Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Yang Berdampak Pada Kinerja Karyawan pada PT Bina Agramulya di Jakarta Lili Sularmi; Udin Ahidin; Iman Syatoto
Jurnal Ilmiah PERKUSI Vol 2, No 3 (2022): PERKUSI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.perkusi.v2i3.23907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja yang berdampak pada kinerja karyawan pada PT. Bina Agramulya di Jakarta. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan sampel sebanyak 120 responden. Teknik analisis menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 40,4%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 33,6%, uji  hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 49,1%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05.Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 34,8%, uji  hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05.
Pelatihan Keterampilan Wirausaha Jamur Tiram Dengan Pemberdayaan Pemuda Ponpes Mathla'ul Hidayah Cisauk N Rusnaeni; Asep Sulaeman; Iman Syatoto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen
Publisher : Unpam Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kmm.v3i1.30293

Abstract

Pelatihan pengembangan pemberdayaan masyarakat Pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai tindakan sosial dimana penduduk sebuah komunitas mengorganisasikan diri dalam membuat perencanaan dan tindakan kolektif untuk memecahkan masalah sosial atau memenuhi kebutuhan sosial sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang dimilikinya.   Adanya pelatihan kader pemberdayaan masyarakat seseorang yang mengikuti pelatihan diharapkan seseorang mampu melatih orang lain apabila menjadi seorang fasilitator dalam masyarakat.Jamur tiram merupakan salah satu komoditas unggulan Pemuda Ponpes Mathla’ul Hidayah Cisauk.. Ilmu pengetahuan dan informasi tentang teknik budidaya jamur tiram yang efektif dan efisien, ketergantung pada ketersediaan baglog jamur dari pengrajin di luar daerah, keterbatasan keahlian dalam pengolahan jamur tiram menjadi produk siap konsumsi, dan masyarakat belum memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan dalam mengkreasikan pengemasan produk merupakan permasalahan pokok yang dialami oleh msyarakat desa Jampang dalam budidaya jamur tiram. Budidaya jamur tiram yang baik sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan asupan nutrisi alternatif. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram.
Peningkatan Kualitas SDM dalam Menghadapi Transformasi Industri 4.0 di Yayasan Tajaul Karomatu Desa Situ Gadung Tangerang Muhamad Guruh; Iman Syatoto; Hadyati Harras
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i1.1750

Abstract

The rapid development of Industry 4.0 has brought significant changes to various sectors, including education, requiring human resources (HR) to possess adequate skills and competencies to adapt effectively. This community service activity aimed to enhance the quality of human resources in facing the Industry 4.0 transformation at Yayasan Tajaul Karomatu, Situ Gadung, Tangerang. The activity was conducted from April 8–10, 2025, by a team of eight lecturers and students from Universitas Pamulang, targeting 24 participants consisting of students and teachers. The methods employed included material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to facilitate knowledge transfer and skill development. The PKM implementation was carried out in three stages: preparation, execution, and reporting. During the preparation stage, the team designed materials and coordinated with the foundation to arrange schedules and logistics. The execution stage involved delivering structured sessions that addressed Industry 4.0 concepts, required competencies, and practical strategies for adaptation. Finally, the reporting stage documented the outcomes, feedback, and recommendations for further improvement. The results indicated that participants gained increased awareness and understanding of Industry 4.0, developed critical thinking skills, and expressed confidence in applying new knowledge in learning and teaching processes. This PKM activity contributed to strengthening the capacity of the foundation’s human resources to respond to technological transformation challenges effectively.