Qorina Widadiyah
Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUKU PERCOBAAN SAINS SEDERHANA BERBASIS KARAKTER UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN Qorina Widadiyah
Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2018): Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : PIAUD Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ra.v2i1.2236

Abstract

Pengembangan buku percobaan sains sederhana merupakan salah satu buku dengan guna membantu anak dalam kegiatan bermainnya. Percobaan sains anak usia 5-6 tahun ini diteliti sebagai upaya untuk membiasakan anak bekerja keras untuk memperoleh pengetahuan. Melalui buku percobaan sains ini, diharapkan dapat menembangkan karakter anak usia 5-6 tahun. Buku yang dapat mendukung proses kegiatan bermain anak ini memiliki pokok bahasan warna dan perubahannya. Tujuan dari peneltian ini adalah mengembangkan buku percobaan sains sederhana pokok bahasan warna dan perubahannya dengan objek penelitin anak usia 5-6 tahun. Bentuk penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah Reserch and Development. Hasil dari penelitian buku percobaan sains sederhana memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli materi mencapai tingkat kevalidan 90%, ahli media mencapai 95%, ahli mata pelajaran mencapai 92,5%, dan hasil uji coba lapangan mencapai 97,2%, hasil belajar anak rata-rata nilai pre-test 61,93 dan nilai post-test 86,5. Pada uji-t manual dengan tingkat kemaknaan 0,05 diperoleh hasil t hitung ≥ t tabel yaitu 4, 493 ≥ 1,071 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap buku percobaan sains sederhana yang dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kualifikasi tingkat kevalidan yang tinggi, sehingga buku percobaan sains sederhana layak digunakan dalam kegiatan bermain. Kata Kunci: pengembangan, buku, percobaan sains sederhana, pendidikan karakter, anak usia 5-6 tahun.
PEMBELAJARAN KOLABORATIF USIA GOLDEN AGE DENGAN TEKNIK ART COUNSELING Nakhma'ussolikhah Nakhma'ussolikhah; Qorina Widadiyah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3551

Abstract

Mekanisme belajar di Indonesia memiliki model yang berbeda – beda. Perspektif bimbingan dan konseling terhadap perkembangan belajar siswa ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa. Pada dasarnya anak usia golden age memiliki metode dan nuansa pembelajaran berbeda dengan remaja atau dewasa. Akan tetapi dari sebagian pendidik yang belum mampu mengikuti metode pembelajaran di era 5.0 menjadi permasalahan bagi anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi permasalahan anak usia dini terhadap pembelajaran di sekolah yang monoton. Metode penelitian dengan jenis pendekatan Kualitatif -  case study. Subjek primer penelitian anak usia 5 tahun kelas B dan anak usia 3 tahun 9 bulan kelas A. Subjek sekunder Guru, Praktisi Bimbingan dan Konseling (KB) dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini yang mengikuti pembelajaran dengan metode manual atau monoton membuat siswa kurang bersemangat untuk belajar, dengan adanya kolaborasi dengan orang tua, pengawas dan praktisi BK dengan menerapkan teknik art counseling siswa dapat mengembangkan bakat dan minat melalui seni mewarnai dan menggambar. Sehingga dapat mencapai prestasi yang meningkat saat mengikuti lomba mewarnai mewakili sekolah dapat mencapai juara 1. Pembelajaran dengan teknik art counseling dapat membantu siswa dalam mengatasai kejenuhan dalam belajar, meningkatkan semangat belajar hingga mencapai prestasi gemilang.  
PEMBELAJARAN KOLABORATIF USIA GOLDEN AGE DENGAN TEKNIK ART COUNSELING Nakhma'ussolikhah Nakhma'ussolikhah; Qorina Widadiyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3551

Abstract

Mekanisme belajar di Indonesia memiliki model yang berbeda – beda. Perspektif bimbingan dan konseling terhadap perkembangan belajar siswa ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa. Pada dasarnya anak usia golden age memiliki metode dan nuansa pembelajaran berbeda dengan remaja atau dewasa. Akan tetapi dari sebagian pendidik yang belum mampu mengikuti metode pembelajaran di era 5.0 menjadi permasalahan bagi anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi permasalahan anak usia dini terhadap pembelajaran di sekolah yang monoton. Metode penelitian dengan jenis pendekatan Kualitatif -  case study. Subjek primer penelitian anak usia 5 tahun kelas B dan anak usia 3 tahun 9 bulan kelas A. Subjek sekunder Guru, Praktisi Bimbingan dan Konseling (KB) dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini yang mengikuti pembelajaran dengan metode manual atau monoton membuat siswa kurang bersemangat untuk belajar, dengan adanya kolaborasi dengan orang tua, pengawas dan praktisi BK dengan menerapkan teknik art counseling siswa dapat mengembangkan bakat dan minat melalui seni mewarnai dan menggambar. Sehingga dapat mencapai prestasi yang meningkat saat mengikuti lomba mewarnai mewakili sekolah dapat mencapai juara 1. Pembelajaran dengan teknik art counseling dapat membantu siswa dalam mengatasai kejenuhan dalam belajar, meningkatkan semangat belajar hingga mencapai prestasi gemilang.  
STANDAR MUTU PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIFAKREDITASI DAN TATA KELOLA KELEMBAGAAN Ulfiyah Ulfiyah; Qorina Widadiyah; Aisyah Fadiatu Rizqi
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduvis.v7i2.4233

Abstract

Quality assurance in Islamic education institutions remains a pressing concern amid increasing national and global demands for educational accountability. Accreditation and institutional governance are two interdependent pillars that collectively determine the quality standards of Islamic educational institutions, yet their conceptual and operational integration has received insufficient scholarly attention. This study aims to examine quality standards in Islamic education through the lenses of accreditation frameworks and institutional governance practices, identifying the structural and cultural factors that influence their effectiveness. A systematic library research methodology was applied, drawing on reputable academic journals, policy documents, and scholarly books published between 2019 and 2024. Findings indicate that quality standards in Islamic education are shaped by a triadic relationship among regulatory compliance, leadership capacity, and community participation. Research gaps revealed that prior studies have largely examined accreditation and governance as separate domains without exploring their synergistic potential within Islamic educational contexts. This study proposes an integrative governance-quality model relevant to madrasah, Islamic universities, and pesantren environments.
DIGITALISASI MANAJEMEN ADMINISTRASI PESANTREN DALAM PERSPEKTIF EFISIENSI DAN AKUNTABILITAS Ulfiyah Ulfiyah; Qorina Widadiyah; Puput Putriyani
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduvis.v7i2.4238

Abstract

The accelerating wave of digital transformation has created both opportunities and challenges for Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia, particularly in reforming their administrative management systems. Traditional pesantren, which have long relied on paper-based and manually operated administrative processes, are now increasingly pressured to adopt digital solutions to meet modern demands for efficiency, transparency, and accountability. This study aims to examine the conceptual foundations, implementation strategies, and institutional outcomes of digitalization in pesantren administrative management through the lens of efficiency and accountability. Employing a systematic library research methodology, this study analyzed peer-reviewed journal articles, authoritative management textbooks, and relevant policy documents published within the last five years. Findings indicate that digitalization significantly enhances administrative efficiency by reducing processing time, minimizing human error, and improving data accessibility. Furthermore, digital systems strengthen institutional accountability by enabling transparent financial reporting, traceable decision-making processes, and improved stakeholder communication. The study concludes by proposing a contextually grounded framework for sustainable digital transformation in pesantren administration.