Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KARYA ZHAENAL FANANI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Siska Septiana; Sukirno Sukirno; Suci Rizqiana
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.457 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani, (2) nilai pendidikan karakter novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani,(3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani sebagai bahan pembelajaran di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berupa nilai pendidikan karakter novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Fokus penelitian ini meliputi unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Sumber data berupa novel, buku sastra, kutipan langsung dan tidak langsung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi pustaka. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasirmeliputi: (a) tema novel ini adalah perjuangan seorang ibu yang menghidupi anaknya seorang diri demi mendapatkan pendidikan yang layak, (b) tokoh utama adalah Fatikha dan tokoh tambahan antara lain Mahali, Hiram, Eleina Markov, Pak Karim, Ngadrim, Ngartidjo, dan Ngadiredjo, (c) alur yang digunakan adalah alur campuran, (d) terdapat tiga macam latar, yaitu latar tempat meliputi Desa Ngurawan, Yayasan Ar-Rahmah, pesantren, balai desa, rumah Mahali, Kantor Polsek Blumbang dan Mushala,  latar waktu meliputi pagi, siang, sore dan malam, latar sosial adalah mata pencaharian para tokoh, dan (e) sudut pandang yang  digunakan adalah orang ketiga mahatahu, (2) nilai pendidikan karakter novel Kubah di Atas Pasirmencakup 17 nilai pendidikan karakter, yaitu:religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, peduli lingkungan dan tanggung jawab, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas, langkah-langkah pembelajarannya meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan kegiatan penutup.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS ASPEK SOSIOLOGI SASTRA NASKAH JIN ABG KARYAANES PRABU SADJARWO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA Mentari Triati; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.137 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitianini adalah teknik pustaka. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai unsure utama dibantu dengan alat kartu pencatat data dan alat tulisnya. Dalamm enganalisis data penulis menggunakan teknik content analysis (analisisisi).Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1)unsur intrinsik dalam naskah drama Jin Abg karya Anes Prabu Sadjarwo meliputi: (a) tema mayor: pentingnya pendidikan, tema minor: masalah mengikuti aktivitas manusia, masalah keinginan diadakan sekolah, masalah perbedaan pendapat;(b) tokohdanpenokohan, meliputi: tokoh utama, yaitu Tetua Jin dan Jimat, tokoh tambahan, yaitu Pejabat Jin 1, Pejabat Jin 2, Jin Abg 1, Jin Abg 2, Jin Abg 3;(c) alur: maju; (d) latar: latartempat, yaitu sekolah, kerajaan, tempat rapat, latar waktu, yaitu pagi hari, siang hari, malam hari, dan latar suasana, yaitu menegangkan,mengagetkan, keributan, dan menyedihkan;(e) sudutpandang: orang ketiga; (f) amanat, yaitu dalam memecahkan masalah harus dengan kepala dingin, manfaatkanlah pendidikan sekolah dengan baik; (2) aspek sosiologi sastra naskah dramaJin Abg karya Anes Prabu Sadjarwo, aspek sosiologi sastra tersebut meliputi: (a) aspek kekerabatan: hubungan kekerabatan antara Tetua Jin dengan Jimat (bos dan pegawai), hubungankekerabatanantara Jin Abg 1 dengan Jin Abg 3 (pertemanan); (b) aspek cinta kasih: orang tua dengan anak, dan lawan jenis; (c) aspek ekonomi: perekonomian keluarga menurun, dan meningkatkanperekonomiankeluarga; (d) aspek religius: melanggarperintah agama, dan kewajiban menjalankan perintah agama; (e) aspek pendidikan: pendidikan sekolah mecerdaskan siswa-siswanya, dan siswa yang tidakmemanfaatkan pendidikan sekolah; (f) aspek moral: tidak memiliki etika, dan rusaknya moral; (g) aspek politik: tidak menjadi warganegara yang baik, dan melakukan korupsi; (3)rencana pelaksanaan pembelajaran aspek sosiologi sastra pada naskah drama Jin Abg karya Anes Prabu Sadjarwo di kelas XI SMA yang terdapat pada kompetensi dasar 3.18 menggunakan metode pembelajaranQuantum Learning dengan langkah tumbuhkah, alami, namai, demonstrasi,ulangi, dan rayakan (TANDUR). Kata kunci:aspek sosiologi sastra, naskah dramaJin Abg, rencana pelaksanaan pembelajaran di SMA
