Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Deiksis Sosial Kumpulan Esai Buku Republik #Jancukers Karya Sujiwo Tejo Agus Budiman; Sujinah Sujinah; Ngatma'in Ngatma'in
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1177

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah keragaman makna ungkapan bahasa yang terdapat pada deiksis sosial dalam kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis sosial yang terdapat dalam kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data penelitian diperoleh dari kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo Tejo yang mengandung deiksis sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan tabel pengodean. Prosedur penelitian mempunyai empat tahap, yakni tahap membaca, mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis. Analisis data menggunakan metode deskripsi. Hasil penelitian pada bentuk dan fungsi deiksis sosial meliputi gue sebagai bentuk keakraban, mbah sebagai bentuk penghormatan, anjing sebagai bentuk keakraban, jeng sebagai bentuk keakraban, mas sebagai bentuk penghormatan, mas sebagai bentuk keakraban, bung sebagai bentuk keakraban, bung sebagai bentuk penghormatan, jancuk sebagai bentuk keakraban, jancuk sebagai bentuk merendahkan, anjing sebagai bentuk merendahkan, gus sebagai bentuk keakraban dan ding sebagai bentuk keakraban.
Bergerak dari Otoritarianisme Orde Baru ke Reformasi:Kuasa Negara atas Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Ideological State Apparatus (Isa) Louis Althusser Radius Setiyawan; Agus Budiman
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v19i2.7561

Abstract

Orde baru selama 32 tahun telah menciptakan keseragaman dalam banyak aspek. Kekuasaan yang sentralistik dan pembangunan yang hanya berpusat di Jawa memunculkan problematika yang terus menerus berlangsung hingga masa saat ini : dikotomi pusat (core) dan pinggiran (periphery). Dunia pendidikan adalah salah satu aspek yang dijadikan sebagai alat kuasa negara atas rakyatnya. Ketika orde baru jatuh, ada upaya untuk keluar dari dominasi pendidikan yang sentralistik dan jawa-sentris. Melalui tulisan ini, penulis berfokus pada 2 (dua) hal. (1) Menjelaskan proses kuasa negara atas pendidikan melalui instrument ideologinya pada orde baru, dan (2) Gambaran pasca orde baru dan usaha keluar dari kuasanya. Kajian dalam tulisan ini berusaha menghimpun beberapa kajian yang terkait dengan peran negara dalam pendidikan dan menghubungkannya dengan perspektif Ideological State Apparatus (ISA) Louis Althusser. Dengan menggunakan metode kajian kepustakaan, kajian ini menjelaskan bagaimana dominasi orde baru yang yang cenderung jawa-sentris, bias gender dan sentralistik dipengaruhi dan dikontrol oleh oleh negara. Selain itu juga, temuannya lainnya adalah adanya upaya keluar dari dominasi orde baru, akan tetapi secara substansial belum banyak beranjak darinya 
PEWARISAN NILAI TRADISI NGABUNGBANG DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKALDENGAN METODE EKSKURSI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNIVERSITAS GALUH Wulan Sondarika; Yeni Wijayanti; Agus Budiman
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 13, No 2 (2017): ISTORIA Edisi September 2017, Vol. 13, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.318 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v13i2.17651

