolaannya bagus sehingga sudah menjadi daerah percontohan.Kata Kunci: daya saing, sentra, komoditas, hortikulturJEL Classification: O20, Q10
The Impact of Conservation Information on Average Abnormal Return: Time Series Analysis Murwatiningsih Murwatiningsih; Arief Yulianto; Kris Brantas Abiprayu; Andhi Wijayanto
Jurnal Bisnis Manajemen Vol 19, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.498 KB) | DOI: 10.24198/jbm.v19i1.171

Abstract

The aims of this research are to examine the impact of conservation-based information to average abnormal return of firms. The data which used in this research are all of the news regarding corporate action especially conservation-based information that gathered from Bisnis Indonesia from July 2016 through August 2017. All of the firm which also listed in Sri Kehati Index. The order of the examination within this research are (1) stationery test (2) ARCH or GARCH test (3) Dummy test (Least Square Dummy Variable) and (4) Hypothesis test). The results show that the change in AAR is not influenced by conservation publication made by Bisnis Indonesia. It means that the average AAR difference occurs only in the sample yet the result cannot be generalized in capital market in Indonesia.
INTERNALISASI PENDIDIKAN EKONOMI KREATIF SEBAGAI BRIDGING COURSE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN Indri Murniawaty; Murwatiningsih Murwatiningsih
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.991 KB) | DOI: 10.26877/ep.v2i1.1805

Abstract

                                     Indonesia  akan menghadapi persaingan dalam semua bidang, antara lain perniagaan, industri dan berbagai bidang lainnya. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya berkualitas, kreatif dan produktif yang dapat dikembangkan melalui pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia sebagai agen penggerak ekonomi kreatif serta untuk menanamkan jiwa berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi pendidikan ekonomi kreatif sebagai bridging course pembelajaran kewirausahaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan teknik analisis data menggunakan kuantitatif persentase. Populasi penelitian  adalah para guru dan peserta didik pada mata pelajaran Kewirausahaan di  dua sekolah adiwiyata  di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi pendidikan ekonomi kreatif  baik  ditinjau dari   sisi  guru dan peserta didik tergolong sangat tinggi, artinya sekolah sudah memasukkan nilai-nilai  pendidikan ekonomi kreatif ke dalam pembelajaran; selain itu pembelajaran kewirausahaan baik  dari sisi guru dan peserta didik juga tergolong  sudah tinggi, artinya pembelajaran kewirausahaan baik dari sisi materi, metode dan kemampuan guru sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran kewirausahaan. Kata Kunci:  internalisasi, pendidikan ekonomi kreatif, pembelajaran kewirausahaan
Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Penggerak Melalui Publikasi Ilmiah Murwatiningsih Murwatiningsih; Nina Oktarina; Edy Suryanto; Amanda Dewi Puspita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.8730

Abstract

Sekolah penggerak adalah program yang dicanangkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk transformasi peningkatan kualitas pendidikan melalui pemerataan mutu dan peningkatan kualitas SDM. Salah satu bagian dari upaya peningkatan kualitas guru adalah peningkatan profesionalisme guru. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan keterampilan serta pengetahuan mengenai penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun jurnal internasional. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu menambah kemampuan, pengetahuan serta pengalaman untuk guru sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan dalam penyusunan artikel untuk publikasi ilmiah. Manfaat turunan yang diharapkan yaitu meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi sehingga kualitas serta kuantitas publikasi ilmiah guru pada sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan meningkat. Bentuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dalam bentuk pelatihan dengan memberikan materi serta praktik penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal ilmiah. Sebanyak 30 orang guru sekolah penggerak sebagai khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Grobogan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan tiga metode kegiatan yaitu metode ceramah, diskusi, dan praktik. Evaluasi kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, keaktifan peserta dan tingkat kehadiran. Hasil kegiatan ini yaitu peserta mampu dalam mempraktekkan materi terkait dengan penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal nasional maupun jurnal internasional sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan guru sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan.Driving school is a program launched by the government that aims to transform the quality of education through equalizing quality and improving the quality of human resources. One part of efforts to enhance teacher quality is increasing teacher professionalism. Community service activities aim to provide skills and knowledge regarding preparing scientific articles for scientific publications in national and international journals. The direct benefit of community service activities is increasing the skills, knowledge, and experience of Sekolah Penggerak teachers in Grobogan Regency in preparing articles for scientific publications. The expected derivative benefits are increasing teachers' abilities to prepare scientific articles for publication so that the quality and quantity of teachers' scientific publications at driving schools in the Grobogan Regency increases. Implementing community service activities is training by providing material and practice in preparing scientific articles for publication in scientific journals. A total of 30 school teachers were the target audience for community service activities in Grobogan Regency. Implementing community service activities uses three activity methods: lecture, discussion, and practice. Evaluation of community service activities includes knowledge, skills, participant activity, and attendance level. The result of this activity is that participants can practice material related to preparing scientific articles for publication in national and international journals, thereby increasing the knowledge and skills of Sekolah Penggerak teachers in Grobogan Regency.