PENDIDIKAN KARAKTER FILM RUDY HABIBIE SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Sukirno Sukirno; Ervi Nurhidayah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur teks film Rudy Habibie; (2) nilai pendidikan karakter film Rudy Habibie; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abstrak: perjuangan Rudy Habibie saat di Jerman untuk mengharumkan bangsa Indonesia; orientasi: tempat di Parepare, Gorontalo, Makassar, Bandung, dan Jerman, waktu saat pagi, siang, sore, dan malam, suasananya menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan; komplikasi: cerita dimulai dari Rudy kecil hingga Rudy bersekolah di Jerman; evaluasi: Rudy mendapat ancaman dari Panca; resolusi: masalah mulai reda ketika Rudy menelepon ibunya yang ada di Indonesia; koda: jadilah seperti mata air; (2) nilai pendidikan karakter dalam film Rudy Habibie terdiri dari (a) religius: taat beribadah; (b) jujur: mengatakan berdasarkan kenyataan; (c) toleransi: menghargai berbedaan agama, negara, pendapat; (d) disiplin: disiplin beribadah dan mengerjakan tugas; (e) kerja keras: kerja keras dalam belajar dan memajukan negara; (f) kreatif: berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan hal baru; (g) mandiri: menyelesaikan tugas secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain; (h) demokratis: bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain; (i) rasa ingin tahu: keingintahuan yang besar mengenai suatu hal yang belum dapat terpecahkan; (j) semangat kebangsaan: semangat untuk mengharumkan bangsanya; (k) cinta tanah air: rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk negaranya; (l) menghargai prestasi: mengakui prestasi orang lain; (m) bersahabat/ komunikatif, meliputi: mudah bergaul; (n) cinta damai: tindakan yang menyebab­kan orang lain senang  dan aman atas kehadiran dirinya; (o) gemar membaca: kebiasaan membaca buku; (p) peduli lingkungan: tindakan yang menunjukkan peduli terhadap bangsa dan masyarakat; (q) peduli sosial: sikap peduli terhadap kondisi sekitar; (r) tanggung jawab: beribadah dengan tekun dan menyelesaikan tugas; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya dilaksanakan di kelas XI SMA dengan materi nilai pendidikan film Rudy Habibie pada pembelajaran drama berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi peserta didik menonton dan memahami film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan yang terkandung dalam film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Metode yang digunakan adalah diskusi, pemberian tugas, presentasi; (c) kegiatan akhir/penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas. Kata kunci :   nilai pendidikan, film, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Eka Wakhyuningsih; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.03 KB)

Abstract

ABSTAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, (2) psikologi sastra tokoh utama novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Sumber data primer penelitian ini adalah novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, dan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini adalah psikologi sastra tokoh utama pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, psikologi sastra tokoh utama pada novel dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur intrinsik dalam novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata meliputi: (a) tema: perekonomian; (b) tokoh utama: Hobri berwatak tidak mudah putus asa, optimistis, dan baik hati, sedangkan tokoh tambahan: Suruhudin pemalas, baik hati, Azizah keras, Taripol acuh tak acuh, cerdas, Tegar ramah, baik hati, dan optimistis, Ayah Hobri jujur, penyayang, Dinda baik hati, pendiam, Tara tidak mudah putus asa, pemberani; (c) alur menurut tahapan peristiwanya: alur maju; (d) latar tempat: taman, bawah pohon, stadion, rumah Ayah Hobri, tempat sirkus, pasar tanjong lantai. latar waktu: pagi, sore dan malam hari. Latar suasana: menakutkan, menyedihkan, menegangkan, dan menyenangkan; (e) sudut pandang orang ketiga serba tahu “Dia”, (f) amanat: janganlah menjadi orang yang malas bekerja, jadilah orang yang selalu optimistis dan jangan mudah menyerah, (2) psikologi sastra tokoh utama novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata meliputi: (a) Id yang mencakup tentang; keingin mengenal cinta, keiginan mengutarakan isi hati, keinginan untuk menebang pohon, keinginan menunggu kekasihnya; (b) Ego yang mencakup tentang: kekecewaan dan kesedihan; (c) Superego yang mencakup tentang: Hobri menentukan pilihan, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran isi novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata menggunakan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab dengan model pembelajaran STAD dengan langkah-lagkah: peserta didik berkelompok 4-5 orang, guru memberi tugas, siswa bekerjakelompok, dan setelah itu perwakilan kelompok mempresentasikannya.   Kata kunci: unsur intrinsik, psikologi sastra tokoh utama, dan rpp
