Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Deskripsi Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RS Aghisna Kroya Fajarsari, Dyah; Suryandari, Artathi Eka
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) diartikan sebagai robeknya selaput khorioamnion dalam kehamilan atau fase laten persalinan dan merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibatnya. Kejadian KPD terjadi pada sekitar 6,46-15,6% kehamilan aterm dan PPROM terjadi pada sekitar 2-3% dari semua kehamilan tunggal dan 7,4% dari kehamilan kembar. PPROM merupakan komplikasi pada sekitar 1/3 dari semua kelahiran prematur, yang telah meningkat sebanyak 38% sejak tahun 1981. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Ketuban Pecah Dini berdasarkan faktor risiko seperti usia ibu, paritas, usia kehamilan, kelainan letak dan jenis persalinan. Penelitian Deskriptif dengan pendekatan retrospektif dimana subyek penelitian merupakan semua ibu bersalin dengan KPD sebanyak 143 orang. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu bersalin dengan KPD di RSU Aghisna Kroya dalam usia reproduksi sehat yaitu 76%; mempuyai paritas multipara yaitu: 62%; dalam usia kehamilan aterm yaitu: 78%; tidak mempunyai penyulit yaitu: 96% dan mengalami proses persalinan secara spontan yaitu 59%.
Gejala Premenopause Berdasarkan Skala Klimakterik Greene (CGS) Di Kelurahan Karangpucung Tahun 2025 Fajarsari, Dyah; Suryandari, Artathi Eka
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan proses dalam periode klimakterik dan bagian dari siklus hidup wanita dimana terjadi proses transisi dari masa reproduksi menuju fase non-produktif yang terjadi secara bertahap (8 – 10 tahun) dan dipengaruhi oleh penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron seiring dengan bertambahnya usia. Perubahan hormonal akibat menopause ini dapat menyebabkan gejala fisik dan emosional yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gejala premenopause pada wanita di kelurahan KarangPucung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diambil menggunakan instrument kuesioner skala klimakterik greene yang terdiri dari 21 pertanyaan tentang gejala psikologis, gejala somatik dan gejala vasomotor, dengan kesimpulan skor > 12 menunjukkan wanita tersebut sudah mengalami gejala menopause, yang jika gejala tersebut dirasakan mengganggu dapat dilakukan penanganannya. Sampel berjumlah 30 orang yang merupakan kader POSYANDU di desa Karang Pucung dengan kriteria usia 40 – 50 tahun dan masih mengalami haid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah menunjukkan adanya gejala menopause 16 orang (53%), gejala psikologis yang paling banyak dirasakan adalah pusing (merasa pusing atau ringan kepala) yaitu sebanyak 24 orang (80%), gejala somatic yang paling banyak dirasakan adalah masalah kulit/rambut (kulit kering, rambut rontok) yaitu sebanyak 23 orang (76%), dan gejala vasomotor yang paling banyak dirasakan adalah perubahan mesntruasi (siklus, lama, banyak) yaitu sebanyak 19 orang (63%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gejala menopause sudah dirasaskan pada awal usia 40 tahun sehingga diperlukan adanya tindak lanjut dari instansi kesehatan supaya gejala menopause yang dirasakan tidak sampai menimbulkan pada kesehatan yang lebih parah dan supaya bisa menjadi bahan pertimbangan masukan program agar kehidupan lansia bisa nyaman dan produktif.