Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Brand Image, Brand Trust, Brand Awareness, Terhadap Brand Loyalty Pembelian Pada Produk Sari Roti (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun) Toga Sehat Sihite; Pandapotan Simatupang
Jurnal Edueco Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Brand image, Brand Trust , dan Brand Awareness berpengaruh terhadap Brand Loyalty Sari Roti pada Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Karena berdasarkan pengamatan atau observasi awal yang penelitian lakukan, ternyata berdasarkan masalah yang sedang dihadapi lebih sesuai untuk diteliti dengan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun dan objek dalam penelitian ini adalah pengaruh brand terhadap produk sari roti. Populasi penelitian, yang berjumlah 50 orang yang menjadi objek penelitian, dikhususkan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan tahun 2016. Hasil uji f menunjukan dengan nilai signifikan 0,05 dapat diketahui fhitung (20,987) > Ftabel (2,81) dan signifikan hasil uji 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa brand image, brand trust dan brand awareness berpengaruh secara bersama - sama dan signifikan terhadap brand loyalty
STRATEGI PEMASARAN PADA BANK PEMERINTAH: STUDI KASUS PT. BANK MANDIRI Tbk. CABANG YOGYAKARTA TAHUN 2004 Toga Sehat Sihite; Vitri Tarigan; Marintan Saragih; Robert Tua Siregar
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 7 No. 1 (2020): 2020 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/governance.v7i1.38

Abstract

Marketing strategy as an important aspect to maintain and expand opportunities to reach the market. Studies that explore the Bank's internal marketing strategies have been examined by previous research but based on competitive banking dynamics and highly dynamic market demands it is difficult to predict, the study of marketing strategies in the context of the Bank's companies is considered to be relevant for review at any time. This article aims to analyze the marketing strategies available at PT Bank Mandiri, Tbk Yogyakarta branch 2004 with the SWOT analysis method. Data was obtained through interviews with the management of the Bank Mandiri Yogyakarta branch. The analytical tool used is the analysis of industrial structure (Porter), SWOT. The results of the study through a SWOT analysis of the position of PT. Bank Mandiri in its marketing strategy uses a growth strategy.
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DI MEDAN MALL TOGA SEHAT SIHITE
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 6 No 3 (2022): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of increasingly sophisticated information technology allows consumers to absorb information about a product or service more easily. Consumers are increasingly selective in choosing products to use or consume at this time so that consumers will give positive responses to products. The purpose of this study is to find out how the influence of community participation, the use of Information Technology and Organizational Commitment has an effect on Impulsive Purchases at Medan Mall. This research was conducted in the city of Medan with multiple linear regression data analysis techniques using the Statistical Package of Social Science (SPSS) version 22.0 for Windows. Determination of the number of samples through non-probability sampling techniques, especially purposive sampling, as many as 150 respondents. It was found that the community participation variable, the use of Information Technology, had a positive and significant effect on impulse buying at Medan Mall and the organizational commitment variable had a positive and significant effect on impulsive buying at Medan Mall.
PENGARUH KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PEMATANG SIANTAR Toga Sehat Sihite; Darwin Damanik
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 7, No 2 (2022): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrakt.v7i2.722

Abstract

This study aims to determine whether regional finance, namely PAD, DAU, and DAK have a significant effect on economic growth in Pematang Siantar City. The type of research used is quantitative and descriptive research. The type of data used in this study is in the form of a time series from 2006 - 2021 which is secondary data sourced from BPS Siantar City. The analysis technique uses Multiple Linear Regression (OLS) with the help of the EVIEWS 10 Program. The results of the study show that: 1). Regional Original Income (PAD) has a positive and significant effect on economic growth in Pematangsiantar City; 2). The Special Allocation Fund (DAK) has a negative and insignificant effect on economic growth in Pematangsiantar City; 3). The General Allocation Fund (DAU) has a positive but not significant effect on economic growth in Pematangsiantar City; 4). The coefficient of determination (R2) of 0.845, which means that the PAD, DAK, and DAU variables have an explanatory variation of 84.50 percent of the economic growth of Pematang Siantar City, the remaining 15.50 percent can be explained by other variables.Key words: Local Own Revenue, Special Allocation Fund, General Allocation Fund
Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Karir Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PTPN IV (Persero) Unit Perkebunan Pabatu Kristianto; Toga Sehat Sihite; Desmi Triyanti Purba; Marintan Saragih
Jurnal Minfo Polgan Vol. 12 No. 1 (2023): Artikel Penelitian Juni 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v12i1.12526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan pengembangan karir terhadap produktivitas kerja karyawan pada PTPN (Persero) Unit perkebunan Pabatu yang berdomisili di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat Kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 120 Orang dengan jumlah Sampel 50 Orang.Hasil analisa diperolehnilai thitung > dari ttabel sebesar 2,176 > 2,009. Menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara variabel Pelatihan terhadap Produktivitas Kerja.Hasil analisis diperoleh nilai thitung > ttabel sebesar nilai 7,012 > 2,009. Menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara variabel Pengembangan karir terhadap Produktivitas Kerja.Dari hasil analisis nilai Fhitung > F tabel (28,860 > 3,20 dan didukung dengan nilai signifikansi <0,05 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas secara bersama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Hal ini didukung oleh hasil uji koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kedua variabel secara serempak adalah sebesar 53,2 % yang dapat menjelaskan variabel prodiktivitas kerja karyawan. Sedangkan sisanya 56,8 % merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti.Kesimpulan adalah secara parsial dan serempak variabel Pelatihan dan Pengembangan karir mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PTPN IV (Persero) Unit perkebunan Pabatu. Disarankan kepada manajemen PTPN IV (Persero) Unit perkebunanPabatu untuk terus meningkatkan intensitas pelatihan dan Tidak melupakan Pengembangan karir, sehingga Produktivitas kerja karyawan dapat meningkat dan sesuai dengan tujuan perusahaan.
EVALUASI PROSES PERUBAHAN DENGAN 8 STEP KOTTER (Studi kasus PT PELINDO 1 Tbk) Toga Sehat Sihite
JURNAL LENTERA BISNIS Vol 12, No 1 (2023): JURNAL LENTERA BISNIS, Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v12i1.845