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL KARENA AKU TAK BUTA KARYA REDY KUSWANTO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Eko Apri Wijayanti; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.349 KB)

Abstract

  ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel (2) aspek-aspek sosiologi sastra dan hubungan antaraspek sosiologi sastra novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XII SMA.Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer: novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto, dan sumber data sekunder: buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini yaitu aspek sosiologi sastra dan hubungan antaraspek sosiologi sastra. Fokus penelitian ini, yaitu: unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, hubungan antaraspek sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat.Instrumen penelitian ini yaitu peneliti dengan dibantu kartu pencatat data dan alat tulisnya.Teknik analisis data digunakan content analysis (analisis isi). Analisis data disajikan dengan teknik informal.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto, meliputi (a) tema: tumbuh kembangnya seseorang dalam budaya Indonesia; (b) tokoh dan penokohan, meliputi tokoh utama: Zad dan Gendis; tokoh tambahan: Fya, Yod, Rhean, Pak Pram, Pak Margono, Bu Tursih, Atma, Mas Gendro, dan Pak Gio; (c) latar: waktu, tempat, suasana; (d) alur: alur campuran, meliputi: alur mundur (flashback) dan alur maju; (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) amanat: belajarlah untuk mencintai, menghargai, dan mengeksistensikan kebudayaan yang ada di Indonesia; (2) aspek sosiologi sastra novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto, meliputi: aspek kekerabatan, aspek cinta kasih, aspek ekonomi, dan aspek pendidikan; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto meliputi hubungan aspek ekonomi dengan cinta kasih, kekerabatan dengan cinta kasih, kekerabatan dengan ekonomi, kekerabatan dengan pendidikan, pendidikan dengan cinta kasih, dan hubungan aspek ekonomi dengan pendidikan; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto di kelas XII SMA. Metode pembelajaran yang digunakan: metode Numbered-Head Together (NHT). Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu dengan menggunakan tes esai dan lisan.   Kata kunci: unsur intrinsik, sosiologi sastra, novel karena aku tak buta
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL CINTA TAK KENAL KASTA KARYA ABDUL MUIS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Anita Rahmawati; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.416 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis, (2) aspek sosiologi sastra novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis, (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis. Objek penelitian ini yaitu aspek-aspek sosiologi novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis. Fokus penelitian ini adalah  unsur intrinsik novel Cinta Tak Kenal Kasta, aspek sosiologi sastra novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis, dan rencana pelaksaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik yang digunaka dalam menganalisis data dalam novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan analisis data disimpulkan (1) unsur intrinsik dalam novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis meliputi: (a) tema yaitu tema mayor, dan tema minor, (b) tokoh utama yaitu Susan (ulet, sabar, pantang menyerah, dan bekerja keras) dan tokoh tambahan Rita (baik, penyayang, manja), Mamah Rita (baik, lembut), Kedan Robin (baik, suka menolong, dan bersahabat), Linda (Lucu, baik hati, dan bersahabat), Papah Rita (angkuh dan sombong), Hasan (baik), Tulang Jaurman (suka menolong dan baik hati), Ramlan (baik dan suka menolong), supriyanto (baik hati). (c) latar terbagi menjadi tiga yaitu latar tempat (Pamatang siantar, Kampung, Parapat dan Tomok, Gedung bioskop, Tebing Tinggi, kebun, danau Toba/Samosir, Terminal Tambangan. Latar waktu yaitu siang, pagi, malam, sore, dan latar situasi, (d) alur yang digunakan  dalam novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis yaitu alur maju, (e) sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu. (f) amanat, dalam mencapai sebuah cita-cita harus berusaha dan bekerja keras .(2) aspek-aspek soiologi sastra dalam novel Cinta Tak Kenal Kasta karya Abdul Muis meliputi: aspek kekerabatan, aspek cinta kasih, aspek pendidikan, aspek moral, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran  dilakukan dengan menggunakan acuan kurikulum 2013, KD 3.9. Metode pembelajaran yang digunakan: metode STAD. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu tertulis dengan menggunakan tes esai dan lisan.Kata kunci: unsur intrinsik, sosiologi sastra, cinta tak kenal kasta, rpp. 
