Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGENALAN SEDIMENT MOBILITY TOOL (SMT) UNTUK TEKNIK EVALUASI CEPAT GUNA PEMANFAATAN MATERIAL KERUK DEKAT PANTAI Wiwin Nurzanah; Tri Rahayu
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v11i2.538

Abstract

Mempertahankan alur pelayaran yang dapat dilayari melalui pengerukan sangat penting bagi masyarakat dan ekonomi, terutama karena beban transportasi dan kargo global meningkat. Pengambil keputusan memerlukan teknik cepat untuk mengevaluasi alternatif penempatan potensial untuk sedimen yang dikeruk. Jika sesuai, sedimen yang dikeruk dapat ditempatkan di dekat pantai sebagai tanggul atau gundukan, sering kali dengan harapan menghilangkan energi gelombang lebih jauh ke lepas pantai dan mendorong pengangkutan sedimen ke arah pantai. Namun, area penempatan yang tepat membutuhkan pertimbangan kedalaman air, iklim hidrodinamik, dan ukuran sedimen. Pekerjaan sebelumnya menggunakan konsep kedalaman penutupan yang terkenal untuk menilai stabilitas tanggul. Sediment Mobility Tool (SMT) berbasis web dikembangkan untuk menilai kemungkinan perpindahan dan arah sedimen dengan pengetahuan beberapa parameter sederhana. Teknik yang digunakan untuk memperkirakan frekuensi mobilisasi sedimen dan arah transportasi bersifat universal. Teknik ini merupakan langkah penting bagi para insinyur dan perencana untuk mengevaluasi potensi volume material keruk untuk memelihara profil pantai. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengenalkan aplikasi SMT sebagi alat evaluasi cepat lokasi pemelihaaran dekat pantai menggunakan material keruk.
SOSIALISASI PEMBUATAN BATA WARNA ANTI JAMUR DI KABUPATEN DELI SERDANG Yunita Pane; Irma Dewi; Wiwin Nurzanah; Togar Timoteus Gultom; Yovi Chandra; Arfis Ayunitapane@umsu.ac.id; M. Sidik Taringan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41059

Abstract

Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk menaikkan pendapatan masyarakat Kec.Pagar Merbau Kabupaten Deli serdang. Kreatifitas dan inovasi yang erat kaitannya dengan teknik sipil perlu selalu dikembangkan terus untuk memenuhi. Dengan Batu bata yang kuat dan mampu menahan beban menjadi komponen yang penting dalam pembangunan. Batu bata konvensional yang ada sekarang adalah Batu bata yang masih berwarna merah. Itupun batu bata tersebut tidak tahan, untuk itu tim pengabdian akan membuat suatu inovasi baru yaitu dengan membuat batu bata berwarna yang anti jamur, hal ini agar masyarakat sekitar bisa memproduksinya dan juga menjualnya ke pasaran sehingga halnya otomatis dapat menaikkan pendapatan masyarakat sekita Kec,Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Hal yang sebenarnya dapat dilakukan adalah dengan mencampur pewarna ke dalam batu bata , sehingga batu bata yang sudah dibakar nanti akan menimbulkan warna baru, sesuai dengan pewarna yang akan digunakan dan juga pembakarannya harus lebih lama yaitu selama 12 jam sehingga akan lebih tahan nantinya batu bata warna yang dihasilkan. Dan hal ini sudah diuji selama 6 bulan untuk membandingkan batu bata biasa yang dibakar selama 8 jam dengan batu bata warna yang lebih estetik dengan pembakaran 12 jam dan mendapatkan hasil yang lebih kuat dan tidak berubah bentuk maupun warna yaitu dengan batu bata warna yang anti jamur dan tidak berlumut.
RANCANG BANGUN PEMANTAUAN DEBIT DAN KUALITAS AIR BERBASIS IOT PADA JARINGAN IRIGASI TERSIER DI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Yunita Pane; Wiwin Nurzanah; Irma Dewi; Togar Timoteus Gultom; Wirdatun Nafiah Putri; Sri Asfiati
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i2.1316