Abstract

AbstractThe specific purpose of this research is to know the historical values in Ngabungbang Tradition and to know the extent of the inheritance of historical values Ngabungbang tradition applied in learning history using excursion method.This research was conducted in History Studies Program History FKIP Galuh Ciamis University, case study in the first grade students, using qualitative descriptive research method. Data collection is done by observation, interview, and document analysis. The results showed that Ngabungbang Tradition was held every 14 months Maulud in Batulawang Village, Pataruman Sub District, Banjar City. The values of the Ngabungbang Tradition are religious, aesthetic, economical, social, disciplinary, democratic, creative, honesty, homeland and other values. Most students can understand the values contained in the Ngabungbang Tradition. Keywords: Historical Value, Ngabungbang Tradition, Local History, Excursion
ANALISIS EFEKTIFITAS PENEMPATAN TUNED MASS DAMPER PADA BANGUNAN BERTINGKAT DALAM MEREDUKSI RESPON STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA Agus Budiman Sikumbang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.707 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas moderat hingga tinggi. Maka sebaiknya untuk rekonstruksi dibutuhkan pembangunan rumah dan gedung perkantoran yang kuat terhadap beban gempa shingga mengurangi korban dan kerugian materi. Berbagai metode telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja bangunan dalam menerima beban gempa, salah satu metode yang dikembangkan adalah dengan  menggunakan peredam atau damper untuk mengontrol respon struktur yang menerima pembebanan gempa, dengan jalan mendisipasikan energi gempa melalui peredam yang dipasang pada struktur utama. Salah satu alat kontrol yang menggunakan damper pada struktur yang berdasarkan penggunaan massa tambahan sebagai sistem penyerap energi adalah Tuned Mass Damper (TMD). Alat ini dapat dipasang pada bermacam-macam struktur: gedung bertingkat tinggi, menara, bentangan yang panjang, dan jembatan. Tujuan utama pemasangan TMD pada gedung tinggi untuk mengurangi goyangan gedung akibat gaya angin dan akibat gaya gempa. Pemasangan TMD ini dapat dipasang di berbagai lantai pada gedung. Namun pemasangan dilantai yang berbeda memiliki nilai fungsi TMD yang berbeda juga. Sehingga dibutuhkan penempatan TMD yang efektif pada lantai tertentu untuk mendapat nilai fungsi TMD yang maksimum dan nilai perpindahan gedung yang minimum. Dan dengan menggunakan perhitungan analisis modal dan respon spectra design diperoleh hasil bahwa Tuned Mass Damper (TMD) yang dipasang pada lantai paling atas dari sebuah bangunan bertingkat memiliki efektifitas maksimum dalam mereduksi gaya gempa dibandingkan pemasangan Tuned Mass Damper (TMD) pada lantai tengah dan lantai terbawah bangunan. Kata Kunci: respon Spectra dan Tuned Mass Damper.
SEJARAH DIPLOMASI ROEM-ROIJEN DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1949 Agus Budiman
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.894 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.388

Abstract

Mohammad Roem dan Dr. J.H. van Roijen merupakan dua nama wakil delegasi antara Indonesia dan Belanda yang menandatangani sebuah persetujuan yang diwakili oleh KTN (Komisi Tiga Negara) diantaranya Belgia sebagai wakil dari Belanda, Australia sebagai wakil dari Indonesia, dan Amerika sebagai penengah antara keduanya. Setelah melalui perundingan yang berlarut-larut, maka akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapai persetujuan, yang kemudian dikenal dengan nama “Roem-Royen Statements”. Pada awalnya Persetujuan Roem-Roijentersebut ternyata tidak dapatditerima begitu saja oleh sebagian besar kalangan politisi maupun petinggi militer dari kedua belah pihak (Republik Indonesia dan Belanda),keduanyasama-sama berasumsi bahwa jika menerima hasil Perundingan Roem-Roijen berartimenerima suatu kekalahan. Namun demikan, akhirnya baik pemerintah Belanda maupun pihak R.I.mau menerima hasil persetujuan tersebut.Adapun inti dari Persetujuan Roem-Roijen adalah pelaksanaan gencatan senjatadan pengembalian Pemerintahan R.I ke Ibukota Yogyakarta, disertai dengan penarikanmundur pasukan Belanda di bawah pengawasan UNCI (United Nations Commission forIndonesia).Setelah Ibukota Yogyakarta sepenuhnya dikosongkan dari pasukanBelandamaka pada tanggal 29 Juni 1949, Tentara Republik Indonesia (TRI)danPresiden,Wakil Presiden, beserta para pemimpin Republik Indonesia lainnya, kembali ke Ibukota Yogyakarta sehingga merekadapat menjalankan kembali tugas dan wewenang dalam pemerintahannya seperti semula.Terjadinya peristiwa Perundingan Roem-Roijenadalah merupakan salah satu caraperjuangan Bangsa Indonesia guna mempertahankan kemerdekaannya melaluistrategi diplomasi, sehingga kembalinya kekuasaan Pemerintahan Republik Indonesia keIbukota Yogyakarta adalah suatu realitas yang pada gilirannya dapat memulihkan kembali sistem keamanan, ketertiban, dan perdamaian di seluruh tanah air Indonesia,dan akan menjadi daya dorong kuat bagi terselenggaranya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, NegeriBelanda. Kata kunci: Diplomasi, Roem-Roijen, dan Kemerdekaan.
Efektifitas Pelatihan Media Pembelajaran Audio Visual (Smart Diffabel) untuk Guru Shadow di SD Muhammadiyah 24 Surabaya Agus Budiman; Ratno Abidin; Fa'iz Azmi Fauzia; M. Ridlwan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.11696