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA LAKI-LAKI DALAM NOVEL I DO MENCINTAIMU BENAR ATAU SALAH KARYA MOAMMAR EMKA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE QUANTUM LEARNING DI SMA Aliffah Winarti; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.034 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel I DO Mencintaimu Benar atau Salah Karya Moammar Emka; (2) kepribadian tokoh utama novel I DO Mencintaimu Benar atau Salah Karya Moammar Emka; (3) rencana pelaksaan pembelajaran novel I DO Mencintaimu Benar atau Salah Karya Moammar Emka dengan Metode Quantum Learning di SMA. Sumber data primer penelitian ini adalah novel I DO Mencintaimu Benar atau Salah Karya Moammar Emka, dan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini adalah kepribadian tokoh utama, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Fokus penelitian ini, yaitu: unsur intrinsik (tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat), kepribadian tokoh utama meliputi id, ego, dan superego, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel ini, meliputi (a) tema: perjuangan tokoh utama dalam mewujud­kan segala angan-angan dan impiannya untuk mendapatkan cinta yang tulus serta patut untuk diperjuangkan; (b) tokoh dan penokohan, meliputi tokoh uta­ma Bumi (pemaaf, bijaksana, setia, religius, dan sabar); (c) alur: alur campuran, meliputi alur mundur (flashback) dan alur maju; (d) latar: waktu (pagi, sore, malam, bulan November, bulan Desember, dan tahun 2012), tempat (kafe, taman Menteng, jalanan Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, pantai, dan salon), suasana (bahagia, sedih, bimbang, dan sunyi); (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) amanat: secara eksplisit (untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang berharga dan kesabaran adalah jalan keluar terbaik dalam menghadapi suatu masalah), secara implisit (menyadari bahwa harus berulang kali untuk memahami isi hati orang lain); (2) kepribadian tokoh utama ini yaitu perjuangan untuk mendapatkan dan mencari cinta seseorang yang tulus dan patut untuk diperjuangkan, dari Sigmund Freud yang membahas id, ego, dan superego tokoh utama lebih menonjol pada superego, yaitu ketika tokoh utama ingin mendapatkan cinta yang sesungguhnya, ego memilih untuk teguh akan pendiriannya tetap bersama dengan seseorang yang benar-benar tokoh utama percaya dan hasilnya superego yang baik atau positif; dan (4) rencana pelaksaan pembelajaran novel ini dengan menggunakan metode Quantum Learning. Langkah-langkah dalam metode ini yaitu, guru menggunakan proses tumbuhkan, alami, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. Kata kunci : unsur intrinsik, kepribadian tokoh utama, novel I DO Mencintaimu Benar atau Salah
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE PEER TEACHING DI KELAS XII SMA Wahyu Dewi Ambarini; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.747 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) analisis isi; (2) nilai moral; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran isi novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata dengan Metode Peer Taeching di kelas XII di SMA.Dalam penelitian ini sumber data penelitian adalah novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Objek penelitian ini adalah nilai moral pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Fokus penelitian ini adalah nilai moral, unsur intrinsik novel Sirkus Pohon dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode Peer Teaching di  kelas XII di SMA. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis isi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) analisis isi dalam novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata mencakup enam aspek, yaitu: (a) tema: masalah ekonomi, (b) tokoh utama: Hobri berwatak bodoh, rajin, baik hati, dan setia, sedangkan tokoh tambahan: Suruhudin, Taripol, Tara, Ayah, Tegar, Azizah, Dinda, Adun, dan Gastori, (c) alur: alur berdasarkan urutan peritiwa adalah maju; (d) latar tempat: rumah ayah Hobri, pengadilan, tempat sirkus, kantor polisi, pasar tanjong lantai, bioskop sinar malam, taman kota, stadion belantik, bengkel masa depan, taman bermain pengadilan, dan pelabuhan, latar waktu: pagi, sore, malam hari, Agustus, dan jumat. Latar suasana: menyedihkan, menegangkan, menyenangkan, ramai, hujan, (e) sudut pandang orang ketiga “Ia dan Dia”, (f) amanat: jangan menjadi orang yang malas pekerja, jadilah orang yang optimistis dan pantang menyerah, dan terimalah keadaan orang yang kita sayangi apa adanya; (2) nilai moral novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata meliputi: (a) Hubungan manusia dengan Tuhan: bersyukur, dan taat, (b) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri: sabar, pantang menyerah, percaya diri, dan disiplin, (c) Hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam meliputi: tolong menolong, menepati janji, dermawan, dan setia kawan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata pada Siswa kelas XII di SMA menggunakan metode Peer Teaching. