Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEEFEKTIFAN MODEL PENDIDIKAN BUDI PEKERTI BERBASIS CERITA ANAK MELALUI PENANAMAN NILAI ETIS-SPIRITUAL SISWA SD Edy Suryanto; Raheni Suhita Raheni Suhita; Yant Mujiyanto Yant Mujiyanto
Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 23, No 1 (2014): Tahun 23, Nomor 1, Mei 2014
Publisher : Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.522 KB)

Abstract

Abstract: Effectiveness of moral education on the basis of children story through ethic-spiritual value transformation elementary school’s students. Purpose of the research was to produce moral education for elementary schools’ students and to test effectiveness of moral education model for elementary schools’ students. Research method was descriptive qualitative. Data collection techniques were observation, interview, document analysis, and test. Data analysis used interactive model, while testing used experiment technique. Research results; (1) Developing moral education model based on children story packed until step students finding value through questions and internalization process through role-play, The meaningfulness of moral education if followed with habituation on other relevant subjects, modeling, and figure model; and (2) Model can be used as an ethic spiritual value character transformation of elementary schools’ students.Keywords: moral, children story, ethic spiritual value, elementary schools’ students Abstrak: Penelitian ini bertujuan: menghasilkan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD dan menguji keefektifan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, analisis dokumen, dan tes. Analisis data menggunakan model interaktif, sedangkan pengujian dengan teknik eksperimen. Hasil penelitian:(1) pengembangan model pendidikan budi pekerti berbasis cerita anak dikemas sampai pada tahap siswa menemukan nilai melalui pertanyaan-pertanyaan dan proses internalisasi melalui bermain peran. Kebermaknaan pendidikan budi pekerti bila ditindaklanjuti dengan pembiasaan pada mata pelajaran lain yang relevan, pemodelan, dan keteladanan; dan (2) Model dapat digunakan untuk penanaman karakter nilai etis spiritual siswa SD.Kata Kunci: budi pekerti, cerita anak, nilai etis-spiritual, siswa SD
FAKTOR PEMENGARUH DAN PEMECAHANNYA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA-MENULIS PERMULAAN Edy Suryanto; Purwadi Purwadi; Budi Waluyo
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.772 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v8i2.3622

Abstract

This study aimed to describe: 1) the implementation of learning to read-write for the beginners 2) to identify the influences factors, and 3) how to solve those factors of influences. The populations were students and one classroom teacher of SDN Cinderejo Surakarta. Data was collected through observation, interviews, and document analysis. Sampling determined through purposive sampling technique. The results of the study concluded: 1) RWB learning component involves students, teachers, objectives, materials, methods, media, and evaluation. Various components are interrelated. 2) Barriers to learning RWB included the internal and external obstacles. (3) To overcome internal barriers were done through learning process, while external barriers pursued through the outside component of the learning process in the classroom RWB.
Apakah Nikel Indonesia Memiliki Keunggulan Daya Saing di Pasar Internasional? Edy Suryanto
Ecoplan Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v5i2.506

Abstract

International trade is one of the fundamental ways to overcome the unequal distribution of goods or services to meet each country's needs. Nickel is a non-renewable natural resource, but its existence is always needed in various countries. Indonesia's decision to ban nickel ore in 2014 impacted the scarcity of nickel in importing countries. This study aims to analyze the competitiveness of Indonesian nickel ore commodities in the international market. Three variants of the approach in the form of X/M Ratio analysis techniques, Revealed Comparative Advantage (RCA), and Trade Specialization Index (TSP) are used to determine the value of competitiveness in the global market. This study uses secondary data in the form of time series data with a span of the last five years to describe the comparative advantage of Indonesian nickel ore from time to time. Meanwhile, in 2016 and 2020, it did not have an advantage due to the export ban policy by the Indonesian government. The Trade Specialization Index (TSP) approach found that in 2017, 2018, and 2019 Indonesia was at the stage of maturation of nickel ore exporters. This study suggests that the Indonesian government should optimize the production of nickel ore products that have been added to compete in the global market. Furthermore, the government must also be able to attract foreign investment to establish an iron ore smelter in Indonesia.
ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN CERITA RAKYAT SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMP Nurmansyah Triagus Maulana; Edy Suryanto; Andayani Andayani
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.936 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2424

