Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Analit: Analytical And Environmental Chemistry

PENGARUH KOMPOSISI SODIUM LAURYL ETER SULFAT DALAM DETERJEN KAOLIN TERHADAP MIKROORGANISME PADA AIR LIUR ANJING Puspitaningrum, Ria; Fajriati, Imelda
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 01 April (2022) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i1.2022.p21-34

Abstract

Deterjen tanah merupakan alternatif baru yang digunakan untuk membersihkan benda atau zat yang terkena air liur anjing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komposisi surfaktan sodium lauryl eter sulfat (SLES) terhadap karakteristik deterjen kaolin dalam menonaktifkan mikroorganisme air liur anjing. Deterjen kaolin dibuat dengan variasi surfaktan SLES 12%, 16% dan 20% (b/b). Produk yang dihasilkan di evaluasi sifat fisika kimianya meliputi uji organoleptis, analisis pH, tegangan permukaan, dan stabilitas busa serta diuji kempampuan antibakterinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi surfaktan SLES berpengaruh signifikan terhadap tegangan permukaan dan stabilitas busa, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap analisis pH dan uji organoleptis. Uji organoleptis yang dihasilkan dengan pH rata-rata sebesar 9,125 telah sesuai dengan SNI (06-0475-1996). Analisis stabilitas busa menghasilkan kondisi optimum pada komposisi surfaktan 16% (b/b) sebesar 70,50% dan tegangan permukan menghasilkan kondisi optimum pada komposisi surfaktan 20% sebesar 0,0105 N/m. Deterjen kaolin yang dihasilkan dengan komposisi surfaktan 20% (b/b) memiliki aktivitas antibakteri yang optimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus danEnterococcus faecalis sebesar 17,33 mm dan 15 mm, namun tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli.
PENENTUAN KUALITAS AIR SALURAN PEMBUANGAN LIMBAH TAHU DI SUNGAI PENGGING BOYOLALI Rahman, Rian Adi Setia; Fajriati, Imelda
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i1.2021.p1-11

Abstract

Penentuan kualitas air pada Sungai Pengging Boyolali sebagai muara pembuangan limbah tahu telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitias air Sungai Pengging. Analisis meliputi penentuan suhu air contoh, pH, Total Dissolved Solid (TDS), Disolved Oksigen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD).  Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada 3 titik (titk 1, titik 2 dan titik 3) dengan mengikuti tata cara sampling dan analisis parameter air mengikuti SNI 06-6989.14-2004 dan SNI 6989.72-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contoh air pada pengambilan titik 2 relatif memiliki tingkat pencemaran lebih tinggi daripada 2 titik tempat pengambilan contoh air yang lain. Parameter pencemaran pada titik 2 diindikasikan oleh tingginya temperatur air (29,05-30,1 ˚C), nilai TDS (8,33 – 10,95 mg/L), nilai COD dan BOD (71,5 dan 28,2 mg/L), serta nilai DO paling kecil (0,11 – 0,16 mg/L).http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i1.2021.p1-11
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI NAPHTHOL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2 Rini, Rika Sulistyo; Fajriati, Imelda; Kiswandono, Agung Abadi
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p26-40

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2 dengan dan tanpa penambahan H2O2. Penelitian ini dilakukan pada sampel buatan dan sampel limbah batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan H2O2 terhadap variasi waktu penyinaran, massa TiO2, konsentrasi H2O2 dan pH terhadap efektivitas fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2. Berdasarkan hasil penelitian H2O2 yang ditambahkan berpengaruh  terhadap fotodegradasi naphthol karena laju reaksi dengan penambahan hidrogen peroksida lebih besar daripada laju reaksi tanpa penambahan hidrogen peroksida. Penyinaran selama 90 menit dengan degradasi sebesar 81,1762%. Massa TiO2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi dengan efektivitas fotodegradasi tertinggi dicapai pada massa TiO2 95 mg dengan presentase degradasi 85,4468%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi ditunjukkan oleh F hitung = 67,2730 > F tabel = 2,8500. Efektivitas fotodegradasi tertinggi yaitu 39, 8339% dengan konsentrasi H2O2 15%. Pada variasi pH efektivitas fotodegradasi tertinggi pada pH 5 dengan persentase degradasi 99,5708%. Pada aplikasi limbah batik, efektifitas degradasi zat warna tertinggi yaitu 91,2186% pada saat ditambahkan TiO2 saja dan untuk persentase penurunan COD tertinggi pada saat ditambahkan TiO2 dan H2O2 yaitu 76,6645%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap degradasi zat warna pada sampel limbah karena F hitung = 156,375 > F tabel = 5,1400.doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p26-40  
ANALISIS KADAR KAFEIN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) PADA VARIASI TEMPERATUR SANGRAI SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRA VIOLET Fajriana, Nur Hasani; Fajriati, Imelda
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 02 October (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v3i2.2018.p

