Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kemampuan Arrester untuk Pengaman pada Gardu Trafo Disribusi 20KV di PT PLN Mattoanging Japaruddin, Adnan; Aenun, Ibnu; Hafid, Abd.; Faharuddin, Andi
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.364

Abstract

Arrester adalah peralatan pengaman instalasi dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir (Lightning Surge) maupun oleh surja hubung (Switching Surge). Transformator/ trafo tenaga berfungsi untuk menyalurkan tenaga/ daya listrik dengan menaikkan atau menurunkan tegangan di Trafo Distribusi. Penelitian ini fokus pada peralatan Gardu Tafo Distribusi yaitu arrester tipe SL2T48 yang terhubung dengan transformator (trafo) tipe SPLND3.002-1 Perlindungan yang baik diperoleh bila arrester ditempatkan sedekat mungkin pada jepitan trafo. Tetapi, dalam praktek arrester itu harus ditempatkan dengan jarak S dari trafo yang dilindungi. Karena itu, jarak tersebut ditentukan agar perlindungan dapat berlangsung dengan baik. Jarak arrester dengan trafo yang dipakai di gardu Trafo Distribusi MATTOANGIN 20KV adalah 3 m. Penempatan arrester (S) dipengaruhi oleh tegangan jepit trafo (Ep) sebesar 125 KV, tegangan percik areester (Ea) sebesar 100 KV, kecuraman gelombang datang (A) sebesar 1000 dv/ dt, dan kecepatan rambat gelombang (v), karena gelombang berjalan pada kawat udara mempunyai kecepatan tetap dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaya yaitu 300 m/μdt. Untuk mungetahui kemampuan lighting arrester dalam melindungi peralatan trafo saat terjadi surja petir pada saluran transmisi PT . PLN (persero) MATTOANGIN 20 KV Jarak maksimum arrester dengan trafo S yang terpasang pada gardu Trafo Distribusi 20 KV adalah 3,75 m. Dari hasil analisis matematis, pemasangan dari arrester tipe SL2T48 mampu melindungi trafo dari gangguan surja petir dan surja hubung dengan tegangan sampai 138,32 KV. Karena dilapangan berjarak 3 m, sedangkan hasil hitungan matematis pemasangan arrester jaraknya 3,75 m dengan trafo, masih pada dalam standar maksimum (aman).
Analisis Drop Tegangan Pada Gardu Distribusi Jaringan Tegangan Rendah (JTR) PT.PLN (PERSERO) ULP KAREBOSI Asmaul; Anwar, Muhammad Rezky; Hafid, Abdul; Faharuddin, Andi
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.645

Abstract

Meningkatnya permintaan energi listrik dari tahun ke tahun menyebabkan rugi daya dan drop tegangan pada jaringan juga bertambah besar. Kerugian tersebut disebabkan oleh saluran yang cukup panjang serta beban yang terus bertambah, sehingga dalam penyaluran daya listrik tersebut akan terjadi drop tegangan sepanjang saluran yang dilaluinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui drop tegangan dan pengaruhnya terhadap konsumen serta bagaimana cara menanggulanginya. Penelitian ini dilaksanakan pada jaringan tegangan rendah pada PT. PLN (Persero) ULP KAREBOSI difokuskan pada beberapa gardu distribusi dengan analisa data yang diperoleh di lapangan menggunakan beberapa persamaan dasar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu besar tegangan dari pengiriman sampai tegangan yang sampai kekonsumen. Diharapkan diketahui dari penelitian ini besar drop tegangan, penyebab-penyebab drop tegangan, serta mendapatkan solusi untuk mengurangi jatuh tegangan tersebut.
Analisis Tahanan Kontak dan Tahanan Pentanahan pada PMT 150 Kv di Ultg Panakukang Jabar, Saiful Hidayat Abdul; Nur, Muhammad Ikram; Hafid, Abdul; Faharuddin, Andi
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.670