Abstract

Abstrak: Kurangnya pendokumentasian cerita rakyat di Kabupaten Pemalang berpotensi menghilangkan aset daerah dan pengetahuan masyarakat lokal, sehingga diperlukan pendeskripsian tertulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cerita rakyat di Kabupaten Pemalang yang meliputi: (1) Isi cerita (2) struktur cerita; (3) nilai pendidikan cerita; dan (4) relevansi sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data adalah purposive sampling, mengambil empat cerita rakyat meliputi Joko Ripuh, Mbah Bantarbolang, Asal-Usul Banyumudal dan Legenda Curug Maratangga. Validasi data penelitian adalah triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan  dokumen. Teknik analisis data adalah model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan kebaruan dalam isi cerita rakyat, yaitu dari segi penambahan tokoh pada cerita Asal-Usul Banyumudal, penambahan isi pada cerita Joko Ripuh dan Mbah Bantarbolang serta cerita lengkap pada Legenda Curug Maratangga. Struktur cerita menjadi daya tarik adalah tempat  menjadi sejarah cerita. Nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita rakyat didominasi nilai pendidikan agama dan moral. Nilai pendidikan sosial merata di setiap cerita, sedangkan nilai pendidikan adat sedikit ditemukan karena tidak ada kebiasaan yang hingga sekarang hidup di lingkungan cerita rakyat berasal; dan  keempat cerita tersebut telah memiliki resolusi, koda, konflik dan penyelesaian sebagai kriteria materi di dalam silabus.Kata kunci: cerita rakyat, pendekatan struktural, nilai pendidikan, bahan ajar
ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN CERITA RAKYAT SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMP Nurmansyah Triagus Maulana; Edy Suryanto; Andayani Andayani
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.787 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2424

Abstract

Abstrak: Kurangnya pendokumentasian cerita rakyat di Kabupaten Pemalang berpotensi menghilangkan aset daerah dan pengetahuan masyarakat lokal, sehingga diperlukan pendeskripsian tertulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cerita rakyat di Kabupaten Pemalang yang meliputi: (1) Isi cerita (2) struktur cerita; (3) nilai pendidikan cerita; dan (4) relevansi sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data adalah purposive sampling, mengambil empat cerita rakyat meliputi Joko Ripuh, Mbah Bantarbolang, Asal-Usul Banyumudal dan Legenda Curug Maratangga. Validasi data penelitian adalah triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan  dokumen. Teknik analisis data adalah model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan kebaruan dalam isi cerita rakyat, yaitu dari segi penambahan tokoh pada cerita Asal-Usul Banyumudal, penambahan isi pada cerita Joko Ripuh dan Mbah Bantarbolang serta cerita lengkap pada Legenda Curug Maratangga. Struktur cerita menjadi daya tarik adalah tempat  menjadi sejarah cerita. Nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita rakyat didominasi nilai pendidikan agama dan moral. Nilai pendidikan sosial merata di setiap cerita, sedangkan nilai pendidikan adat sedikit ditemukan karena tidak ada kebiasaan yang hingga sekarang hidup di lingkungan cerita rakyat berasal; dan  keempat cerita tersebut telah memiliki resolusi, koda, konflik dan penyelesaian sebagai kriteria materi di dalam silabus.Kata kunci: cerita rakyat, pendekatan struktural, nilai pendidikan, bahan ajar
PENINGKATAN KOMPETENSI PETUGAS ARSIP SMK SWASTA SEKABUPATEN KENDAL MELALUI DIGITALISASI ARSIP BERBASIS 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Nina Oktarina; Joko Widodo; Murwatiningsih; Edy Suryanto
JURNAL PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol. 5 No. 1
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.585 KB) | DOI: 10.51836/jpadi.v5i1.394

