Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

NILAI MORAL DALAM NOVEL MAHA CINTA KARYA AGUK IRAWAN MIZAN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Abid Mustofa; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.788 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai moral moral dalam novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan; dan (3) relevansi novel Maha Cinta karya Aguk Irawan Mizan sebagai bahan pembelajaran dan pendidikan moral bagi siswa. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan, dengan fokus penelitian unsur intrinsik dan nilai moral sastra dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan meliputi (a) tema: perjuangan cinta tokoh utama; (b) tokoh utama: Imran: baik, cerdas, bijaksana; tokoh tambahan: Marwa, Haji Nurcahya, Bu Nurcahya, Pak Ali, Bu Ali, Dewi, Zaid, Kiai Yazid, Maman; (c) alur: maju; (d) latar terdiri dari latar tempat: latar utama dalam novel Desa Sembungan, Yogayakarta dan Jakarta, latar waktu: kurun waktu antara tahun 1980 sampai tahun 1985 dan latar sosial: kehidupan sosial masyarakat yang tidak mementingkan pendidikan dan masih banyaknya praktik pernikahan dini; (e) sudut pandang: persona ketiga serbatahu; (f) amanat: Hinaan tidak dibalas dengan menghina pula, mintalah petunjuk hanya kepada Allah Swt., taat dalam beribadah; (2) nilai moral dalam meliputi empat jenis (a) hubungan manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri; (d) hubungan manusia dengan alam sekitar; (e) teknik penyampaian nilai moral berupa teknik penyampaian langsung dan tidak langsung; (3) relevan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA karena sesuai dengan materi pokok dan kompetensi dasar yang terdapat dalam silabus Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII SMA. Metode yang digunakan dalam pembelajaran menganalisis isi dan kebahasaan novel adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasaan dan dengan menggunakan model pembelajaran Team Game Tournament. Evaluasi diberikan terdiri dari tiga aspek kognitif, afektif, dan aspek psikomotorik.   Kata kunci : nilai moral novel, dan relevansi sebagai bahan ajar
Penerapan Kaidah Berbahasa dalam Percakapan Berbahasa Indonesia Mohammad Fakhrudin
Journal of Language Learning and Research (JOLLAR) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesian Language Education, Graduate School, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.277 KB) | DOI: 10.22236/jollar.v1i1.1241

Abstract

Kaidah berbahasa yang diterapkan dalam percakapan berbahasa Indonesia terdiri atas kaidah linguistis, kaidah sosiolinguistis, kaidah pragmatis, dan kaidah psikolinguistis, tetapi penerapannya berkaitan dengan komponen percakapan, yang di antaranya adalah (1) partisipan, (2) maksud, dan (3) instrumen. Partisipan yang bersikap tidak formal dan mempunyai hubungan akrab dan hangat, menerapkan kaidah linguistis, tetapi tidak terikat ketat. Sementara itu, partisipan yang bersikap formal, mempunyai hubungan kurang akrab dan kurang hangat, menerapkan kaidah linguistis secara ketat. Lazimnya, secara linguistis, bahasa Indonesia yang digunakan oleh partisipan yang demikian memiliki ciri kebakuan fonologis, morfologis, struktur sintaktis, dan semantis, bahkan kewacanaan. Dalam percakapan berbahasa Indonesia, prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan juga diterapkan. Bertindak tutur tidak langsung merupakan salah satu cara yang digunakan oleh partisipan untuk menyampaikan maksud secara santun. Dalam hal tertentu, ada perbedaan kaidah yang diterapkan dalam percakapan bersemuka dari percakapan melalui telepon. Ada tuturan yang khusus hanya digunakan untuk membuka dan/menutup percakapan bersemuka, tetapi tidak digunakan untuk membuka dan/atau menutup percakapan melalaui telepon. Ada tuturan yang lazim difungsikan untuk melakukan klarifikasi dalam percakapan melalui telepon, tetapi tidak demikian halnya untuk melakukan klarifikasi dalam percakapan bersemuka.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAKU DI PERGURUAN TINGGI DENGAN BASIS ERROR ANALYSIS Mohammad Fakhrudin
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.411 KB) | DOI: 10.37729/btr.v7i1.6352