Abstract

Media pembelajaran menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam memfasilitasi kegitan-kegiatan anak kebuthan khusus di sekolah. Hal ini menjadi tugas berat bukan hanya pendidik, tetapi seluruh warga muhammadiyah untuk mampu menciptakan media pembelajaran ramah diffabel atau anak berkebutuhan khusus. Solusi yang ditawarkan melalui pengabdian smart diffabel adalah pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis audio visual bagi guru shadow di Sekolah Dasar Muhammadiyah 24 Surababaya. Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas guru-guru shadow sehingga dengan media yang berkualitas menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif. Pelatihan membuat media-media edukasi yang kreatif dan menarik sesuai dengan tahapan kebutuhan ketrampilan anak usia SD serta media yang mencakup penugasan senada dengan tumbuh kembang siswa-siswi SD Muhammadiyah 24 Surabaya.
DAMPAK MIGRASI DI AUSTRALIA TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN DAN PARTAI POLITIK Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 3, No 2 (2015): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.439 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i2.1100

Abstract

Australia mempunyai proses perjalanan sejarah yang panjang, sejak migrasi pertama yakni sejak kedatangan bangsa aborigi yang disebut sebagai penduduk asli (native people), sampai kedatangan bangsa-bangsa eropa dan bangsa-bangsa di dunia ke daratan ini pada gelombang migrasi kedua dan ketiga. Australia menjadi pertemuan berbagai bangsa di dunia, menjadikan Australia majemuk, yang menyebabkan Australia menjadi bangsa yang harus terbuka dalam melihat perbedaan yang ada dan menjadikan masyarakat Australia sebagai masyarakat Cosmopolitan. Masyarakat Cosmopolitan sejalan dengan agenda dalam mencipakan kehidupan Australia yang demokratis baik dalam hal politik dan hubungan masyarakatnya. Dimana nilai-nilai pluralisme perlu dipupuk guna menciptakan keharmonisan dalam hubungan masyarakat dari berbagai bangsa di Australia. Kemajemukan juga bisa dilihat dari sstem pemerintahan dan lahirnya partai-partai di Australia,yang menyuarakan berbagai kepentingan baik berdasarkan kepentingan ekonomi seperti partai liberal, buruh, dan petani, atau juga partai yang mengusung kebangsaan sebagai bentuk emansipasi posisi mereka di masyarakat seperti partai dari suku aborigin yang merasa termarginalkan dalam pergaulan politik dan sosial, begitu pun partai agama, dan partai lingkungan yang menambah semarak interaksi antar golongan di Australia.Kata Kunci: Migrasi dan Stabilitas KetahananABSTRACTAustralia has a long history process, since the first migration since the arrival of the aborigi called as a native (native people), until the arrival of European nations and the nations of the world to this continent in the second and third wave of migration. Australia became the meetings of the various nations of the world, making Australia compound, which led Australia into a nation that should be open to see the differences and make the Australian public as Cosmopolitan society. Cosmopolitan society in line with the agenda in Australia mencipakan democratic life both in terms of political and community connections. Where the values of pluralism need to be cultivated in order to create harmony in the relationship people of all nationalities in Australia. Pluralism can also be seen from Sstem government and the birth of political parties in Australia, voicing the interests both based on economic interests such as the liberal party, workers, and farmers, or also the party that carries nationality as a form of emancipation of their position in society as the party of aborigines who feel marginalized in the political and social relationships, so anything religious party, and the party environment that add a lively interaction between groups in Australia.Keywords: Migration and Stability resilience
NILAI FILOSOFIS BUSANA PENGANTIN ADAT KEPRABON INTEN KADATON GALUH Anisa Nurazizah Yahya; Yat Rospia Brata; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 8, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.135 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i2.6392

