Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Bagi Kejiwaan Anak Laki Laki Dan Perempuan Di Fakultas Hukum Universitas Tjut Nyak Dhien Medan Dahris Siregar; Karolina sitepu; Elyani Elyani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.167

Abstract

This service activity examines the psychological effects of domestic abuse on children. Her background includes the increasing incidence of domestic violence and the importance of understanding its impact on children's psychiatry. This study's aim was to pinpoint the psychological and emotional impact of Psychiatric effects of domestic abuse on children. The method of implementing the activities used was through seminars and discussions held at the faculty of law, Tjut Nyak Dhien University, Medan, which were attended by law faculty students and lecturers as resource persons. The results of this service activity show that domestic violence can cause emotional trauma, mental health disorders, decreased self-esteem, behavior disorders, learning problems, and difficulties in social relationships in children. In conclusion, appropriate protection and attention should be given to children affected by domestic violence to support their recovery and mental well-being.
Urgensi Perlindungan Konsumen Di Era Digital (Regulasi, Potensi Dan Tantangan) elyani elyani
Smart GOALS Jurnal Bisnis Digital Dan Manajemen Vol 1 No 2 (2025): Edisi Januari 2025 - Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut NYak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/sg.v1i2.1547

Abstract

This study aims to analyze the history of consumer protection in Indonesia, the role of media and information in the digital economy era, and the urgency of legal consumer protection in the digital age concerning regulations, potentials, and challenges. The research employs normative legal methods supported by empirical legal studies using historical, statutory, and conceptual approaches. Primary, secondary, and tertiary data were utilized to support the analysis. The findings reveal that existing regulations, including Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, need revision to address the challenges and risks arising from digital transformation. In conclusion, there is a need for regulatory reforms that are more adaptive to technological advancements to safeguard consumers and support Indonesia's digital economy.
PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM BINGKAI SYARIAH DI ERA DIGITAL elyani elyani
JURNAL SYIAR-SYIAR Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023- Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/syiar.v3i2.1081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi perlindungan konsumen di era digital dengan pendekatan hukum Islam (Syariah), khususnya dalam konteks perdagangan elektronik yang diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Menggunakan jenis penelitian hukum normatif yang didukung oleh penelitian hukum empiris, fokus penelitian adalah pada regulasi yang mengatur perdagangan elektronik serta perlindungan konsumen dalam perspektif hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, dan analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan konsumen diatur baik dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen maupun dalam hukum Islam, dengan tujuan dan prinsip yang sebagian besar serupa, meskipun ada perbedaan dalam ruang lingkup dan prioritas. Namun, ditemukan bahwa undang-undang yang ada belum sepenuhnya memadai untuk menghadapi dinamika ekonomi digital, khususnya dalam hal e-commerce, perlindungan data pribadi, dan penyelesaian sengketa daring. Terdapat kesenjangan antara terminologi dan karakteristik ekonomi digital dengan ketentuan yang tercantum dalam undang-undang yang ada. Potensi bisnis online, seperti akses global dan biaya operasional yang rendah, menjadi sorotan utama dalam konteks ini, sementara tantangannya adalah kebutuhan akan undang-undang yang lebih komprehensif dalam menjamin perlindungan konsumen di era digital. Kesimpulannya, perlindungan konsumen dalam perdagangan elektronik memerlukan pendekatan yang holistik dan inklusif, serta reformasi hukum yang lebih progresif untuk menanggapi tantangan yang muncul seiring perkembangan ekonomi digital