Abstract

The main problem of the non-optimal management of digital-based records in schools is school archive officers' lack of knowledge and skills. The service activity aims to increase knowledge related to digital-based school archive management and improve digital-based school archive management skills by using the National Education Standard 8-Based Digital Archive Application. This service activity targets the archive or administrative officer at Private Vocational Schools, as many as 25 people throughout Kendal Regency. Service activities use two main methods, namely lectures and direct practice. This service activity has fulfilled three aspects of success, namely: 1) all participants participated in the entire series of activities well, 2) all participants were actively involved during the activity, and 3) more than 50% of participants were able to practice archive management using the 8-Based Digital Archive Application. National Education Standards.
INCREASING PROFESSIONAL COMPETENCE OF TEACHERS OF PRIVATE VOCATIONAL SCHOOL IN KENDAL REGENCY THROUGH THE PREPARATION OF SCIENTIFIC ARTICLES OF CLASS ACTION RESEARCH Murwatiningsih; Joko Widodo; Nina Oktarina; Edy Suryanto
JURNAL PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol. 5 No. 1
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.12 KB) | DOI: 10.51836/jpadi.v5i1.395

Abstract

Continuous professional development is the development of teacher competencies that is carried out according to needs, continuously improving their professionalism. One type of continuous professional development is scientific publications in the form of research results or scientific ideas in the field of education. The purpose of community service activities is to improve the competence of professional teachers through the preparation of scientific articles resulting from classroom action research. This community service activity targets 25 teachers of Private Vocational Schools in the Kendal Regency. The method of activity used in this community service is the lecture method, question and answer, and discussion. Based on the series of activities that have been carried out, all participants can be actively involved in the discussions of the three main activities. This activity can improve the knowledge and skills of participants to compile articles from the results of classroom action research.
DOMINASI MASKULINITAS SUKU BATAK: ANALISIS KONSTRUKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP Dasa Oktaviani BR Ginting; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.1290

Abstract

This research was conducted to read the description of the dominance of masculinity in the construction of patriarchal culture contained in the movie Ngeri-Ngeri Sedap. The main reason for conducting this research is to explain how the form of patriarchal cultural construction that appears in the film Ngeri-Ngeri Sedap so that the study of Batak culture and how the description of the dominance of masculinity can be comprehensive. The research was conducted by conducting research to look at films from a social and ideological perspective. The method used is using a qualitative and interpretative approach using the encoding or decoding paradigm where media producers encode a text production that produces meaning based on their understanding of a particular social context. The results found are 1) a general description of the dominance of masculinity in the Batak tribe which is related to the kinship system known as patrilineal (lineage based on father/father), 2) The fact that the construction of patriarchal culture in Ngeri-Ngeri Sedap is shown in several footage and dialogues and analyzed based on Tuncay's theory.Penelitian ini dilaksanakan untuk membaca gambaran dari dominasi maskulinitas dalam konstruksi budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah bentuk konstruksi budaya patriarki yang muncul dalam film Ngeri-Ngeri Sedap sehingga kajian mengenai kebudayaan Batak serta bagaimana gambaran dominasi maskulinitas tersebut dapat menjadi komprehensif. Penelitian dilaksanakan dengan melihat film dari prespektif sosial dan ideologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan interpretatif dengan menggunakan paradigma encoding atau decoding (penyandian atau pengawasandian) dimana produser media menyandikan suatu produksi teks yang menghasilkan makna berdasarkan pemahamannya mengenai konteks sosial tertentu. Hasil yang ditemukan adalah 1) gambaran secara umum dominasi maskulinitas pada suku Batak yang berkaitan dengan sistem kekerabatan yang dikenal dengan patrilineal (garis keturunan berdasarkan ayah/bapak), 2) Ditemukannya fakta bahwa konstruksi budaya patriarki dalam film Ngeri-Ngeri Sedap ditampilkan pada beberapa cuplikan dan dialog dan dianalisis berdasarkan pada teori Tuncay.
Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Penggerak Melalui Publikasi Ilmiah Murwatiningsih Murwatiningsih; Nina Oktarina; Edy Suryanto; Amanda Dewi Puspita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.8730