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode Peer Teaching antara lain: siswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok belajar, guru memilih beberapa siswa berprestasi untuk dijadikan tutor dalam masing-masing kelompok.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai moral novel dan RPP di SMA.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM RUDY HABIBIE SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Ervi Nurhidayah; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.168 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur teks film Rudy Habibie; (2) nilai pendidikan karakter film Rudy Habibie; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abstrak: perjuangan Rudy Habibie saat di Jerman untuk mengharumkan bangsa Indonesia; orientasi: tempat di Parepare, Gorontalo, Makassar, Bandung, dan Jerman, waktu saat pagi, siang, sore, dan malam, suasananya menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan; komplikasi: cerita dimulai dari Rudy kecil hingga Rudy bersekolah di Jerman; evaluasi: Rudy mendapat ancaman dari Panca; resolusi: masalah mulai reda ketika Rudy menelepon ibunya yang ada di Indonesia; koda: jadilah seperti mata air; (2) nilai pendidikan karakter dalam film Rudy Habibie terdiri dari (a) religius: taat beribadah; (b) jujur: mengatakan berdasarkan kenyataan; (c) toleransi: menghargai berbedaan agama, negara, pendapat; (d) disiplin: disiplin beribadah dan mengerjakan tugas; (e) kerja keras: kerja keras dalam belajar dan memajukan negara; (f) kreatif: berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan hal baru; (g) mandiri: menyelesaikan tugas secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain; (h) demokratis: bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain; (i) rasa ingin tahu: keingintahuan yang besar mengenai suatu hal yang belum dapat terpecahkan; (j) semangat kebangsaan: semangat untuk mengharumkan bangsanya; (k) cinta tanah air: rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk negaranya; (l) menghargai prestasi: mengakui prestasi orang lain; (m) bersahabat/ komunikatif, meliputi: mudah bergaul; (n) cinta damai: tindakan yang menyebab­kan orang lain senang  dan aman atas kehadiran dirinya; (o) gemar membaca: kebiasaan membaca buku; (p) peduli lingkungan: tindakan yang menunjukkan peduli terhadap bangsa dan masyarakat; (q) peduli sosial: sikap peduli terhadap kondisi sekitar; (r) tanggung jawab: beribadah dengan tekun dan menyelesaikan tugas; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya dilaksanakan di kelas XI SMA dengan materi nilai pendidikan film Rudy Habibie pada pembelajaran drama berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi peserta didik menonton dan memahami film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan yang terkandung dalam film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Metode yang digunakan adalah diskusi, pemberian tugas, presentasi; (c) kegiatan akhir/penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas. Kata kunci :    nilai pendidikan, film, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS XII SMA Nurul Fatimah; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.172 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) unsur intrinsik novel; (2) aspek-aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi dengan metode problem solving di kelas XII SMA. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini adalah teks novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Objek penelitian ini adalah analisis sosiologi sastra novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Fokus penelitian ini adalah kajian analisis unsur intrinsik, sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode problem solving di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan untuk penyajian hasil analisis adalah menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi meliputi enam unsur yaitu (a) tema: petualangan Hepi di kampung Minang, (b) tokoh dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Hepi, tokoh tambahannya: Martiaz, Attar, Zen, Kakek Hepi (Datuk Marajo), Pandeka Luko, dan Lenon. (c) alur: gabungan, (d) latar dalam novel Anak Rantau terdiri dari latar tempat: Minang, Padang, Jakarta, Rumah, Surau, Sekolah, Lapangan, dan Lapau. Latar waktu: pagi, siang, sore, malam, hari Jumat, hari Minggu, dan tahun 1914. Latar susana: kaget, tegang, ramai, sedih, senang, dan ketakutan, dan latar sosial: budaya Minang, (e) sudut pandang: sudut pandang orang ketiga serba tahu, (f) amanat yang diambil dari novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi adalah bolehlah kita merantau asalkan jangan lupakan kampung halaman dan jauhi sesuatu yang merusak hidup kita; (2) aspek-aspek sosiologi sastra yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi digolongkan menjadi tujuh yaitu: (a) kekerabatan, (b) cinta kasih, (c) ekonomi, (d) moral, (e) pendidikan, (f) agama, serta (g) politik, dan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi di kelas XII SMA menggunakan metode Problem Solving dengan langkah menemukan masalah, identifikasi masalah, merancang alternatif, membuat penilaian dan keputusan, dan evaluasi dan pengujian solusi. Kata kunci: sosiologi sastra, novel Anak Rantau, Rpp, metode problem solving.