Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Panduan Teknik Mendongeng Untuk Meningkatkan Disiplin Diri Anak RA/PAUD/TK Nurhayati Nurhayati; Faijin Faijin
Educatio Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v14i2.1555

Abstract

The purpose of this study is to produce a storytelling guide to improve the self-discipline of RA / PAUD / TK students who have fulfilled the theoretical and practical aspects of acceptance. The development of storytelling guidelines to improve the self- discipline of RA / PAUD / TK students is an adaptation of the Borg Gall (1983) research and development model, which was modified into three stages: 1) phase I: assessment and literature study, 2) phase II product development: formulating competency goals and standards, compiling indicators, compiling initial drafts, 3) phase III (testing): product validation (guidance and counseling expert, instructional media development expert, user), and effectiveness testing in limited fields. Data collection instruments used were: product assessment questionnaire and self-discipline checklist. Quantitative data were analyzed by non-parametric statistics, while input / criticism / suggestions from experts were analyzed by qualitative descriptive analysis. The results of the assessment of theorists and user experts, of the storytelling guide to improve the self-discipline of RA / PAUD / TK students, have fulfilled the theoretical and practical acceptability element. The results of field trials show that this practical and effective storytelling guide is used to improve self-discipline.
Penerapan Teknik Role Playing Untuk Menurunkan Perilaku Bullying Pada Remaja Faijin .; Nurhayati .; Nasution .; Juanda Mansyur; Sarbudin .
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2021): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v3i2.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas role playing untuk menurunkan perilakubullying pada remaja. Masalah bullying adalah salah satu masalah serius yang dihadapai oleh kita semua saat ini terutama remaja. Pada masyarakat awam, perilaku bullying dianggap suatu hal biasa dan masyarakat tidak menyadari bahwa perilaku tersebut berdampak buruk pada perkembang anak khususnya perkembangan psikologi. Masa remaja adalah masa mencari identitas, untuk itu remaja perlu perlakuan dan pengasuhan keluarga dan lingkungan yang positif agar dapat berkembang kearah yang diharapkan secara maksimal. Perilaku bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seorang atau kelompok yang tidak mampu melawan atau mempertahankan diri. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen one group pretest-posttest design (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Pada tahap pre-test responden dilakukan test awal sebelum diberikan perlakuan selanjutnya diberikan perlakuan, kemudian diukur kembali (posttest). Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran hasil penelitian menggunakan lembar penilaian diri, observasi. Data hasil penelitian ini dianalisa dengan rumus ttest (uji t). Hasil analisis data menemukan bahwa nilai rata-rata pretest adalah 69,85% sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 56,57%. Nilai thitung adalah 2,309% apabila dikonsultasikan dengan nilai ttabel maka nilai ttabel adalah 1,943%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada nilaittabel. Maka hal itu bermakna bahwa hipotesis alternatif (Ha) “penggunaan teknik role playing efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada remaja” diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Role Playing efektif untuk menurunjan perilaku bullyimh pada remaja.
Penerapan Teknik Role Playing Untuk Menurunkan Perilaku Bullying Pada Remaja Faijin .; Nurhayati .; Nasution .; Juanda Mansyur; Sarbudin .
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2021): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.166 KB) | DOI: 10.33627/gg.v3i2.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas role playing untuk menurunkan perilakubullying pada remaja. Masalah bullying adalah salah satu masalah serius yang dihadapai oleh kita semua saat ini terutama remaja. Pada masyarakat awam, perilaku bullying dianggap suatu hal biasa dan masyarakat tidak menyadari bahwa perilaku tersebut berdampak buruk pada perkembang anak khususnya perkembangan psikologi. Masa remaja adalah masa mencari identitas, untuk itu remaja perlu perlakuan dan pengasuhan keluarga dan lingkungan yang positif agar dapat berkembang kearah yang diharapkan secara maksimal. Perilaku bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seorang atau kelompok yang tidak mampu melawan atau mempertahankan diri. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen one group pretest-posttest design (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Pada tahap pre-test responden dilakukan test awal sebelum diberikan perlakuan selanjutnya diberikan perlakuan, kemudian diukur kembali (posttest). Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran hasil penelitian menggunakan lembar penilaian diri, observasi. Data hasil penelitian ini dianalisa dengan rumus ttest (uji t). Hasil analisis data menemukan bahwa nilai rata-rata pretest adalah 69,85% sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 56,57%. Nilai thitung adalah 2,309% apabila dikonsultasikan dengan nilai ttabel maka nilai ttabel adalah 1,943%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada nilaittabel. Maka hal itu bermakna bahwa hipotesis alternatif (Ha) “penggunaan teknik role playing efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada remaja” diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Role Playing efektif untuk menurunjan perilaku bullyimh pada remaja.
Implementasi Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Self Control Pada Peserta Didik Sarbudin Sarbudin; Faijin Faijin; Irham Irham; Nurhayati Nurhayati; Sri Wahyuni
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 5 No 2 (2022): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v5i2.935