Abstract

Abstrak: Dalam artikel ini dideskripsikan pembelajaran bahasa Indonesia baku di perguruan tinggi dengan basis error analysis (EA). Pembahasan tentang masalah tersebut dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan mahasiswa dalam penggunaan bahasa Indonesia baku dikategorikan rendah. Dengan EA diharapkan kemampuan mereka dapat ditingkatkan karena melalui EA, mahasiswa dihadapkan secara langsung pada masalah penggunaan bahasa Indonesia baku dimulai dari kegiatan mengumpulkan data kesalahan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, memeringkat kesalahan, menjelaskan kesalahan, memrakirakan daerah kesukaran/kesa­lah­an, dan membetulkan kesalahan. Metode pembelajaran terpilih yang digunakan adalah  Problem Based Learning, Small Group Discussion, dan Contextual Learning. Kata kunci: pembelajaran, bahasa Indonesai baku, perguruan tinggi, error
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN YOUTUBE RETORIKA DAKWAH PENDIDIKAN BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO umi faizah; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.254 KB) | DOI: 10.37729/btr.v5i10.5303

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan  penerapan media pembelajaran YouTube berbasis pendekatan ilmiah pada Pembelajaran Retorika Dakwah Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan 2) mendeskripsikan respon mahasiswa pada penerapan media pembelajaran YouTube  berbasis pendekatan ilmiah pada Pembelajaran Retorika Dakwah Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajaran ilmiah. Penerapan media ini dilakukan pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017.  Hasil dari penelitian ini adalah 1) penerapan media pembelajaran YouTube retorika dakwah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017dengan pendekatan ilmiah yang meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan terbukti efektif; 2)  mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017 memberikan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran YouTube berbasis pendekatan ilmiah. Kata kunci : Media Pembelajaran, Pendekatan Ilmiah, Retorika Dakwah Pendidikan
KATA BAKU PADA KARYA ILMIAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Mohammad Fakhrudin; Khabib Sholeh; Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.008 KB) | DOI: 10.37729/btr.v6i11.5548

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsi penerapan kaidah morfologis dan leksikon pada karya ilmiah mahasiswa semester VII tahun akademik 2015/2016 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diper­oleh deskripsi mengenai penggunaan kata baku, baik dari segi morfologis maupun dari segi leksikon. Penelitian ini bersifat pres­kriptif. Dalam penelitian ini, data bersumber pada makalah seminar pembelajaran bahasa dan pembela­jaran sastra Indonesia pada semester VII tahun akademik 2015/2016. Penye­diaan data dilakukan dengan baca catat dan studi pustaka. Data tersebut dicatat dalam form pencatat data dan selanjutnya disimpan alam hard disk. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan hasilnya disa­jikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan kata baku dalam karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo dikate­gorikan baik karena kata-kata yang digunakan umumnya sesuai dengan kaidah, baik kaidah morfologis maupun kaidah leksikon. Sangat sedikit kata yang menyimpang kedua kaidah tersebut dan hanya ada beberapa kata yang digunakan secara tidak konsisten. Ketidakon­sis­tenan penerapan kaidah morfologis terdapat, terutama, pada kaidah afiksasi. Kata kunci: kata baku, kaidah morfologis dan kaidah leksikon, karya ilmiah
PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM ARTIKEL ILMIAH Mohammad Fakhrudin; Rustono Rustono; Junaedi Setiyono; Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v8i2.7503

Abstract

Penelitian ini  bersifat pres­kriptif dengan tujuan mendeskripsi penggunaan konjungsi dalam artikel ilmiah. Dalam penelitian ini, data bersumber pada artikel ilmiah yang diakses dari jurnal ilmiah yang terdiri atas 5 rumpun ilmu dan 51 subrumpun ilmu sebagaimana dikelompokkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 257/M/KPT/2017. Data dikumpulkan dengan teknik dokumen; dianalisis dengan metode distribusional. Selanjutnya, hasil analisis disajikan dengan metode informal. Dari data dan pembahasannya, disimpulkan bahwa konjungsi antarkalimat yang digunakan sesuai dengan kaidah sebanyak 53,17%, sedangkan konjungsi antarparagraf yang ditemukan, tidak ada yang sesuai dengan kaidah. Ada konjungsi yang digunakan secara tidak konsisten pada artikel yang sama, yakni (1) konjungsi selanjutnya, kemudian, selain itu, dan namun. Konjungsi itu digunakan sebagai kojungsi antarkalimat dan digunakan juga sebagai konjungsi intrakalimat, (2) konjungsi sedangkan digunakan sebagai konjungsi intrakalimat dan digunakan pula sebagai konjungsi antarkalimat, dan (3) konjungsi sehingga dan maka digunakan sebagai konjungsi antarkalimat di samping digunakan sebagai konjungsi intrakalimat.Kata kunci: konjungsi antarkalimat, konjungsi antarparagraf, preskriptif, artikel ilmiah.
Penerapan Kaidah Berbahasa dalam Percakapan Berbahasa Indonesia Mohammad Fakhrudin
Journal of Language Learning and Research (JOLLAR) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesian Language Education, Graduate School, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.701 KB) | DOI: 10.22236/jollar.v1i1.1241