Abstract

Jaringan irigasi tersier di daerah pertanian sering mengalami ketidakstabilan debit dan penurunan kualitas air yang tidak terpantau secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor elektrik (debit, pH, kekeruhan) pada saluran irigasi tersier di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP8266, sensor aliran YF-S201, sensor pH E-201-C, dan sensor kekeruhan SEN0189. Data dikirim ke platform Blynk dan Thingspeak setiap 5 menit. Pengujian lapangan dilakukan selama 30 hari pada segmen saluran di Desa Suka Maju. Hasil kalibrasi menunjukkan akurasi sensor debit 95,6%, sensor pH 96,2%, dan sensor kekeruhan 94,8% dibandingkan alat ukur standar. Sistem berhasil mengirimkan 98,3% data dengan rata-rata delay 6,2 detik. Mekanisme peringatan dini (notifikasi Telegram) terpicu ketika debit <25 L/detik atau pH <6,0. Implementasi sistem ini meningkatkan efisiensi distribusi air irigasi sebesar 22,5% dibandingkan metode manual. Kesimpulannya, integrasi sensor elektrik dan IoT mampu memberikan solusi pemantauan real-time yang akurat dan andal untuk optimalisasi irigasi tersier di wilayah Sunggal.persampel).
Pengembangan Model ARIMA untuk Prediksi Keberlanjutan Lingkungan dan Konstruksi Pesisir: Studi Kasus Terintegrasi di Pelabuhan Belawan: Pengembangan Model ARIMA untuk Prediksi Keberlanjutan Lingkungan dan Konstruksi Pesisir: Studi Kasus Terintegrasi di Pelabuhan Belawan Irma Dewi; yunita_pane pane; Wiwin Nurzanah; Yovi Chandra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1291

Abstract

Abstrak   Wilayah pesisir Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor logistik dan ekspor-impor. Namun, intensifikasi aktivitas industri dan pelabuhan telah menimbulkan tekanan signifikan terhadap lingkungan dan daya tahan infrastruktur pesisir. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediktif berbasis ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average) untuk memproyeksikan keberlanjutan lingkungan dan konstruksi pesisir secara terintegrasi. Data deret waktu tahunan yang mencakup variabel lingkungan (curah hujan, kualitas air) dan teknis konstruksi (usia struktur, frekuensi perawatan, kerusakan) dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan pola jangka panjang yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan sistem pelabuhan. Hasil uji Augmented Dickey-Fuller menunjukkan bahwa hampir seluruh variabel bersifat stasioner kecuali usia struktur yang memerlukan diferensiasi. Model AutoRegressive Integrated Moving Average (2,1,2) menunjukkan performa terbaik untuk sebagian besar variabel berdasarkan evaluasi AIC, BIC, RMSE, MAE, dan MAPE, sementara AutoRegressive Integrated Moving Average (3,2,4) optimal untuk usia struktur. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan ARIMA mampu secara efektif menangkap dinamika perubahan lingkungan dan teknis di wilayah pesisir Belawan, serta mendukung pengambilan keputusan adaptif dalam perencanaan pengelolaan pelabuhan berkelanjutan.   Kata kunci: Model ARIMA, Keberlanjutan Lingkungan, Konstruksi Pesisir, Pelabuan Belawan     Abstract   The coastal region of Belawan Port, North Sumatra, plays a strategic role in supporting national economic growth, particularly in the logistics and export-import sectors. However, the intensification of industrial and port activities has imposed significant pressure on the environment and the resilience of coastal infrastructure. This study aims to develop an ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average)-based predictive model to project the sustainability of environmental conditions and coastal construction in an integrated manner. Annual time series data covering environmental variables (rainfall, water quality) and technical construction aspects (structure age, maintenance frequency, damage) were analyzed to identify long-term trends and patterns potentially affecting the sustainability of the port system. The Augmented Dickey-Fuller test results indicate that nearly all variables are stationary, except for structural age, which required differencing. The AutoRegressive Integrated Moving Average (2,1,2) model demonstrated the best performance for most variables based on evaluations of AIC, BIC, RMSE, MAE, and MAPE, while AutoRegressive Integrated Moving Average (3,2,4) was optimal for structural age. These findings suggest that the ARIMA approach can effectively capture the dynamic environmental and technical changes in the Belawan coastal area and support adaptive decision-making in sustainable port management planning.   Keywords: ARIMA Model, Environmental Sustainability, Coastal Construction, Belawan Port