Abstract

Busana pengantin adat Keprabon Inten Kadaton Galuh merupakan busana pengantin daerah khas Kabupaten Ciamis yang telah dipatenkan dan dibakukan secara nasional pada tanggal 14 Februari 2001. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai asal-usul busana, pakem pemakaiannya dan nilai filosofis yang terkandung di pakaiannya sehingga dapat menjadi salah satu sumber untuk mengenalkan busana pengantin adat Keprabon Inten Kadaton Galuh secara luas khususnya untuk masyarakat di Kabupaten Ciamis sendiri. Metode dalam penelitian ini menggunakn metode penelitian sejarah dengan mengguakan dua teknik penelitian yaitu teknik observasi dan teknik wawancara disertai dokumentasi yang dibutuhkan. Teknik observasi dan wawancara digunakan untuk mengamati pakem pemakaian busana pengantin adat Keprabon Inten Kadaton Galuh serta mengetahui bagaimana nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pengantin adat Keprabon Inten Kadaton Galuh merupakan hasil rekonstruksi busana melalui penelitian sejarah, babad, naskah hingga dokumentasi pernikahan khususnya penggalian mengenai kebesaran Prabu Siliwangi untuk menghadirkan nuansa keagungan, kemegahan dan syarat akan berbagai makna dan siloka. Busana pengantin adat Keprabon inten Kadaton Galuh diilhami dari bentuk-bentuk riasan cirebon-Sumedan-Sukapura yang dikombinasikan. Secara keseluruhan busana ini memiliki banyak filosofis tentang kehidupan untuk kedua mempelai sebagai bekal hidup, namun sayangnya busana ini baru dipakai sebatas untuk pagelaran baik ditingkat nasional maupun asia, dan belum pernah dipakai di daerahnya sendiri yaitu di Kabupaten Ciamis dalam sebuah upacara pernikahan sehingga hampir tidak dikenali oleh masyarakat.Fashion custom wedding Keprabon Inten Kadaton Galuh is a bridal fashion distinctive region of Ciamis District that had been patented and standardized nationally on February 14, 2001. This study aims to obtain data about the origins of fashion, pakem use and philosophical values contained in the clothes so it can be one of the sources to introduce the bridal fashion custom Keprabon Inten Kadaton Galuh widely, especially to the community in the District of Ciamis own. The method in this research uses the method of historical research uses two research techniques, namely observation techniques and interview techniques accompanied by the required documentation. Observation and interview techniques used to observe the grip the use of fashion custom wedding Keprabon Inten Kadaton Galuh as well as knowing how philosophical values contained in it. The results showed that the bridal fashion custom Keprabon Inten Kadaton Galuh is the result of the reconstruction of fashion through historical research, the chronicle, the script to the documentation of the wedding in particular the excavation of the greatness of the King Siliwangi to bring the feel of the majesty, the splendor and the terms will be a variety of meanings and siloka. Fashion custom wedding Keprabon inten Kadaton Galuh inspired from the forms of makeup cirebon-Sumedan-Sukapura combined. Overall this dress has a lot of philosophical about life to both the bride as a provision for life, but unfortunately this fashion new used merely for performances at both national and asia, and has never been used in their own area in the District of Ciamis in a wedding ceremony so that it is almost not recognizable by the public.
TRADISI SAWAKA DI DESA ANDAPRAJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Agus Budiman; Ade Restu Sri Rahayu
Jurnal Artefak Vol 2, No 2 (2014): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.442 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i2.1065

