Eka Julianti
Universitas Terbuka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE UNTUK GURU DI SMPN 2 PAKUHAJI KABUPATEN TANGERANG: Indonesia Erman Arif; Andri Suryadi; Dian Nurdiana; Eka Julianti; Dian Nursantika
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2225

Abstract

Along with the development of technology that is felt to be very fast and rapid, humans' demands to adapt to technology are also very high. One of the technological developments that are useful and widely used in daily work is Microsoft Office (word, excel, and PowerPoint. Microsoft office is one of the tools that teachers at school must use. The teachers at SMPN 2 Pakuhaji can already use Microsoft Office, but its use is still very lacking or not optimal. Seeing this condition, the Information Systems Study Program community service team wants to participate and play a direct role in helping SMPN 2 Pakuhaji improve the ability to use Microsoft office. This community service is carried out for three days and conducted online. The material was given from the Open University campus, while the recipient of the material was at SMPN 2 Pakuhaji, Tangerang Regency. At the end of this community activity, an evaluation was carried out through a questionnaire to the participants and the results of community service activities. This community has an assessment of 87.61% or can be said to be very good. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dirasakan sangat cepat dan pesat, maka tuntutan manusia untuk dapat beradaptasi terhadap teknologi juga sangat tinggi. Salah satu perkembangan teknologi yang berguna dan banyak digunakan dalam pekerjaan sehari-hari adalah Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint. Microsoft office menjadi salah satu tools yang wajib digunakan oleh guru-guru disekolah. Pada saat ini guru-guru di SMPN 2 Pakuhaji sudah dapat menggunakan Microsoft office tersebut namun penggunaannya masih sangat kurang atau belum maksimal. Melihat kondisi tersebut, maka tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Sistem Informasi yang ingin berpartisipasi dan berperan langsung membantu SMPN 2 Pakuhaji dalam meningkatkan kemampuan penggunaan Microsoft Office. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama tiga hari dan dilakukan secara online. Pemberian materi dilaksanakan dari kampus Universitas Terbuka, sedangkan penerima materi dilakukan di sekolah SMPN 2 Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Pada akhir kegiatan kepada masyarakat ini dilakukan evaluasi melalui angket kepada para peserta dan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki penilaian sebesar 87,61% atau dapat dikatakan sangat baik sekali.
Pembuatan dan Pengelolaan Website Sekolah di SD Shafa Marwah Islamic School Erman Arif; Eka Julianti
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2023): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v5i1.6266

Abstract

Setiap sekolah menginginkan memiliki sebuah website sekolah. Ada yang mendapatkannya melalui jasa seorang programmer professional atau dengan karya sendiri dari staf yang memiliki kemampuan membuat aplikasi tersebut di sekolahnya. Menyewa jasa programmer atau membuat sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu kekurangan dari website yang dibuatkan oleh programmer adalah ketergantungan pada programmer tersebut sehingga akan sulit bila muncul masalah dalam penggunaan website sementara programmernya sulit dihubungi lagi. Hal tersebut mendorong sebuah pemikiran agar pihak sekolah mampu membuat sendiri website yang diperlukannya. Untuk maksud tersebut sehingga diadakan PkM Pembuatan dan Pengelolaan website sekolah di SD Shafa Marwah Islamic Scholl. Sasaran PkM ini adalah para guru dan pegawai di lingkungan sekolah. Kegiatan PkM diawali dengan perkenalan beberapa topik tentang website, dilanjutkan dengan pengelolaan dan instalasi perangkat lunak pada Web Hosting yang sudah dibuat. Tujuan dari PkM ini adalah memberikan gambaran mengenai penerapan Website Sekolah. Responden dari kegiatan ini adalah guru-guru SD Shafa Marwah Islamic School Kabupaten Bogor Jawa Barat. Model yang digunakan adalah Project based learning. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa guru-guru dan pegawai yang mengikuti kegiatan pelatihan telah memiliki kemampuan untuk membuat dan mengelola website sekolah untuk membantu dalam proses pembelajaran dan dalam mempromosikan sekolah
Bridging the Language of Cybersecurity: A Semantic Comparison Between NIST and ISO/IEC 27000 Terminologies Eka Julianti; Dewi Andriyanti; Aji Nurrohman; Rudolf Sinaga
Global Science: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 2 No. 2 (2026): June: Global Science: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globalscience.v2i2.203

Abstract

Abstract: Background: Inconsistent terminology across cybersecurity frameworks undermines global governance and interoperability. The National Institute of Standards and Technology Cybersecurity Framework (NIST CSF 2.0) and ISO/IEC 27001:2022 share similar objectives but diverge semantically in defining risk, control, and resilience. This semantic gap causes difficulties in compliance mapping and automated policy translation. Research Objectives: This study aims to analyze the semantic similarity and divergence between NIST and ISO/IEC 27000 terminologies, identify conceptual structures influencing interoperability, and propose an AI-assisted foundation for harmonizing cybersecurity language globally. Methodology: A mixed-method semantic comparative design integrates Natural Language Processing (NLP) and ontology mapping. Using the nist_glossary.csv dataset and ISO vocabularies, terms were normalized and analyzed via cosine similarity using sentence-transformer embeddings. Ontological alignment was visualized through the Semantic Threat Graph (STG) and validated by certified experts using Cohen’s Kappa reliability tests. Results: From 672 term pairs, results show 40.9% high semantic equivalence, 38.8% partial overlap, and 20.3% semantic divergence. Strongest alignment appears in “Protect” and “Identify” domains, while divergences occur in governance and recovery-related terms. Ontology mapping revealed three conceptual clusters—Risk Governance, Technical Safeguards, and Organizational Readiness. Conclusions: Findings confirm a 79.7% total semantic alignment, indicating strong potential for harmonizing global cybersecurity standards. The study contributes an empirical model combining computational linguistics and AI-based ontology mapping to establish semantic interoperability, enabling unified cybersecurity governance and AI-driven compliance automation. Keywords: Semantic Interoperability; Ontology Mapping; Cybersecurity Frameworks; NIST; ISO/IEC 27000 Terminology