Abstract

Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku. Pengendalian tingkah laku mengandung makna yaitu, melakukan pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu untuk bertindak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:Untuk mengetahui Implementasi Bimbingan Klasikal dalam meningkatkan Self Control SMAN 3 Wera. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis peneliti menggunakan analisis dekskriptif kualitatif , yaitu berupa data data tertulis, dengan tahap tahap reduksi data, Display data dan Verifikasi data.Sedangkan untuk keabshana datanya di cek menggunakan teknik tringulasi menggunakan bahan referensi dan member check. Hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan layanan Bimbingan Klasikal dapat meningkatkan Self Control pada peserta didik yang berkaitan dengan siswa mampu mengarakan dan mengendalikan perilakunya dalam menghadapi situasi dan kondisi agar sesuai dengan orang lain, serta siswa dapat mengambil keputusan dari suatu peristiwa atau kejadian. Program bimbingan klasikal dapat mempengaruhi peningkatan prilakunya sendiri sesuai norma yang ada, Maka dari itu dengan ini peserta didik dapat mengatur setiap proses fisik, psikologis dan prilakunya, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya kearah yang lebih positif dan bermanfaat sesuai yang diharapkan oleh individu tersebut.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KOSELING DALAM MELAKSANAKAN HOME VISIT SELAMA MASA PADEMIK COVID-19 DI SMA NEGERI 3 KOTA BIMA Faijin Faijin; Sarbudin Sarbudin; Muhamadiah Muhamadiah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.8841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dalam melaksanakan homevisit masa pandemic dan kendala-kendala yang dihadapi guru bimbingan dan konseling di SMKN 3 Kota Bima. Metode Penelitian yaitu penelitian kualitatif empiris dengan bersumber pada data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, cara menganalisis data yaitu menganalisis data yaitu pertama mengumpulkan data, kedua memilih data yang tepat, ketiga menyajikan data, dan yang terakhir menarik kesimpulan. Peran guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan home Visit masa pandemic yaitu homevisit untuk menjalin hubungan yang  baik  dengan orangtua konseli. Membahas permasalahan konseli,  menyampaikan program sekolah terkait pengembangan konseli.  Pelaksanaan homevisit menjembatani komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak orangtua dalam menanggulangi permasalahan konseli. pelaksanaan homevisit memungkinkan orangtua lebih leluasa menanyakan tentang karakter dari konseli. Kendala dalam home visit yaitu banyaknya tugas konselor, kurangnya jumlah konselor menyebabkan  waktu konselor menjadi terbatas. Pelaksanaan homevisit, terkadang konseli tidak berada di rumah. Pelaksanaan homevisit masih waswas dengan adanya pandemic, karena yang dibutuhkan imun tubuh yang kuat pada saat keluar rumah. kendala lain, yaitu tempat tinggal siswa jauh dari sekolah, tidak memiliki kendaraan. kendala yang dihadapi menurut orang tua yaitu kurangnya kurang disiplin oleh peserta didik, kadang telat bangun karena kelamaan begadang
Efektivitas Model Experiential Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Nurhayati Nurhayati; Faijin Faijin; Amiruddin Amiruddin; Sulistia Indah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 1 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i1.449

Abstract

Rasa marah merupakan bagian dari emosi yang dimiliki oleh semua individu, dalam kadar tertentu hampir setiap individu pernah mengalaminya. Terkadang individu sulit untuk mengontrol emosi marah, hal itu tergantung dari keterampilan individu dalam mengelola emosi marah yang muncul, oleh karena itu, guru BK perlu memberikan latihan agar peserta didik memiliki keterampilan dalam mengelola emosi marah melalui teknik tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan model experiential learning untuk melatih keterampilan pengelolaan emosi marah. Rancangan penelitian ini menggunakan True Experimental Pre-test, Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP Negeri 6 Kota Bima kelas VII. Subjek penelitian terjaring secara random sehingga diperoleh sejumlah 10 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 5) dan kelompok kontrol (n = 5). Instrumen lain yang digunakan adalah lembar penilaian diri, lembar tugas mengelola emosi marah dan pedoman observasi. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Two Independent Sample Test Mann Whitney untuk membandingkan perbedaan skor keterampilan pengelolaan emosi marah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien Z (-2.207) dengan signifikansi sebesar 0.027 yang berarti 0.027 di bawah nilai probabilitas yaitu (0.027 < 0.05). Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diintervensi dengan model experiential learning dan peserta didik yang diintervensi dengan bimbingan secara umum, sehingga model experiential learning efektif untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah peserta didik SMP. Hasil pelatihan menunjukan bahwa model experiential learning bisa untuk mengajarkan keterampilan mengelola emosi marah peserta didik SMP