Abstract

Hasil penelitian ini secara garis besar menggambarkan tentang pelaksanaan tradisi yang merupakan warisan budaya dan masih diakui keberadaannya, karena dianggap penting dalam perjalanan hidup setiap orang yaitu Tradisi Sawaka. Dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa ajaran dan pepatah leluhur masih dihormati dan dijunjung tinggi sampai generasi sekarang,seperti pantangan-pantangan yang masih tetap dilaksanakan sampai saat ini. Terlepas dari itu ada sebagian orang yang menganggap bahwa hal itu takhayul, akan tetapi dapat diambil hikmah dari setiap pantangan itu, karena masing-masing pantangan mengandung pepatah dan pesan yang tujuannya baik. Jadi, kita ambil sisi positifnya saja dan menjadikan semua itu sebagai kekayaan ragam budaya nusantara. Adapun manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan agar generasi penerus dapat memelihara dan melestarikan tradisi tersebut, dan hendaknya dapat mengerti betul makna dan arti dari tradisi itu sendiri.Kata Kunci: Tradisi Sawaka dan PelestarianABSTRACTIn general, the result of this research describes about the realization of the tradition which is the cultural legacy and still avowed its existence, because Sawaka Tradition has the important reputation in everyone’s life. In this research, it is described that the doctrine and Ancestors aphorism still respected and revered until nowadays generation, such as something taboo that still happened until now. Beside that, there are some people who think that it is superstition, but they can take the wisdom from it. Because each prohibition contains of aphorism and messages which have a good purpose. So, we have to take the positive thing and make all of that tradition as our various culture. The advantages from this research result is we hope our next generation can keep and continue that tradition. They also should understand the meaning from that tradition.Keywords: Tradition Sawaka and Preservation
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DUAL CODING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI di SMA Informatika Ciamis) Sri Pajriah; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 4, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.436 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i1.737

Abstract

Penelitian ini berawal dari pendapat umum bahwa pembelajaran sejarah telah menghindari kinerja verbal dan visual. Namun, mereka perlu agar siswa mengingat dan memahami materi dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model dual coding terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Secara teoritis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran model dual coding yang menyatakan bahwa suatu informasi akan mudah diingat dan dipahami jika disampaikan secara verbal atau visual. Praktis, penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi pendidik untuk mengembangkan kompetensi profesional. Oleh karena itu, dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan menganalisis data uji t menggunakan SPSS 17 terhadap dua kelompok siswa dari SMA Informatika dan MAN 1 Cijantung. Sampel diambil dengan menggunakan random sampling dengan mengocok kelompok siswa dari berbagai sekolah. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu observasi dan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan dual coding dan mereka yang tidak. Kedua, tidak ada hasil belajar yang signifikan yang menggunakan dual coding yang terintegrasi dan terpisah. Akhirnya, hasilnya adalah bahwa kedua kelompok siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam belajar sejarah. Namun, hasil prestasi siswaThis study started from the general opinion that history learning has avoided verbal and visual performance. However, they are needed for the student to remember and comprehend the material from the teacher. This study is aimed at finding out the influence of dual coding model towards the student's achievement in history learning. Theoretically, this study is aimed at finding out the truth of dual coding model which stated that an information will be easily remembered and comprehend if it is delivered verbally or visually. Practically, this study will give a contribution for educators for developing professional competence. Hence, it can improve interest and achievement of the student in learning history. This study used experimental study by analyzing data of the t-test using SPSS 17 towards two groups of the student from SMA Informatika and MAN 1 Cijantung. The samples are taken by using random sampling by shuffling the group of the student from different school. This study used two instruments namely observation and test. The result showed that firstly, there is a significant difference between the student that who used dual coding and those who are not. Secondly, there is not a significant result of learning who used integrated and separated dual coding. Finally, the result is that both of group of a student has different ability in learning history. However, the result of students’ an achievement is similar.