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh temperatur sangrai terhadap kadar kafein pada kopi Arabika (Coffea arabica L.) Sindoro, Prau, Ijen, Preanger, dan Temanggung. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui adanya kafein dan menentukan kadar kafein pada kopi Arabika (Coffea arabica L.) Sindoro, Prau, Ijen, Preanger, dan Temanggung yang diberikan variasi temperatur sangrai sebesar 194οC (light roast), 204οC (medium roast), dan 214οC (dark roast), serta mengetahui ketepatan dan ketelitian metode Spektrofotometri UV-Vis dalam menentukan kadar kafein. Identifikasi adanya kafein dilakukan dengan menggunakan metode Parry, sedangkan penentuan kadar kafein ditentukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa 15 sampel kopi Arabika (Coffea arabica L.) dengan variasi temperatur sangrai dan standar kafein yang dianalisis positif mengandung kafein. Kadar kafein tertinggi terdapat pada sampel kopi Arabika (Coffea arabica L.) Preanger dengan temperatur sangrai 194οC sebesar 0,0133 mg, sedangkan kadar terendah terdapat pada sampel kopi Arabika (Coffea arabica L.) Prau dengan temperatur sangrai 214οC sebesar 0,0098 mg. Berdasarkan hasil penelitian semakin naik temperatur sangrai maka kadar kafein pada kopi Arabika (Cofeea arabica L.) semakin turun.Metode spektrofotometri UV-Vis memiliki ketepatan dan ketelitian masih dapat diterima dengan baik dengan nilai presisi sebesar 0,201% dan akurasi sebesar 121,73% dengan nilai RSD sebesar 0,2033%.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i2.2018.p148-162
EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI ZAT WARNA ALIZARINE RED-S MENGGUNAKAN OKSIDATOR HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) DAN FOTOKATALIS TiO2 Nugroho, Rizky Tejo; Fajriati, Imelda
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 02 October (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v2i2.2017.p

Abstract

Penelitian ini mempelajari efektivitas fotodegradasi Alizarine Red-S adanya variabel senyawa oksidator, waktu kontak, massa katalis dan pH. Pengaruh konsentrasi oksidator (H2O2) dilakukan dengan mereaksikan zat warna dan H2O2 konsentrasi 1%, 3%, 6%, 9% dan 12% menggunakan fotokatalis TiO2. Hasil fotodegradasi dianalisis menggunakan ANOVA 1 Faktor. Pengaruh waktu kontak dilakukan dengan mereaksikan zat warna dan H2O2menggunakn fotokatalis TiO2 dengan variasi waktu kontak 30, 40, 50, 60 dan 70 menit. Pengaruh massa fotokatalis TiO2 dipelajari dengan mereaksikan zat warna dan H2O2 menggunakan  fotokatalis TiO2 dengan massa 10, 20, 30 dan 40 mg. Pengaruh pH dipelajari dengan mereaksikan zat warna dan H2O2 menggunakan fotokatalis TiO2 dengan pH 6, 8 dan 10. Hasil fotodegradasi dari masing-masing pengaruh dianalisis menggunakan ANOVA 2 Faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi zat warna karena nilai F hitung > F tabel yaitu 26,38994 > 4,964603. Waktu kontak juga berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi zat warna karena nilai F hitung > F tabel yaitu 6,878603 > 6,388233. Untuk variasi massa fotokatalis TiO2 tidak berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi zat warna karena nilai F hitung < F tabel yaitu 1,920771 < 9,276628. Selanjutnya, variasi pH tidak berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi zat warna karena nilai F hitung < F tabel yaitu 0,606747 < 19.