Abstract

The purpose of this research is to see how an organization can increase value by changing the structure, culture and technology. Changes in functional structure can help provide an environment in which people are motivated to act. The fundamental reason organizations need change is because something relevant to the organization has changed, or is about to change. Because of that, the organization had no other choice but to change as well. This change occurred because of encouragement from internal and external companies. The decreased performance of its employees which leads to unsatisfactory service is often a trigger factor for internal organizations to make changes and the external factor is increasingly fierce business competition. This study uses the eight principle methodology in creating change. Change is something that is very difficult to avoid, because change is driven by internal and external organizational forces. Although the environment of an organization is continuously changing, it is necessary to assess changes for the life cycle of the organization. This is related and highly dependent on the form of organization. Change, according to Lewin, occurs because of the emergence of pressures on organizations, individuals or groups. The model invented by Kurt Lewin is an analysis of the power field or the internal and external environment of the organization. Business process automation is becoming an effective way for companies to force change that is irresistible. If the rules are written, even though they have been mutually agreed upon, employees can still work around them. But technology can be coercive effectively and can eventually lead to cultural change. The automation process at Pelindo I was successful because first, it was able to overcome the feeling of awkwardness in the paternalistic culture which is very strong as well as the culture of "kinship" which is very thick in the body of SOEs. Second, being able to motivate employees to always look their best because everything is in the corridor of professionalism. Third, because it is combined with changes in performance management. Performance management is simply productivity. Then the change process that was carried out for the first time in 2004-2014 which was not conducive was caused by the not forming a team that was strong enough to direct the process (building a guiding coalition). And this is what creates resistance also from employees. Then it was not created at the beginning of creating the right vision, but changes have been implemented, meaning that subordinate employees are invited to change without being accompanied by communication of a vision.Keywords: Evaluation, Organization, Step Kotter
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMK SWASTA TELADAN PEMATANGSIANTAR Cristina Anggeani S; Pandapotan Simatupang; Toga Sehat Sihite
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2024): Manajemen : Jurnal Ekonomi (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/vp7vet72

Abstract

Kepemimpinan dan motivasi kerja merupakan salah satu faktor penentu kinerja guru karena kinerja guru ditentukan oleh sikap dan motivasi dari pemimpin. kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang baik akan menciptakan iklim kerja yang baik pada suatu organisasi yang dalam hal ini adalah sekolah hal ini penting karena kunci suksesnya pendidikan dan pembelajaran adalah kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMK Swasta Teladan Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian kausal untuk menemukan hubungan sebab-akibat antara dua variabel. teknik pengambiilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus yang didistribusikan pada 50 guru. pengujian data pada penelitian ini yakni dengan uji validitas dan realibiltas, uji hipotesis dan analisis regresi berganda. Di mana uji ini dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Versi 26. Dari hasil penelitian pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan thitung (5.300) > ttabel (1.677) dan tingkat signifikannya adalah 0.000 < 0,05 hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. thitung (2.512) > ttabel (1.677) dengan tingkat signifikannya adalah 0,015 < 0,05 hal ini membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. uji F menunjukkan fhitung 73.629 > ftabel 3.20 dan tingkat signifikannya adalah 0.000 < 0.05 di mana artinya adalah kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh posiif dan signifikan terhadap kinerja guru. Dari hasil pembahasan diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu 4,353Y + 0,905X1 + 0,636X2 +
Pengaruh Kepemimpinan Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun Afriando Girsang; Tuahman Sipayung; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8hn25b40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan komitmen kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun yang berjumlah 97 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan pengembangan dari regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (2) komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (4) komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (5) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (6) kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening; dan (7) komitmen kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penerapan kepemimpinan yang efektif dan peningkatan komitmen kerja, serta didukung oleh terciptanya kepuasan kerja yang baik
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Melalui Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Simalungun Damian Sahat Simanjuntak; Hisarma Saragih; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/sb68qz75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui motivasi kerja dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ASN pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupataen Simalungun yang berjumlah 38 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja. Kepemimpinan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Selain itu, motivasi kerja dan kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja ASN secara signifikan. Dengan demikian, peningkatan kualitas kepemimpinan dapat meningkatkan motivasi kerja dan kepuasan kerja pegawai yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja ASN pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simalungun
Pengaruh Motivasi Pengalaman Kerja Budaya Kerja Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Di CU Sayur Matua Serdang Bedagai Tahan Silangit; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/zw8sfz61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, pengalaman kerja, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap kinerja karyawan pada CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan pimpinan CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai yang berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (census sampling) sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan serta menjadi variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja karyawan. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, kompetensi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, motivasi, pengalaman kerja, budaya organisasi, dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja karyawan dapat dilakukan melalui peningkatan motivasi kerja, pengembangan pengalaman kerja, penguatan budaya organisasi, serta pengembangan kompetensi pegawai secara berkelanjutan