Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Urin Manusia Pada Kelompok Usaha Rajawali Desa Wunduwatu Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan Abu Rahman; Melati Melati; Milawati Saranani
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v4i3.859

Abstract

AbstrakKelompok usaha POC Rajawali Desa Wunduwatu merupak kelompok usaha yang mengolah urin manusia dari warga sekitar sejak tahun 2017. Pengumpulan urin dilakukan dengan cara mengharapkan warga sekitar datang menukarkan urinnya dilokasi usaha ini. Kelompok Rajawali masih menggunakan cara-cara yang konvensional sederhana sehingga tahapan proses produksi belum optimal, demikian pula metode pemasaran masih dari mulut ke mulut warga. Tujuan pendampingan ini guna meningkatkan produktifitas POC dan meningkatkan keuntungan usaha melalui strategi pemasaran yang efektif. Metode pendampingan dilaksanakan melalui pelatihan selama 2 (dua) hari) pada aspek peningkatan produksi dengan metode pembuatan mikroba khusus campuran urin manusia, melalui dan pembuatan 200 buah wadah penyimpanan urin kapasitas 1 liter dan mengurangi waktu penghancuran sabuk kelapa (80%). Pada kegiatan pelatihan teknologi produksi yakni mengurangi waktu produksi melalui penghancuran sabuk kelapa menggunakan mesin parut sabut kelapa. Selanjutnya dilakukan pendampingan modal produksi yakni inisiasi kerjasama donatur keuangan pengembangan modal kerjasama dengan Bank Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara  Cabang  Unaaha. Sedangkan pada aspek pemasaran dilakukan pelatihan pendampingan promosi produk, menjajakan langsung produk didistributor/Toko pertanian, pasar tradisional walaupun penjualan dilakukan tidak resmi oleh karena produk ini belum mengantongi ijin edar. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan peningkatan produksi stok urin naik 200 liter/hari) atau naik 40%, kemudian peningkatan produksi POC 600 liter/6 hari atau naik 25% serta hasil kegiatan pendampingan pemasaran keuntungan usaha awalnya omset ini 4-5 juta/bulan setelah kegiatan pendampingan omset meningkat 9 juta/bulan. Hasil kegiatan pendampingan ini mampu pula mengurangi jumlah pengangguran disekitar lokasi mampu menyerap pekerja baru khususnya dari kalangan ibu rumah tangga..  Kata Kunci : Pendampingan, Pelatihan Produksi, Pemasaran, POC. AbstractThe POC Rajawali business group in Wunduwatu Village is a business group that has been processing human urine from local residents since 2017. Urine collection is done by expecting local residents to exchange their urine at this business location. The Rajawali group still uses conventional methods so that the stages of the production process are not optimal, as well as marketing methods are still word of mouth. The purpose of this assistance is to increase POC productivity and increase profits through effective marketing strategies. The mentoring method is carried out through training for 2 (two) days on the aspect of increasing production with the method of making special microbes mixed with human urine, through and making 200 urine storage units with a capacity of 1 liter and reducing coconut belt time (80%). In production technology activities, namely reducing production time through a coconut belt using a coconut grater machine. Furthermore, production capital assistance was carried out, namely the initiation of cooperation with donors for the development of cooperative capital with Bank Bahteramas, Southeast Sulawesi Province, Unaaha Branch. Meanwhile, in the marketing aspect, training on product promotion assistance is carried out, direct selling of products to agricultural distributors/shops, traditional markets even though sales are not official because this product has not yet obtained a distribution permit. The results of the activity show an increase in urine stock production (200 liters/day) or up 40%, then an increase in POC production of 600 liters/6 days or an increase of 25% and the results of this initial marketing assistance activity turn out 4-5 million/month after the mentoring activity increased turnover. 9 million/month. The results of this mentoring activity were able to reduce the number of movements around the location and were able to absorb new workers, especially from housewives.Keywords: Assistance, Production Training, Marketing, POC.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BOKASHI PADA BUDIDAYA TANAMAN DURIAN DI DESA ANGGOTOA KABUPATEN KONAWE Suharjo Suharjo; Ulyasniati Ulyasniati; Milawati Saranani
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 2 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, June 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i2.6540