Abstract

Proses pemelihraan pemutus tenaga (PMT) sangat penting di lakukan diantaranya pengukuran tahanan kontak masih beroperasi dengan baik atau perlu dilakukan perbaikan, serta tahanan pentanahan untuk mengetahui nilainya agar mencegah terjadinya tegangan kejut yang berbahaya bagi manusia dan peralatan. Dalam pengukuran tahanan kontak dan tahanan pentanahan PMT Gardu Induk 150 kV pada Ultg Panakukang Makassar telah dianalisis dan dilakukan perbandingan antara pengukuran masing-masing micro ohm meter. Nilai tahanan kontak PMT pada masing-masing fasa R, S, dan T , sebesar 32.3 μΩ, 30.9 μΩ, 32,1 μΩ hal ini menunjukan bahwa tahanan kontak pada PMT masinh dibawah batas normal, menurut standar PLN sebesar R < 100 μΩ. Pengukuran tahanan pentanahan pada 3 Gi Pada ultg Panakukang PMT sebesar 0.09 Ω, 0.57 Ω , 0.09 Ω hal ini menunjukan bahawa sistem pentanahan masih baik menurut standar PULL 2000 sebesar < 1 Ω.
PROTEKSI TEGANGAN SENTUH LISTRIK PADA MANUSIA MEGGUNAKAN GROUNDING DAN RCBO ( RESIDUAL CURRENT CIRCUIT BREAKER WITH OVERCURRENT PROTECTION ) Iqbal, Muhammad; Anugrah, Riyan; Hafid, Abdul; Faharuddin, Andi
VERTEX ELEKTRO Vol 17, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jte.v17i2.17517

Abstract

Intisari : Keamanan listrik merupakan aspek penting dalaminstalasi kelistrikan untuk mencegah bahaya yang disebabkanoleh arus bocor dan tegangan sentuh. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis efektivitas penggunaan RCBO (ResidualCurrent Circuit Breaker with Overcurrent Protection) dangrounding dalam melindungi manusia dari bahaya listrik,terutama dalam pengoperasian pompa air di lantai 1 dan 3Laboratorium Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.Pengujian dilakukan menggunakan elektroda batang tunggal,serta RCBO dengan arus nominal 6 A dan sensitivitas arus bocor30 mA. Metode penelitian melibatkan perancangan sistemproteksi, pengujian arus bocor, dan evaluasi resistansi groundingterhadap kedalaman elektroda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa RCBO dengan sensitivitas 30 mA mampu mendeteksiarus bocor secara andal dan memutus aliran listrik dalam waktukurang dari 0,1 detik, sehingga melindungi pengguna daribahaya sengatan listrik. Sementara itu, sistem groundingmenunjukkan efisiensi yang meningkat seiring dengankedalaman elektroda, di mana resistansi tanah yang lebih kecilmemberikan perlindungan lebih baik terhadap kebocoran arus.Kombinasi RCBO dan grounding terbukti efektif dalammeningkatkan keselamatan listrik dan mengurangi risikotegangan sentuh, sehingga direkomendasikan untuk diterapkanpada berbagai instalasi kelistrikan.Kata kunci : Tegangan Sentuh,Arus Bocor,Grounding,RCBO(Residual Current Circuit Breaker with OvercurrentProtection),Proteksi Listrik.
Analisis Transformator Distribusi 160 KVA Di PT. PLN (Persero) ULP Panakkukang Berdasarkan Nameplate Mulyadi; Mubarokh, Miftah; Hafid, Abdul; Faharuddin, Andi
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.185

Abstract

Transformator adalah sebuah alat magnetoelektrik yang sederhana, Tujuan dari Analisis Transformator Distribusi 160 kVA di PT PLN (Persero) ULP Panakkukang Berdasarkan Nameplate adalah untuk menganalisis kerugian inti, kerugian tembaga, dan kerugian akibat arus netral pada transformator distribusi serta menganalisis efisiensi pada transformator distribusi. Metode yang digunakan dalam Analisis Transformator Distribusi 160 kVA di PT PLN (Persero) ULP Panakkukang Berdasarkan Nameplate ini menggunakan metode kuantitatif karena diperoleh dari analisa data berupa angka. Manfaat dari analisis ini yaitu memberikan konstribusi terhadap perkembangan teknologi, khususnya untuk PT. PLN agar lebih teliti dalam perencanaan pembangunan transformator distribusi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, pada kedua Transformator yakni Trafindo dan Starlite dengan kapasitas 160 kVA, terdapat hasil yang sama pada kerugian tembaga. Namun, terdapat perbedaan pada efisiensinya tergantung rugi inti yang terdapat pada transformator.
Komparasi Gangguan Simetris Pada Penyulang Pajalau 20KV PLN Sulselrabar dengan Menggunakan Metode MVASC dan Perangkat Lunak PSCAD/EMTDC Faharuddin, Andi; Antarissubhi, Antarissubhi; Putra, Muh. Febrianto Pualam; Fatullah, Andi Muh. Syahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26670