Abstract

Sekolah penggerak adalah program yang dicanangkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk transformasi peningkatan kualitas pendidikan melalui pemerataan mutu dan peningkatan kualitas SDM. Salah satu bagian dari upaya peningkatan kualitas guru adalah peningkatan profesionalisme guru. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan keterampilan serta pengetahuan mengenai penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun jurnal internasional. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu menambah kemampuan, pengetahuan serta pengalaman untuk guru sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan dalam penyusunan artikel untuk publikasi ilmiah. Manfaat turunan yang diharapkan yaitu meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi sehingga kualitas serta kuantitas publikasi ilmiah guru pada sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan meningkat. Bentuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dalam bentuk pelatihan dengan memberikan materi serta praktik penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal ilmiah. Sebanyak 30 orang guru sekolah penggerak sebagai khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Grobogan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan tiga metode kegiatan yaitu metode ceramah, diskusi, dan praktik. Evaluasi kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, keaktifan peserta dan tingkat kehadiran. Hasil kegiatan ini yaitu peserta mampu dalam mempraktekkan materi terkait dengan penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal nasional maupun jurnal internasional sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan guru sekolah penggerak di Kabupaten Grobogan.Driving school is a program launched by the government that aims to transform the quality of education through equalizing quality and improving the quality of human resources. One part of efforts to enhance teacher quality is increasing teacher professionalism. Community service activities aim to provide skills and knowledge regarding preparing scientific articles for scientific publications in national and international journals. The direct benefit of community service activities is increasing the skills, knowledge, and experience of Sekolah Penggerak teachers in Grobogan Regency in preparing articles for scientific publications. The expected derivative benefits are increasing teachers' abilities to prepare scientific articles for publication so that the quality and quantity of teachers' scientific publications at driving schools in the Grobogan Regency increases. Implementing community service activities is training by providing material and practice in preparing scientific articles for publication in scientific journals. A total of 30 school teachers were the target audience for community service activities in Grobogan Regency. Implementing community service activities uses three activity methods: lecture, discussion, and practice. Evaluation of community service activities includes knowledge, skills, participant activity, and attendance level. The result of this activity is that participants can practice material related to preparing scientific articles for publication in national and international journals, thereby increasing the knowledge and skills of Sekolah Penggerak teachers in Grobogan Regency. 
Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Era Kurikulum Merdeka Firda Nurul Fauziah; Kundhuru Saddhono; Edy Suryanto
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8546

Abstract

Pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik memerlukan pendekatan pembelajaran yang holistik, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kearifan lokal sehingga menanamkan jati diri bangsa pada siswa dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal di Era Kurikulum Merdeka dalam rangka menanamkan penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini termasuk dalam desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Responden penelitian terdiri dari guru Bahasa Indonesia, perserta didik, dan wakil kepala sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan di Karanganyar. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan deskriptif. Hasil kajian kemudian melaporkan bahwa manajemen sekolah mulai dari kepala sekolah hingga guru berkomitmen penuh menerapkan kurikulum mandiri, melalui integrasi proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal sebagai implementasi kurikulum merdeka dan tunjukan Sekolah Keunggulan (PK). Pembelajaran berbasis kearifan lokal yang telah dilaksanakan selama ini nampaknya berjalan hampir sempurna, meskipun terdapat beberapa kekurangan. Selain itu, siswa juga mendapatkan pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan baik karena dianggap sebagai model yang adaptif untuk mengakomodasi kompetensi dalam penguatan profil siswa Pancasila sebagai penanaman nilai dan jati diri sebagai pelajar pancasila. Namun masih diperlukan perbaikan dan optimalisasi untuk melaksanakan kurikulum mandiri ini, sehingga hasilnya dapat lebih baik lagi dalam memfasilitasi siswa dalam menguasai materi pelajaran, khususnya materi pelajaran Bahasa Indonesia serta memberikan landasan dan pengetahuan tentang budaya kearifan lokal di Indonesia terutama di Karanganyar.