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of the community in utilizing bokashi organic fertilizer for durian cultivation in Anggotoa Village, Wawotobi District, Konawe Regency. The main problem faced by the community was the limited understanding of yard land management and the use of organic fertilizers in horticultural cultivation, especially durian plants. The implementation methods included field observation, socialization, discussion, and evaluation through questionnaires. The targets of the activity were farmer groups and housewives in Anggotoa Village. The results showed that participants had a good understanding of the materials presented. Around 74–85% of participants stated that they understood the socialization materials, while 14–25% stated that they highly understood the materials. The use of bokashi fertilizer increased community awareness regarding the use of organic materials to improve soil fertility and durian productivity. This activity was expected to become an initial step in developing environmentally friendly agriculture based on local resource utilization.
Pengembangan UMKM dan Pemasaran Digital Berbasis Olahan Pisang Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Desa Puuwonua Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe Yunila; Milawati Saranani; Muh. Wahyuddin MH; Muhamad Pariama
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.2003

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu bentuk Tri Darma Dosen di lingkungan Perguruan Tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan kali ini bertempat di Desa Sonay Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe dengan mengangkat tema “Pengembangan UMKM Dan Pemasaran Digital Berbasis Olahan Pisang Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Di Desa Puuwonua Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe”. Kegiatan PKM ini bertujuan Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengembangan UMKM dan Pemasaran Digital serta Meningkatkan kemampuan/keterampilan masyarakat lokal dalam mengolah buah pisang. Metode pelaksanaan dengan melakukan edukasi melalui sosialisasi dan praktek pengolahan buah pisang menjadi produk cemilan guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Berdasarkan hasil kegiatan PKM berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Hal ini terlihat dari besarnya antusias peserta dalam kegiatan PKM ini. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Petani Muda Melalui Pengembangan Usaha Agribisnis Inovatif Milawati Saranani; Yunila; Muhamad Pariama
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2222

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan petani muda melalui pengembangan usaha agribisnis inovatif. Program dilaksanakan di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe dengan sasaran petani muda yang tergabung dalam kelompok tani atau komunitas pemuda tani. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan andragogi melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, diskusi, praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi konsep kewirausahaan agribisnis, penyusunan rencana bisnis, manajemen usaha, inovasi produk pertanian, pengelolaan keuangan, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi kewirausahaan peserta, meningkatnya kemampuan mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana bisnis sederhana, mengembangkan produk pertanian bernilai tambah, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komitmen kerja sama antarpetani muda dalam mengembangkan usaha agribisnis secara berkelanjutan. Program PkM ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas petani muda sehingga lebih siap mengembangkan usaha agribisnis yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Sosialisasi Kewirausahaan Petani Muda dan Peningkatan Jiwa Wirausaha Melalui Pengembangan Agribisnis Inovatif: Pengabdian Milyan; Sitti Rahmatyah; Iin Wahyudi; Milawati Saranani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7523

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan petani muda melalui pengembangan usaha agribisnis inovatif. Program dilaksanakan di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe dengan sasaran petani muda yang tergabung dalam kelompok tani atau komunitas pemuda tani. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan andragogi melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, diskusi, praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi konsep kewirausahaan agribisnis, penyusunan rencana bisnis, manajemen usaha, inovasi produk pertanian, pengelolaan keuangan, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi kewirausahaan peserta, meningkatnya kemampuan mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana bisnis sederhana, mengembangkan produk pertanian bernilai tambah, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komitmen kerja sama antarpetani muda dalam mengembangkan usaha agribisnis secara berkelanjutan. Program PkM ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas petani muda sehingga lebih siap mengembangkan usaha agribisnis yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Sosialisasi dan Edukasi Kenakalan Remaja dan Bullying di SMPN Satap 1 Ladongi Milawati Saranani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18668534

Abstract

Bullying is an intentional act intended to harm another person physically, verbally, or emotionally. Bullying can occur anywhere, including at school, in the workplace, and online. This study aims to understand bullying, its causes, its effects, and its prevention. This study employed a qualitative research method. The data collection technique used was a literature review. The collected data were then analyzed in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that bullying is caused by several factors, including peer group, family environment, and social status. This behavior also has negative effects, including impaired physical health, mental health problems, and the emergence of new bullies. Bullying behavior needs to be prevented, and solutions formulated, including implementing it wisely by utilizing technological advances, avoiding discriminatory attitudes, instilling compassion, socializing through songs, establishing firm regulations regarding bullying, educating perpetrators, providing protection, and taking firm action.