Abstract

Kaidah berbahasa yang diterapkan dalam percakapan berbahasa Indonesia terdiri atas kaidah linguistis, kaidah sosiolinguistis, kaidah pragmatis, dan kaidah psikolinguistis, tetapi penerapannya berkaitan dengan komponen percakapan, yang di antaranya adalah (1) partisipan, (2) maksud, dan (3) instrumen. Partisipan yang bersikap tidak formal dan mempunyai hubungan akrab dan hangat, menerapkan kaidah linguistis, tetapi tidak terikat ketat. Sementara itu, partisipan yang bersikap formal, mempunyai hubungan kurang akrab dan kurang hangat, menerapkan kaidah linguistis secara ketat. Lazimnya, secara linguistis, bahasa Indonesia yang digunakan oleh partisipan yang demikian memiliki ciri kebakuan fonologis, morfologis, struktur sintaktis, dan semantis, bahkan kewacanaan. Dalam percakapan berbahasa Indonesia, prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan juga diterapkan. Bertindak tutur tidak langsung merupakan salah satu cara yang digunakan oleh partisipan untuk menyampaikan maksud secara santun. Dalam hal tertentu, ada perbedaan kaidah yang diterapkan dalam percakapan bersemuka dari percakapan melalui telepon. Ada tuturan yang khusus hanya digunakan untuk membuka dan/menutup percakapan bersemuka, tetapi tidak digunakan untuk membuka dan/atau menutup percakapan melalaui telepon. Ada tuturan yang lazim difungsikan untuk melakukan klarifikasi dalam percakapan melalui telepon, tetapi tidak demikian halnya untuk melakukan klarifikasi dalam percakapan bersemuka.
Kesahihan Isi Tindak Tutur Konstatif Berbahasa Indonesia Mohammad Fakhrudin; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.081 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia dan cara menguji kesahihan isinya. Data yang berupa tuturan bersumber pada media cetak dan media elektronik. Data tersebut disediakan dengan teknik baca-catat, rekam-catat, dan pembangkitan kembali secara kreatif oleh peneliti. Analisis data dilakukan dengan metode padan, sedangkan hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam wacana ilmiah, (2) agar dapat memastikan kesahihan isi tuturan, petutur harus mengujinya, (3) pengujian dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang ”dunia” isi tuturan, dan (4) berdasarkan kesahihan isinya, ada dua macam tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia, yakni (a) tidak tutur konstatif yang sahih dan (b) tidak tutur konstatif yang tidak sahih.
Prototipe Model Pengembangan Diri berbasis Participatory Multiple Intelligences sebagai Penguatan Karakter dan Literasi Siswa Khabib Sholeh; S Sukirno; Mohammad Fakhrudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.643 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kebutuhan dan prototipe model pendidikan pengembangan diri berbasis participatory multiple intelligences (parmi) untuk penguatan nilai karakter dan literasi siswa. Desain penelitian dirancang melalui pendekatan research and development (The R, & D model dari Plomp, 1997) dengan subjek siswa dan guru di SMA 5, SMA 7, dan SMA 1 Purworejo. Pengembangan model dilakukan melalui tahap deskriptif dan evaluatif. Penelitian diawali dengan tahap preliminary investigation research and design, yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui masalah yang muncul di lapangan berkaitan dengan pendidikan pengembangan diri yang telah dilakukan di sekolah. Penelitian tahun pertama dari waktu dua tahun yang direncanakan menghasilkan prototipe model pengembangan diri di SMA dan pengaruhnya terhadap penguatan nilai-nilai karakter dan literasi siswa. Hasil penelitian ini adalah pendidikan pengembangan diri memerlukan model dan materi ajar yang banyak melibatkan aktivitas dan mengkonstruksi pengalaman. Berpedoman pada teori model pembelajaran, ditetapkan prototipe model parmi dalam pendidikan pengembangan diri yang khas yaitu memadukan model pendidikan dalam tim dan individu, menyampaikan masalah melalui pengalaman, dan belajar terbuka.