Abstract

Penelitian ini membahas arus gangguan hubung-singkat simetris (gangguan tiga-fase) sebagai salah satu aspek krusial dalam perencanaan dan keandalan Sistem Energi Elektrik (SEE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan level arus gangguan hubung-singkat simetris pada Penyulang Pajalau 20 kV dengan menggunakan metode MVASC (Mega Volt Ampere Short Circuit) dan perangkat lunak PSCAD (Power Systems Computer Aided Design). Penyulang Pajalau mendapatkan suplai daya dari transformator daya penurun-tegangan 60 MVA, di GI 150 kV, yang tersuplai oleh Sumber Thevenin SEE Sulselrabar, di titik GI 150 kV, Sungguminasa. Lima titik gangguan hubung-singkat yang ditinjau, yakni: rel 150 kV (sisi primer transformator daya), rel 20 kV (rel sisi sekunder transformator daya), serta tiga rel di sepanjang Penyulang Pajalau. Selanjutnya, Penyulang Pajalau yang tersuplai oleh Sumber Thevenin 150 kV, dimodelkan dalam Metode MVASC serta Perangkat Lunak PSCAD. Nilai atau level arus hubung-singkat yang diperoleh sebagai akibat dari gangguan di kelima titik gangguan tersebut, kemudian dibandingkan dengan menggunakan kedua metode yang tersebut di atas. Arus gangguan simetris yang dihasilkan dengan metode MVAsc untuk rel 1 sampai dengan rel 5 adalah secara berurutan 17,549 kA; 12,653 kA; 2,084 kA; 1,638 kA serta 0,614 kA, dan dengan metode PSCAD adalah 17,023 kA; 12,478 kA; 1,962 kA; 1,530 kA dan 0,560 kA. Perbedaan rata-rata hasil antara kedua metode mencapai 5,46%, dengan selisih persentase terendah 1,38% dan tertinggi 9,64%. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh pendekatan pada metode MVASC yang mengabaikan nilai resistans dari setiap perangkat. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai tingkat gangguan simetris menggunakan kedua metode, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menilai kesesuaian rating pemutus-daya (Circuit Breaker), serta koordinasi relai proteksi arus lebih pada Penyulang Pajalau.
PROTEKSI TEGANGAN SENTUH LISTRIK PADA MANUSIA MEGGUNAKAN GROUNDING DAN RCBO ( RESIDUAL CURRENT CIRCUIT BREAKER WITH OVERCURRENT PROTECTION ) Iqbal, Muhammad; Anugrah, Riyan; Hafid, Abdul; Faharuddin, Andi
VERTEX ELEKTRO Vol. 17 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jte.v17i2.17517

Abstract

Intisari : Keamanan listrik merupakan aspek penting dalaminstalasi kelistrikan untuk mencegah bahaya yang disebabkanoleh arus bocor dan tegangan sentuh. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis efektivitas penggunaan RCBO (ResidualCurrent Circuit Breaker with Overcurrent Protection) dangrounding dalam melindungi manusia dari bahaya listrik,terutama dalam pengoperasian pompa air di lantai 1 dan 3Laboratorium Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.Pengujian dilakukan menggunakan elektroda batang tunggal,serta RCBO dengan arus nominal 6 A dan sensitivitas arus bocor30 mA. Metode penelitian melibatkan perancangan sistemproteksi, pengujian arus bocor, dan evaluasi resistansi groundingterhadap kedalaman elektroda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa RCBO dengan sensitivitas 30 mA mampu mendeteksiarus bocor secara andal dan memutus aliran listrik dalam waktukurang dari 0,1 detik, sehingga melindungi pengguna daribahaya sengatan listrik. Sementara itu, sistem groundingmenunjukkan efisiensi yang meningkat seiring dengankedalaman elektroda, di mana resistansi tanah yang lebih kecilmemberikan perlindungan lebih baik terhadap kebocoran arus.Kombinasi RCBO dan grounding terbukti efektif dalammeningkatkan keselamatan listrik dan mengurangi risikotegangan sentuh, sehingga direkomendasikan untuk diterapkanpada berbagai instalasi kelistrikan.Kata kunci : Tegangan Sentuh,Arus Bocor,Grounding,RCBO(Residual Current Circuit Breaker with OvercurrentProtection),Proteksi Listrik.